Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
45.087 views

Mantan Pemred Sabili itu Bicara soal Kemunduran Sabili

Jakarta (voa-islam) - Kenapa Sabili merosot tajam? "Itu akibat, tidak punya komitmen.  Tapi, sebenarnya media Islam tidak mundur. Tapi terbentur pada persoalan how to, yakni  bagaimana cara menyajikannya.  Para pengelola Sabili tidak melihat, mengantisipasi, dan mengikuti prubahahan yg terjadi. Jadi kalau media Islam tidak laku, jangan salahkan umat, tapi salahkan pengelolanya yang tidak becus mengelola." Demikian dikatakan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sabili generasi awal, Zaenal Muttaqin.

Penyebab lain mundurnya Sabili adalah adanya intervensi dari pemilik modal. Ada spirit, bahwa dunia pers adalah dunia yang independen. Jangankan pemodal, presiden, bahkan kaisar sekalipun tidak bisa ngatur-ngatur. Soal duit dan keuntungan, silahkan ambil, tapi kalau sudah menyangkut isi redaksi tidak boleh ngatur.

“Ini kelemahan banyak pemred yang mau saja diintervensi pemilik modal. Dulu sewaktu saya pegang Sabili, saya bilang, tidak boleh satupun yang intervensi. Sebab, nanti media bisa menjadi alat kepentingan,” kata Zaenal.

Zaenal tidak melihat adanya intervensi kekuatan negara asing tertentu yang ingin Sabili ambruk. Ia lebih mempersoalkan para pengelola Sabili yang tidak paham kultur dan paradigma dunia pers. “Saya lama jadi wartawan. Saya paham betul bagaimana harus mengelola pers. Ketika itu saya tidak mau diatur oleh seseorang dan organisasi tertentu. Selama organisasi itu mengedepankan nilai-nilai, kita bisa komunikasikan.”

Sabili Tidak Lagi Rujukan Umat

Ketika ditanya, bagaimana karakter Sabili sejak awal didirikan, Zaenal Muttaqin menjelaskan, Sabili adalah media dakwah, yang menyampaikan apadanya. Kulil  haq walau kaana murron.

Zaenal juga tidak mengklaim Sabili sebagai media Islam garis keras. “Tidak juga. Sabili terkesan keras, boleh jadi, ketika itu umat Islam tidak mendapat tempat dan kerap terpinggirkan, sehingga Sabili tampil ke depan untuk pembela dan menjadi corong bagi kepentingan umat Islam. Sejak itulah umat Islam merasa memiliki Sabili.”

Yang tak terlupakan, saat itu terjadi kasus Ambon dan Poso, dimana kaum muslimin dizalimi, dan ditindas. Sebagai muslim, tentu harus membela. Sabili sebagai media amar maruf nahi mungkar, ketika itu tampil berani. Tapi bukan menantang. Sebenarya Sabili itu tidak keras ataupun lembut, tapi apa adanya. Bagaimanapun, keberanian itu bagian dari karakter. Orang pintar kalau nggak berani , nggak ada gunanya.”

Yang menarik, pada waktu itu, pernah, ada seorang mengirim tulisan, yang isinya sangat kasar, dan menghina Sabili, lalu ia sebagai Pemred memuatnya. Itulah yang namanya fairness. Dan itu merupaan hak pembaca, ada sisi cover bothside-nya

Yang menjadikan Sabili terkesan tegas dan keras, dikarenakan saat itu Sabili membidik segmen pembaca mahasiswa, pelajar dan aktivis yang bergairah, yang usianya rata-rata di bawah 30 tahun.

Bicara pada anak muda yang masih semangat, tentu harus berapi-api. Karena kalau bicara pelan-pelan pasti tidak ada yang dengar. Begitu juga, kalau bicara keras pada orang yang usianya 40 tahun ke atas, biasanya lelah. Dengan begitu, ada proses, ketika anak, remaja, dan aktivis, maka bahasanya harus heorik. Adapun untuk usia 40 tahun ke atas harus lebih cool, slow, dan bijak. Jadi, kita harus tahu, siapa segmen yang kita bidik?

Zaenal Muttaqin sebagai orang yang pernah menahkodai media perjuangan ini sangat menyayangkan kondisi Sabili saat ini. Ia menilai, Sabili tidak lagi berkarakter, tidak lagi independen, tidak berani, tidak apadanya, tidak tampil sebagai advokasi umat. Sabili yang sekarang, lanjut Zaenal, adalah Sabili yang pro Libya atau Qaddafi, dan terlalu banyak pesan sponsor. Akibatnya, tidak lagi menjadi rujukan umat.

“Prinsipnya, sebuah media Islam harus menjadi corong umat, pahit atau manis, sampaikan apa adanya, suka atau tidak suka itu resikonya. Saya terharu, ketika para khotib menjadikan Sabili sebagai bahan khutbah para khotib di kampung-kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri. Tentu, itu sebuah kebahagiaan tersendiri.  Saya berharap, Sabili kembali sebagai media milik umat yang profesional, bergengsi  dan punya reputasi. Semua kembali pada komitmen pengelolanya.”

Zaenal Muttaqin tidak muluk-muluk, sederhana saja. Pesannya, wali kul ummati ajal (setiap umat ada ajalnya). Begitu juga dengan media, kalau tidak taat pada asas yang berlaku, maka bersiaplah pada ajalnya. Jika ajalnya datang, kita tak perlu menangisinya.

Mantan Pemred Sabili itu yakin, setiap zaman punya generasinya sendiri. Dulu Sabili tidak ada, lalu muncul sebagai media Islam terdepan. Di zaman Pak Natsir, ada media Pembela Islam. Mati, lalu muncul Panjimas dan Kiblat. Mati lalu muncul Sabili. Kenapa media Islam timbul tenggelam?

“Itu tandanya, umat Islam belum dewasa dalam mengelola media. Tidak seperti majalah di luar negeri, yang usianya bisa mencapai 2-3 abad. Kelanggengan sebuah media, dibutuhkan kearifan. Ini yang harus dijaga dari generesi ke generasi. Hidup matinya media Islam bukanlah  persoalan takdir, tapi siapa orang yang berada dibalik media yang dikelolanya,” ungkapnya.  

Zaenal sangat mengapresiasi maraknya situs Islam. Namun, ia meminta agar kita bersikap realistis, bahwa mayoritas umat Islam di desa-desa, bahkan di perkotaan, tidak semuanya yang melek IT. Tetap saja orang butuh media cetak. Idealnya, media cetak dan online harus berjalan seiring.

Media Islam yang ideal adalah yang punya pakem, menyajikan fakta bukan opini, coverbothside, independen, mengakomodasi kepentingan umat, jangan menumpahkan apa yang kita mau. Sebab, dapat membuat pembaca muntah dan bosan. Itulah yang terjadi pada Sabili. .

Ia berharap, voa-islam, tumbuh berkembang, tampil sebagai situs Islam yang punya reputasi dan memberi warna yang besar kepada umat ini. Karena itu harus digarap secara profesional, mau mendengar banyak masukan, jangan maunya sendiri, karena kita butuh dukungan banyak orang , baik ilmu, teknologi, maupun pengalaman. (Destin)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Ahad, 29 May 2016 20:58

Islam yang Dirindukan

Islam yang Dirindukan

Ahad, 29 May 2016 20:50

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Ahad, 29 May 2016 20:38

Kita Harus Fanatik

Kita Harus Fanatik

Ahad, 29 May 2016 18:34

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Ahad, 29 May 2016 18:00

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Ahad, 29 May 2016 16:33

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Ahad, 29 May 2016 16:30

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Ahad, 29 May 2016 11:46

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Ahad, 29 May 2016 10:01

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Ahad, 29 May 2016 08:43

 Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Ahad, 29 May 2016 07:20

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Ahad, 29 May 2016 06:10

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Ahad, 29 May 2016 05:17

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Sabtu, 28 May 2016 20:45

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Sabtu, 28 May 2016 15:48

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Sabtu, 28 May 2016 15:37

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Sabtu, 28 May 2016 15:30

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Sabtu, 28 May 2016 13:37

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Sabtu, 28 May 2016 13:14

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Sabtu, 28 May 2016 13:00


Must Read!
X