Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.796 views

Pawai Damai, Upaya Salah Kaprah Untuk Ciptakan Perdamaian di Ambon

AMBON, MALUKU (voa-islam.com) - Kota Ambon, Maluku, yang dalam empat bulan terakhir ini sering dilanda konflik yang melibatkan dua komunitas, Muslim dan Kristen tidak juga kunjung aman. Kejadian sekecil apapun akan menyulut kembali bibit-bibit permusuhan yang memang sudah tertanam sejak lama.

Bentrokkan massa yang kerap terjadi tidak jarang memakan korban jiwa dan harta benda. Kerusuhan dalam skala besar yang mungkin bisa terjadi masih tetap menghantui masyarakat. Hal tersebut semakin diperparah dengan banyaknya teror dan provokasi yang dilakukan oleh pihak Kristen untuk kembali menyulut api peperangan dengan kaum Muslimin.

Tidak adanya upaya yang serius dan tepat dari aparat keamanan dan pemerintah setempat telah menciptakan api dalam sekam di tengah-tengah masyarakat, sehingga sangat besar kemungkinan peristiwa bentrokkan antara dua komunitas tersebut akan terulang kembali.

Berbagai upaya dari aparat keamanan dan pemerintah daerah selama ini tidak pernah efektif untuk menghentikan konflik karena tidak pernah menyentuh pada akar permasalahan dan tidak komperehensif.

Salah satu upaya "konyol" yang digagas oleh aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk menciptakan perdamaian di Ambon adalah acara yang bertajuk "Pawai Damai" yang dilaksanakan pada Jum'at 30 Desember 2011.

Pada keterangan pers hari Kamis (29/12/2011) Kapolres pulau Ambon dan Pulau Lease AKBP Suhawiryono mengatakan bahwa pawai damai nantinya akan diikuti oleh Walikota Ambon Richard Louhenapesy, Muspida kota Ambon, MUI kota Ambon, GPM (Gereja Protestan Maluku) Sinode Ambon, Keuskupan Amboina, tokoh agama, tokoh pemuda, Kepala Pemuda sekota Ambon, OKP (Organisasi Kepemudaan), ormas dan LSM.

Tujuan dari pawai ini adalah membawa pesan perdamaian melalui spanduk dan himbauan langsung menggunakan mobil dinas Infokom.

Rencananya acara pawai tersebut akan bertolak dari Mapolres pulau Ambon dan pulau Lease pada pukul 15.00 WIT, namun berdasarkan pemantauan Voa-Islam, pawai itu sendiri baru di mulai sekitar pukul 17.45 WIT.

Dilihat dari peserta pawai maka kegiatan yang bertajuk " pawai damai" untuk sebuah hajatan kota dikategorikan sepi dari peminat. Sebab jumlah masyarakat yang terlibat hanya berkisar seratusan orang sedangkan yang lain berasal dari pejabat daerah, anggota TNI dan Polri.

Pesan damai diserukan melalui pengeras suara oleh anggota Polwan dan seorang pegawai pemkot. Himbauan damai juga diserukan melalui spanduk yang diarak menggunakan mobil mengelilingi kota Ambon.

Upaya menciptakan perdamaian dengan kegiatan pawai seperti itu jelas tidak efektif dan terkesan konyol. Karena bagaimana mungkin akan tercipta perdamaian jika pokok persoalan yang menyebabkan konflik tidak diselesaikan secara tuntas.

Seperti telah diketahui oleh masyarakat secara umum bahwa konflik antara warga Muslim dan warga Kristen di kota Ambon jilid 3 berawal dari kasus pembunuhan secara keji terhadap tukang ojek Muslim bernama Darfin Saiman di gunung Nona (kampung Kristen). Kasus pembunuhan ini kemudian direkayasa oleh kepolisian sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal.

Rekayasa inilah yang menyulut kemarahan kaum Muslimin yang berujung pada bentrokkan antara dua komunitas dan berlanjut menjadi kerusuhan yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Akibat kerusuhan pada 11 September 2011 tersebut ratusan rumah milik warga Muslim di kampung Waringin hangus terbakar, 8 orang warga Muslim tewas dan seratus orang lebih menderita luka parah.

Peristiwa 11 September ternyata bukan akhir dari konflik di Ambon, sebab setelah itu timbul bentrok-bentrok susulan akibat provokasi yang dilakukan pihak salibis dengan menyerang pemukiman Muslim. Hal ini tentunya memperparah luka kaum Muslimin yang memang belum sembuh.

Karenanya upaya damai apapun ketika tidak menyentuh akar permasalahan dan memenuhi rasa keadilan semua pihak bisa dipastikan hanya akan sia-sia saja. Seharusnya upaya perdamaian dimulai dengan tindakkan penegakkan hukum yang adil dan transparan terhadap para pelaku kerusuhan dan para penggerak massanya.

Polisi harus memulai dengan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Darfin Saiman di Gunung Nona. Kemudian menangkap pelaku penyerangan kampung Muslim Waringin dan para aktor intelektualnya. Polisi juga harus menangkap pelaku penyerangan Jalan Baru dan Kampung Muslim Amaci (Air Mata Cina) yang terjadi pada beberapa pekan lalu.

Para pelaku kerusuhan dari kalangan salibis yang melakukan teror dan penyerangan di beberapa tempat tersebut harus ditindak dan dihukum dengan adil.

Jika aparat keamanan mampu melakukan hal tersebut bersamaan dengan rehabilitasi terhadap para korban kerusuhan, dari berbagai sisi, oleh pemerintah daerah secara komperehensif, barangkali itu akan bisa menjadi solusi untuk menghentikan konflik.

Pawai damai yang telah dilaksanakan pada akhirnya hanya akan seperti menggarami air laut atau laksana menegakkan benang basah. Karena luka yang diderita oleh kaum muslimin yang menjadi korban kerusuhan tidak akan sembuh hanya dengan pawai. (AF)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Alhamdulillah, 1.800 Buku Panduan Ramadhan Sudah Bagikan, Stok Habis Sedang Dicetak Ulang

Buku Panduan Ramadhan yang dibagikan Program Sedekah Buku ludes habis. Buku sedang proses cetak ulang....

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Ibunda Dua Yatim Mujahid ini Butuh Rp 35 Juta untuk Melunasi Biaya Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Seluruh hidupnya diinfakkan untuk Islam. Kedua anak yatimnya dilepas berjihad. Ia aktif membantu pendanaan beberapa pesantren. Saat ini butuh bantuan Rp 35 juta untuk biaya rumah sakit....

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Mahasiswi Penghafal Al-Qur'an 15 Juz Butuh Dana Rp 6 Juta untuk Menyusun Skripsi. Ayo Bantu!!!

Untuk mengejar cita-cita menjadi ahli tafsir, mahasiswi Indonesia ini kuliah jurusan Al-Qur'an dan Hadits. Saat ini sedang menyusun skripsi butuh dana 3.000 Dirham (sekitar Rp 6 Juta)....

Latest News
Terulangnya Masa Kaum Nabi Luth yang Ingkar di Amerika Serikat

Terulangnya Masa Kaum Nabi Luth yang Ingkar di Amerika Serikat

Rabu, 01 Jul 2015 12:30

Kekerasan pada Perempuan & Anak Hasil dari Lemahnya Hukum di Indonesia

Kekerasan pada Perempuan & Anak Hasil dari Lemahnya Hukum di Indonesia

Rabu, 01 Jul 2015 11:50

Tatkala Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?

Tatkala Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?

Rabu, 01 Jul 2015 11:48

Misteri Rekaman Kriminalisasi KPK

Misteri Rekaman Kriminalisasi KPK

Rabu, 01 Jul 2015 11:30

Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Rabu, 01 Jul 2015 11:15

Terbuka Hidayah Setelah Masuk dalam Penjara!

Terbuka Hidayah Setelah Masuk dalam Penjara!

Rabu, 01 Jul 2015 11:14

Sri Mulyani Calon Kuat Menteri Keuangan

Sri Mulyani Calon Kuat Menteri Keuangan

Rabu, 01 Jul 2015 11:00

Yunani Bangkrut, dan Uni Eropa Akan Ikut Bangkrut

Yunani Bangkrut, dan Uni Eropa Akan Ikut Bangkrut

Rabu, 01 Jul 2015 10:52

Tak Ada yang Profesional, Syafii Maarif Minta Jokowi Reshuffle Menterinya

Tak Ada yang Profesional, Syafii Maarif Minta Jokowi Reshuffle Menterinya

Rabu, 01 Jul 2015 10:51

Nurcholis Mengaku Sudah Menikahkan 638 Pasangan Beda Agama

Nurcholis Mengaku Sudah Menikahkan 638 Pasangan Beda Agama

Rabu, 01 Jul 2015 10:12

Anak-Anak Muda yang Menemukan dan Memilih Jalan Kematian

Anak-Anak Muda yang Menemukan dan Memilih Jalan Kematian

Rabu, 01 Jul 2015 09:55

Hebat! Brigadir Syahputra Bergabung Dengan ISIS dan Gugur di Suriah

Hebat! Brigadir Syahputra Bergabung Dengan ISIS dan Gugur di Suriah

Rabu, 01 Jul 2015 08:23

Siapa Sejatinya yang Tidak Becus Menterinya atau Presidennya?

Siapa Sejatinya yang Tidak Becus Menterinya atau Presidennya?

Rabu, 01 Jul 2015 08:06

ISIS Ancam Gulingkan Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza

ISIS Ancam Gulingkan Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza

Rabu, 01 Jul 2015 07:45

 Sekolah-sekolah Kristen di Kenya Menjadi Alat Pemurtadan  Muslim

Sekolah-sekolah Kristen di Kenya Menjadi Alat Pemurtadan Muslim

Rabu, 01 Jul 2015 07:15

Pendukung Al-Qaidah Yaman Serang Penjara di Kota Taiz, Bebaskan Lebih 1200 Tahanan

Pendukung Al-Qaidah Yaman Serang Penjara di Kota Taiz, Bebaskan Lebih 1200 Tahanan

Rabu, 01 Jul 2015 07:00

Kematian Hisham Barakat, al-Sisi Akan Melaksanakan Darurat Militer di Mesir

Kematian Hisham Barakat, al-Sisi Akan Melaksanakan Darurat Militer di Mesir

Rabu, 01 Jul 2015 06:40

Ular, Senjata Baru Mujahid Palestina Hadapi Israel

Ular, Senjata Baru Mujahid Palestina Hadapi Israel

Rabu, 01 Jul 2015 06:12

Meningkat 500 Persen, Muslim Papua Nugini Perdalam Islam di Jayapura

Meningkat 500 Persen, Muslim Papua Nugini Perdalam Islam di Jayapura

Rabu, 01 Jul 2015 05:53

Kapuspen TNI: 79 jenasah korban Hercules telah dievakuasi

Kapuspen TNI: 79 jenasah korban Hercules telah dievakuasi

Rabu, 01 Jul 2015 05:50



Must Read!
X