Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.649 views

Bangun Ruko di Pelataran Masjid, Pengembang Ingin Tutup Syi'ar Islam

BEKASI (voa-islam.com) - Perjuangan umat Islam di Perumahan Harapan Indah Bekasi untuk mempertahankan sepetak lahan parkir masjid Al Furqon yang diserobot pengembang untuk dibangun pusat pertokoan terus berlanjut. Padahal  empat tahun berjalan sejak 2008 kisruh lahan parkir seluas seribu meter  milik masjid AL Furqon yang menurut ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) sudah ditukar guling, tapi  pihak pengembang PT. HDP (Hasanah Damai Putra) tetap ngotot  bahwa lahan itu masih miliknya dan sampai hari ini belum mendapatkan solusi.

Menurut Imam masjid Al Furqon Ustadz Lukmanul Hakim, masalah ini bukan masalah bisnis semata tapi masalah syi’ar Islam yang terus dihalangi. Padahal Al Furqon cuma satu-satunya masjid berbanding empat puluh satu gereja  di Kota Harapan Indah Bekasi seluas lebih dari 2000 Hektar.

“Ini bukan masalah bisnis, tapi ini masalah syi'ar Islam,  kenapa? Karena ini satu-satunya masjid yang sentral yang berada di pinggir jalan yaitu masjid Al Furqon. Di sini banyak kemaksiatan, selain itu di sini (Perumahan Harapan Indah, red) ada lebih dari empat puluh satu titik gereja baik legal maupun ilegal kita tidak mengusik-usik, tapi kenapa kok ini masjid satu-satunya justru dipermasalahkan? Ini pun swadaya masyarakat.” Ungkapnya kepada voa-islam.com, Jum’at (9/12) sore di teras Masjid Jami’ Al Furqon.

Ironisnya berbeda dengan pembangunan gereja yang tumbuh subur tanpa hambatan, menurut Ustadz Lukman pihak pengembang PT. Hasanah Damai Putra (HDP) selalu mempermasalahkan umat Islam yang hendak mendirikan rumah ibadah meskipun itu adalah mushalla-mushalla kecil.

“Jadi yang di pinggir jalan masjid cuma ini saja, di dalam memang ada mushalla-mushalla kecil  tapi setiap membangun mushalla itu selalu ribut dulu, selalu rusuh dulu, maka saya katakan ini (PT. HDP) manajemen rusuh. Kenapa demikian? Karena memang kalau mau bikin mushalla ribut dulu; mau mendirikan mushalla Baitul Husna ribut dulu, mushalla Al Alif juga ribut dulu, rusuh dulu baru mereka sadar. Padahal mereka bukan mau bikin masjid tapi mushalla kecil-kecilan tapi ribut dulu, kalau tidak ribut dulu tidak selesai, itulah PT. HDP.” Jelasnya.

Ia juga mengeluhkan berlarut-larutnya permasalahan sengketa halaman parkir masjid Jami’ Al Furqon yang sampai saat ini belum mendapatkan titik temu.

“Kalau bicara Al Furqon, masjid ini paling lama sudah empat tahun, coba bayangkan! sebenarnya sudah lelah saya. Kenapa mereka selalu mau menutup syi’ar ini? Umat Islam baru mau berkembang sedikit di sini dijatuhkan, kemudian ditutup syi’arnya.” Keluhnya.

Imam masjid Al Furqon ini pun menyatakan bahwa pihak DKM sebenarnya siap untuk membayar  tanah seluas seribu meter yang menjadi lahan parkir masjid namun sayangnya pihak PT. HDP tetap tidak mau.

“Kalau bicara bisnis, dua ribu hektar lebih dikelola PT. HDP itu, halaman parkir itu tidak ada apa-apanya, cuma seribu meter. Padahal kalau diungkit lagi pun kita siap bayarin tapi mereka tidak mau dan berkali-kali kita ingin bertemu dengan owner PT. HDP selalu tidak bisa” tutupnya. (Ahmed Widad)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X