Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
29.530 views

Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

BEKASI (voa-islam.com) – Maraknya pemurtadan berkedok rentenir dan kristenisasi di Bekasi yang mengincar ribuan siswa SD Negeri dan SD Islam di Bekasi, tak membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam FOSWAN (Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin) bertindak. Mereka lebih memfokuskan diri pada khilafiyah internal sesama umat Islam.

Ahad (20/11/2011), warga Nahdliyin Bekasi menggelar tabligh akbar bertema “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi” di Masjid Nurul Ikhwan Perumnas III Bekasi.

Sesuai undangan yang disebarkan, seharusnya acara tersebut digelar sejak pukul 12.00 WIB, dengan menampilkan tiga pembicara utama: Drs Ansyad Mbai (Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT), KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU) dan Drs Muhammad Bukhori Maulana MA (Ketua Lembaga Bahsul Masail FOSWAN).

Namun hingga acara diakhiri Ansyad Mbai tak nampak hadir dengan berbagai alasan. Sementara Said Aqil Sirajd datang sangat terlambat beberapa jam, baru tiba di lokasi usai shalat ashar.

Sebagai pengisi waktu menunggu datangnya Said Aqil Siradj, maka acara dari zuhur hingga ashar diisi sepenuhnya oleh para ustadz lokal dari FOSWAN.

Setelah diawali dengan istighasah, Ketua Umum FOSWAN, Zainal Akifin menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya, ia menuduh bahwa Salafi Wahabi sudah mencaci Ahlussunnah sejak zaman Rasulullah SAW.

“Berabad-abad semenjak zaman Rasulullah, sahabat, para tabi’in, para imam, para ulama, para wali, sampai pada detik sore hari ini mereka terus menerus menyebarkan hujatan kepada Ahlus sunnah wal jamaah,” kecamnya di hadapan ratusan jamaah Nahdiyin yang hadir.

Beberapa jamaah yang memahami sejarah, tentu mengernyitkan dahi, karena selama ini tudingan terhadap adanya gerakan Wahabi selalu dinisbatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang baru lahir tahun 1115 H (1701 M). Klaim adanya gerakan Salafi Wahabi pada zaman Rasulullah SAW tentunya membingungkan.

Zainal Akifin juga menuding Salafi Wahabi sebagai gerakan yang  seenaknya memalsukan hadits, mengafirkan orang lain di luar kelompoknya dan menghalalkan darah kaum muslimin. Karenanya, ia menegaskan bahwa warga Nahdliyin harus memboikot dan tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada umat Islam yang mereka tuduh sebagai kaum Salafi Wahabi. “Tidak ada kata toleransi kepada mereka, sama seperti mereka tidak ada toleransi kepada kita. Dan tidak ada kata-kata kita bersama dengan mereka karena mereka juga tidak pernah mau bersama dengan kita,” tegasnya.

Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan bedah buku berjudul “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” terbitan FOSWAN. Dalam prolognya  moderator acara tersebut mengungkapkan bahwa buku ini diterbitkan karena selama ini anak-anak SDIT tidak mau cium tangan karena sudah didoktrin oleh kelompok Salafi Wahabi bahwa cium tangan adalah musyrik.

“Siapa bilang mencium tangan musyrik, kalau kita lihat anak-anak kita terutama yang belajar di SDIT-SDIT itu cium tangannya sudah berubah tetapi cium jidat ini karena hasutan atau pengaruh dari kelompok-kelompok tersebut yang seolah-olah mencium tangan itu musyrik.” ungkapnya.

Sayangnya, moderator sama sekali tidak menyebutkan kasus tersebut terjadi di SDIT mana, dan ustadz siapa yang menghasut itu. Dalam buku “Siapa Bilang Cium Tangan Itu Musyrik” juga tidak menyebutkan data apapun tentang SDIT Salafi Wahabi yang dituding menghasut itu.

Seharusnya, sebagai buku ilmiah, penulis memaparkan siapa yang dibantahnya, dan apa dalil yang dipergunakan lawan. Jika tidak ada data  apapun, lantas berani menyimpulkan kelompok lain menghasut, maka pembaca dan audien malah bertanya-tanya, siapa yang menghasut? Jangan-jangan ada provokator berteriak penghasut! [taz, ahmed widad]

BACA BERITA TERKAIT:

  1. Tragedi Kiyai Nahdiyin: Hujat Salafi dengan Data Palsu dan Fitnah!
  2. Aneh! Forum Nahdiyin Mengais Pendapat Liberal untuk Serang Salafi
  3. Melongok Forum Nahdiyin: Parade Caci Maki terhadap Ulama, Salafi dan PKS
  4. Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Hingga akhir hayatnya, ustadz Sanjaya Abdullah mengabdikan diri di jalan dakwah. Kini masa depan yatim Syifani dan Syafina yang masih SD, menjadi tanggungjawab kita hingga baligh...

Latest News
Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Sabtu, 06 Feb 2016 09:31

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Sabtu, 06 Feb 2016 09:29

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Sabtu, 06 Feb 2016 09:00

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Sabtu, 06 Feb 2016 08:45

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Sabtu, 06 Feb 2016 07:38

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Sabtu, 06 Feb 2016 07:25

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Jum'at, 05 Feb 2016 23:59

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Jum'at, 05 Feb 2016 22:59

Efektifkah Upaya Deradikalisasi Sejak Dini untuk Masa Depan Indonesia?

Efektifkah Upaya Deradikalisasi Sejak Dini untuk Masa Depan Indonesia?

Jum'at, 05 Feb 2016 21:33

Ekonomi Cina Maju, Ekonomi Indonesia Terpuruk karena Proyek Kereta Cepat

Ekonomi Cina Maju, Ekonomi Indonesia Terpuruk karena Proyek Kereta Cepat

Jum'at, 05 Feb 2016 20:59

Seorang Jenderal Pasukan Elit Syi'ah Iran Kembali Tumbang di Tangan Mujahidin di Aleppo Suriah

Seorang Jenderal Pasukan Elit Syi'ah Iran Kembali Tumbang di Tangan Mujahidin di Aleppo Suriah

Jum'at, 05 Feb 2016 20:15

TV Al-Manar Libanon Klaim Rezim Suriah Rebut Kembali Kota Ataman dari Pejuang Oposisi

TV Al-Manar Libanon Klaim Rezim Suriah Rebut Kembali Kota Ataman dari Pejuang Oposisi

Jum'at, 05 Feb 2016 19:35

Ini Tudingan BNPT ke Ustadz Abubakar Baasyir

Ini Tudingan BNPT ke Ustadz Abubakar Baasyir

Jum'at, 05 Feb 2016 18:59

Membumikan Ekonomi Islam

Membumikan Ekonomi Islam

Jum'at, 05 Feb 2016 17:35

Ini Tanggapan Ustadz Bachtiar Nasir ke Polemik Jilbab Halal

Ini Tanggapan Ustadz Bachtiar Nasir ke Polemik Jilbab Halal

Jum'at, 05 Feb 2016 17:07

Kelompok Islam yang Diciptakan untuk Membangkang NKRI Selalu Ditumpas

Kelompok Islam yang Diciptakan untuk Membangkang NKRI Selalu Ditumpas

Jum'at, 05 Feb 2016 16:59

Kedutaan Amerika Aktif Membantu Kaum LGBT Indonesia

Kedutaan Amerika Aktif Membantu Kaum LGBT Indonesia

Jum'at, 05 Feb 2016 15:21

Dewan Pers Mediasi Voa-islam dan Pagar Nusa Bandung

Dewan Pers Mediasi Voa-islam dan Pagar Nusa Bandung

Jum'at, 05 Feb 2016 14:08

Intelijen Jerman Terima 100 Informasi Tentang Keberadaan Pejuang IS Di Antara Para Pengungsi

Intelijen Jerman Terima 100 Informasi Tentang Keberadaan Pejuang IS Di Antara Para Pengungsi

Jum'at, 05 Feb 2016 10:45

Kalau Cinta Jangan Maksa, Karena Jodoh Tak Hendak Kemana

Kalau Cinta Jangan Maksa, Karena Jodoh Tak Hendak Kemana

Jum'at, 05 Feb 2016 10:27



Must Read!
X