Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
26.543 views

Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

BEKASI (voa-islam.com) – Maraknya pemurtadan berkedok rentenir dan kristenisasi di Bekasi yang mengincar ribuan siswa SD Negeri dan SD Islam di Bekasi, tak membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam FOSWAN (Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin) bertindak. Mereka lebih memfokuskan diri pada khilafiyah internal sesama umat Islam.

Ahad (20/11/2011), warga Nahdliyin Bekasi menggelar tabligh akbar bertema “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi” di Masjid Nurul Ikhwan Perumnas III Bekasi.

Sesuai undangan yang disebarkan, seharusnya acara tersebut digelar sejak pukul 12.00 WIB, dengan menampilkan tiga pembicara utama: Drs Ansyad Mbai (Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT), KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU) dan Drs Muhammad Bukhori Maulana MA (Ketua Lembaga Bahsul Masail FOSWAN).

Namun hingga acara diakhiri Ansyad Mbai tak nampak hadir dengan berbagai alasan. Sementara Said Aqil Sirajd datang sangat terlambat beberapa jam, baru tiba di lokasi usai shalat ashar.

Sebagai pengisi waktu menunggu datangnya Said Aqil Siradj, maka acara dari zuhur hingga ashar diisi sepenuhnya oleh para ustadz lokal dari FOSWAN.

Setelah diawali dengan istighasah, Ketua Umum FOSWAN, Zainal Akifin menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya, ia menuduh bahwa Salafi Wahabi sudah mencaci Ahlussunnah sejak zaman Rasulullah SAW.

“Berabad-abad semenjak zaman Rasulullah, sahabat, para tabi’in, para imam, para ulama, para wali, sampai pada detik sore hari ini mereka terus menerus menyebarkan hujatan kepada Ahlus sunnah wal jamaah,” kecamnya di hadapan ratusan jamaah Nahdiyin yang hadir.

Beberapa jamaah yang memahami sejarah, tentu mengernyitkan dahi, karena selama ini tudingan terhadap adanya gerakan Wahabi selalu dinisbatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang baru lahir tahun 1115 H (1701 M). Klaim adanya gerakan Salafi Wahabi pada zaman Rasulullah SAW tentunya membingungkan.

Zainal Akifin juga menuding Salafi Wahabi sebagai gerakan yang  seenaknya memalsukan hadits, mengafirkan orang lain di luar kelompoknya dan menghalalkan darah kaum muslimin. Karenanya, ia menegaskan bahwa warga Nahdliyin harus memboikot dan tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada umat Islam yang mereka tuduh sebagai kaum Salafi Wahabi. “Tidak ada kata toleransi kepada mereka, sama seperti mereka tidak ada toleransi kepada kita. Dan tidak ada kata-kata kita bersama dengan mereka karena mereka juga tidak pernah mau bersama dengan kita,” tegasnya.

Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan bedah buku berjudul “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” terbitan FOSWAN. Dalam prolognya  moderator acara tersebut mengungkapkan bahwa buku ini diterbitkan karena selama ini anak-anak SDIT tidak mau cium tangan karena sudah didoktrin oleh kelompok Salafi Wahabi bahwa cium tangan adalah musyrik.

“Siapa bilang mencium tangan musyrik, kalau kita lihat anak-anak kita terutama yang belajar di SDIT-SDIT itu cium tangannya sudah berubah tetapi cium jidat ini karena hasutan atau pengaruh dari kelompok-kelompok tersebut yang seolah-olah mencium tangan itu musyrik.” ungkapnya.

Sayangnya, moderator sama sekali tidak menyebutkan kasus tersebut terjadi di SDIT mana, dan ustadz siapa yang menghasut itu. Dalam buku “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” juga tidak menyebutkan data apapun tentang SDIT Salafi Wahabi yang dituding menghasut itu.

Seharusnya, sebagai buku ilmiah, penulis memaparkan siapa yang dibantahnya, dan apa dalil yang dipergunakan lawan. Jika tidak ada data  apapun, lantas berani menyimpulkan kelompok lain menghasut, maka pembaca dan audien malah bertanya-tanya, siapa yang menghasut? Jangan-jangan ada provokator berteriak penghasut! [taz, ahmed widad]

BACA BERITA TERKAIT:

  1. Tragedi Kiyai Nahdiyin: Hujat Salafi dengan Data Palsu dan Fitnah!
  2. Aneh! Forum Nahdiyin Mengais Pendapat Liberal untuk Serang Salafi
  3. Melongok Forum Nahdiyin: Parade Caci Maki terhadap Ulama, Salafi dan PKS
  4. Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Tumor Mata Nuraini Makin Parah, Dokter Menyerah. IDC Upayakan Pengobatan Alternatif

Tumor Mata Nuraini Makin Parah, Dokter Menyerah. IDC Upayakan Pengobatan Alternatif

Usai kemoterapi ke-12, kondisi Nuraini makin parah. Daging tumor mata kanan tidak kempis, malah tumbuh daging tumor di mata kiri, kepala, leher dan kaki. Ayo bantu!!...

Jadi Tulang Punggung Keluarga Besar, Muallaf Siska Masyitoh Butuh Modal Usaha Rp 13 Juta. Ayo Bantu!!

Jadi Tulang Punggung Keluarga Besar, Muallaf Siska Masyitoh Butuh Modal Usaha Rp 13 Juta. Ayo Bantu!!

Paska hijrah menjadi Muslimah, ujian datang begitu berat. Sang suami terkena stroke sehingga ia harus banting tulang menafkahi suami, kelima anaknya dan sang ibunda yang kini menjadi muallaf....

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

Amanah aqiqah ananda Reza dan Zidane ditunaikan di penjara di Nusakambangan. Semoga ananda menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, shalih, qurrota a'yun, dan mujahid yang istiqamah...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Latest News


Must Read!
X