Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.437 views

Diskriminasi Hukum: Terdakwa Teroris Divonis Berat, Koruptor Dilindung

JAKARTA (voa-islam.com) – Para terdakwa teroris selalu diganjar hukuman berat, rata-rata di atas 10 tahun penjara. Sementara terdakwa koruptor, hampir tak ada yang dihukum lebih dari 10 tahun. Isu pemberantasan terorisme menjadi tren global, sedangkan permainan politis saling melindungi politisi dan pejabat negara yang korup.

Hal itu diungkapkan Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar menanggapi diskriminasi hukum terhadap terdakwa teroris dan pelaku koruptor.

"Perbandingannya, kalau teroris atau makar itu biasanya vonisnya ekstrim. Sedangkan kalau korupsi atau penegakan HAM itu rendah-rendah," ujar Azhar, tadi malam (16/6/2011).

Azhar menduga ada permainan politis di kasus-kasus korupsi dan pelanggaran HAM. Ada upaya saling melindungi dan mengunci karena pelakunya adalah politisi dan pejabat negara. Hal ini berbeda dengan kasus terorisme yang dilakukan bukan oleh aparat negara atau pun politisi.

"Apalagi sekarang isu pemberantasan teroris sedang menjadi tren global. Karena itu hukumannya berat-berat," terang Azhar.

....isu pemberantasan teroris sedang menjadi tren global, karena itu hukumannya berat-berat....

Azhar menyayangkan hal ini. Menurutnya hukuman berat bagi teroris akan membuat orang-orang yang tidak puas melakukan perlawanan. Di sisi sebaliknya, hukuman ringan bagi koruptor, tidak akan membuat orang-orang jera melakukan korupsi.

Dia menambahkan sistem penegakan hukum yang tidak profesional hanya akan menimbulkan pelanggaran hukum secara terus menerus. Hal ini tentunya harus dihindari.

"Lembaga peradilan, lembaga penyidik, pengadilan, penuntut harus bersikap independen dan profesional. Pemimpin lembaga peradilan, polisi, jaksa agung, dan ketua MA itu harus memastikan satu domain kasus dihukum secara sama, jangan ada diskrimasi," tutupnya.

....majelis hakim tidak mempertimbangkan pentingnya pengakuan saksi kunci ketika menjatuhkan putusan 15 tahun penjara terhadap Ustadz Abu...

Diskriminasi hukum itu terjadi dalam persidangan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) KH Abu Bakar Baasyir di di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Menurut Dewan Pembina Tim Pembela Muslim (TPM) Achmad Michdan, majelis hakim tidak mempertimbangkan pentingnya pengakuan saksi kunci ketika menjatuhkan putusan 15 tahun penjara terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

"Bahwa proses dalam pertimbangan hakim itu kan fakta persidangan berdasarkan saksi-saksi. Yang menarik justru ada keterangan salah satu saksi yang tidak dipertimbangkan," kata Achmad Michdan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).

Menurut Michdan, Khairul adalah salah seorang saksi yang kini ditahan karena tuduhan terlibat perampokan Bank CIMB Medan. Khairul adalah orang yang mampu membuktikan bahwa tindak pidana yang memberatkan Ba’asyir adalah hasil intimidasi penyidik kepolisian dan diminta polisi.

....para tersangka teroris itu mendapat tekanan fisik, mendapat tekanan mental...

"Dia saksi yang mengungkapkan para tersangka teroris itu mendapat tekanan fisik, mendapat tekanan mental. Inilah, yang kemudian menjadi atensi," kata Michdan.

Dengan alasan tidak didengarkannya Khairul ini, Mihdan pupus harapan jika lima majelis hakim telah membuat putusan Basyir secara adil.

"Sebetulnya benteng terakhirnya adalah pengadilan yang harus mengapresiasi. Jadi, itu menurut pengadilan saja, kepanjangan tangan pemerintah. Dan pemerintah memiliki kepentingan luar negeri. Tapi, tidak terjadi keadilan," tutupnya. [silum/dtk, trb]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Buku Panduan Ramadhan yang dibagikan Program Sedekah Buku ludes habis. Buku sedang proses cetak ulang....

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Seluruh hidupnya diinfakkan untuk Islam. Kedua anak yatimnya dilepas berjihad. Ia aktif membantu pendanaan beberapa pesantren. Saat ini butuh bantuan Rp 35 juta untuk biaya rumah sakit....

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Untuk mengejar cita-cita menjadi ahli tafsir, mahasiswi Indonesia ini kuliah jurusan Al-Qur'an dan Hadits. Saat ini sedang menyusun skripsi butuh dana 3.000 Dirham (sekitar Rp 6 Juta)....

Latest News
Fenomena Mudik dalam Perspektif Media

Fenomena Mudik dalam Perspektif Media

Kamis, 02 Jul 2015 16:30

CEDes: Indonesia Tidak Butuh Menteri Pro Pasar

CEDes: Indonesia Tidak Butuh Menteri Pro Pasar

Kamis, 02 Jul 2015 06:00

Ustadz Farid Okbah: Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Ustadz Farid Okbah: Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Kamis, 02 Jul 2015 05:45

Habib Ahmad Zein: Awas! Syi'ah Kalau Kalah Debat Menuduh 'Wahabi'

Habib Ahmad Zein: Awas! Syi'ah Kalau Kalah Debat Menuduh 'Wahabi'

Kamis, 02 Jul 2015 05:41

Minyak Zaitun Untuk Sahur Kepepet

Minyak Zaitun Untuk Sahur Kepepet

Kamis, 02 Jul 2015 05:13

APII Siap Gelar Roadshow Seminar Akbar Islam dan Nusantara

APII Siap Gelar Roadshow Seminar Akbar Islam dan Nusantara

Kamis, 02 Jul 2015 04:38

Perdana Menteri Jerman Angela Merkel : Islam Akan Tetap Milik Jerman Selamanya

Perdana Menteri Jerman Angela Merkel : Islam Akan Tetap Milik Jerman Selamanya

Rabu, 01 Jul 2015 22:32

NASA Peringatkan Terbitnya Matahari Sudah Mulai Mendekati Arah Barat

NASA Peringatkan Terbitnya Matahari Sudah Mulai Mendekati Arah Barat

Rabu, 01 Jul 2015 22:04

Ajak Sholat Gaib, PBNU juga Ingatkan Pemerintah Perihal Usia Alutsista TNI

Ajak Sholat Gaib, PBNU juga Ingatkan Pemerintah Perihal Usia Alutsista TNI

Rabu, 01 Jul 2015 21:50

Anggota DPR PKB: Fatwa Jihad IS di Bulan Ramadhan Dinilai Jauh dari Nilai-nilai Islami

Anggota DPR PKB: Fatwa Jihad IS di Bulan Ramadhan Dinilai Jauh dari Nilai-nilai Islami

Rabu, 01 Jul 2015 21:30

YI-Lead Gelar Talkshow Inspiratif 'PemimpinQu untuk Indonesia Beradab'

YI-Lead Gelar Talkshow Inspiratif 'PemimpinQu untuk Indonesia Beradab'

Rabu, 01 Jul 2015 19:38

Pernikahan Sejenis Langgar Konstitusi Indonesia

Pernikahan Sejenis Langgar Konstitusi Indonesia

Rabu, 01 Jul 2015 18:40

DDII Jabar: Pernikahan Sesama Jenis Bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, apalagi Syariat Islam

DDII Jabar: Pernikahan Sesama Jenis Bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, apalagi Syariat Islam

Rabu, 01 Jul 2015 17:40

ISIS di Semenanjung Sinai Tewaskan Sedikitnya 60 Tentara Mesir

ISIS di Semenanjung Sinai Tewaskan Sedikitnya 60 Tentara Mesir

Rabu, 01 Jul 2015 17:30

Pejabat Israel: Suriah Hilang, Bashar Assad Mungkin akan Jadi Presiden 'Alawistan'

Pejabat Israel: Suriah Hilang, Bashar Assad Mungkin akan Jadi Presiden 'Alawistan'

Rabu, 01 Jul 2015 17:15

Daulah Islam (IS) Nyatakan Perang Terhadap Warga Kurdi, Kirim Bala Bantuan Pasukan Ke Hasakah

Daulah Islam (IS) Nyatakan Perang Terhadap Warga Kurdi, Kirim Bala Bantuan Pasukan Ke Hasakah

Rabu, 01 Jul 2015 17:00

Kader PDIP Diduga Menerima Sogok  Untuk Kongres PDIP di Bali

Kader PDIP Diduga Menerima Sogok Untuk Kongres PDIP di Bali

Rabu, 01 Jul 2015 14:29

Selain Brigadir Syahputra, Juga Ada Tentara yang Bergabung Dengan ISIS

Selain Brigadir Syahputra, Juga Ada Tentara yang Bergabung Dengan ISIS

Rabu, 01 Jul 2015 14:13

Terulangnya Masa Kaum Nabi Luth yang Ingkar di Amerika Serikat

Terulangnya Masa Kaum Nabi Luth yang Ingkar di Amerika Serikat

Rabu, 01 Jul 2015 12:30

Kekerasan pada Perempuan & Anak Hasil dari Lemahnya Hukum di Indonesia

Kekerasan pada Perempuan & Anak Hasil dari Lemahnya Hukum di Indonesia

Rabu, 01 Jul 2015 11:50



Must Read!
X