Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.154 views

Hasil Survei Setara Institute: Jemaat Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman

Jakarta (voa-islam) – Lagi-lagi, LSM komparador Setara Institute mengompori umat Islam dengan membuat survei ‘jadi-jadian’ yang terkesan rekayasa.Di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (8 September 2011) siang, Hendardi, Bonar Tigor Naipospos, dan Ismail Hasani dari Setara Institute menggelar Konferensi Pers untuk memaparkan hasil survei yang berjudul “Keberagamaan Publik dan Sikapnya terhadap Ahmadiyah.

Dalam prolognya, Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, sepanjang lima tahun terakhir, Jemaat Ahmadiyah menjadi salah satu elemen warga negara yang paling rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan. Hampir seluruh kekerasan yang dialami oleh Ahmadiyah tidak diproses secara hukum dan pelakunya bebas dari tuntutan hukum.

Dalam surveinya, Setara Institute menggunakan survei opini public untuk mengukur sikap keberagamaan warga dan sikapnya terhadap Ahmadiyah. Pertanyaan kunci yang diajukan dalam survey ini adalah: bagaimana publik memandang Ahmadiyah? Apakah kebijakan tentang pembatasan Ahmadiyah mencerminkan kehendak publik? Apa yang seharusnya dilakukan oleh negara untuk menangani soal Ahmadiyah?

Dikatakan Hendardi, survei ini bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan menghimpun langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh negara dalam menangani kasus Ahmadiyah saat ini dan di masa mendatang.

Secara garis besar, survei ini dibagi ke dalam tiga bagian: (1) Sikap Keberagamaan Masyarakat; (2) Sikap Masyarakat terhadap Masalah Keberagamaan Aktual; dan (3) Pandangan Masyarakat terhadap Ahmadiyah

Adapun survei opini public dilakukan di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi yang dipilih dengan teknik penentuan wilayah secara acak sistematis dan bertingkat. Sementara teknik penentuan responden survei ini menggunakan Kish Grid Methode, suatu tekni tertentu yang digunakan untuk dapat menentukan secara acak/random seorang responden terpilih dalam sebuah keluarga.

Unit sampling adalah 25 responden per desa/kelurahan dengan jumlah responden sebanyak 3.000 responden dengan alat pengumpulan data wawancara tatap muka. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 10-25 Juli di 10 provinsi, meliputi: Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulsel, Kaltim, Sulteng, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Kejanggalan terjadi, ketika wartawan menanyakan, kenapa Provinsi Banten tidak menjadi objek survei Setara Institute? Bukankah wilayah itu, seperti dikatakan Setara sebagai wilayah yang rentan dengan kekerasan?

Setara Institut pun berdalih. Jawabnya, “Kami terbentur birokrasi. Dimana  kami kesulitan untuk mendapatkan izin untuk melakukan penelitian,” kata Peneliti Setara Institute Ismail Hasani beralasan.

Masyarakat Tolak Ahmadiyah

Jika melihat profil responden yang menjadi objek survei Setara Institute, kebanyakan adalah masyarakat yang berpendidikan SD (38.3%), dari kalangan ibu rumah tangga (26.3%), berpenghasilan kotor kurang dari Rp. 500.000 (42.6%).  Dengan kondisi profil responden seperti itu, pantas jika banyak responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu.

Yang paling ironis dari survei ini (Sikap Terhadap Ahmadiyah) adalah masyarakat kebanyakan tidak mengetahui substansi ajaran Ahmadiyah (60.9%). Hanya sebagian kecil saja dari anggota masyarakat (15.3%) yang mengaku paham atau mengetahui ajaran Ahmadiyah.  

Menariknya lagi, masyarakat mengakui, jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman (52.6%). Hanya sebagian kecil saja (13.7%) yang menganggap para penganut ajaran Ahmadiyah sebagai saudara se-iman.

Ketika ditanya sumber pengetahuan masyarakat, bahwa Ahmadiyah dianggap menyimpang, kebanyakan masyarakat menjawab tidak tahu atau tidak menjawab (33.7%). Terkait dengan informasi ini, media massa dipandang sebagai sumber yang utama (25.4%), kemudian diikuti oleh bahan bacaan (22%), forum pengajian (16.8%) dfan ceramah di masjid (2.2%). Ternyata ceramah di masjid maupun forum pengajian bukan merupakan penyebab dominan bagi munculnya persepsi bahwa ajaran Ahmadiyah sesat.

Masyarakat, terutama yang beragama Islam, cenderung menyatakan sikap setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat, namun masyarakat tidak menerima tindakan kekerasan dari sejumlah kelompok Islam radikal terhadap Ahmadiyah.  Masyarakat memandang kelompok Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai.

Penilaian masyarakat tentang penyebab peristiwa Cikeusik ternyata banyak yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (43.6%). Begitu juga, atas pertanyaan pihak yang paling bertanggungjawab atas penyerangan Ahmadiyah, masyarakat kebanyakan menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (33.3%).

Hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah di masa mendatang jika aka nada penyerangan, kebanyakan masyarakat juga menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (48.7%). Masyarakat juga tidak tahu kondisi Ahmadiyah 5 tahun mendatang (50.4%)

Mengenai rekomendasi warga terhadap Ahmadiyah, masyarakat lagi-lagi menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (41.1%). Masyarakat juga menyatakan tidak tahu soal perlu tidaknya pemerintah ikut campur dalam penanganan Ahmadiyah (42.0%). Begitu pula dengan dasar kebijakan pelarangan Ahmadiyah di daerah, masyarakat mengaku tidak tahu (48.4%).

Tak kalah menarik, persetujuan terhadap sejumlah tindakan terkait Ahmadiyah, sikap masyarakat tegas menolak keberadaan Ahmadiyah (48.9%%). Masyarakat yang tidak tahu pemerintah mengeluarkan SKB pembatas ruang gerak Ahmadiyah (45.4%).

Pengikut Ahmadiyah Sesat

Kendati mayoritas responden Muslim menyatakan bahwa penganut Ahmadiyah bukan merupakan saudara seiman, namun Setara Institute memplintir hasil survei dengan menyebutkan, bahwa masyarakat menganggap Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa (68.1%).

Hasil survei Setara Institute menyatakan, mayoritas masyarakat tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah. Ini menunjukkan tingkat ketauhidan dan pengetahuan masyarakat muslim begitu rendahnya. Padahal ulama dan media Islam banyak menginformasikan tentang kesesatan Ahmadiyah.

Anehnya lagi, ketika masyarakat mengaku tidak tahu ajaran Ahmadiyah, namun disisi lain, kebanyakan masyarakat setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat.

Seharusnya Setara Institute menyimpulkan, masyarakat menganggap jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman, dan pengikut Ahmadiyah sebagai orang-orang sesat. (Destin)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair, seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggungjawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Osis Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

Osis Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

Sabtu, 29 Aug 2015 23:35

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 23:15

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Sabtu, 29 Aug 2015 23:05

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 22:15

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Sabtu, 29 Aug 2015 16:45

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul Dalam Video Trailer Islamic State

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul Dalam Video Trailer Islamic State

Sabtu, 29 Aug 2015 16:24

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Sabtu, 29 Aug 2015 15:45

AS MInta Uzbekistan Bergabung dalam Perang Melawan Daulah Islam (IS)

AS MInta Uzbekistan Bergabung dalam Perang Melawan Daulah Islam (IS)

Sabtu, 29 Aug 2015 15:30

Serangan Roket Targetkan Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Syaikh Sayyaf

Serangan Roket Targetkan Kediaman Mantan Komandan Jihad Afghanistan Syaikh Sayyaf

Sabtu, 29 Aug 2015 15:15

Militer AS Konfirmasi Serangan Udara Mereka Tewaskan Pakar Komputer Daulah Islam (IS) asal Inggris

Militer AS Konfirmasi Serangan Udara Mereka Tewaskan Pakar Komputer Daulah Islam (IS) asal Inggris

Sabtu, 29 Aug 2015 15:00

Presiden AS Barack Obama: Kami Semua Pro-Israel

Presiden AS Barack Obama: Kami Semua Pro-Israel

Sabtu, 29 Aug 2015 14:45

Hindari Kebodohan Merajalela, Aktivis 98 Ajak Rakyat Lengserkan Jokowi-JK

Hindari Kebodohan Merajalela, Aktivis 98 Ajak Rakyat Lengserkan Jokowi-JK

Sabtu, 29 Aug 2015 14:45

Nilai Tukar Dollar Mencapai 14 Ribuan, Pemerintah IS Akan Rilis Film Pembuatan Mata Uang Dinar

Nilai Tukar Dollar Mencapai 14 Ribuan, Pemerintah IS Akan Rilis Film Pembuatan Mata Uang Dinar

Sabtu, 29 Aug 2015 14:10

Pidato Pencitraan dan Kamuflase Pro Rakyat, Jokowi Diminta Turun

Pidato Pencitraan dan Kamuflase Pro Rakyat, Jokowi Diminta Turun

Sabtu, 29 Aug 2015 13:45

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Sabtu, 29 Aug 2015 13:11

Astaghfirullah, Kondom Disediakan Gratis di Papua!

Astaghfirullah, Kondom Disediakan Gratis di Papua!

Sabtu, 29 Aug 2015 12:30

Mundurnya Pejabat DKI, Ahok Sebut Mereka Buat Kacau Anggaran

Mundurnya Pejabat DKI, Ahok Sebut Mereka Buat Kacau Anggaran

Jum'at, 28 Aug 2015 21:45

Militer Filipina Klaim Bunuh 3 Anggota Abu Sayyaf Saat Operasi Penyelamatan Sandera di Jolo

Militer Filipina Klaim Bunuh 3 Anggota Abu Sayyaf Saat Operasi Penyelamatan Sandera di Jolo

Jum'at, 28 Aug 2015 21:00

Atasi Krisis Ekonomi, Pemerintah Dihimbau Tidak Kembali Libatkan IMF

Atasi Krisis Ekonomi, Pemerintah Dihimbau Tidak Kembali Libatkan IMF

Jum'at, 28 Aug 2015 20:45

Jabhah al-Nusrah Mengambil Bandar Udara Terakhir Rezim Assad di Idlib

Jabhah al-Nusrah Mengambil Bandar Udara Terakhir Rezim Assad di Idlib

Jum'at, 28 Aug 2015 19:35



Must Read!
X