Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.292 views

Umat Islam Bekasi Siap Bersatu 'Ganyang' Preman Salibis Ambon

BEKASI (voa-islam.com) – Setelah bertahun-tahun dizalimi para preman Ambon, akhirnya warga Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi yang mayoritas Betawi Muslim bangkit. Umat Islam Bekasi siap 'ganyang' premanisme kelompok preman Ambon.

Setelah teror fisik di rumah Haji Dasuki, tokoh Islam setempat, ratusan warga yang didukung massa dari berbagai daerah, melakukan aksi siaga satu dengan berjaga-jaga menghunus golok, samurai, pedang, parang, celurit, besi, pentungan dan benda-benda lainnya sejak Senin sore (26/12/2011) hingga Selasa dinihari (27/12/2011).

Pak Haji Dasuki adalah tokoh yang jadi panutan warga setempat. Di masjid, tokoh Betawi ini dipercaya umat sebagai Penasihat Masjid Jami’ Al-Abror yang memiliki majelis taklim tiap malam Jum’at. Istri Haji Dasuki pun seorang panutan di kalangan ibu-ibu,  menjabat sebagai ketua pengajian majelis taklim kaum ibu Masjid Jami’ Al-Abror.

Ternyata, keresahan warga terhadap preman Ambon itu bukan karena penganiayaan keluarga Haji Dasuki semata, tapi selama bertahun-tahun warga menjadi objek penzaliman premanisme.

“Mereka bikin ulah kagak ada habis-habisnya. Ama yang lain mungkin kagak pernah ada reaksi. Tapi mungkin gak pernah ada muncul begini, tapi karena kali ini menimpa keluarga saya, jadilah masalah ini besar kayak begini,” ujar Haji Dasuki di rumahnya, Selasa dinihari (27/12/2011).

Pernyataan tokoh warga itu diaminkan oleh warga setempat. “Memang mereka itu sudah kebiasaan pak, sering malak-malak warung di sini. Mereka juga sering mukul-mukul orang tanpa sebab. Makanya mashyarakat sini sudah muak dengan mereka-mereka itu,” ujar Jamaluddin, tokoh pemuda setempat.

Karenanya, ketua RW setempat bisa memaklumi puncak amarah warga terhadap premanisme kelompok Ambon.  “Aksi warga ini spontanitas. Karena ini kampung kita kan. Ya ini harga diri lah,” kata Abidin Husein, Ketua RW 16.

Menurut Ustadz Syamduddin Uba yang sudah bertahun-tahun membina warga dan remaja, para murid ngajinya sering jadi bulang-bulanan aksi premanisme Ambon. “Saya punya binaan di Masjid Al-Iman dan Baitul Muttaqin. Murid-murid saya sering dizalimi. Pernah suatu ketika, murid-murid saya habis pengajian mau membeli konsumsi untuk jamaah pengajian. Tanpa sebab apapun, di perjalanan mereka diserang oleh tiga orang Ambon kafir itu. Murid-murid saya lari pulang hingga konsumsi yang dibeli pun berantakan,” papar Ustadz Syam, sapaan akrabnya.

Bahkan, lanjut Ustadz Syam, anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) juga tak luput dari aksi premanisme. “Para preman Ambon itu menakut-nakuti anak-anak agar tidak berani lagi mengaji di TPA. Anak-anak ngaji yang lewat depan posko Ambon itu digertakin ‘mati lo!’ Anak-anak jadi takut mengaji karena mentalnya jatuh. Mereka menangis dan mengadu ke bapaknya tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya kekuatan,” papar Ketua Bidang Dakwah Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) itu.

Binaan pengajian di masjid perumahan Titian, juga mengalami pemalakan setiap hari. Setiap orang yang lewat dipalak. “Makanya warga minta supaya Bekasi dikosongkan dari preman Ambon. Mereka melakukan pemalakan terus. Memang itulah watak mereka,” ujar Ustadz Syam. “Di mana-mana mereka merusak orang. Karena perut mereka penuh dengan makanan haram, misalnya babi. Makanan-makanan haram itu yang bikin watak mereka rusak,” jelasnya.

Menyikapi kesepakatan damai antara kelompok John Key dengan Haji Dasuki, Ustadz Syam menegaskan bahwa umat Islam bisa menerima kesepakatan damai itu. Tapi jika pihak preman Ambon mengingkari, maka warga Muslim Bekasi siap berjihad. “Menurut Islam, kalau mereka jual ya kita beli. Islam tidak bicara teritorial wilayah. Di mana pun umat Islam dizalimi, maka berlakulah ayat ‘innamal mukminuna ikhwah’ (setiap mukmin bersaudara) dan ‘wata’awanu ‘alal birri wattaqwa’ (saling tolong menolong). Ini panggilan akidah, bukan panggilan kepentingan,” terangnya.

Senada itu, Ustadz Syamsuddin Garis menjelaskan bahwa reaksi umat pada malam itu adalah solidaritas sesama Muslim. “Aksi ini bukan hanya lokal, tapi solidaritas sesama Muslim. Karena selama ini yang diganggu preman Ambon bukan hanya Pak Haji Dasuki, tapi semua warga yang notabene adalah Muslim,” papar Ketua Umum Gabungan Remaja Islam Bekasi (GARIS) itu.

Syamduddin menegaskan, bahwa aksi siaga satu malam itu adalah puncak reaksi masyarakat Muslim yang sudah bertahun-tahun dizalimi preman Ambon tanpa bisa berbuat apa-apa. “Mereka orang-orang lemah tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada keberanaian. Pada hari ini yang diganggu preman Ambon adalah tokoh Muslim. Maka semua warga bergerak karena hari ini adalah puncak kemarahan warga. Semua warga kumpul dan marah terhadap Ambon-Ambon kafir itu. Keputusan semua warga, semua preman Ambon itu angkat kaki dari Bekasi. Bersihkan Bekasi dari preman Ambon,” jelasnya.

Selama ini, tutur Syamsuddin, ketika ada kasus, warga didamaikan dengan para preman oleh polisi. Lalu mereka berbuat ulah lagi. Bahkan dua bulan sebelum insiden teror di rumah Haji Dasuki, para preman Ambon melakukan pelecehan terhadap seorang akhwat aktivis pengajian. “Dua bulan lalu, anak muslimah sini jilbabnya ditarik dan kemudian ditampar oleh preman Ambon kafir itu,” ujarnya geram.

Syamduddin mengimbau, agar  konflik antar etnis yang bernuansa SARA bisa dihindarkan dari Bekasi, para preman Ambon harus tahu diri sebagai pendatang dan mengakhiri kezaliman terhadap warga setempat. “Di Maluku yang mayoritas kafir, mereka sudah sangat kurang ajar menzalimi kita. Di sini mereka minoritas juga berani kurang ajar kepada kita. Maka hal ini harus ada akhirnya, jangan terulang-ulang lagi,” kecam mantan pengurus FPI Bekasi Raya itu. [taz]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Latest News
Ustadz Bey

Ustadz Bey "Pendeta Islam" Naik Haji

Kamis, 24 Aug 2017 09:29

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Kamis, 24 Aug 2017 06:45

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Kamis, 24 Aug 2017 00:14

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Rabu, 23 Aug 2017 22:01

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Rabu, 23 Aug 2017 21:43

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Rabu, 23 Aug 2017 21:33

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Rabu, 23 Aug 2017 20:43

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Rabu, 23 Aug 2017 19:49

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Rabu, 23 Aug 2017 19:30

Indonesia Berpotensi Diatur-atur oleh Negara Lain karena Banyak Utang

Indonesia Berpotensi Diatur-atur oleh Negara Lain karena Banyak Utang

Rabu, 23 Aug 2017 18:49

Buka Rute ke Indonesia, Vietjet Air Jamin Pramugarinya Tak Berbikini Saat di Pesawat

Buka Rute ke Indonesia, Vietjet Air Jamin Pramugarinya Tak Berbikini Saat di Pesawat

Rabu, 23 Aug 2017 18:24

Meikarta dan Politik Kepentingan Pengusaha

Meikarta dan Politik Kepentingan Pengusaha

Rabu, 23 Aug 2017 18:03

Negara Acapkali Terima Bantuan (Utang), Gerindra: Apa Benar Bangsa Kita Melarat?

Negara Acapkali Terima Bantuan (Utang), Gerindra: Apa Benar Bangsa Kita Melarat?

Rabu, 23 Aug 2017 17:49

Sekjen PKV Kunjungi Indonesia, FAUIB Magelang: Hati-hati Ada Upaya Mengubah Haluan Negara

Sekjen PKV Kunjungi Indonesia, FAUIB Magelang: Hati-hati Ada Upaya Mengubah Haluan Negara

Rabu, 23 Aug 2017 17:36

Luncurkan PayTren Academy, Ustadz Yusuf Mansur Inginkan Mitra PayTren Berpendidikan Minimanl S2

Luncurkan PayTren Academy, Ustadz Yusuf Mansur Inginkan Mitra PayTren Berpendidikan Minimanl S2

Rabu, 23 Aug 2017 17:01

Jimly: PT Jangan Hambat Demokrasi dan Konsolidasi

Jimly: PT Jangan Hambat Demokrasi dan Konsolidasi

Rabu, 23 Aug 2017 16:49

Pemerintahan Trump Putus Bantuan Keuangan untuk Mesir

Pemerintahan Trump Putus Bantuan Keuangan untuk Mesir

Rabu, 23 Aug 2017 16:35

Pihak Berwenang Saudi Tangkap Remaja Pelaku Peludah Al-Qur'an

Pihak Berwenang Saudi Tangkap Remaja Pelaku Peludah Al-Qur'an

Rabu, 23 Aug 2017 14:15

Sel Militan Terkait Serangan di Barcelona Rencanakan Pemboman yang Lebih Besar

Sel Militan Terkait Serangan di Barcelona Rencanakan Pemboman yang Lebih Besar

Rabu, 23 Aug 2017 12:45

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Rabu, 23 Aug 2017 11:28


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X