Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.672 views

Hasil Survei Setara Institute: Jemaat Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman

Jakarta (voa-islam) – Lagi-lagi, LSM komparador Setara Institute mengompori umat Islam dengan membuat survei ‘jadi-jadian’ yang terkesan rekayasa.Di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (8 September 2011) siang, Hendardi, Bonar Tigor Naipospos, dan Ismail Hasani dari Setara Institute menggelar Konferensi Pers untuk memaparkan hasil survei yang berjudul “Keberagamaan Publik dan Sikapnya terhadap Ahmadiyah.

Dalam prolognya, Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, sepanjang lima tahun terakhir, Jemaat Ahmadiyah menjadi salah satu elemen warga negara yang paling rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan. Hampir seluruh kekerasan yang dialami oleh Ahmadiyah tidak diproses secara hukum dan pelakunya bebas dari tuntutan hukum.

Dalam surveinya, Setara Institute menggunakan survei opini public untuk mengukur sikap keberagamaan warga dan sikapnya terhadap Ahmadiyah. Pertanyaan kunci yang diajukan dalam survey ini adalah: bagaimana publik memandang Ahmadiyah? Apakah kebijakan tentang pembatasan Ahmadiyah mencerminkan kehendak publik? Apa yang seharusnya dilakukan oleh negara untuk menangani soal Ahmadiyah?

Dikatakan Hendardi, survei ini bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan menghimpun langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh negara dalam menangani kasus Ahmadiyah saat ini dan di masa mendatang.

Secara garis besar, survei ini dibagi ke dalam tiga bagian: (1) Sikap Keberagamaan Masyarakat; (2) Sikap Masyarakat terhadap Masalah Keberagamaan Aktual; dan (3) Pandangan Masyarakat terhadap Ahmadiyah

Adapun survei opini public dilakukan di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi yang dipilih dengan teknik penentuan wilayah secara acak sistematis dan bertingkat. Sementara teknik penentuan responden survei ini menggunakan Kish Grid Methode, suatu tekni tertentu yang digunakan untuk dapat menentukan secara acak/random seorang responden terpilih dalam sebuah keluarga.

Unit sampling adalah 25 responden per desa/kelurahan dengan jumlah responden sebanyak 3.000 responden dengan alat pengumpulan data wawancara tatap muka. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 10-25 Juli di 10 provinsi, meliputi: Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulsel, Kaltim, Sulteng, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Kejanggalan terjadi, ketika wartawan menanyakan, kenapa Provinsi Banten tidak menjadi objek survei Setara Institute? Bukankah wilayah itu, seperti dikatakan Setara sebagai wilayah yang rentan dengan kekerasan?

Setara Institut pun berdalih. Jawabnya, “Kami terbentur birokrasi. Dimana  kami kesulitan untuk mendapatkan izin untuk melakukan penelitian,” kata Peneliti Setara Institute Ismail Hasani beralasan.

Masyarakat Tolak Ahmadiyah

Jika melihat profil responden yang menjadi objek survei Setara Institute, kebanyakan adalah masyarakat yang berpendidikan SD (38.3%), dari kalangan ibu rumah tangga (26.3%), berpenghasilan kotor kurang dari Rp. 500.000 (42.6%).  Dengan kondisi profil responden seperti itu, pantas jika banyak responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu.

Yang paling ironis dari survei ini (Sikap Terhadap Ahmadiyah) adalah masyarakat kebanyakan tidak mengetahui substansi ajaran Ahmadiyah (60.9%). Hanya sebagian kecil saja dari anggota masyarakat (15.3%) yang mengaku paham atau mengetahui ajaran Ahmadiyah.  

Menariknya lagi, masyarakat mengakui, jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman (52.6%). Hanya sebagian kecil saja (13.7%) yang menganggap para penganut ajaran Ahmadiyah sebagai saudara se-iman.

Ketika ditanya sumber pengetahuan masyarakat, bahwa Ahmadiyah dianggap menyimpang, kebanyakan masyarakat menjawab tidak tahu atau tidak menjawab (33.7%). Terkait dengan informasi ini, media massa dipandang sebagai sumber yang utama (25.4%), kemudian diikuti oleh bahan bacaan (22%), forum pengajian (16.8%) dfan ceramah di masjid (2.2%). Ternyata ceramah di masjid maupun forum pengajian bukan merupakan penyebab dominan bagi munculnya persepsi bahwa ajaran Ahmadiyah sesat.

Masyarakat, terutama yang beragama Islam, cenderung menyatakan sikap setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat, namun masyarakat tidak menerima tindakan kekerasan dari sejumlah kelompok Islam radikal terhadap Ahmadiyah.  Masyarakat memandang kelompok Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai.

Penilaian masyarakat tentang penyebab peristiwa Cikeusik ternyata banyak yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (43.6%). Begitu juga, atas pertanyaan pihak yang paling bertanggungjawab atas penyerangan Ahmadiyah, masyarakat kebanyakan menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (33.3%).

Hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah di masa mendatang jika aka nada penyerangan, kebanyakan masyarakat juga menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (48.7%). Masyarakat juga tidak tahu kondisi Ahmadiyah 5 tahun mendatang (50.4%)

Mengenai rekomendasi warga terhadap Ahmadiyah, masyarakat lagi-lagi menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (41.1%). Masyarakat juga menyatakan tidak tahu soal perlu tidaknya pemerintah ikut campur dalam penanganan Ahmadiyah (42.0%). Begitu pula dengan dasar kebijakan pelarangan Ahmadiyah di daerah, masyarakat mengaku tidak tahu (48.4%).

Tak kalah menarik, persetujuan terhadap sejumlah tindakan terkait Ahmadiyah, sikap masyarakat tegas menolak keberadaan Ahmadiyah (48.9%%). Masyarakat yang tidak tahu pemerintah mengeluarkan SKB pembatas ruang gerak Ahmadiyah (45.4%).

Pengikut Ahmadiyah Sesat

Kendati mayoritas responden Muslim menyatakan bahwa penganut Ahmadiyah bukan merupakan saudara seiman, namun Setara Institute memplintir hasil survei dengan menyebutkan, bahwa masyarakat menganggap Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa (68.1%).

Hasil survei Setara Institute menyatakan, mayoritas masyarakat tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah. Ini menunjukkan tingkat ketauhidan dan pengetahuan masyarakat muslim begitu rendahnya. Padahal ulama dan media Islam banyak menginformasikan tentang kesesatan Ahmadiyah.

Anehnya lagi, ketika masyarakat mengaku tidak tahu ajaran Ahmadiyah, namun disisi lain, kebanyakan masyarakat setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat.

Seharusnya Setara Institute menyimpulkan, masyarakat menganggap jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman, dan pengikut Ahmadiyah sebagai orang-orang sesat. (Destin)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

GRATISS..!! Buku Panduan Puasa Ramadhan: Agar Diterima, Sesuai Sunnah dan Tidak Keliru

GRATISS..!! Buku Panduan Puasa Ramadhan: Agar Diterima, Sesuai Sunnah dan Tidak Keliru

Program Sedekah Buku Panduan Puasa Ramadhan: agar benar, sesuai sunnah, menghindari kekeliruan, dan emoga sukses meraih gelar takwa, menggapai surga Ar-Royyan....

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Latest News
Kota Islami yang Tidak Islami: Penyesatan Opini Publik dalam Survei Kota Islami

Kota Islami yang Tidak Islami: Penyesatan Opini Publik dalam Survei Kota Islami

Rabu, 01 Jun 2016 02:44

Inilah Kronologi Upaya Pemurtadan 15 Warga Muslim di Sentul Bogor

Inilah Kronologi Upaya Pemurtadan 15 Warga Muslim di Sentul Bogor

Selasa, 31 May 2016 23:33

Kekuatan Cina Antara Klaim dengan Fakta

Kekuatan Cina Antara Klaim dengan Fakta

Selasa, 31 May 2016 23:06

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Tetap Mempertahankan Panca Jiwa dan Motto

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Tetap Mempertahankan Panca Jiwa dan Motto

Selasa, 31 May 2016 22:55

Gelar Tarhib Ramadhan, JAS Jakarta Sosialisasikan Isu Keumatan

Gelar Tarhib Ramadhan, JAS Jakarta Sosialisasikan Isu Keumatan

Selasa, 31 May 2016 22:40

Dilantik Selasa Malam, Ini Pengurus Lengkap Dewan Da'wah Aceh 2016-2020

Dilantik Selasa Malam, Ini Pengurus Lengkap Dewan Da'wah Aceh 2016-2020

Selasa, 31 May 2016 22:34

Soal Revisi UU Terorisme, Fraksi PPP Tolak Masa Penahanan Selama 30 Hari

Soal Revisi UU Terorisme, Fraksi PPP Tolak Masa Penahanan Selama 30 Hari

Selasa, 31 May 2016 21:42

Ketua Umum Dewan Dakwah Safari ke Aceh

Ketua Umum Dewan Dakwah Safari ke Aceh

Selasa, 31 May 2016 21:26

BKLDK Launching Hasil Survei Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim Bandung

BKLDK Launching Hasil Survei Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim Bandung

Selasa, 31 May 2016 21:05

Pawai Anak Islam Solo Raya Sambut Ramadhan 1437 H

Pawai Anak Islam Solo Raya Sambut Ramadhan 1437 H

Selasa, 31 May 2016 20:55

Terungkap Upaya Pemurtadan di Sentul Bogor, Salah Seorang Pelaku Diduga Pendeta WN Amerika

Terungkap Upaya Pemurtadan di Sentul Bogor, Salah Seorang Pelaku Diduga Pendeta WN Amerika

Selasa, 31 May 2016 19:29

Perlawanan Balik Sengit Islamic State (IS) Hentikan Kemajuan Pasukan Syi'ah Irak di Selatan Fallujah

Perlawanan Balik Sengit Islamic State (IS) Hentikan Kemajuan Pasukan Syi'ah Irak di Selatan Fallujah

Selasa, 31 May 2016 19:15

Bukan Wacana, PKI Ancam Hancurkan Lubang Buaya

Bukan Wacana, PKI Ancam Hancurkan Lubang Buaya

Selasa, 31 May 2016 19:01

Media Online ChanelMuslim Gelar Talkshow Muslimah Enterpreneur di Ajang MUFFEST 2016

Media Online ChanelMuslim Gelar Talkshow Muslimah Enterpreneur di Ajang MUFFEST 2016

Selasa, 31 May 2016 18:56

Ini Pesan Singkat Ancaman Penganut Sunda Wiwitan kepada Koh Hanny

Ini Pesan Singkat Ancaman Penganut Sunda Wiwitan kepada Koh Hanny

Selasa, 31 May 2016 17:53

Kapitalis Komunis Beli Partai untuk Kuasai Indonesia?

Kapitalis Komunis Beli Partai untuk Kuasai Indonesia?

Selasa, 31 May 2016 17:01

Ditolak 'Warga', Ramai di Sosmed, Inilah SMPIT At-Taqwa Tahfidzul Quran Grabag Magelang

Ditolak 'Warga', Ramai di Sosmed, Inilah SMPIT At-Taqwa Tahfidzul Quran Grabag Magelang

Selasa, 31 May 2016 16:45

50 Warga Sipil, 17 Di Antaranya Anak-anak Tewas Akibat Bombardir Jet Tempur Rusia di Idlib

50 Warga Sipil, 17 Di Antaranya Anak-anak Tewas Akibat Bombardir Jet Tempur Rusia di Idlib

Selasa, 31 May 2016 16:00

Ahok Acapkali Buat Kontroversial Lewat Media untuk Tutupi Kinerjanya yang Buruk

Ahok Acapkali Buat Kontroversial Lewat Media untuk Tutupi Kinerjanya yang Buruk

Selasa, 31 May 2016 15:01

Ini Pesan Wapres untuk Pesantren di Indonesia

Ini Pesan Wapres untuk Pesantren di Indonesia

Selasa, 31 May 2016 13:01


Must Read!
X