Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
41.086 views

Tanpa Resolusi Jihad, Tidak Akan Ada NKRI

Kenapa harus alergi mendengar kata jihad. Padahal seruan jihad, mendorong perlawanan bangsa Indonesia hingga terbebas dari belenggu penjajah. Tanpa jihad dan berkat rahmat Allah, Indonesia tak akan merdeka, tidak punya harga diri dan kedaulatan di negeri ini. Tapi kini, jihad dikebiri, diredam, bahkan dikaburkan maknanya. Padahal, sesungguhnya, jihad tak akan lekang oleh waktu.

Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Yang menarik, berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri, bahwa peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru ngaji.

Ironis, sejarah yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, tidak mengenalkan peran “Resolusi Jihad” yang dikomandoi oleh KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa “wajib” bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemerdekaan.

Dan sangat disayangkan, sejarah negeri ini tenyata tidak pernah berkata jujur tentang peran Laskar santri yang terhimpun dalam Hizbullah maupun laskar kiai yang tergabung dalam Sabilillah, dalam berperang melawan penjajah. Ketika itu Hizbullah berada di bawah Masyumi, dimana KH. Hasyim Asy’ari menjabat sebagai Ketua Masyumi.

Laskar Hizbullah (Tentara Allah) dan Sabilillah (Jalan Allah) didirikan menjelang akhir pemerintahan Jepang, dan mendapat latihan kemiliteran di Cibarusah, sebuah desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Laskar Hizbullah berada di bawah komando spiritual KH. Hasyim Asy’ari dan secara militer dipimpin oleh KH. Zaenul Arifin. Adapun laskar Sabilillah dipimpin oleh KH. Masykur. Konon, pemuda pesantren dan anggota Ansor NU (ANU) adalah pemasok paling besar dalam keanggotaan Hizbullah.

Peran kiai dalam perang kemerdekaan ternyata tidak hanya dalam laskar Hizbullah-Sabilillah saja, tetapi banyak diantara mereka yang menjadi anggota tentara PETA (Pembela Tanah Air). Menurut penelitian Agus Sunyoto, dari enam puluh bataliyon tentara PETA, hampir separuh komandannya adalah para kiai.

Patut diketahui, Hizbullah dan Sabilillah adalah laskar rakyat paling kuat yang pernah hidup di bumi Indonesia. Meskipun dalam sejarah, keberadaan laskar tersebut disisihkan. Buktinya, perjuangan mereka tidak ditemukan dalam museum-museum. Boleh jadi, para laskar ini seringkali berselisih paham dengan pemerintah Soekarno yang tidak bersikap tegas dalam menentang pendaratan pasukan Sekutu dan Belanda ketika itu.

Resolusi Jihad

Tahukah? Pada 21 Oktober 1945, telah berkumpul para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama). Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada 22 Oktober dideklarasikan seruan jihad fi sabilillah yang belakangan dikenal dengan istilah “Resolusi Jihad”. Sejarawan Belanda Bruinessen mengakui, Resolusi Jihad ini tidak mendapat perhatian yang layak dari para sejarawan.

Dari perspektif historis, banyak orang-orang NU sendiri yang tidak mengerti posisi sejarah Resolusi Jihad. Sangat disayangkan, Resolusi Jihad yang diperankan NU termaginalisasi, bahkan terhapus dari memori sejarah bangsa. Itu akibat pergulatan dan manuver politik, ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin menggusur NU dari dinamika percaturan politik kebangsaan.

Tak dipungkiri, semangat ke-jam’iyyah-an NU di kalangan generasi muda kini semakin merosot. Pada lingkup internal, banyak kader-kader muda NU yang tidak mengerti rangkaian sejarah Resolusi Jihad. Survei membuktikan, ingatan masyarakat tentang Resolusi Jihad NU 1945 yang memiliki mata rantai dengan Peristiwa 10 November di Surabaya semakin punah.

“Oleh karena itu, wacana Resolusi Jihad NU harus dihidupkan kembali, direkonstruksi dan tidak ditempatkan pada upaya politisasi sejarah. Tanpa Resolusi Jihad, tidak akan ada NKRI seperti yang kita cintai saat ini,” kata Gugun El-Guyanie, penulis buku Resolusi Jihad Paling Syar’i.

Jangankan masyarakat umum, generasi-generasi penerus NU dari pusat sampai ranting, Ansor-Fatayat, IPNU-IPPNU pun banyak yang tidak mendapatkan transfer sejarah mengenai resolusi penting itu.

Setelah menginjak lebih dari setengah abad, memori tentang resolusi itu hendak dihidupkan kembali. Di Surabaya, sudah mulai dibangun museum Resolusi Jihad oleh PCNU Surabaya. Pengurus NU dan kader-kadernya pun mulai berdiskusi dan memperingati hari Resolusi Jihad tiap tanggal 22 Oktober.

Anti Kolonial

Untuk menyegarkan ingatan kembali, dulu, NU telah mengharamkan pantalon dan dasi. NU dengan tegas menolak sistem pendidikan model Belanda. Ketika itu NU memakai hadits: ”man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” (siapa yang menyerupai suatu golongan, tentu dia merupakan bagian dari mereka).

Perlawanan kultural terhadap pemerintah kolonial Belanda, berhasil membentuk kiai dan santri-santrinya menjadi lapisan masyarakat bangsa Indonesia yang sangat anti penjajah, Pada gilirannya, sikap anti penjajah ini memberikan sumbangan yang sangat besar pada perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Juga ingatlah, ketika Jepang mewajibkan agar bangsa Indonesia mengikuti pendewaan terhadap Kaisar Jepang Tenno Haika dengan cara membungkukkan badan ke arah Timur pada waktu-waktu tertentu, NU langsung menyatakan penolakannya. Seperti juga semua orang Islam, pendewaan kepada selain Allah, dipandang sebagai perbuatan syirik oleh NU.

KH. Hasyim Asy’ari secara terbuka menyatakan penolakan itu. Pengaruhnya yang besar menghantarkan kiai pendiri NU ini dijebloskan Jepang ke dalam tahanan.  Saikerei yang diwajibkan kepada bangsa Indonesia menjadi api yang membakar perlawanan umat Islam. Adalah KH. Zaenal Musthofa dari Singaparna, seorang anggota NU, kemudian mengangkat senjata. Sebuah perlawanan bersenjata pertama kali terhadap Jepang.

Ketika NU melihat ancaman terhadap negara yang sudah menyatakan proklamasi kemerdekaannya, dan sudah mempunyai konstitusinya sendiri (UUD 1945), maka pada tanggal 22 Oktober 1945, organisasi ini mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad. Namun, sebelumnya NU mengirim surat resmi kepada pemerintah yang berbunyi:

”Memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap tiap-tiap usaha yang akan membahayakan kemerdekaan agama dan negara Indonesia, terutama terhadap Belanda dan kaki tangannya. Supaya pemerintah melanjutkan perjuangan yang bersifat ”sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia yang merdeka dan beragama Islam.

Adapun resolusi yang diputuskan dalam rapat para konsul NU se-Jawa itu berbunyi:

  1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
  2. Republik Indonesia (RI) sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.
  3. Musuh RI, terutama Belanda yang datang dengan membonceng tentara Sekutu (Inggris) dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
  4. Umat Islam, terutama NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
  5. Kewajiban tersebut adalah jihad yang menjadi kewajiban tiap-tiap muslim (fardhu ’ain) yang berada pada jarak radius 94 km (jarak dimana umat Islam diperkenankan shalat jama’ dan qashar). Adapun mereka yang berada di luar jarak tersebut berkewajiban membantu saudara-saudaranya yang berada dalam jarak radius 94 km tersebut.

Resolusi jihad tersebut akhirnya mampu membangkitkan semangat arek-arek Surabaya untuk bertempur habis-habisan melawan penjajah. Dengan semangat takbir yang dipekikkan Bung Tomo, maka terjadilah perang rakyat yang heroik pada 10 November 1945 di Surabaya.  

Dari sejarah ini, warga NU dan para elitnya, seyogianya tidak menjadi alergi ketika akhir-akhir ini ada upaya untuk mengebiri, meredam dan mengaburkan makna jihad. Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy’ari, seyogianya diingat kembali. Karena resolusi jihad yang bersejarah itu tak pernah lekang oleh waktu. Karena umat Islam memenuhi panggilan jihad, maka disaat itulah harga diri dan kemuliaan akan diraih.

Di era kemerdekaan ini, bisa saja seruan jihad dikembangkan maknanya, tapi bukan berarti jihad harus dilenyapkan dan dikubur dalam-dalam. Apalagi sampai  membuat stigmatisasi, seolah jihad adalah sesuatu yang mengancam dan membahayakan penguasa. Tanpa jihad,  umat ini akan lesu dan ternina-bobokan, juga tak punya visi ke depan.  (Desastian/dbs)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Latest News
Tentara Libanon Lancarkan Serangan terhadap Pejuang Islamic State di Perbatasan Suriah

Tentara Libanon Lancarkan Serangan terhadap Pejuang Islamic State di Perbatasan Suriah

Sabtu, 19 Aug 2017 22:08

8 Orang Terluka dalam Serangan Penusukan di Kota Surgut Rusia

8 Orang Terluka dalam Serangan Penusukan di Kota Surgut Rusia

Sabtu, 19 Aug 2017 20:52

Inilah Kemuliaan Muslim jika Memimpin Negeri dengan Al-Qur'an: Umat Lain Dijaga dan Dilindungi

Inilah Kemuliaan Muslim jika Memimpin Negeri dengan Al-Qur'an: Umat Lain Dijaga dan Dilindungi

Sabtu, 19 Aug 2017 20:25

Tokoh dan Mayoritas Muslim yang Perjuangkan Indonesia Merdeka, Tidak Benar Ingkari UUD-Pancasila

Tokoh dan Mayoritas Muslim yang Perjuangkan Indonesia Merdeka, Tidak Benar Ingkari UUD-Pancasila

Sabtu, 19 Aug 2017 19:25

Kemerdekaan hingga Kasus Ahok: Allah sedang Lakukan Tarbiyah ke Umat Islam Indonesia

Kemerdekaan hingga Kasus Ahok: Allah sedang Lakukan Tarbiyah ke Umat Islam Indonesia

Sabtu, 19 Aug 2017 18:25

Disambut Positif: Tuduh FPI Tidak Bhineka segera Periksa ke Ahli Kejiwaan

Disambut Positif: Tuduh FPI Tidak Bhineka segera Periksa ke Ahli Kejiwaan

Sabtu, 19 Aug 2017 17:25

Benarkah Tahun 2015 Indonesia 'Pecah' Dikeroyok Gerakan Iluminati?

Benarkah Tahun 2015 Indonesia 'Pecah' Dikeroyok Gerakan Iluminati?

Sabtu, 19 Aug 2017 16:29

Ka'ban: Musuh dalam Selimut, Waspada dan Lawan Komunis

Ka'ban: Musuh dalam Selimut, Waspada dan Lawan Komunis

Sabtu, 19 Aug 2017 16:25

Djarot Ancam Cabut BPJS Pedagang Hewan Kurban di Trotoar, Tokoh: Segitunya Arogansi Pejabat

Djarot Ancam Cabut BPJS Pedagang Hewan Kurban di Trotoar, Tokoh: Segitunya Arogansi Pejabat

Sabtu, 19 Aug 2017 15:25

Alfian Tanjung Diperlakukan Beda dengan Ahok & Nazaruddin, Ustad Tengku: Kayak Kecap

Alfian Tanjung Diperlakukan Beda dengan Ahok & Nazaruddin, Ustad Tengku: Kayak Kecap

Sabtu, 19 Aug 2017 14:25

Polisi Spanyol Sebut Pelaku Serangan di Barcelona Kemungkinan Masih Dalam Pelarian

Polisi Spanyol Sebut Pelaku Serangan di Barcelona Kemungkinan Masih Dalam Pelarian

Sabtu, 19 Aug 2017 12:17

Agar Hewan Kurban Tetap Halal Setelah Disembelih

Agar Hewan Kurban Tetap Halal Setelah Disembelih

Sabtu, 19 Aug 2017 12:08

Kerjasama dengan McAfee, Keamanan Transaksi dan Privasi Mitra Paytren Semakin Terjamin

Kerjasama dengan McAfee, Keamanan Transaksi dan Privasi Mitra Paytren Semakin Terjamin

Sabtu, 19 Aug 2017 12:04

Komnas HAM Kecam Kekerasan pada Panitia Simposium Nasional Kebangsaan

Komnas HAM Kecam Kekerasan pada Panitia Simposium Nasional Kebangsaan

Sabtu, 19 Aug 2017 12:00

Erdogan Desak Komunitas Turki di Jerman Tidak Pilih Angela Merkel dalam Pemilu Mendatang

Erdogan Desak Komunitas Turki di Jerman Tidak Pilih Angela Merkel dalam Pemilu Mendatang

Sabtu, 19 Aug 2017 10:50

Islam dan Teologi Pembebasan

Islam dan Teologi Pembebasan

Sabtu, 19 Aug 2017 10:44

Indonesia Belum Merdeka

Indonesia Belum Merdeka

Sabtu, 19 Aug 2017 10:33

Sombong, Penghalang Masuk Surga

Sombong, Penghalang Masuk Surga

Sabtu, 19 Aug 2017 08:51

Sekjen Liga Muslim Dunia Resmikan Mahad Pengkaderan Al-Quran di Pondok Pesantren Daarul Quran

Sekjen Liga Muslim Dunia Resmikan Mahad Pengkaderan Al-Quran di Pondok Pesantren Daarul Quran

Sabtu, 19 Aug 2017 08:46

Larangan Aturan Jilbab di Sekolah, Anti Bineka atau Anti Agama?

Larangan Aturan Jilbab di Sekolah, Anti Bineka atau Anti Agama?

Sabtu, 19 Aug 2017 08:14


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X