Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.203 views

Mengurai Polemik 'Takfir' Para Aktivis Bom Masjid Cirebon

JAKARTA (voa-islam.com) – Para aktivis mantan JAT yang melakukan pemboman masjid Cirebon belum takfir terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan JAT secara langsung. Mereka hanya menuduh JAT dan Ustadz Abu sesat dan menyimpang dari Sunnah. Ada apa?

Belakangan, jagad maya diramaikan dengan polemik berita bahwa para aktivis bom Masjid Cirebon melakukan takfir (menghukumi kafir) kepada Ustadz Abu.

Polemik takfir ini memanas lagi ketika  beberapa situs memposting surat bantahan tak beridentitas jelas alias majhul, bahwa para aktivis yang melakukan pemboman Masjid Adz-Dzikra Cirebon itu tidak takfir terhadap Ustadz Abu, tapi hanya keluar dari JAT karena berbeda pendapat.

Untuk mengurai apa perbedaan pendapat yang dimaksud, Ahmed Widad dari voa-islam.com melakukan tabayyun langsung kepada Ketua Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Wilayah Cirebon, Agung Nur Alam, Kamis siang (20/10/2011).

Agung membeberkan kronologinya, bahwa sebelum keluar dari JAT para aktivis bom masjid Cirebon itu berbondong-bondong mendatangi dirinya selaku Ketua JAT Wilayah Cirebon. Mereka menyatakan keluar dari JAT karena berbeda prinsip dengan JAT. Dalam penilaian mereka, JAT sudah sesat dan tidak di atas Sunnah karena memakai jasa pengacara Tim Pengacara Muslim (TPM) dan melakukan aksi demonstrasi. Menurut mereka, memakai jasa TPM adalah bagian dari berhukum pada thaghut, sedangkan demonstrasi adalah amalan bid’ah.

Kepada voa-islam.com, Agung menuturkan secara detil dialog dirinya dengan para bomber Cirebon.

“Baik Markaziah maupun Mudiriah memakai jasa TPM ketika terjadi kasus pidana. Menurut paham mereka yang keluar dari JAT, bahwa itu menyimpang seperti itu. Dan TPM itu merupakan bagian dari tahakum (berhukum, red) kepada hukum thaghut,” ujar Agung menirukan mereka.

Agung menegaskan, dirinya tidak pernah melapor kepada JAT Pusat bahwa aktivis bom Cirebon yang keluar dari JAT itu melakukan takfir terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

“Nggak ada bahwa ana menyampaikan mereka mentakfir Ustadz Abu, nggak ada. Ana hanya menyampaikan dari ucapan mereka seperti itu. Waktu mereka ke rumah ana, ya sudah ana sampaikan apa adanya,” tegas Agung yang biasa disapa Abu Husama ini.

Alasan lainnya, lanjut Agung, karena JAT masih melakukan aksi demonstrasi dalam  perjuangannya. “Baik di pusat maupun di wilayah Jabar, ketika berjuang itu masih memakai demonstrasi-demonstrasi. Menurut paham mereka bahwa demonstrasi itu bid’ah, tidak ada dalam Islam. Dengan alasan itu akhirnya mereka keluar,” paparnya.

Karenanya, Agung menyesalkan pihak-pihak yang memelintir atau salah paham terhadap penjelasannya, dengan menyimpulkan bahwa aktivis bomber masjid Cirebon melakukan takfir terhadap Ustadz Abu. “Ana kaget, kok tahu-tahu muncul bawa-bawa Beni Asri, Ustadz Aman dan Ustadz Halawi Makmun mentahzir Ustadz Abu. Ana kaget padahal ana agak sampai seperti itu ngomongnya!” bantahnya.

Meski demikian, Agung tidak membantah bahwa kelompok bomber masjid Cirebon itu selama ini mengaji kepada Ustadz Aman Abdurrahman (sebelum ditahan) dan Ustadz Halawi Makmun. Namun Agung tidak tahu dari mana mereka mendapat pemahaman lain sehingga keluar dari JAT.

Terhadap JAT dan Ustadz Abu, lanjut Agung, para bomber masjid Cirebon itu hanya menyatakan tidak di atas Sunnah karena memakai TPM yang bertahakum kepada hukum thaghut. Tapi mereka dengan keras berani mengafirkan secara terang-terangan kepada para pengacara TPM. “Ana tidak setuju sampai ana debat itu. Bahkan mereka itu sempat terlontar mengafirkan personel-personel TPM. Ana sampai istighfar. Cuma dari mulut mereka, tidak terlontar dari mulut mereka mengafirkan Ustadz Abu,” jelas Agung. “Bahkan mereka juga menyuruh ana taubat, padahal ana taubat itu tidak hanya karena TPM, tiap hari juga taubat,” tambahnya.

Secara lisan, terang Agung, tidak pernah terlontar kalimat takfir terhadap Ustadz Abu, namun secara tegas mereka menuding Ustadz Abu dan JAT menyimpang dari din. “Memang tidak pernah terlontar secara terang-terangan bahwa mereka itu sudah mengafirkan Ustadz Abu. Tapi mereka hanya menyampaikan bahwa JAT pusat maupun mudiriah sudah melakukan penyimpangan,” ujarnya.

Karena tidak ada titik temu, ujar Agung, pertemuan tersebut memanas lalu berubah dari dialog menjadi debat internal, bahkan akhirnya menjadi persidangan para mantan JAT terhadap ketua JAT. “Ana diam saja waktu itu, kan mereka berbondong-bondong. Ana kayak disidang seperti itu,” kenang Agung.

“Setelah diskusi dan tidak ada titik temu ya sudah. Cuma ana ngomong sama mereka, yah sudah silahkan kalian keluar (dari JAT, red). Tapi hati-hati kalian. Kalau ada apa-apa jangan sekali-sekali bawa-bawa JAT, kasihan Ustadz Abu,”

Dalam pembicaraan dengan para mantan JAT tersebut, Agung menggarisbawahi bahwa pemahaman mereka mengarah kepada takfir. Meski Agung berpendapat bahwa menuduh orang bertahakum kepada hukum thaghut itu berarti takfir terhadap orang tersebut, namun ia belum bisa menyimpulkan takfir, karena belum adanya ucapan secara jelas/sharih. “Kalau diteliti kan memang seperti itu (takfir, red), arah-arahnya ke sana tapi kan mereka belum secara shorih. Mereka belum secara jelas menyatakan seperti itu,” simpul Agung. “Mereka belum mengafirkan Ustadz Abu secara ta’yin langsung,” tambahnya.

Setelah wawancara ini, Agung berharap agar polemik ini tidak diperpanjang dan tidak menjadi bahan permusuhan. “Kalau menurut ana sih sudah saja, jadi tidak cekcok,” pintanya.

Kasus bom masjid Cirebon oleh para mantan anggota JAT ini sungguh unik dalam banyak hal.

Aparat berusaha mengait-ngaitkan Ustadz Abu dan JAT dalam lingkaran bom rumah ibadah ini, padahal Ustadz Abu sangat keras menentang pemboman masjid karena tidak sesuai baik menurut Al-Qur'an maupun platform JAT. Yang lebih unik adalah kebesaran jiwa Ustadz Abu. Meski ulama sepuh yang  jadi kambing hitam terorisme itu tidak setuju dengan aksi pemboman masjid, namun dengan tulus ia tetap mendoakan para ikhwan agar mendapat rahmat dan maghfirah Allah SWT, tak peduli meski para ikhwan yang didoakan itu menuduh dirinya sesat dan menyimpang dari Sunnah. Wallahu a’lamu bis-shawab. [taz/ahmed widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Buku Panduan Ramadhan yang dibagikan Program Sedekah Buku ludes habis. Buku sedang proses cetak ulang....

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Seluruh hidupnya diinfakkan untuk Islam. Kedua anak yatimnya dilepas berjihad. Ia aktif membantu pendanaan beberapa pesantren. Saat ini butuh bantuan Rp 35 juta untuk biaya rumah sakit....

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Untuk mengejar cita-cita menjadi ahli tafsir, mahasiswi Indonesia ini kuliah jurusan Al-Qur'an dan Hadits. Saat ini sedang menyusun skripsi butuh dana 3.000 Dirham (sekitar Rp 6 Juta)....

Latest News
Hebat! Brigadir Syahputra Bergabung Dengan ISIS dan Tewas di Suriah

Hebat! Brigadir Syahputra Bergabung Dengan ISIS dan Tewas di Suriah

Rabu, 01 Jul 2015 08:23

Siapa Sejatinya yang Tidak Becus Menterinya atau Presidennya?

Siapa Sejatinya yang Tidak Becus Menterinya atau Presidennya?

Rabu, 01 Jul 2015 08:06

ISIS Ancam Gulingkan Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza

ISIS Ancam Gulingkan Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza

Rabu, 01 Jul 2015 07:45

 Sekolah-sekolah Kristen di Kenya Menjadi Alat Pemurtadan  Muslim

Sekolah-sekolah Kristen di Kenya Menjadi Alat Pemurtadan Muslim

Rabu, 01 Jul 2015 07:15

Pendukung Al-Qaidah Yaman Serang Penjara di Kota Taiz, Bebaskan Lebih 1200 Tahanan

Pendukung Al-Qaidah Yaman Serang Penjara di Kota Taiz, Bebaskan Lebih 1200 Tahanan

Rabu, 01 Jul 2015 07:00

Kematian Hisham Barakat, al-Sisi Akan Melaksanakan Darurat Militer di Mesir

Kematian Hisham Barakat, al-Sisi Akan Melaksanakan Darurat Militer di Mesir

Rabu, 01 Jul 2015 06:40

Ular, Senjata Baru Mujahid Palestina Hadapi Israel

Ular, Senjata Baru Mujahid Palestina Hadapi Israel

Rabu, 01 Jul 2015 06:12

Meningkat 500 Persen, Muslim Papua Nugini Perdalam Islam di Jayapura

Meningkat 500 Persen, Muslim Papua Nugini Perdalam Islam di Jayapura

Rabu, 01 Jul 2015 05:53

Kapuspen TNI: 79 jenasah korban Hercules telah dievakuasi

Kapuspen TNI: 79 jenasah korban Hercules telah dievakuasi

Rabu, 01 Jul 2015 05:50

Misteri Rekaman Kriminalisasi KPK

Misteri Rekaman Kriminalisasi KPK

Rabu, 01 Jul 2015 05:43

Rohingya: Bagian dari Khairu Ummah yang Sedang Terombang-ambing di Lautan Tanpa Negara

Rohingya: Bagian dari Khairu Ummah yang Sedang Terombang-ambing di Lautan Tanpa Negara

Rabu, 01 Jul 2015 04:00

Ekstrimis Hindu India Pukuli Muslim yang Dituduh Sembelih Sapi

Ekstrimis Hindu India Pukuli Muslim yang Dituduh Sembelih Sapi

Selasa, 30 Jun 2015 19:00

Pentagon: ISIS Masih Menjadi Ancaman Setahun Setelah Khilafah Dideklarasikan

Pentagon: ISIS Masih Menjadi Ancaman Setahun Setelah Khilafah Dideklarasikan

Selasa, 30 Jun 2015 18:45

Tunisia Diperkirakan Kehilangan 515 Juta USD dari Sektor Pariwisata Akibat Serangan Daulah Islam (IS

Tunisia Diperkirakan Kehilangan 515 Juta USD dari Sektor Pariwisata Akibat Serangan Daulah Islam (IS

Selasa, 30 Jun 2015 18:30

Guru Besar UI: Banyak Kalangan Akademisi yang Jumud dan Fanatik dengan Mazhab Keilmuwannya

Guru Besar UI: Banyak Kalangan Akademisi yang Jumud dan Fanatik dengan Mazhab Keilmuwannya

Selasa, 30 Jun 2015 17:43

Masjid Cut Meutia; Bangunan Tua Belanda yang Beralih Fungsi

Masjid Cut Meutia; Bangunan Tua Belanda yang Beralih Fungsi

Selasa, 30 Jun 2015 17:30

Refleksi Ramadhan: Kala Surga Berebut Memanggilmu

Refleksi Ramadhan: Kala Surga Berebut Memanggilmu

Selasa, 30 Jun 2015 17:17

Remaja Bandung, Come & Joint Us! di Sanlat Ramadhan 'Kun Shahabiyan' Sabtu - Senin

Remaja Bandung, Come & Joint Us! di Sanlat Ramadhan 'Kun Shahabiyan' Sabtu - Senin

Selasa, 30 Jun 2015 15:36

Orang yang Udzur Berpuasa Tidak Boleh Makan Minum Seenaknya

Orang yang Udzur Berpuasa Tidak Boleh Makan Minum Seenaknya

Selasa, 30 Jun 2015 14:38

Terkait Gereja Busukan, Pendeta Paulus Coba Suap Humas dan Jubir LUIS Solo

Terkait Gereja Busukan, Pendeta Paulus Coba Suap Humas dan Jubir LUIS Solo

Selasa, 30 Jun 2015 13:30



Must Read!
X