Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.427 views

Hasil Survei Setara Institute: Jemaat Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman

Jakarta (voa-islam) – Lagi-lagi, LSM komparador Setara Institute mengompori umat Islam dengan membuat survei ‘jadi-jadian’ yang terkesan rekayasa.Di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (8 September 2011) siang, Hendardi, Bonar Tigor Naipospos, dan Ismail Hasani dari Setara Institute menggelar Konferensi Pers untuk memaparkan hasil survei yang berjudul “Keberagamaan Publik dan Sikapnya terhadap Ahmadiyah.

Dalam prolognya, Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, sepanjang lima tahun terakhir, Jemaat Ahmadiyah menjadi salah satu elemen warga negara yang paling rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan. Hampir seluruh kekerasan yang dialami oleh Ahmadiyah tidak diproses secara hukum dan pelakunya bebas dari tuntutan hukum.

Dalam surveinya, Setara Institute menggunakan survei opini public untuk mengukur sikap keberagamaan warga dan sikapnya terhadap Ahmadiyah. Pertanyaan kunci yang diajukan dalam survey ini adalah: bagaimana publik memandang Ahmadiyah? Apakah kebijakan tentang pembatasan Ahmadiyah mencerminkan kehendak publik? Apa yang seharusnya dilakukan oleh negara untuk menangani soal Ahmadiyah?

Dikatakan Hendardi, survei ini bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan menghimpun langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh negara dalam menangani kasus Ahmadiyah saat ini dan di masa mendatang.

Secara garis besar, survei ini dibagi ke dalam tiga bagian: (1) Sikap Keberagamaan Masyarakat; (2) Sikap Masyarakat terhadap Masalah Keberagamaan Aktual; dan (3) Pandangan Masyarakat terhadap Ahmadiyah

Adapun survei opini public dilakukan di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi yang dipilih dengan teknik penentuan wilayah secara acak sistematis dan bertingkat. Sementara teknik penentuan responden survei ini menggunakan Kish Grid Methode, suatu tekni tertentu yang digunakan untuk dapat menentukan secara acak/random seorang responden terpilih dalam sebuah keluarga.

Unit sampling adalah 25 responden per desa/kelurahan dengan jumlah responden sebanyak 3.000 responden dengan alat pengumpulan data wawancara tatap muka. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 10-25 Juli di 10 provinsi, meliputi: Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulsel, Kaltim, Sulteng, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Kejanggalan terjadi, ketika wartawan menanyakan, kenapa Provinsi Banten tidak menjadi objek survei Setara Institute? Bukankah wilayah itu, seperti dikatakan Setara sebagai wilayah yang rentan dengan kekerasan?

Setara Institut pun berdalih. Jawabnya, “Kami terbentur birokrasi. Dimana  kami kesulitan untuk mendapatkan izin untuk melakukan penelitian,” kata Peneliti Setara Institute Ismail Hasani beralasan.

Masyarakat Tolak Ahmadiyah

Jika melihat profil responden yang menjadi objek survei Setara Institute, kebanyakan adalah masyarakat yang berpendidikan SD (38.3%), dari kalangan ibu rumah tangga (26.3%), berpenghasilan kotor kurang dari Rp. 500.000 (42.6%).  Dengan kondisi profil responden seperti itu, pantas jika banyak responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu.

Yang paling ironis dari survei ini (Sikap Terhadap Ahmadiyah) adalah masyarakat kebanyakan tidak mengetahui substansi ajaran Ahmadiyah (60.9%). Hanya sebagian kecil saja dari anggota masyarakat (15.3%) yang mengaku paham atau mengetahui ajaran Ahmadiyah.  

Menariknya lagi, masyarakat mengakui, jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman (52.6%). Hanya sebagian kecil saja (13.7%) yang menganggap para penganut ajaran Ahmadiyah sebagai saudara se-iman.

Ketika ditanya sumber pengetahuan masyarakat, bahwa Ahmadiyah dianggap menyimpang, kebanyakan masyarakat menjawab tidak tahu atau tidak menjawab (33.7%). Terkait dengan informasi ini, media massa dipandang sebagai sumber yang utama (25.4%), kemudian diikuti oleh bahan bacaan (22%), forum pengajian (16.8%) dfan ceramah di masjid (2.2%). Ternyata ceramah di masjid maupun forum pengajian bukan merupakan penyebab dominan bagi munculnya persepsi bahwa ajaran Ahmadiyah sesat.

Masyarakat, terutama yang beragama Islam, cenderung menyatakan sikap setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat, namun masyarakat tidak menerima tindakan kekerasan dari sejumlah kelompok Islam radikal terhadap Ahmadiyah.  Masyarakat memandang kelompok Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai.

Penilaian masyarakat tentang penyebab peristiwa Cikeusik ternyata banyak yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (43.6%). Begitu juga, atas pertanyaan pihak yang paling bertanggungjawab atas penyerangan Ahmadiyah, masyarakat kebanyakan menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (33.3%).

Hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah di masa mendatang jika aka nada penyerangan, kebanyakan masyarakat juga menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (48.7%). Masyarakat juga tidak tahu kondisi Ahmadiyah 5 tahun mendatang (50.4%)

Mengenai rekomendasi warga terhadap Ahmadiyah, masyarakat lagi-lagi menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (41.1%). Masyarakat juga menyatakan tidak tahu soal perlu tidaknya pemerintah ikut campur dalam penanganan Ahmadiyah (42.0%). Begitu pula dengan dasar kebijakan pelarangan Ahmadiyah di daerah, masyarakat mengaku tidak tahu (48.4%).

Tak kalah menarik, persetujuan terhadap sejumlah tindakan terkait Ahmadiyah, sikap masyarakat tegas menolak keberadaan Ahmadiyah (48.9%%). Masyarakat yang tidak tahu pemerintah mengeluarkan SKB pembatas ruang gerak Ahmadiyah (45.4%).

Pengikut Ahmadiyah Sesat

Kendati mayoritas responden Muslim menyatakan bahwa penganut Ahmadiyah bukan merupakan saudara seiman, namun Setara Institute memplintir hasil survei dengan menyebutkan, bahwa masyarakat menganggap Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa (68.1%).

Hasil survei Setara Institute menyatakan, mayoritas masyarakat tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah. Ini menunjukkan tingkat ketauhidan dan pengetahuan masyarakat muslim begitu rendahnya. Padahal ulama dan media Islam banyak menginformasikan tentang kesesatan Ahmadiyah.

Anehnya lagi, ketika masyarakat mengaku tidak tahu ajaran Ahmadiyah, namun disisi lain, kebanyakan masyarakat setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat.

Seharusnya Setara Institute menyimpulkan, masyarakat menganggap jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman, dan pengikut Ahmadiyah sebagai orang-orang sesat. (Destin)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Sudah dua tahun balita Irgi Perdana menderita tumor mata. Untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, ia butuh uluran tangan kaum Muslimin...

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Latest News
Sri Bintang Pamungkas: Dasar Cina! Mereka Melakukan Mark Up Kereta Cepat

Sri Bintang Pamungkas: Dasar Cina! Mereka Melakukan Mark Up Kereta Cepat

Rabu, 10 Feb 2016 15:47

Belajar Kegagalan Cinta dari Sang Pejuang Sayyid Quthb

Belajar Kegagalan Cinta dari Sang Pejuang Sayyid Quthb

Rabu, 10 Feb 2016 13:56

Kasus Novel Baswedan Ada Kepentingan Penguasa?

Kasus Novel Baswedan Ada Kepentingan Penguasa?

Rabu, 10 Feb 2016 13:47

Relakah Putri Anda Dizinahi?

Relakah Putri Anda Dizinahi?

Rabu, 10 Feb 2016 11:53

Pasukan Pemerintah Yaman Bentrok dengan Pejuang Al-Qaidah di Aden

Pasukan Pemerintah Yaman Bentrok dengan Pejuang Al-Qaidah di Aden

Rabu, 10 Feb 2016 09:30

Bunda, Jauhkan Anak dari Aktivitas Mendekati Zina

Bunda, Jauhkan Anak dari Aktivitas Mendekati Zina

Rabu, 10 Feb 2016 09:27

Pemerintah Syi'ah Irak Kembali Klaim Bebaskan Seluruh Ramadi dari Daulah Islam (IS)

Pemerintah Syi'ah Irak Kembali Klaim Bebaskan Seluruh Ramadi dari Daulah Islam (IS)

Rabu, 10 Feb 2016 09:00

Bendung Maksiat, MUI Kota Batu Telah Keluarkan Fatwa Haram Valentine Sejak Tahun Lalu

Bendung Maksiat, MUI Kota Batu Telah Keluarkan Fatwa Haram Valentine Sejak Tahun Lalu

Rabu, 10 Feb 2016 08:28

KH Athian Ali: Perkataan Luhut Soal Pesantren Terjangkit Narkoba Sakiti Umat Islam

KH Athian Ali: Perkataan Luhut Soal Pesantren Terjangkit Narkoba Sakiti Umat Islam

Rabu, 10 Feb 2016 07:51

Video : SBY Kritik Jokowi Soal Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

Video : SBY Kritik Jokowi Soal Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

Selasa, 09 Feb 2016 19:09

Satu Anggota Brimob Tewas dalam Kontak Senjata dengan Kelompok MIT di Poso

Satu Anggota Brimob Tewas dalam Kontak Senjata dengan Kelompok MIT di Poso

Selasa, 09 Feb 2016 17:00

Gagalkan Acara Gay Party di Surabaya, ASSOUM Apresiasi Langkah Polda Jatim

Gagalkan Acara Gay Party di Surabaya, ASSOUM Apresiasi Langkah Polda Jatim

Selasa, 09 Feb 2016 16:30

Ustadz Fuadz Al Hazimi: Ukhuwah Bukan Hanya Sekadar Kata-Kata

Ustadz Fuadz Al Hazimi: Ukhuwah Bukan Hanya Sekadar Kata-Kata

Selasa, 09 Feb 2016 15:21

Hamas Bantah Tuduhan Israel Mereka Rawat Para Pejuang IS Wilayat Sinai yang Terluka di Gaza

Hamas Bantah Tuduhan Israel Mereka Rawat Para Pejuang IS Wilayat Sinai yang Terluka di Gaza

Selasa, 09 Feb 2016 14:30

Kotori Diri dengan Fesesnya Demi Hindari Zina, Tubuh Pemuda ini Seharum Kesturi

Kotori Diri dengan Fesesnya Demi Hindari Zina, Tubuh Pemuda ini Seharum Kesturi

Selasa, 09 Feb 2016 13:40

Jangan Salah pilih Kekasih, Jangan Jadikan Neraka Tempat Kembali

Jangan Salah pilih Kekasih, Jangan Jadikan Neraka Tempat Kembali

Selasa, 09 Feb 2016 11:59

Ust Faiz Baraja: Menghalalkan LGBT Murtad, Tidak Boleh Dishalatkan Jenazahnya

Ust Faiz Baraja: Menghalalkan LGBT Murtad, Tidak Boleh Dishalatkan Jenazahnya

Selasa, 09 Feb 2016 11:55

Rezim Suriah Paksa Para Pemuda di Hasakah Bergabung dengan Milisi Pro-Assad untuk Perangi Mujahidin

Rezim Suriah Paksa Para Pemuda di Hasakah Bergabung dengan Milisi Pro-Assad untuk Perangi Mujahidin

Selasa, 09 Feb 2016 11:30

Pemerintah Syi'ah Irak Kerahkan Ribuan Tentara untuk Rebut Kota Mosul dari IS

Pemerintah Syi'ah Irak Kerahkan Ribuan Tentara untuk Rebut Kota Mosul dari IS

Selasa, 09 Feb 2016 10:15

Ansar Al Syariah Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur Libya di Derna

Ansar Al Syariah Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur Libya di Derna

Selasa, 09 Feb 2016 07:45



Must Read!
X