Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
44.692 views

Mantan Pemred Sabili itu Bicara soal Kemunduran Sabili

Jakarta (voa-islam) - Kenapa Sabili merosot tajam? "Itu akibat, tidak punya komitmen.  Tapi, sebenarnya media Islam tidak mundur. Tapi terbentur pada persoalan how to, yakni  bagaimana cara menyajikannya.  Para pengelola Sabili tidak melihat, mengantisipasi, dan mengikuti prubahahan yg terjadi. Jadi kalau media Islam tidak laku, jangan salahkan umat, tapi salahkan pengelolanya yang tidak becus mengelola." Demikian dikatakan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sabili generasi awal, Zaenal Muttaqin.

Penyebab lain mundurnya Sabili adalah adanya intervensi dari pemilik modal. Ada spirit, bahwa dunia pers adalah dunia yang independen. Jangankan pemodal, presiden, bahkan kaisar sekalipun tidak bisa ngatur-ngatur. Soal duit dan keuntungan, silahkan ambil, tapi kalau sudah menyangkut isi redaksi tidak boleh ngatur.

“Ini kelemahan banyak pemred yang mau saja diintervensi pemilik modal. Dulu sewaktu saya pegang Sabili, saya bilang, tidak boleh satupun yang intervensi. Sebab, nanti media bisa menjadi alat kepentingan,” kata Zaenal.

Zaenal tidak melihat adanya intervensi kekuatan negara asing tertentu yang ingin Sabili ambruk. Ia lebih mempersoalkan para pengelola Sabili yang tidak paham kultur dan paradigma dunia pers. “Saya lama jadi wartawan. Saya paham betul bagaimana harus mengelola pers. Ketika itu saya tidak mau diatur oleh seseorang dan organisasi tertentu. Selama organisasi itu mengedepankan nilai-nilai, kita bisa komunikasikan.”

Sabili Tidak Lagi Rujukan Umat

Ketika ditanya, bagaimana karakter Sabili sejak awal didirikan, Zaenal Muttaqin menjelaskan, Sabili adalah media dakwah, yang menyampaikan apadanya. Kulil  haq walau kaana murron.

Zaenal juga tidak mengklaim Sabili sebagai media Islam garis keras. “Tidak juga. Sabili terkesan keras, boleh jadi, ketika itu umat Islam tidak mendapat tempat dan kerap terpinggirkan, sehingga Sabili tampil ke depan untuk pembela dan menjadi corong bagi kepentingan umat Islam. Sejak itulah umat Islam merasa memiliki Sabili.”

Yang tak terlupakan, saat itu terjadi kasus Ambon dan Poso, dimana kaum muslimin dizalimi, dan ditindas. Sebagai muslim, tentu harus membela. Sabili sebagai media amar maruf nahi mungkar, ketika itu tampil berani. Tapi bukan menantang. Sebenarya Sabili itu tidak keras ataupun lembut, tapi apa adanya. Bagaimanapun, keberanian itu bagian dari karakter. Orang pintar kalau nggak berani , nggak ada gunanya.”

Yang menarik, pada waktu itu, pernah, ada seorang mengirim tulisan, yang isinya sangat kasar, dan menghina Sabili, lalu ia sebagai Pemred memuatnya. Itulah yang namanya fairness. Dan itu merupaan hak pembaca, ada sisi cover bothside-nya

Yang menjadikan Sabili terkesan tegas dan keras, dikarenakan saat itu Sabili membidik segmen pembaca mahasiswa, pelajar dan aktivis yang bergairah, yang usianya rata-rata di bawah 30 tahun.

Bicara pada anak muda yang masih semangat, tentu harus berapi-api. Karena kalau bicara pelan-pelan pasti tidak ada yang dengar. Begitu juga, kalau bicara keras pada orang yang usianya 40 tahun ke atas, biasanya lelah. Dengan begitu, ada proses, ketika anak, remaja, dan aktivis, maka bahasanya harus heorik. Adapun untuk usia 40 tahun ke atas harus lebih cool, slow, dan bijak. Jadi, kita harus tahu, siapa segmen yang kita bidik?

Zaenal Muttaqin sebagai orang yang pernah menahkodai media perjuangan ini sangat menyayangkan kondisi Sabili saat ini. Ia menilai, Sabili tidak lagi berkarakter, tidak lagi independen, tidak berani, tidak apadanya, tidak tampil sebagai advokasi umat. Sabili yang sekarang, lanjut Zaenal, adalah Sabili yang pro Libya atau Qaddafi, dan terlalu banyak pesan sponsor. Akibatnya, tidak lagi menjadi rujukan umat.

“Prinsipnya, sebuah media Islam harus menjadi corong umat, pahit atau manis, sampaikan apa adanya, suka atau tidak suka itu resikonya. Saya terharu, ketika para khotib menjadikan Sabili sebagai bahan khutbah para khotib di kampung-kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri. Tentu, itu sebuah kebahagiaan tersendiri.  Saya berharap, Sabili kembali sebagai media milik umat yang profesional, bergengsi  dan punya reputasi. Semua kembali pada komitmen pengelolanya.”

Zaenal Muttaqin tidak muluk-muluk, sederhana saja. Pesannya, wali kul ummati ajal (setiap umat ada ajalnya). Begitu juga dengan media, kalau tidak taat pada asas yang berlaku, maka bersiaplah pada ajalnya. Jika ajalnya datang, kita tak perlu menangisinya.

Mantan Pemred Sabili itu yakin, setiap zaman punya generasinya sendiri. Dulu Sabili tidak ada, lalu muncul sebagai media Islam terdepan. Di zaman Pak Natsir, ada media Pembela Islam. Mati, lalu muncul Panjimas dan Kiblat. Mati lalu muncul Sabili. Kenapa media Islam timbul tenggelam?

“Itu tandanya, umat Islam belum dewasa dalam mengelola media. Tidak seperti majalah di luar negeri, yang usianya bisa mencapai 2-3 abad. Kelanggengan sebuah media, dibutuhkan kearifan. Ini yang harus dijaga dari generesi ke generasi. Hidup matinya media Islam bukanlah  persoalan takdir, tapi siapa orang yang berada dibalik media yang dikelolanya,” ungkapnya.  

Zaenal sangat mengapresiasi maraknya situs Islam. Namun, ia meminta agar kita bersikap realistis, bahwa mayoritas umat Islam di desa-desa, bahkan di perkotaan, tidak semuanya yang melek IT. Tetap saja orang butuh media cetak. Idealnya, media cetak dan online harus berjalan seiring.

Media Islam yang ideal adalah yang punya pakem, menyajikan fakta bukan opini, coverbothside, independen, mengakomodasi kepentingan umat, jangan menumpahkan apa yang kita mau. Sebab, dapat membuat pembaca muntah dan bosan. Itulah yang terjadi pada Sabili. .

Ia berharap, voa-islam, tumbuh berkembang, tampil sebagai situs Islam yang punya reputasi dan memberi warna yang besar kepada umat ini. Karena itu harus digarap secara profesional, mau mendengar banyak masukan, jangan maunya sendiri, karena kita butuh dukungan banyak orang , baik ilmu, teknologi, maupun pengalaman. (Destin)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Kaum muslimin wajib menyantuni anak-anak yatim para syuhada dan mujahidin. Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada yang terlantar akibat ketidakpedulian kita...

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Menteri Pertahanan AS Sebut Perang Melawan Islamic State (IS) Masih 'Jauh dari Selesai'

Menteri Pertahanan AS Sebut Perang Melawan Islamic State (IS) Masih 'Jauh dari Selesai'

Kamis, 05 May 2016 12:30

Jet Tempur Zionis Israel Lancarkan Beberapa Serangan Udara ke Jalur Gaza

Jet Tempur Zionis Israel Lancarkan Beberapa Serangan Udara ke Jalur Gaza

Kamis, 05 May 2016 11:00

Kabid Investigasi Densus 88 Meninggal Dunia di Singapura

Kabid Investigasi Densus 88 Meninggal Dunia di Singapura

Kamis, 05 May 2016 10:51

Kerap Mengeluarkan Pernyataan Nyeleneh, Ade Armando Disebut Sedang Cari Sensasi untuk Dikenal

Kerap Mengeluarkan Pernyataan Nyeleneh, Ade Armando Disebut Sedang Cari Sensasi untuk Dikenal

Kamis, 05 May 2016 10:25

Pejabat Tinggi Mesir Salahkan Kartun Tom dan Jerry Atas Meningkatnya Kekerasan di Timur Tengah

Pejabat Tinggi Mesir Salahkan Kartun Tom dan Jerry Atas Meningkatnya Kekerasan di Timur Tengah

Kamis, 05 May 2016 09:31

Koreksi, Isra' Mi'raj Tidak di Malam 27 Rajab

Koreksi, Isra' Mi'raj Tidak di Malam 27 Rajab

Kamis, 05 May 2016 07:00

3 Resep Sukses Bisnis Ala Mendag Rahmat Gobel

3 Resep Sukses Bisnis Ala Mendag Rahmat Gobel

Rabu, 04 May 2016 23:28

Isu Rasial yang Hembus justru Datang dari Ahok karena Sikap Ekstrimnya

Isu Rasial yang Hembus justru Datang dari Ahok karena Sikap Ekstrimnya

Rabu, 04 May 2016 23:01

ACT Kirim Tim Kemanusiaan ke Aleppo

ACT Kirim Tim Kemanusiaan ke Aleppo

Rabu, 04 May 2016 21:36

Al-Shabaab Serang Markas Militer AMISOM di Ibukota Mogadishu dengan Mortir

Al-Shabaab Serang Markas Militer AMISOM di Ibukota Mogadishu dengan Mortir

Rabu, 04 May 2016 20:30

Sejak Menjadi Gubernur, Ahok Sedikit Banyak Mencoreng Demokrasi di Indonesia

Sejak Menjadi Gubernur, Ahok Sedikit Banyak Mencoreng Demokrasi di Indonesia

Rabu, 04 May 2016 20:01

Sel Pejuang Suriah Bunuh Perwira Intelijen Suriah di Damaskus sebagai Pembalasan Bombardir Aleppo

Sel Pejuang Suriah Bunuh Perwira Intelijen Suriah di Damaskus sebagai Pembalasan Bombardir Aleppo

Rabu, 04 May 2016 19:30

API: Ratusan Ribu Warga Sipil Tewas di Aleppo, Dunia Internasional Membisu

API: Ratusan Ribu Warga Sipil Tewas di Aleppo, Dunia Internasional Membisu

Rabu, 04 May 2016 17:19

Tanda Nasionalis Digadaikan Kapitalis: Radio Pemberontakan Bung Tomo Luluh Lantak di Surabaya

Tanda Nasionalis Digadaikan Kapitalis: Radio Pemberontakan Bung Tomo Luluh Lantak di Surabaya

Rabu, 04 May 2016 17:01

Ahok pun Diprediksi Akan Menemui Kehancuran karena Ulahnya Selama Ini

Ahok pun Diprediksi Akan Menemui Kehancuran karena Ulahnya Selama Ini

Rabu, 04 May 2016 14:01

Cintailah Kekasih Sewajarnya, Yakinlah Lukamu Tak Akan Selamanya

Cintailah Kekasih Sewajarnya, Yakinlah Lukamu Tak Akan Selamanya

Rabu, 04 May 2016 13:16

Wahdah Islamiyah Targetkan Cetak 1000 Hufazh dan 1000 Dai Hingga 2020

Wahdah Islamiyah Targetkan Cetak 1000 Hufazh dan 1000 Dai Hingga 2020

Rabu, 04 May 2016 12:49

Saudi Binladin Group Kehilangan Pendapatan Miliaran Dolar Sejak Insiden Jatuhnya Crane di Makkah

Saudi Binladin Group Kehilangan Pendapatan Miliaran Dolar Sejak Insiden Jatuhnya Crane di Makkah

Rabu, 04 May 2016 12:30

Rencana Akan Berdiri Mall di Luar Batang, Yusril: Pemda Sebaiknya Tahan Diri

Rencana Akan Berdiri Mall di Luar Batang, Yusril: Pemda Sebaiknya Tahan Diri

Rabu, 04 May 2016 11:01

Innalillahi, Prof Tutty Alawiyah Berpulang

Innalillahi, Prof Tutty Alawiyah Berpulang

Rabu, 04 May 2016 09:36


Must Read!
X