Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.601 views

Umat Islam Bekasi Siap Bersatu 'Ganyang' Preman Salibis Ambon

BEKASI (voa-islam.com) – Setelah bertahun-tahun dizalimi para preman Ambon, akhirnya warga Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi yang mayoritas Betawi Muslim bangkit. Umat Islam Bekasi siap 'ganyang' premanisme kelompok preman Ambon.

Setelah teror fisik di rumah Haji Dasuki, tokoh Islam setempat, ratusan warga yang didukung massa dari berbagai daerah, melakukan aksi siaga satu dengan berjaga-jaga menghunus golok, samurai, pedang, parang, celurit, besi, pentungan dan benda-benda lainnya sejak Senin sore (26/12/2011) hingga Selasa dinihari (27/12/2011).

Pak Haji Dasuki adalah tokoh yang jadi panutan warga setempat. Di masjid, tokoh Betawi ini dipercaya umat sebagai Penasihat Masjid Jami’ Al-Abror yang memiliki majelis taklim tiap malam Jum’at. Istri Haji Dasuki pun seorang panutan di kalangan ibu-ibu,  menjabat sebagai ketua pengajian majelis taklim kaum ibu Masjid Jami’ Al-Abror.

Ternyata, keresahan warga terhadap preman Ambon itu bukan karena penganiayaan keluarga Haji Dasuki semata, tapi selama bertahun-tahun warga menjadi objek penzaliman premanisme.

“Mereka bikin ulah kagak ada habis-habisnya. Ama yang lain mungkin kagak pernah ada reaksi. Tapi mungkin gak pernah ada muncul begini, tapi karena kali ini menimpa keluarga saya, jadilah masalah ini besar kayak begini,” ujar Haji Dasuki di rumahnya, Selasa dinihari (27/12/2011).

Pernyataan tokoh warga itu diaminkan oleh warga setempat. “Memang mereka itu sudah kebiasaan pak, sering malak-malak warung di sini. Mereka juga sering mukul-mukul orang tanpa sebab. Makanya mashyarakat sini sudah muak dengan mereka-mereka itu,” ujar Jamaluddin, tokoh pemuda setempat.

Karenanya, ketua RW setempat bisa memaklumi puncak amarah warga terhadap premanisme kelompok Ambon.  “Aksi warga ini spontanitas. Karena ini kampung kita kan. Ya ini harga diri lah,” kata Abidin Husein, Ketua RW 16.

Menurut Ustadz Syamduddin Uba yang sudah bertahun-tahun membina warga dan remaja, para murid ngajinya sering jadi bulang-bulanan aksi premanisme Ambon. “Saya punya binaan di Masjid Al-Iman dan Baitul Muttaqin. Murid-murid saya sering dizalimi. Pernah suatu ketika, murid-murid saya habis pengajian mau membeli konsumsi untuk jamaah pengajian. Tanpa sebab apapun, di perjalanan mereka diserang oleh tiga orang Ambon kafir itu. Murid-murid saya lari pulang hingga konsumsi yang dibeli pun berantakan,” papar Ustadz Syam, sapaan akrabnya.

Bahkan, lanjut Ustadz Syam, anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) juga tak luput dari aksi premanisme. “Para preman Ambon itu menakut-nakuti anak-anak agar tidak berani lagi mengaji di TPA. Anak-anak ngaji yang lewat depan posko Ambon itu digertakin ‘mati lo!’ Anak-anak jadi takut mengaji karena mentalnya jatuh. Mereka menangis dan mengadu ke bapaknya tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya kekuatan,” papar Ketua Bidang Dakwah Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) itu.

Binaan pengajian di masjid perumahan Titian, juga mengalami pemalakan setiap hari. Setiap orang yang lewat dipalak. “Makanya warga minta supaya Bekasi dikosongkan dari preman Ambon. Mereka melakukan pemalakan terus. Memang itulah watak mereka,” ujar Ustadz Syam. “Di mana-mana mereka merusak orang. Karena perut mereka penuh dengan makanan haram, misalnya babi. Makanan-makanan haram itu yang bikin watak mereka rusak,” jelasnya.

Menyikapi kesepakatan damai antara kelompok John Key dengan Haji Dasuki, Ustadz Syam menegaskan bahwa umat Islam bisa menerima kesepakatan damai itu. Tapi jika pihak preman Ambon mengingkari, maka warga Muslim Bekasi siap berjihad. “Menurut Islam, kalau mereka jual ya kita beli. Islam tidak bicara teritorial wilayah. Di mana pun umat Islam dizalimi, maka berlakulah ayat ‘innamal mukminuna ikhwah’ (setiap mukmin bersaudara) dan ‘wata’awanu ‘alal birri wattaqwa’ (saling tolong menolong). Ini panggilan akidah, bukan panggilan kepentingan,” terangnya.

Senada itu, Ustadz Syamsuddin Garis menjelaskan bahwa reaksi umat pada malam itu adalah solidaritas sesama Muslim. “Aksi ini bukan hanya lokal, tapi solidaritas sesama Muslim. Karena selama ini yang diganggu preman Ambon bukan hanya Pak Haji Dasuki, tapi semua warga yang notabene adalah Muslim,” papar Ketua Umum Gabungan Remaja Islam Bekasi (GARIS) itu.

Syamduddin menegaskan, bahwa aksi siaga satu malam itu adalah puncak reaksi masyarakat Muslim yang sudah bertahun-tahun dizalimi preman Ambon tanpa bisa berbuat apa-apa. “Mereka orang-orang lemah tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada keberanaian. Pada hari ini yang diganggu preman Ambon adalah tokoh Muslim. Maka semua warga bergerak karena hari ini adalah puncak kemarahan warga. Semua warga kumpul dan marah terhadap Ambon-Ambon kafir itu. Keputusan semua warga, semua preman Ambon itu angkat kaki dari Bekasi. Bersihkan Bekasi dari preman Ambon,” jelasnya.

Selama ini, tutur Syamsuddin, ketika ada kasus, warga didamaikan dengan para preman oleh polisi. Lalu mereka berbuat ulah lagi. Bahkan dua bulan sebelum insiden teror di rumah Haji Dasuki, para preman Ambon melakukan pelecehan terhadap seorang akhwat aktivis pengajian. “Dua bulan lalu, anak muslimah sini jilbabnya ditarik dan kemudian ditampar oleh preman Ambon kafir itu,” ujarnya geram.

Syamduddin mengimbau, agar  konflik antar etnis yang bernuansa SARA bisa dihindarkan dari Bekasi, para preman Ambon harus tahu diri sebagai pendatang dan mengakhiri kezaliman terhadap warga setempat. “Di Maluku yang mayoritas kafir, mereka sudah sangat kurang ajar menzalimi kita. Di sini mereka minoritas juga berani kurang ajar kepada kita. Maka hal ini harus ada akhirnya, jangan terulang-ulang lagi,” kecam mantan pengurus FPI Bekasi Raya itu. [taz]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Lidah Fauzan sobek 2 cm karena terjatuh dari sepeda. Harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Ayahnya mujahid aktivis nahi munkar dan dakwah tauhid waljihad sedang kesulitan ekonomi....

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Bocah ini tersiram air teh mendidih hingga 50 persen tubuhnya melepuh. Selama 6 hari ia hanya dirawat di rumah hingga lukanya membusuk....

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Amanah donasi 3,5 juta rupiah sudah disalurkan untuk biaya pengobatan Sofia. Balita malang ini bisa melanjutkan pengobatan hydrocephalus, tapi masih butuh bantuan pengobatan rutin...

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan,  Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan, Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Sepekan usai operasi persalinan caesar, Ummi Keysan dan bayinya membaik dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit. Amanah bantuan dari donatur IDC telah diserahkan. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Latest News
Radikalisme Muncul karena Adanya Ketidakadilan

Radikalisme Muncul karena Adanya Ketidakadilan

Kamis, 27 Apr 2017 19:40

Forjim: Rekomendasi Rand Corporation Digunakan untuk Benturkan Sesama Ormas Islam

Forjim: Rekomendasi Rand Corporation Digunakan untuk Benturkan Sesama Ormas Islam

Kamis, 27 Apr 2017 18:01

40 Persen TPQ di Solo Tidak Aktif, Manajemen Harus Diperbaiki

40 Persen TPQ di Solo Tidak Aktif, Manajemen Harus Diperbaiki

Kamis, 27 Apr 2017 16:30

9000 Anggota Kepolisian Turki Diskors Karena Terkait Fetullah Gulen

9000 Anggota Kepolisian Turki Diskors Karena Terkait Fetullah Gulen

Kamis, 27 Apr 2017 16:00

Waktunya Bersatu (Harokah Islam)

Waktunya Bersatu (Harokah Islam)

Kamis, 27 Apr 2017 15:27

Analis: AS Bersiap untuk Berperang dengan Korea Utara

Analis: AS Bersiap untuk Berperang dengan Korea Utara

Kamis, 27 Apr 2017 14:30

Menggugat Panji Rasul

Menggugat Panji Rasul

Kamis, 27 Apr 2017 14:15

Hati-hati dengan Ikhtilat

Hati-hati dengan Ikhtilat

Kamis, 27 Apr 2017 14:04

Dugaan JPU Kasus Ahok Tidak Independen, Komjak Diminta Keluarkan Rekomendasi kepada Jokowi

Dugaan JPU Kasus Ahok Tidak Independen, Komjak Diminta Keluarkan Rekomendasi kepada Jokowi

Kamis, 27 Apr 2017 12:15

Analis tentang Referandum Turki

Analis tentang Referandum Turki

Kamis, 27 Apr 2017 11:43

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Kamis, 27 Apr 2017 09:45

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Kamis, 27 Apr 2017 09:37

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Kamis, 27 Apr 2017 09:05

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Kamis, 27 Apr 2017 08:35

Sekulerisme Bukan Solusi

Sekulerisme Bukan Solusi

Kamis, 27 Apr 2017 08:06

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

Kamis, 27 Apr 2017 06:12

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Kamis, 27 Apr 2017 06:01

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Kamis, 27 Apr 2017 05:57

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Kamis, 27 Apr 2017 05:07

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Kamis, 27 Apr 2017 04:53


Mukena bordir mewar harga murah
Must Read!
X

Selasa, 25/04/2017 23:28

Efek Negatif Minuman Bersoda bagi Otak