Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
38.674 views

Tanpa Resolusi Jihad, Tidak Akan Ada NKRI

Kenapa harus alergi mendengar kata jihad. Padahal seruan jihad, mendorong perlawanan bangsa Indonesia hingga terbebas dari belenggu penjajah. Tanpa jihad dan berkat rahmat Allah, Indonesia tak akan merdeka, tidak punya harga diri dan kedaulatan di negeri ini. Tapi kini, jihad dikebiri, diredam, bahkan dikaburkan maknanya. Padahal, sesungguhnya, jihad tak akan lekang oleh waktu.

Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Yang menarik, berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri, bahwa peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru ngaji.

Ironis, sejarah yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, tidak mengenalkan peran “Resolusi Jihad” yang dikomandoi oleh KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa “wajib” bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemerdekaan.

Dan sangat disayangkan, sejarah negeri ini tenyata tidak pernah berkata jujur tentang peran Laskar santri yang terhimpun dalam Hizbullah maupun laskar kiai yang tergabung dalam Sabilillah, dalam berperang melawan penjajah. Ketika itu Hizbullah berada di bawah Masyumi, dimana KH. Hasyim Asy’ari menjabat sebagai Ketua Masyumi.

Laskar Hizbullah (Tentara Allah) dan Sabilillah (Jalan Allah) didirikan menjelang akhir pemerintahan Jepang, dan mendapat latihan kemiliteran di Cibarusah, sebuah desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Laskar Hizbullah berada di bawah komando spiritual KH. Hasyim Asy’ari dan secara militer dipimpin oleh KH. Zaenul Arifin. Adapun laskar Sabilillah dipimpin oleh KH. Masykur. Konon, pemuda pesantren dan anggota Ansor NU (ANU) adalah pemasok paling besar dalam keanggotaan Hizbullah.

Peran kiai dalam perang kemerdekaan ternyata tidak hanya dalam laskar Hizbullah-Sabilillah saja, tetapi banyak diantara mereka yang menjadi anggota tentara PETA (Pembela Tanah Air). Menurut penelitian Agus Sunyoto, dari enam puluh bataliyon tentara PETA, hampir separuh komandannya adalah para kiai.

Patut diketahui, Hizbullah dan Sabilillah adalah laskar rakyat paling kuat yang pernah hidup di bumi Indonesia. Meskipun dalam sejarah, keberadaan laskar tersebut disisihkan. Buktinya, perjuangan mereka tidak ditemukan dalam museum-museum. Boleh jadi, para laskar ini seringkali berselisih paham dengan pemerintah Soekarno yang tidak bersikap tegas dalam menentang pendaratan pasukan Sekutu dan Belanda ketika itu.

Resolusi Jihad

Tahukah? Pada 21 Oktober 1945, telah berkumpul para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama). Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada 22 Oktober dideklarasikan seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah “Resolusi Jihad”. Sejarawan Belanda Bruinessen mengakui, Resolusi Jihad ini tidak mendapat perhatian yang layak dari para sejarawan.

Dari perspektif historis, banyak orang-orang NU sendiri yang tidak mengerti posisi sejarah Resolusi Jihad. Sangat disayangkan, Resolusi Jihad yang diperankan NU termaginalisasi, bahkan terhapus dari memori sejarah bangsa. Itu akibat pergulatan dan manuver politik, ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin menggusur NU dari dinamika percaturan politik kebangsaan.

Tak dipungkiri, semangat ke-jam’iyyah-an NU di kalangan generasi muda kini semakin merosot. Pada lingkup internal, banyak kader-kader muda NU yang tidak mengerti rangkaian sejarah Resolusi Jihad. Survei membuktikan, ingatan masyarakat tentang Resolusi Jihad NU 1945 yang memiliki mata rantai dengan Peristiwa 10 November di Surabaya semakin punah.

“Oleh karena itu, wacana Resolusi Jihad NU harus dihidupkan kembali, direkonstruksi dan tidak ditempatkan pada upaya politisasi sejarah. Tanpa Resolusi Jihad, tidak akan ada NKRI seperti yang kita cintai saat ini,” kata Gugun El-Guyanie, penulis buku Resolusi Jihad Paling Syar’i.

Jangankan masyarakat umum, generasi-generasi penerus NU dari pusat sampai ranting, Ansor-Fatayat, IPNU-IPPNU pun banyak yang tidak mendapatkan transfer sejarah mengenai resolusi penting itu.

Setelah menginjak lebih dari setengah abad, memori tentang resolusi itu hendak dihidupkan kembali. Di Surabaya, sudah mulai dibangun museum Resolusi Jihad oleh PCNU Surabaya. Pengurus NU dan kader-kadernya pun mulai berdiskusi dan memperingati hari Resolusi Jihad tiap tanggal 22 Oktober.

Anti Kolonial

Untuk menyegarkan ingatan kembali, dulu, NU telah mengharamkan pantalon dan dasi. NU dengan tegas menolak sistem pendidikan model Belanda. Ketika itu NU memakai hadits: ”man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” (siapa yang menyerupai suatu golongan, tentu dia merupakan bagian dari mereka).

Perlawanan kultural terhadap pemerintah kolonial Belanda, berhasil membentuk kiai dan santri-santrinya menjadi lapisan masyarakat bangsa Indonesia yang sangat anti penjajah, Pada gilirannya, sikap anti penjajah ini memberikan sumbangan yang sangat besar pada perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Juga ingatlah, ketika Jepang mewajibkan agar bangsa Indonesia mengikuti pendewaan terhadap Kaisar Jepang Tenno Haika dengan cara membungkukkan badan ke arah Timur pada waktu-waktu tertentu, NU langsung menyatakan penolakannya. Seperti juga semua orang Islam, pendewaan kepada selain Allah, dipandang sebagai perbuatan syirik oleh NU.

KH. Hasyim Asy’ari secara terbuka menyatakan penolakan itu. Pengaruhnya yang besar menghantarkan kiai pendiri NU ini dijebloskan Jepang ke dalam tahanan.  Saikerei yang diwajibkan kepada bangsa Indonesia menjadi api yang membakar perlawanan umat Islam. Adalah KH. Zaenal Musthofa dari Singaparna, seorang anggota NU, kemudian mengangkat senjata. Sebuah perlawanan bersenjata pertama kali terhadap Jepang.

Ketika NU melihat ancaman terhadap negara yang sudah menyatakan proklamasi kemerdekaannya, dan sudah mempunyai konstitusinya sendiri (UUD 1945), maka pada tanggal 22 Oktober 1945, organisasi ini mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad. Namun, sebelumnya NU mengirim surat resmi kepada pemerintah yang berbunyi:

”Memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap tiap-tiap usaha yang akan membahayakan kemerdekaan agama dan negara Indonesia, terutama terhadap Belanda dan kaki tangannya. Supaya pemerintah melanjutkan perjuangan yang bersifat ”sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia yang merdeka dan beragama Islam.

Adapun resolusi yang diputuskan dalam rapat para konsul NU se-Jawa itu berbunyi:

  1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
  2. Republik Indonesia (RI) sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.
  3. Musuh RI, terutama Belanda yang datang dengan membonceng tentara Sekutu (Inggris) dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
  4. Umat Islam, terutama NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
  5. Kewajiban tersebut adalah jihad yang menjadi kewajiban tiap-tiap muslim (fardhu ’ain) yang berada pada jarak radius 94 km (jarak dimana umat Islam diperkenankan shalat jama’ dan qashar). Adapun mereka yang berada di luar jarak tersebut berkewajiban membantu saudara-saudaranya yang berada dalam jarak radius 94 km tersebut.

Resolusi jihad tersebut akhirnya mampu membangkitkan semangat arek-arek Surabaya untuk bertempur habis-habisan melawan penjajah. Dengan semangat takbir yang dipekikkan Bung Tomo, maka terjadilah perang rakyat yang heroik pada 10 November 1945 di Surabaya.  

Dari sejarah ini, warga NU dan para elitnya, seyogianya tidak menjadi alergi ketika akhir-akhir ini ada upaya untuk mengebiri, meredam dan mengaburkan makna jihad. Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy’ari, seyogianya diingat kembali. Karena resolusi jihad yang bersejarah itu tak pernah lekang oleh waktu. Karena umat Islam memenuhi panggilan jihad, maka disaat itulah harga diri dan kemuliaan akan diraih.

Di era kemerdekaan ini, bisa saja seruan jihad dikembangkan maknanya, tapi bukan berarti jihad harus dilenyapkan dan dikubur dalam-dalam. Apalagi sampai  membuat stigmatisasi, seolah jihad adalah sesuatu yang mengancam dan membahayakan penguasa. Tanpa jihad,  umat ini akan lesu dan ternina-bobokan, juga tak punya visi ke depan.  (Desastian/dbs)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi berprestasi ini ingin berkhidmat untuk umat Islam di bidang kebidanan. Pekerjaan sang ayah sebagai guru jauh dari cukup untuk memenuhi biaya kuliah sekira Rp 60 juta....

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Hidayat Nur Wahid: Karena Hormati Hukum Maka Kita Minta Si Penghina Agama Dihukum

Hidayat Nur Wahid: Karena Hormati Hukum Maka Kita Minta Si Penghina Agama Dihukum

Ahad, 04 Dec 2016 23:09

Melalui Resolusi DK PBB, Pemerintah Myanmar dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional

Melalui Resolusi DK PBB, Pemerintah Myanmar dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional

Ahad, 04 Dec 2016 22:57

Ketangguhan Mualaf yang Menemui Ajal Demi Islam (Bagian 2 dari 2)

Ketangguhan Mualaf yang Menemui Ajal Demi Islam (Bagian 2 dari 2)

Ahad, 04 Dec 2016 22:28

Dikala Jutaan Hati Menyatu; Refleksi Aksi Bela Islam 212

Dikala Jutaan Hati Menyatu; Refleksi Aksi Bela Islam 212

Ahad, 04 Dec 2016 22:21

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Ahad, 04 Dec 2016 21:37

Walhi Jakarta Kritik Pemanfaatan  Car Free Day sebagai Panggung Politik

Walhi Jakarta Kritik Pemanfaatan Car Free Day sebagai Panggung Politik

Ahad, 04 Dec 2016 20:52

Kasus Ahok yang  Nistakan Islam sengaja Dipermaikan seperti Sepak Bola, Esensinya Dikaburkan

Kasus Ahok yang Nistakan Islam sengaja Dipermaikan seperti Sepak Bola, Esensinya Dikaburkan

Ahad, 04 Dec 2016 20:19

PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

Ahad, 04 Dec 2016 19:43

Warga yang Ingin Olahraga di CFD Merasa Terganggu dengan Parade 412

Warga yang Ingin Olahraga di CFD Merasa Terganggu dengan Parade 412

Ahad, 04 Dec 2016 19:03

KB PII Kecam Penyalahgunaan Massa PNS untuk Aksi 412

KB PII Kecam Penyalahgunaan Massa PNS untuk Aksi 412

Ahad, 04 Dec 2016 18:40

Rakyat Tarik Uang Bentuk dari Ketidakpercayaan Ekonomi kepada Pemerintah

Rakyat Tarik Uang Bentuk dari Ketidakpercayaan Ekonomi kepada Pemerintah

Ahad, 04 Dec 2016 17:19

Presiden Hadi Perintahkan Militer Yaman Serang Pemberontak Syi'ah di Laut Merah

Presiden Hadi Perintahkan Militer Yaman Serang Pemberontak Syi'ah di Laut Merah

Ahad, 04 Dec 2016 15:32

Parpol Pendukung Jokowi Diduga Sewa Bus Transjakarta untuk Aksi 412

Parpol Pendukung Jokowi Diduga Sewa Bus Transjakarta untuk Aksi 412

Ahad, 04 Dec 2016 15:16

Kasus Ahok Nistakan Islam, Pilkada 2017, Pilpres 2019, dan Kegelisahan Konglomerat

Kasus Ahok Nistakan Islam, Pilkada 2017, Pilpres 2019, dan Kegelisahan Konglomerat

Ahad, 04 Dec 2016 14:19

Peserta

Peserta "Kita Indonesia" Kecewa Hanya Diberi Uang Transportasi Rp 50 Ribu

Ahad, 04 Dec 2016 13:42

Diam-diam Sorot Sampah yang tengah Dibersihkan Petugas di Masjid Istiqlal, Metro TV Diusir Massa

Diam-diam Sorot Sampah yang tengah Dibersihkan Petugas di Masjid Istiqlal, Metro TV Diusir Massa

Ahad, 04 Dec 2016 12:54

Taliban Gantung Seorang Mahasiswa karena Terlibat Pembunuhan Pejabat Senior Mereka

Taliban Gantung Seorang Mahasiswa karena Terlibat Pembunuhan Pejabat Senior Mereka

Ahad, 04 Dec 2016 09:36

Komandan Oposisi Suriah Bersumpah Tidak Akan Pergi dari Aleppo Timur yang Terkepung

Komandan Oposisi Suriah Bersumpah Tidak Akan Pergi dari Aleppo Timur yang Terkepung

Ahad, 04 Dec 2016 08:16

Hadir pada Pertandingan Piala AFF Indonesia vs Vietnam, Jokowi Diteriaki Suporter

Hadir pada Pertandingan Piala AFF Indonesia vs Vietnam, Jokowi Diteriaki Suporter "Tangkap Ahok"

Ahad, 04 Dec 2016 07:49

Jutaan Umat di Aksi 212 Bukti Murni hanya Ingin Penegakkan Hukum, bukan SARA atau Politik

Jutaan Umat di Aksi 212 Bukti Murni hanya Ingin Penegakkan Hukum, bukan SARA atau Politik

Ahad, 04 Dec 2016 06:11


Must Read!
X