Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.475 views

Ketua PBNU: Tuduh Guru Ngaji Bawa Celurit, Copot Kapolda Jawa Timur

Jakarta (voa-islam) – Menyikapi tertembaknya Riyadhus Solihin, seorang guru ngaji di Sidoarjo, Jawa Timur, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf mendesak, agar polisi mengusut kasus ini dengan setuntas-tuntasnya. Slamet juga meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Timur Irjen (Pol) Hadiatmoko karena telah gegabah dan tergesa-gesa menyatakan Solihin melakukan perlawanan dengan celurit.

Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, kasus penembakan terhadap Riyadhus Solihin oleh oknum polisi, menuai banjir protes dari warga Nahdliyin. Diduga, Briptu Eko Ristanto melakukan penembakan setelah pesta miras dengan sesama anggota polisi.

Riyadhus Solihin (40) yang sehari-hari menjadi guru ngaji itu tewas tertembak oleh Briptu Eko Ristanto, Jumat (28/10/2011) dini hari. Penembakan dilakukan karena Solihin yang menaiki mobil Real Van nomor polisi W 1499 NW diduga menyerempet anggota Reskrim Polres Sidoarjo bernama Briptu Widianto yang menaiki motor Supra W 5077 XL.

Ketika dijumpai voa-islam usai jumpa pers di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Slamet Effendy Yusuf yang juga mantan Ketua Umum GP Ansor mengatakan, polisi jangan membuat data-data palsu untuk melakukan pembelaan kepada anggotanya yang salah.

“Sebagaimana diketahui, Solihin adalah anggota Pemuda Ansor. Dia tak punya kebiasaan membawa clurit. Pernyataan Kapolda Jawa Timur, yang menyatakan oknum polisi itu tidak mabuk adalah pernyataan yang tergesa-gesa. Coba cek, apakah oknum polisi itu minum atau tidak. Sebab, konon dari enam orang, oknum polisi itu menghabiskan sampai empat rak bir. Pertanyaannya, apakah polisi boleh pesta miras seperti itu. Apakah oknum polisi itu sedang menjalankan tugas atau tidak, itu perlu dicek,” tanya Slamet yang juga salah seorang Ketua MUI.

Ihwal pernyataan Kapolda yang mengatakan, kesalahan ada pada Solihin karena melakukan perlawanan dan dianggap membawa clurit, telah menimbulkan keresahan yang luar biasa di Sidoarjo. Slamet menganjurkan agar Kapolda Jawa Timur ditarik alias dicopot saja, untuk kemudian dipindahkan ke daerah lain. Karena pernyataannya jelas-jelas melukai hati masyarakat.

“Kalau pun misalnya, Solihun dianggap salah, melakukan penyerempetan atau nabrak lari, bukankah sebaiknya ditangkap saja, bukan malah ditembak seperti pejahat, lalu dilempari tuduhan-tuduhan yang tak berdasar. Saya melihat, Kapolda tidak bijak mengumumkan semacam itu. Kalau masyarakat sudah marah, saya kira Kapolda sudah tidak efektif lagi berada di Jawa Timur. Sebagaimana diketahui, Jawa Timur merupakan pusat gerakan pemuda Ansor. Bila sudah menyakiti perasaan masyarakat , saya minta agar Kapolri menarik kapolda Jatim itu,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah PBNU akan menyikapinya secara resmi? Ketua PBNU itu mengatakan, belum sampai ke arah situ. “Mungkin dalam rapat harian PBNU akan saya sampaikan. Intinya, saya sebagai mantan Ketua UmumGP Ansor,  sangat menyesalkan pernyataan gegabah Kapolda yang asbun dan ngawur seperti itu. Sungguh ini melukai perasaan masyarakat, khususnya di Sidoarjo. (Desastian)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X