Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.001 views

Hasil Survei Setara Institute: Jemaat Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman

Jakarta (voa-islam) – Lagi-lagi, LSM komparador Setara Institute mengompori umat Islam dengan membuat survei ‘jadi-jadian’ yang terkesan rekayasa.Di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (8 September 2011) siang, Hendardi, Bonar Tigor Naipospos, dan Ismail Hasani dari Setara Institute menggelar Konferensi Pers untuk memaparkan hasil survei yang berjudul “Keberagamaan Publik dan Sikapnya terhadap Ahmadiyah.

Dalam prolognya, Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, sepanjang lima tahun terakhir, Jemaat Ahmadiyah menjadi salah satu elemen warga negara yang paling rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan. Hampir seluruh kekerasan yang dialami oleh Ahmadiyah tidak diproses secara hukum dan pelakunya bebas dari tuntutan hukum.

Dalam surveinya, Setara Institute menggunakan survei opini public untuk mengukur sikap keberagamaan warga dan sikapnya terhadap Ahmadiyah. Pertanyaan kunci yang diajukan dalam survey ini adalah: bagaimana publik memandang Ahmadiyah? Apakah kebijakan tentang pembatasan Ahmadiyah mencerminkan kehendak publik? Apa yang seharusnya dilakukan oleh negara untuk menangani soal Ahmadiyah?

Dikatakan Hendardi, survei ini bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan menghimpun langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh negara dalam menangani kasus Ahmadiyah saat ini dan di masa mendatang.

Secara garis besar, survei ini dibagi ke dalam tiga bagian: (1) Sikap Keberagamaan Masyarakat; (2) Sikap Masyarakat terhadap Masalah Keberagamaan Aktual; dan (3) Pandangan Masyarakat terhadap Ahmadiyah

Adapun survei opini public dilakukan di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi yang dipilih dengan teknik penentuan wilayah secara acak sistematis dan bertingkat. Sementara teknik penentuan responden survei ini menggunakan Kish Grid Methode, suatu tekni tertentu yang digunakan untuk dapat menentukan secara acak/random seorang responden terpilih dalam sebuah keluarga.

Unit sampling adalah 25 responden per desa/kelurahan dengan jumlah responden sebanyak 3.000 responden dengan alat pengumpulan data wawancara tatap muka. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 10-25 Juli di 10 provinsi, meliputi: Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulsel, Kaltim, Sulteng, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Kejanggalan terjadi, ketika wartawan menanyakan, kenapa Provinsi Banten tidak menjadi objek survei Setara Institute? Bukankah wilayah itu, seperti dikatakan Setara sebagai wilayah yang rentan dengan kekerasan?

Setara Institut pun berdalih. Jawabnya, “Kami terbentur birokrasi. Dimana  kami kesulitan untuk mendapatkan izin untuk melakukan penelitian,” kata Peneliti Setara Institute Ismail Hasani beralasan.

Masyarakat Tolak Ahmadiyah

Jika melihat profil responden yang menjadi objek survei Setara Institute, kebanyakan adalah masyarakat yang berpendidikan SD (38.3%), dari kalangan ibu rumah tangga (26.3%), berpenghasilan kotor kurang dari Rp. 500.000 (42.6%).  Dengan kondisi profil responden seperti itu, pantas jika banyak responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu.

Yang paling ironis dari survei ini (Sikap Terhadap Ahmadiyah) adalah masyarakat kebanyakan tidak mengetahui substansi ajaran Ahmadiyah (60.9%). Hanya sebagian kecil saja dari anggota masyarakat (15.3%) yang mengaku paham atau mengetahui ajaran Ahmadiyah.  

Menariknya lagi, masyarakat mengakui, jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman (52.6%). Hanya sebagian kecil saja (13.7%) yang menganggap para penganut ajaran Ahmadiyah sebagai saudara se-iman.

Ketika ditanya sumber pengetahuan masyarakat, bahwa Ahmadiyah dianggap menyimpang, kebanyakan masyarakat menjawab tidak tahu atau tidak menjawab (33.7%). Terkait dengan informasi ini, media massa dipandang sebagai sumber yang utama (25.4%), kemudian diikuti oleh bahan bacaan (22%), forum pengajian (16.8%) dfan ceramah di masjid (2.2%). Ternyata ceramah di masjid maupun forum pengajian bukan merupakan penyebab dominan bagi munculnya persepsi bahwa ajaran Ahmadiyah sesat.

Masyarakat, terutama yang beragama Islam, cenderung menyatakan sikap setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat, namun masyarakat tidak menerima tindakan kekerasan dari sejumlah kelompok Islam radikal terhadap Ahmadiyah.  Masyarakat memandang kelompok Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai.

Penilaian masyarakat tentang penyebab peristiwa Cikeusik ternyata banyak yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (43.6%). Begitu juga, atas pertanyaan pihak yang paling bertanggungjawab atas penyerangan Ahmadiyah, masyarakat kebanyakan menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (33.3%).

Hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah di masa mendatang jika aka nada penyerangan, kebanyakan masyarakat juga menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (48.7%). Masyarakat juga tidak tahu kondisi Ahmadiyah 5 tahun mendatang (50.4%)

Mengenai rekomendasi warga terhadap Ahmadiyah, masyarakat lagi-lagi menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (41.1%). Masyarakat juga menyatakan tidak tahu soal perlu tidaknya pemerintah ikut campur dalam penanganan Ahmadiyah (42.0%). Begitu pula dengan dasar kebijakan pelarangan Ahmadiyah di daerah, masyarakat mengaku tidak tahu (48.4%).

Tak kalah menarik, persetujuan terhadap sejumlah tindakan terkait Ahmadiyah, sikap masyarakat tegas menolak keberadaan Ahmadiyah (48.9%%). Masyarakat yang tidak tahu pemerintah mengeluarkan SKB pembatas ruang gerak Ahmadiyah (45.4%).

Pengikut Ahmadiyah Sesat

Kendati mayoritas responden Muslim menyatakan bahwa penganut Ahmadiyah bukan merupakan saudara seiman, namun Setara Institute memplintir hasil survei dengan menyebutkan, bahwa masyarakat menganggap Ahmadiyah sebagai saudara sebangsa (68.1%).

Hasil survei Setara Institute menyatakan, mayoritas masyarakat tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah. Ini menunjukkan tingkat ketauhidan dan pengetahuan masyarakat muslim begitu rendahnya. Padahal ulama dan media Islam banyak menginformasikan tentang kesesatan Ahmadiyah.

Anehnya lagi, ketika masyarakat mengaku tidak tahu ajaran Ahmadiyah, namun disisi lain, kebanyakan masyarakat setuju dengan pelarangan Ahmadiyah dan memposisikan para pengikutnya sebagai orang-orang sesat.

Seharusnya Setara Institute menyimpulkan, masyarakat menganggap jemaat Ahmadiyah bukan saudara se-iman, dan pengikut Ahmadiyah sebagai orang-orang sesat. (Destin)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi Berprestasi Penghafal Al-Qur'an Butuh Biaya Kuliah Kebidanan, Ayo Bantu!!

Mahasiswi berprestasi ini ingin berkhidmat untuk umat Islam di bidang kebidanan. Pekerjaan sang ayah sebagai guru jauh dari cukup untuk memenuhi biaya kuliah sekira Rp 60 juta....

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Jet Tempur Rusia Kembali Jatuh Ke Laut Saat Akan Mendarat di Kapal Induk Admiral Kuznetsov

Jet Tempur Rusia Kembali Jatuh Ke Laut Saat Akan Mendarat di Kapal Induk Admiral Kuznetsov

Selasa, 06 Dec 2016 09:45

Status Hukum Ahok Dinilai Bukan Hasil dari Keadilan, melainkan Hasil dari Adaptasi

Status Hukum Ahok Dinilai Bukan Hasil dari Keadilan, melainkan Hasil dari Adaptasi

Selasa, 06 Dec 2016 09:13

Seorang Muslimah AS Didorong Hingga Jatuh dari Tangga di Stasiun Kereta Api New York

Seorang Muslimah AS Didorong Hingga Jatuh dari Tangga di Stasiun Kereta Api New York

Selasa, 06 Dec 2016 08:30

Pemerintah! Umat Islam hanya Bela Diri dari Keyakinan dan Agamanya, Bukan Lakukan Perlawanan

Pemerintah! Umat Islam hanya Bela Diri dari Keyakinan dan Agamanya, Bukan Lakukan Perlawanan

Selasa, 06 Dec 2016 06:13

Inilah Profil Hakim Ketua Sidang Kasus Penistaan Agama oleh Ahok

Inilah Profil Hakim Ketua Sidang Kasus Penistaan Agama oleh Ahok

Selasa, 06 Dec 2016 04:31

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Emilia Renita: Aksi 212 Menakutkan, Aksi 412 Nyaman Bagi Saya

Selasa, 06 Dec 2016 02:27

Adab Makan yang Penting Diajarkan pada Anak-anak

Adab Makan yang Penting Diajarkan pada Anak-anak

Senin, 05 Dec 2016 23:20

Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama oleh Ahok Digelar Selasa Pekan Depan

Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama oleh Ahok Digelar Selasa Pekan Depan

Senin, 05 Dec 2016 20:22

Pemuda Muhammadiyah Minta Komisi Yudisial Pantau Proses Pengadilan Ahok

Pemuda Muhammadiyah Minta Komisi Yudisial Pantau Proses Pengadilan Ahok

Senin, 05 Dec 2016 19:50

[VIDEO] PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

[VIDEO] PB HMI: Ada Pihak yang Mencatut Simbol HMI pada Aksi Parade 412

Senin, 05 Dec 2016 19:19

Seorang Pria Yaman Dibebaskan dari Penjara Guantanamo Setalah 14 Tahun Ditahan Tanpa Dakwaan

Seorang Pria Yaman Dibebaskan dari Penjara Guantanamo Setalah 14 Tahun Ditahan Tanpa Dakwaan

Senin, 05 Dec 2016 18:30

Peradaban 212

Peradaban 212

Senin, 05 Dec 2016 18:09

Kisah Tukang Donat yang Gratiskan Dagangannya untuk Massa Aksi 212 tapi Dapat Untung Rp 2 Juta

Kisah Tukang Donat yang Gratiskan Dagangannya untuk Massa Aksi 212 tapi Dapat Untung Rp 2 Juta

Senin, 05 Dec 2016 17:06

Sampah Berserakan pada Parade 412, Nusron Wahid: Jangan Tendensius

Sampah Berserakan pada Parade 412, Nusron Wahid: Jangan Tendensius

Senin, 05 Dec 2016 16:49

Pasukan Afghanistan Tewaskan Pemimpin Senior IS 'Wilayat Khurasan' dalam Bentrokan di Jawzan

Pasukan Afghanistan Tewaskan Pemimpin Senior IS 'Wilayat Khurasan' dalam Bentrokan di Jawzan

Senin, 05 Dec 2016 14:45

Video: Habib Rizieq Shihab Imami 7 Juta Umat Shalat Jumat Terbesar Dunia

Video: Habib Rizieq Shihab Imami 7 Juta Umat Shalat Jumat Terbesar Dunia

Senin, 05 Dec 2016 14:10

BEM-SI: Terjadi Pelanggaran Konsitusi dalam Aksi 412

BEM-SI: Terjadi Pelanggaran Konsitusi dalam Aksi 412

Senin, 05 Dec 2016 14:00

Baju Renang Muslimah Baru! Hijab Swimwear SYAR'I, Menutup Sempurna...

Baju Renang Muslimah Baru! Hijab Swimwear SYAR'I, Menutup Sempurna...

Senin, 05 Dec 2016 13:25

Dimanfaatkan untuk Kegiatan Politik, Penggagas Car Free Day Marah dengan Acara Parade Kita Indonesia

Dimanfaatkan untuk Kegiatan Politik, Penggagas Car Free Day Marah dengan Acara Parade Kita Indonesia

Senin, 05 Dec 2016 12:27

DSKS Desak Kejaksaan Agung Tahan Ahok

DSKS Desak Kejaksaan Agung Tahan Ahok

Senin, 05 Dec 2016 11:50


Must Read!
X