Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
25.976 views

Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

BEKASI (voa-islam.com) – Maraknya pemurtadan berkedok rentenir dan kristenisasi di Bekasi yang mengincar ribuan siswa SD Negeri dan SD Islam di Bekasi, tak membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam FOSWAN (Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin) bertindak. Mereka lebih memfokuskan diri pada khilafiyah internal sesama umat Islam.

Ahad (20/11/2011), warga Nahdliyin Bekasi menggelar tabligh akbar bertema “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi” di Masjid Nurul Ikhwan Perumnas III Bekasi.

Sesuai undangan yang disebarkan, seharusnya acara tersebut digelar sejak pukul 12.00 WIB, dengan menampilkan tiga pembicara utama: Drs Ansyad Mbai (Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT), KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU) dan Drs Muhammad Bukhori Maulana MA (Ketua Lembaga Bahsul Masail FOSWAN).

Namun hingga acara diakhiri Ansyad Mbai tak nampak hadir dengan berbagai alasan. Sementara Said Aqil Sirajd datang sangat terlambat beberapa jam, baru tiba di lokasi usai shalat ashar.

Sebagai pengisi waktu menunggu datangnya Said Aqil Siradj, maka acara dari zuhur hingga ashar diisi sepenuhnya oleh para ustadz lokal dari FOSWAN.

Setelah diawali dengan istighasah, Ketua Umum FOSWAN, Zainal Akifin menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya, ia menuduh bahwa Salafi Wahabi sudah mencaci Ahlussunnah sejak zaman Rasulullah SAW.

“Berabad-abad semenjak zaman Rasulullah, sahabat, para tabi’in, para imam, para ulama, para wali, sampai pada detik sore hari ini mereka terus menerus menyebarkan hujatan kepada Ahlus sunnah wal jamaah,” kecamnya di hadapan ratusan jamaah Nahdiyin yang hadir.

Beberapa jamaah yang memahami sejarah, tentu mengernyitkan dahi, karena selama ini tudingan terhadap adanya gerakan Wahabi selalu dinisbatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang baru lahir tahun 1115 H (1701 M). Klaim adanya gerakan Salafi Wahabi pada zaman Rasulullah SAW tentunya membingungkan.

Zainal Akifin juga menuding Salafi Wahabi sebagai gerakan yang  seenaknya memalsukan hadits, mengafirkan orang lain di luar kelompoknya dan menghalalkan darah kaum muslimin. Karenanya, ia menegaskan bahwa warga Nahdliyin harus memboikot dan tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada umat Islam yang mereka tuduh sebagai kaum Salafi Wahabi. “Tidak ada kata toleransi kepada mereka, sama seperti mereka tidak ada toleransi kepada kita. Dan tidak ada kata-kata kita bersama dengan mereka karena mereka juga tidak pernah mau bersama dengan kita,” tegasnya.

Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan bedah buku berjudul “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” terbitan FOSWAN. Dalam prolognya  moderator acara tersebut mengungkapkan bahwa buku ini diterbitkan karena selama ini anak-anak SDIT tidak mau cium tangan karena sudah didoktrin oleh kelompok Salafi Wahabi bahwa cium tangan adalah musyrik.

“Siapa bilang mencium tangan musyrik, kalau kita lihat anak-anak kita terutama yang belajar di SDIT-SDIT itu cium tangannya sudah berubah tetapi cium jidat ini karena hasutan atau pengaruh dari kelompok-kelompok tersebut yang seolah-olah mencium tangan itu musyrik.” ungkapnya.

Sayangnya, moderator sama sekali tidak menyebutkan kasus tersebut terjadi di SDIT mana, dan ustadz siapa yang menghasut itu. Dalam buku “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” juga tidak menyebutkan data apapun tentang SDIT Salafi Wahabi yang dituding menghasut itu.

Seharusnya, sebagai buku ilmiah, penulis memaparkan siapa yang dibantahnya, dan apa dalil yang dipergunakan lawan. Jika tidak ada data  apapun, lantas berani menyimpulkan kelompok lain menghasut, maka pembaca dan audien malah bertanya-tanya, siapa yang menghasut? Jangan-jangan ada provokator berteriak penghasut! [taz, ahmed widad]

BACA BERITA TERKAIT:

  1. Tragedi Kiyai Nahdiyin: Hujat Salafi dengan Data Palsu dan Fitnah!
  2. Aneh! Forum Nahdiyin Mengais Pendapat Liberal untuk Serang Salafi
  3. Melongok Forum Nahdiyin: Parade Caci Maki terhadap Ulama, Salafi dan PKS
  4. Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Hanya bermodal mesin jahit, Ummu Zakiya harus berjuang sendiri menafkahi dan menyekolahkan ketiga putrinya. Suaminya ditangkap Densus dengan tuduhan anggota Mujahidin Indonesia Barat...

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Dai muda asal Aceh ini tidak bisa berdakwah lagi. Ia hanya bisa terbaring di ICU karena komplikasi jantung bocor, gangguan liver dan ginjal. Anak didik dan jamaah merindukan kehadirannya...

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Setelah dirawat inap sepuluh hari, bayi Nabil Mujahid diizinkan pulang karena sudah sehat. Biaya persalinan dan pengobatan sebesar Rp 12.716.492,- dilunasi dari infaq para donatur IDC...

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Setelah opname selama 5 hari, Ikrimah diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Total tagihan Rp 12.876.045,- dilunasi dari infaq donatur IDC....

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...

Latest News


Must Read!
X