Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
41.426 views

Mantan Pemred Sabili itu Bicara soal Kemunduran Sabili

Jakarta (voa-islam) - Kenapa Sabili merosot tajam? "Itu akibat, tidak punya komitmen.  Tapi, sebenarnya media Islam tidak mundur. Tapi terbentur pada persoalan how to, yakni  bagaimana cara menyajikannya.  Para pengelola Sabili tidak melihat, mengantisipasi, dan mengikuti prubahahan yg terjadi. Jadi kalau media Islam tidak laku, jangan salahkan umat, tapi salahkan pengelolanya yang tidak becus mengelola." Demikian dikatakan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sabili generasi awal, Zaenal Muttaqin.

Penyebab lain mundurnya Sabili adalah adanya intervensi dari pemilik modal. Ada spirit, bahwa dunia pers adalah dunia yang independen. Jangankan pemodal, presiden, bahkan kaisar sekalipun tidak bisa ngatur-ngatur. Soal duit dan keuntungan, silahkan ambil, tapi kalau sudah menyangkut isi redaksi tidak boleh ngatur.

“Ini kelemahan banyak pemred yang mau saja diintervensi pemilik modal. Dulu sewaktu saya pegang Sabili, saya bilang, tidak boleh satupun yang intervensi. Sebab, nanti media bisa menjadi alat kepentingan,” kata Zaenal.

Zaenal tidak melihat adanya intervensi kekuatan negara asing tertentu yang ingin Sabili ambruk. Ia lebih mempersoalkan para pengelola Sabili yang tidak paham kultur dan paradigma dunia pers. “Saya lama jadi wartawan. Saya paham betul bagaimana harus mengelola pers. Ketika itu saya tidak mau diatur oleh seseorang dan organisasi tertentu. Selama organisasi itu mengedepankan nilai-nilai, kita bisa komunikasikan.”

Sabili Tidak Lagi Rujukan Umat

Ketika ditanya, bagaimana karakter Sabili sejak awal didirikan, Zaenal Muttaqin menjelaskan, Sabili adalah media dakwah, yang menyampaikan apadanya. Kulil  haq walau kaana murron.

Zaenal juga tidak mengklaim Sabili sebagai media Islam garis keras. “Tidak juga. Sabili terkesan keras, boleh jadi, ketika itu umat Islam tidak mendapat tempat dan kerap terpinggirkan, sehingga Sabili tampil ke depan untuk pembela dan menjadi corong bagi kepentingan umat Islam. Sejak itulah umat Islam merasa memiliki Sabili.”

Yang tak terlupakan, saat itu terjadi kasus Ambon dan Poso, dimana kaum muslimin dizalimi, dan ditindas. Sebagai muslim, tentu harus membela. Sabili sebagai media amar maruf nahi mungkar, ketika itu tampil berani. Tapi bukan menantang. Sebenarya Sabili itu tidak keras ataupun lembut, tapi apa adanya. Bagaimanapun, keberanian itu bagian dari karakter. Orang pintar kalau nggak berani , nggak ada gunanya.”

Yang menarik, pada waktu itu, pernah, ada seorang mengirim tulisan, yang isinya sangat kasar, dan menghina Sabili, lalu ia sebagai Pemred memuatnya. Itulah yang namanya fairness. Dan itu merupaan hak pembaca, ada sisi cover bothside-nya

Yang menjadikan Sabili terkesan tegas dan keras, dikarenakan saat itu Sabili membidik segmen pembaca mahasiswa, pelajar dan aktivis yang bergairah, yang usianya rata-rata di bawah 30 tahun.

Bicara pada anak muda yang masih semangat, tentu harus berapi-api. Karena kalau bicara pelan-pelan pasti tidak ada yang dengar. Begitu juga, kalau bicara keras pada orang yang usianya 40 tahun ke atas, biasanya lelah. Dengan begitu, ada proses, ketika anak, remaja, dan aktivis, maka bahasanya harus heorik. Adapun untuk usia 40 tahun ke atas harus lebih cool, slow, dan bijak. Jadi, kita harus tahu, siapa segmen yang kita bidik?

Zaenal Muttaqin sebagai orang yang pernah menahkodai media perjuangan ini sangat menyayangkan kondisi Sabili saat ini. Ia menilai, Sabili tidak lagi berkarakter, tidak lagi independen, tidak berani, tidak apadanya, tidak tampil sebagai advokasi umat. Sabili yang sekarang, lanjut Zaenal, adalah Sabili yang pro Libya atau Qaddafi, dan terlalu banyak pesan sponsor. Akibatnya, tidak lagi menjadi rujukan umat.

“Prinsipnya, sebuah media Islam harus menjadi corong umat, pahit atau manis, sampaikan apa adanya, suka atau tidak suka itu resikonya. Saya terharu, ketika para khotib menjadikan Sabili sebagai bahan khutbah para khotib di kampung-kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri. Tentu, itu sebuah kebahagiaan tersendiri.  Saya berharap, Sabili kembali sebagai media milik umat yang profesional, bergengsi  dan punya reputasi. Semua kembali pada komitmen pengelolanya.”

Zaenal Muttaqin tidak muluk-muluk, sederhana saja. Pesannya, wali kul ummati ajal (setiap umat ada ajalnya). Begitu juga dengan media, kalau tidak taat pada asas yang berlaku, maka bersiaplah pada ajalnya. Jika ajalnya datang, kita tak perlu menangisinya.

Mantan Pemred Sabili itu yakin, setiap zaman punya generasinya sendiri. Dulu Sabili tidak ada, lalu muncul sebagai media Islam terdepan. Di zaman Pak Natsir, ada media Pembela Islam. Mati, lalu muncul Panjimas dan Kiblat. Mati lalu muncul Sabili. Kenapa media Islam timbul tenggelam?

“Itu tandanya, umat Islam belum dewasa dalam mengelola media. Tidak seperti majalah di luar negeri, yang usianya bisa mencapai 2-3 abad. Kelanggengan sebuah media, dibutuhkan kearifan. Ini yang harus dijaga dari generesi ke generasi. Hidup matinya media Islam bukanlah  persoalan takdir, tapi siapa orang yang berada dibalik media yang dikelolanya,” ungkapnya.  

Zaenal sangat mengapresiasi maraknya situs Islam. Namun, ia meminta agar kita bersikap realistis, bahwa mayoritas umat Islam di desa-desa, bahkan di perkotaan, tidak semuanya yang melek IT. Tetap saja orang butuh media cetak. Idealnya, media cetak dan online harus berjalan seiring.

Media Islam yang ideal adalah yang punya pakem, menyajikan fakta bukan opini, coverbothside, independen, mengakomodasi kepentingan umat, jangan menumpahkan apa yang kita mau. Sebab, dapat membuat pembaca muntah dan bosan. Itulah yang terjadi pada Sabili. .

Ia berharap, voa-islam, tumbuh berkembang, tampil sebagai situs Islam yang punya reputasi dan memberi warna yang besar kepada umat ini. Karena itu harus digarap secara profesional, mau mendengar banyak masukan, jangan maunya sendiri, karena kita butuh dukungan banyak orang , baik ilmu, teknologi, maupun pengalaman. (Destin)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Kebiadaban Israel Berlanjut dengan Mencekik Anak Palestina

Kebiadaban Israel Berlanjut dengan Mencekik Anak Palestina

Senin, 31 Aug 2015 23:55

Fokus Pencitraan, Presiden Diminta Turun dari Kursinya

Fokus Pencitraan, Presiden Diminta Turun dari Kursinya

Senin, 31 Aug 2015 23:50

Ekonomi Memprihatinkan, Mantan Panglima TNI: Tetap Waspada

Ekonomi Memprihatinkan, Mantan Panglima TNI: Tetap Waspada

Senin, 31 Aug 2015 23:45

TNI-Polisi Bentrok (lagi), Menpan: Memalukan, Memalukan!

TNI-Polisi Bentrok (lagi), Menpan: Memalukan, Memalukan!

Senin, 31 Aug 2015 23:15

Pernyataan Sering Membingungkan, Presiden Diminta Tidak Ikut Campur

Pernyataan Sering Membingungkan, Presiden Diminta Tidak Ikut Campur

Senin, 31 Aug 2015 22:45

Ahok Rugikan Pemprov DKI Jakarta Rp. 800 Miliar, Bukan Rp. 191 Miliar

Ahok Rugikan Pemprov DKI Jakarta Rp. 800 Miliar, Bukan Rp. 191 Miliar

Senin, 31 Aug 2015 22:30

Ubah Adzan: Lebih Baik Sholat daripada Facebook-an, Pria Dihukum

Ubah Adzan: Lebih Baik Sholat daripada Facebook-an, Pria Dihukum

Senin, 31 Aug 2015 22:15

Polri Terkesan Main-main dan Tidak Profesional Menegakkan Hukum

Polri Terkesan Main-main dan Tidak Profesional Menegakkan Hukum

Senin, 31 Aug 2015 21:15

Rihlah: Menyusuri Keindahan Toledo di Andalusia, Spanyol

Rihlah: Menyusuri Keindahan Toledo di Andalusia, Spanyol

Senin, 31 Aug 2015 19:07

Laut Tercemar Akibat Reklamasi Teluk Jakarta, DPR RI akan Panggil Ahok

Laut Tercemar Akibat Reklamasi Teluk Jakarta, DPR RI akan Panggil Ahok

Senin, 31 Aug 2015 18:45

Operasi Gabungan Akan Segera Bebaskan Yaman dari Syi'ah Houthi

Operasi Gabungan Akan Segera Bebaskan Yaman dari Syi'ah Houthi

Senin, 31 Aug 2015 18:15

Jokowi Biarkan Buruh Cina Membludak, Ratusan Ribu Buruh Indonesia DiPHK

Jokowi Biarkan Buruh Cina Membludak, Ratusan Ribu Buruh Indonesia DiPHK

Senin, 31 Aug 2015 18:13

Ke Indonesia, Porsi Terbesar Investasi Dipegang oleh China

Ke Indonesia, Porsi Terbesar Investasi Dipegang oleh China

Senin, 31 Aug 2015 17:45

Polisi Buru Wanita Thailand  yang Dituduh Terlibat Pemboman Kuil Erawan

Polisi Buru Wanita Thailand yang Dituduh Terlibat Pemboman Kuil Erawan

Senin, 31 Aug 2015 17:30

Anggota Dewan Akui Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan Masyarakat

Anggota Dewan Akui Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan Masyarakat

Senin, 31 Aug 2015 16:45

YLBHI : Demi Kepentingan  Asing Jokowi Menenggelamkan Rakyatnya

YLBHI : Demi Kepentingan Asing Jokowi Menenggelamkan Rakyatnya

Senin, 31 Aug 2015 15:50

Said  Iqbal : 45 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Long March Menuju Istana

Said Iqbal : 45 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Long March Menuju Istana

Senin, 31 Aug 2015 15:23

JK: Gejolak Poso, Ambon, dan Aceh Hasil dari Ketidakadilan

JK: Gejolak Poso, Ambon, dan Aceh Hasil dari Ketidakadilan

Senin, 31 Aug 2015 14:45

Myanmar Larang Partai-Partai Politik Kritik Tentara Burma dalam Kampanye Pemilu

Myanmar Larang Partai-Partai Politik Kritik Tentara Burma dalam Kampanye Pemilu

Senin, 31 Aug 2015 14:43

Ditengah Krisis Ekonomi Indonesia, Direktur IMF Lagarde ke Jakarta Bertemu Jokowi

Ditengah Krisis Ekonomi Indonesia, Direktur IMF Lagarde ke Jakarta Bertemu Jokowi

Senin, 31 Aug 2015 10:42



Must Read!
X