Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
30.186 views

Keajaiban Kupang 1998: Misteri Lelaki Berjubah Putih Menunggang Kuda

Kupang (voa-islam) – Tidak ada media massa yang memberitakan keanehan yang terjadi pada saat peristiwa Kerusuhan Kupang 1998 yang lalu. Di tiga tempat yang berbeda, ketika kaum Muslimin yang minoritas itu dikepung oleh kaum Salibis, banyak mata yang menjadi saksi, saat melihat dari arah ketinggian, nampak lelaki berjubah putih yang sedang menunggang kuda dalam jumlah yang banyak. Subhanallah, tentara Allah betul-betul turun di Kupang ketika umat Islam dalam keadaan terjepit.

Seorang pemuda di Airmata, sebuah pemukiman Muslim di Kupang, menceritakan, tak sedikit masyarakat Kristen yang menyaksikan dari atas bukit. Mereka seolah-olah melihat, ada banyak kerumunan massa di Airmata. Percaya atau tidak, orang kafir itu melihat lelaki berjubah putih dan bersurban sedang menunggang kuda dalam jumlah yang besar. Lalu bergetarlah hati Masyarakat Kristen yang saat itu hendak menyerang kampung Muslim.

Rupanya keanehan itu tidak hanya terjadi Kampung Airmata, melainkan juga di Kampung Solor, sebuah pemukiman muslim di Kota Kupang. Kali ini orang kafir melihat anak-anak berjubah putih dalam jumlah yang besar seraya memegang kayu yang diayun-ayunkan. Maka bergetarlah hati kaum salibis yang ketika itu hendak membakar Kampung Solor.

Ketika voa-islam bersilaturahim ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Batakte, Kupang Barat, pimpinan pesantren tersebut juga menceritakan hal yang sama. Banyak mata yang menjadi saksi, yang saat itu melihat ada banyak anak kecil berjubah putih seraya memegang senjata tajam.

“Ketika itu pesantren didatangi kelompok massa Kristen sebanyak dua truk dengan menggunakan ikat kepala merah. Mereka bukan hanya memblokade jalan di Batakte, tapi juga bermaksud untuk membakar masjid di kompleks Hidayatullah. Alhamdulillah, Allah melindungi kami di sini. Kami ingat, santri yang hendak melalui blokade itu harus menyanyikan lagu-lagu Yesus atau gereja. Dengan terpaksa, santri itu menuruti kemauan mereka,” kenang Ustadz Usman Mamang, pimpinan Pesantren Hidayatullah Kupang, NTT.

Peristiwa Kupang 1998

Tanpa bermaksud membuka luka lama, perlu kiranya mengetahui latar belakang kejadian dan peristiwa kerusuhan Kupang tahun 1998. Bermula, dari acara perkabungan dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa Kristiani di Kupang yang tergabung dalam panitia Gemakristi sehubungan dengan peristiwa Ketapang Jakarta, berkembang menjadi aksi penutupan jalan raya.

Di sejumlah titik perkabungan di jalan-jalan dibangun blokade. Warga menyekat jalan antara lain dengan peti mati, salib berukuran besar, serta gambar Kristus bermahkota duri. Ini antara lain dapat disaksikan di depan Gereja Kota Kupang, dan beberapa lokasi di Jalan Soedirman, Kuanino.

Perkabungan ini berlangsung selama 24 jam, mulai Senin pukul 06.00 Wita. Perkabungan rencananya akan ditutup dengan kebaktian Oekumene, Selasa pagi di GOR Oepoi, Kupang. Upacara perkabungan diteruskan dengan pawai besar-besaran mengitari beberapa ruas jalan di Kota Kupang seperti Jalan Ahmad Yani-Merdeka, Urip Sumoharjo, Moh Hatta dan Sudirman Kuanino dan berbelok ke Jalan Pemuda-Jalan Cak Doko dan Jalan Lalamentik menuju ke Oebufu.Ketika itu semua kantor, pertokoan, dan pasar tutup. Kota Kupang sejak pagi Nampak lengang.

Kebanyakan warga kota dan daerah sekitarnya ambil bagian dalam aksi Gemakristi (Gerakan Perkabungan Umat Kristiani) sebagai wujud rasa solidaritas atas berbagai peristiwa, termasuk peristiwa Ketapang pekan lalu. Semua kendaraan angkutan penumpang dan barang dalam dan luar kota, berhenti beroperasi. Kantor pemerintah dan swasta, sekolah, pertokoan dan kios, tutup. Begitu juga pasar rakyat praktis lengang tanpa pengunjung.

Suasana berubah menjadi rusuh karena adanya sekelompok massa yang menyusup kedalam acara tersebut, telah memicu massa melakukan aksi pelemparan rumah ibadah/masjid dan pengrusakan terhadap beberapa rumah dan kantor serta tindak kerusuhan lainnya.

Kronologisnya, menurut data dari Departemen Pertahanan RI, tanggal 30 November 1998 pagi hari di kota Kupang dilaksanakan acara perkabungan nasional yang diawali dengan kegiatan membagi bunga di jalan-jalan protokol kepada setiap orang yang lewat kemudian berkembang menjadi penutupan/pemblokiran jalan-jalan raya.

Pukul 10.00 WITA tanggal 30 November 1998 suasana menjadi rusuh karena ada sekelompok massa dari luar kota menyusup kedalam acara tersebut. Saat melewati ruas jalan Oebufu, massa mulai melempari beberapa rumah, kios serta toko. Massa terus bergerak ke arah Jalan El Tari II menuju ke Penfui dan kembali memutar ke arah Oesapa.

Saat memasuki Jalan Adi Sucipto di kawasan Oesapa, beberapa rumah pengusaha yang berada di simpang tiga menjadi sasaran pelemparan sehingga kaca di bangunan itu berantakan. Hal yang sama juga terjadi di sekitar wilayah Oesapa Kecil. Beberapa kios dan bangunan serta sebuah sedan kacanya remuk dilempari batu.

Sekitar pukul 11.15 Wita, massa yang sudah tidak terkendali kembali lagi ke kota Kupang dan memasuki kawasan Kelurahan Solor. Di daerah ini juga terjadi saling lempar antara massa yang konvoi dengan warga setempat. Massa Kristen bahkan  melakukan aksi pelemparan Masjid Al Fatah di kelurahan Solor serta Masjid Raya di kelurahan Fontein. Aksi tersebut terhenti sementara karena turun hujan, namun kemudian berlanjut kembali dengan sasaran pengrusakan dan pembakaran terhadap rumah ibadah, rumah tinggal dan fasilitas umum.

Pada pukul 13.10 WITA tanggal 1 Desember 1998 massa melakukan pengrusakan terhadap kantor Hutan Tanaman Industri Kupang.Pihak aparat kemudian melakukan langkah-langkah untuk melokalisir peristiwa agar tidak meluas, mengadakan dialog dan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk menyelesaikan masalah.

Setelah terjadi aksi saling melempar di depan sebuah masjid, berita menyebar dengan cepat. Akibatnya ratusan pemuda dari berbagai penjuru berdatangan dan membalas provokasi, dan terjadilah saling lempar dengan warga di belakang kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Sekitar pukul 17.00 Wita, massa bergerak menuju kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, namun dihalau pasukan keamanan. Menurut informasi  hingga pukul 18.30 Wita, dua masjid dibakar yaitu di daerah sekitar Kolhua dan di Bakunase. Tiga lainnya dirusak, yaitu Masjid Raya Kupang, Masjid Attaqwa Naikoten, dan masjid di sekitar kantor Kodya Kupang.

Pembakaran lainnya menimpa Asrama Haji di Bilangan Oebufu, Kodya Kupang, sebagian bangunan Pasar Inpres Naikoten II, SMP dan SMA Muhammadiyah. Suasana kota hingga Senin malam mencekam. Warga kota terlihat saling curiga antara satu dengan yang lainnya. Mereka rata-rata membawa senjata tajam, pentungan dan lainnya.

Akibat kejadian tersebut, menimbulkan luka berat (2), luka ringan (25), kerusakan masjid/ mushola (9), rumah tinggal (44), kios/ toko (45), rumah makan (30), gedung sekolah (3), kendaraan roda 4 (14) dan roda dua (16) serta 3.962 penduduk mengungsi.

Kerusuhan pun meluas, aksi perkabungan nasional juga berlangsung di Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (70 Km sebelah Timur Kupang). Begitu lonceng gereja berbunyi, penduduk keluar rumah mengetuk tiang listrik dengan membawa parang, golok, dan benda tajam lainnya. Masjid dikepung, dirusak, dan dibakar. Rumah dan toko milik milik BBMJ (Bugis, Bone, Makasar, dan Jawa) yang muslim itu diobrak-abrik, dirusak dan dijarah massa Kristen. Hari tu, tak ada Media lokal yang memberitakan, sebab, informasi kan sudah dimonopoli nonmuslim.

Yang mengejutkan, saat menjadi penceramah dalam seminar yang digelar Universitas Nusa Cendana, Theo Syafei ketika itu (15 November 1998) mengatakan, kalau di Jawa orang bisa bakar gereja, kenapa kita di sini tak bisa bakar masjid. Tepuk tangan pun bergemuruh di kampus itu.

Kupang dan sekitarnya ibarat api dalam sekam, jika daerah lain yang disulut, maka akan berimbas ke Kupang. Ingat Kasus Ketapang di Jakarta, bara api itu sampai terbawa ke Kota Kupang. Hampir saja, kasus Temanggung, kembali menyulut di kota ini. Saat ini masyarakat Kupang pada umumnya, semakin dewasa, mereka tak mau lagi diprovokasi oleh pihak dan kelompok tertentu yang ingin Kupang membara dan berdarah-darah.  Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Hanya bermodal mesin jahit, Ummu Zakiya harus berjuang sendiri menafkahi dan menyekolahkan ketiga putrinya. Suaminya ditangkap Densus dengan tuduhan anggota Mujahidin Indonesia Barat...

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Setelah dirawat inap sepuluh hari, bayi Nabil Mujahid diizinkan pulang karena sudah sehat. Biaya persalinan dan pengobatan sebesar Rp 12.716.492,- dilunasi dari infaq para donatur IDC...

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Setelah opname selama 5 hari, Ikrimah diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Total tagihan Rp 12.876.045,- dilunasi dari infaq donatur IDC....

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Dai muda asal Aceh ini tidak bisa berdakwah lagi. Ia hanya bisa terbaring di ICU karena komplikasi jantung bocor, gangguan liver dan ginjal. Anak didik dan jamaah merindukan kehadirannya...

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...

Latest News


Must Read!
X