Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.866 views

Pawai Damai, Upaya Salah Kaprah Untuk Ciptakan Perdamaian di Ambon

AMBON, MALUKU (voa-islam.com) - Kota Ambon, Maluku, yang dalam empat bulan terakhir ini sering dilanda konflik yang melibatkan dua komunitas, Muslim dan Kristen tidak juga kunjung aman. Kejadian sekecil apapun akan menyulut kembali bibit-bibit permusuhan yang memang sudah tertanam sejak lama.

Bentrokkan massa yang kerap terjadi tidak jarang memakan korban jiwa dan harta benda. Kerusuhan dalam skala besar yang mungkin bisa terjadi masih tetap menghantui masyarakat. Hal tersebut semakin diperparah dengan banyaknya teror dan provokasi yang dilakukan oleh pihak Kristen untuk kembali menyulut api peperangan dengan kaum Muslimin.

Tidak adanya upaya yang serius dan tepat dari aparat keamanan dan pemerintah setempat telah menciptakan api dalam sekam di tengah-tengah masyarakat, sehingga sangat besar kemungkinan peristiwa bentrokkan antara dua komunitas tersebut akan terulang kembali.

Berbagai upaya dari aparat keamanan dan pemerintah daerah selama ini tidak pernah efektif untuk menghentikan konflik karena tidak pernah menyentuh pada akar permasalahan dan tidak komperehensif.

Salah satu upaya "konyol" yang digagas oleh aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk menciptakan perdamaian di Ambon adalah acara yang bertajuk "Pawai Damai" yang dilaksanakan pada Jum'at 30 Desember 2011.

Pada keterangan pers hari Kamis (29/12/2011) Kapolres pulau Ambon dan Pulau Lease AKBP Suhawiryono mengatakan bahwa pawai damai nantinya akan diikuti oleh Walikota Ambon Richard Louhenapesy, Muspida kota Ambon, MUI kota Ambon, GPM (Gereja Protestan Maluku) Sinode Ambon, Keuskupan Amboina, tokoh agama, tokoh pemuda, Kepala Pemuda sekota Ambon, OKP (Organisasi Kepemudaan), ormas dan LSM.

Tujuan dari pawai ini adalah membawa pesan perdamaian melalui spanduk dan himbauan langsung menggunakan mobil dinas Infokom.

Rencananya acara pawai tersebut akan bertolak dari Mapolres pulau Ambon dan pulau Lease pada pukul 15.00 WIT, namun berdasarkan pemantauan Voa-Islam, pawai itu sendiri baru di mulai sekitar pukul 17.45 WIT.

Dilihat dari peserta pawai maka kegiatan yang bertajuk " pawai damai" untuk sebuah hajatan kota dikategorikan sepi dari peminat. Sebab jumlah masyarakat yang terlibat hanya berkisar seratusan orang sedangkan yang lain berasal dari pejabat daerah, anggota TNI dan Polri.

Pesan damai diserukan melalui pengeras suara oleh anggota Polwan dan seorang pegawai pemkot. Himbauan damai juga diserukan melalui spanduk yang diarak menggunakan mobil mengelilingi kota Ambon.

Upaya menciptakan perdamaian dengan kegiatan pawai seperti itu jelas tidak efektif dan terkesan konyol. Karena bagaimana mungkin akan tercipta perdamaian jika pokok persoalan yang menyebabkan konflik tidak diselesaikan secara tuntas.

Seperti telah diketahui oleh masyarakat secara umum bahwa konflik antara warga Muslim dan warga Kristen di kota Ambon jilid 3 berawal dari kasus pembunuhan secara keji terhadap tukang ojek Muslim bernama Darfin Saiman di gunung Nona (kampung Kristen). Kasus pembunuhan ini kemudian direkayasa oleh kepolisian sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal.

Rekayasa inilah yang menyulut kemarahan kaum Muslimin yang berujung pada bentrokkan antara dua komunitas dan berlanjut menjadi kerusuhan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Akibat kerusuhan pada 11 September 2011 tersebut ratusan rumah milik warga Muslim di kampung Waringin hangus terbakar, 8 orang warga Muslim tewas dan seratus orang lebih menderita luka parah.

Peristiwa 11 September ternyata bukan akhir dari konflik di Ambon, sebab setelah itu timbul bentrok-bentrok susulan akibat provokasi yang dilakukan pihak salibis dengan menyerang pemukiman Muslim. Hal ini tentunya memperparah luka kaum Muslimin yang memang belum sembuh.

Karenanya upaya damai apapun ketika tidak menyentuh akar permasalahan dan memenuhi rasa keadilan semua pihak bisa dipastikan hanya akan sia-sia saja. Seharusnya upaya perdamaian dimulai dengan tindakkan penegakkan hukum yang adil dan transparan terhadap para pelaku kerusuhan dan para penggerak massanya.

Polisi harus memulai dengan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Darfin Saiman di Gunung Nona. Kemudian menangkap pelaku penyerangan kampung Muslim Waringin dan para aktor intelektualnya. Polisi juga harus menangkap pelaku penyerangan Jalan Baru dan Kampung Muslim Amaci (Air Mata Cina) yang terjadi pada beberapa pekan lalu.

Para pelaku kerusuhan dari kalangan salibis yang melakukan teror dan penyerangan di beberapa tempat tersebut harus ditindak dan dihukum dengan adil.

Jika aparat keamanan mampu melakukan hal tersebut bersamaan dengan rehabilitasi terhadap para korban kerusuhan, dari berbagai sisi, oleh pemerintah daerah secara komperehensif, barangkali itu akan bisa menjadi solusi untuk menghentikan konflik.

Pawai damai yang telah dilaksanakan pada akhirnya hanya akan seperti menggarami air laut atau laksana menegakkan benang basah. Karena luka yang diderita oleh kaum muslimin yang menjadi korban kerusuhan tidak akan sembuh hanya dengan pawai. (AF)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Kebiadaban Israel Berlanjut dengan Mencekik Anak Palestina

Kebiadaban Israel Berlanjut dengan Mencekik Anak Palestina

Senin, 31 Aug 2015 23:55

Fokus Pencitraan, Presiden Diminta Turun dari Kursinya

Fokus Pencitraan, Presiden Diminta Turun dari Kursinya

Senin, 31 Aug 2015 23:50

Ekonomi Memprihatinkan, Mantan Panglima TNI: Tetap Waspada

Ekonomi Memprihatinkan, Mantan Panglima TNI: Tetap Waspada

Senin, 31 Aug 2015 23:45

TNI-Polisi Bentrok (lagi), Menpan: Memalukan, Memalukan!

TNI-Polisi Bentrok (lagi), Menpan: Memalukan, Memalukan!

Senin, 31 Aug 2015 23:15

Pernyataan Sering Membingungkan, Presiden Diminta Tidak Ikut Campur

Pernyataan Sering Membingungkan, Presiden Diminta Tidak Ikut Campur

Senin, 31 Aug 2015 22:45

Ahok Rugikan Pemprov DKI Jakarta Rp. 800 Miliar, Bukan Rp. 191 Miliar

Ahok Rugikan Pemprov DKI Jakarta Rp. 800 Miliar, Bukan Rp. 191 Miliar

Senin, 31 Aug 2015 22:30

Ubah Adzan: Lebih Baik Sholat daripada Facebook-an, Pria Dihukum

Ubah Adzan: Lebih Baik Sholat daripada Facebook-an, Pria Dihukum

Senin, 31 Aug 2015 22:15

Polri Terkesan Main-main dan Tidak Profesional Menegakkan Hukum

Polri Terkesan Main-main dan Tidak Profesional Menegakkan Hukum

Senin, 31 Aug 2015 21:15

Rihlah: Menyusuri Keindahan Toledo di Andalusia, Spanyol

Rihlah: Menyusuri Keindahan Toledo di Andalusia, Spanyol

Senin, 31 Aug 2015 19:07

Laut Tercemar Akibat Reklamasi Teluk Jakarta, DPR RI akan Panggil Ahok

Laut Tercemar Akibat Reklamasi Teluk Jakarta, DPR RI akan Panggil Ahok

Senin, 31 Aug 2015 18:45

Operasi Gabungan Akan Segera Bebaskan Yaman dari Syi'ah Houthi

Operasi Gabungan Akan Segera Bebaskan Yaman dari Syi'ah Houthi

Senin, 31 Aug 2015 18:15

Jokowi Biarkan Buruh Cina Membludak, Ratusan Ribu Buruh Indonesia DiPHK

Jokowi Biarkan Buruh Cina Membludak, Ratusan Ribu Buruh Indonesia DiPHK

Senin, 31 Aug 2015 18:13

Ke Indonesia, Porsi Terbesar Investasi Dipegang oleh China

Ke Indonesia, Porsi Terbesar Investasi Dipegang oleh China

Senin, 31 Aug 2015 17:45

Polisi Buru Wanita Thailand  yang Dituduh Terlibat Pemboman Kuil Erawan

Polisi Buru Wanita Thailand yang Dituduh Terlibat Pemboman Kuil Erawan

Senin, 31 Aug 2015 17:30

Anggota Dewan Akui Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan Masyarakat

Anggota Dewan Akui Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan Masyarakat

Senin, 31 Aug 2015 16:45

YLBHI : Demi Kepentingan  Asing Jokowi Menenggelamkan Rakyatnya

YLBHI : Demi Kepentingan Asing Jokowi Menenggelamkan Rakyatnya

Senin, 31 Aug 2015 15:50

Said  Iqbal : 45 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Long March Menuju Istana

Said Iqbal : 45 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Long March Menuju Istana

Senin, 31 Aug 2015 15:23

JK: Gejolak Poso, Ambon, dan Aceh Hasil dari Ketidakadilan

JK: Gejolak Poso, Ambon, dan Aceh Hasil dari Ketidakadilan

Senin, 31 Aug 2015 14:45

Myanmar Larang Partai-Partai Politik Kritik Tentara Burma dalam Kampanye Pemilu

Myanmar Larang Partai-Partai Politik Kritik Tentara Burma dalam Kampanye Pemilu

Senin, 31 Aug 2015 14:43

Ditengah Krisis Ekonomi Indonesia, Direktur IMF Lagarde ke Jakarta Bertemu Jokowi

Ditengah Krisis Ekonomi Indonesia, Direktur IMF Lagarde ke Jakarta Bertemu Jokowi

Senin, 31 Aug 2015 10:42



Must Read!
X