Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.612 views

Rhoma Irama Temui Habib Rizieq, Tabayun Kasus Palangkaraya-Kalteng

JAKARTA (VoA-Islam) - Kemarin, Rabu (22/2) sore, sekitar pukul 16.30, Raja Dangdut Haji Rhoma Irama yang mengatasnamakan Fahmi Tamami (Forum  Silaturahmi Ta`mir Masjid dan Mushola Indonesia) menyambangi markaz Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) di Jl.Petamburan III, Jakarta-Pusat, untuk mengkonfirmasi peristiwa penyerbuan masyarakat Dayak terhadap empat pimpinan FPI Pusat di Bandara Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ba’da Asyar, Rhoma diterima langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab.

Dalam kunjungannya itu, Rhoma selaku  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Fahmi Tamami didampingi oleh Sekjennya, Lutfi. Sementara itu, dari pihak FPI hadir beberapa petinggi FPI, diantaranya: Habib Muhsin Al Attas, Habib Salim alias Habib Selon, KH. Misbahul Anam, Ustadz Maman Suryadi, dan sebagainya.

Maksud kedatangan Raja Dangdut yang juga pendakwah ke markaz FPI, seperti dikatakan Rhoma adalah untuk meminta penjelasan secara akurat terkait insiden yang terjadi di Bandara Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Rencananya, penjelasan Habib Rizieq kepada Fahmi Tamami yang dipimpin oleh H. Rhoma,  akan disampaikan dalam pertemuan Forum Ulama dan Habib Betawi di Jakarta, Ahad (26/2) besok, ba’da Dzuhur di kediaman mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi,untuk dicarikan solusi dan penyelesaiannya.

"Fahmi Tamami bersama Forum Ulama dan Habib Betawi concern terhadap kasus FPI. Adapun agenda dalam pertemuan nanti, akan dibahas kronologis evaluasi,  solusi bersama dan sekaligus mempertahankan eksistensi FPI. Mengingat banyak tangan-tangan dari luar untuk ikut campur dengan memanfaatkan situasi, lalu mendesak agar FPI dibubarkan. Kita berkomitmen untuk mencari solusi yang terbaik," kata Rhoma yang sore itu mengenakan pakaian hitam-hitam.

Teras Narang Gerah

Dalam kesempatan itu Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab kembali menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi di Palangka Raya. Menurut Habib, ada tiga faktor penyebab kenapa terjadi gerakan penolakan FPI di Palangka Raya.

Pertama, dalam dua tahun terakhir ini, dakwah FPI di Kalteng semakin intensif, dimana dakwah FPI masuk ke kantong-kantong muslim, khususnya di Kota Sampit. Dakwah tersebut membuahkan hasil, dimana rekan-rekan FPI telah  menyatukan berbagai ragam suku di Sampit dan berbegai daerah, sehingga mereka tidak bertikai, khususnya antara Dayak Muslim, Madura, Bugis, dan Makasar, yang populasinya cukup banyak. Tak dipungkiri, hubungan antara etnis Madura dan Dayak sangat tidak harmonis. Justru kehadiran FPI disana,  mencoba untuk merajut kedua etnis itu, dan Alhamdulillah berhasil.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menjelaskan, saat pilkada lalu, FPI menggerakan dan mengusung satu calon muslim untuk bertarung melawan Teras Narang, Cagub Kalteng yang kini terpilih sebagai Gubernur Kalteng. Ketika itu upaya sudah maksimal, berhasil menyatukan berbagai kompenen, termasuk bersatunya partai Islam.

Satu minggu sebelum pendaftaran calon kepala daearah ditutup, terjadi pengkhinatan yang dilakukan oleh oknum partai Golkar disana, dalam hal ini wakil ketuanya. Padahal yang akan didukung partai Islam di sana adalah Ketua Golkar. Namun, karena wakil ketua Golkar diiming-imingi oleh Partai Demokrat untuk memilih Cagub diluar partainya.

Dengan demikian, Cagub dari Muslim ada dua calon. Sehingga saat pilkada, suara umat Islam terpecah, kemudian kalah. Padahal selisih kekalahan itu hanya tiga persen saja.  “Kalau suara itu tidak dipecah kita sudah menanag pilkada, dan Teras Narang sudah tidak berkuasa lagi,” kata Habib.

Ada rentetan peristiwa, sebelum penyerbuan gerombolan preman yang mengatasnamakan masyarakat Dayak terjadi. Kenapa Teras Narang begitu benci dengan kehadiran FPI di Kalteng.

Menurut Habib,  FPI melakukan gerakan dakwah di berbagai daerah di Kalteng untuk tujuan dakwah, ekonomi dan politik. Walaupun FPI sebenarya bukan partai politik, tapi apa yang dilakukan ditujukan untuk kepentingan umat Islam. Hal itu membuat Teras Narang sangat gerah dengan langkah-langkah FPI. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Pemimpin Al-Qaidah Desak Warga Mesir Gulingkan Pemerintah Mereka

Pemimpin Al-Qaidah Desak Warga Mesir Gulingkan Pemerintah Mereka

Ahad, 18 Feb 2018 15:05

Direktur Intelijen Nasional AS: Islamic State Tetap Sebuah Ancaman

Direktur Intelijen Nasional AS: Islamic State Tetap Sebuah Ancaman

Ahad, 18 Feb 2018 13:45

Libanon Paksa Mahasiswa Asal Suriah Jauhi Perempuan Libanon Selama Masa Studi

Libanon Paksa Mahasiswa Asal Suriah Jauhi Perempuan Libanon Selama Masa Studi

Ahad, 18 Feb 2018 12:00

ACTA Pertanyakan Dasar Hukum PK Ahok yang Viral

ACTA Pertanyakan Dasar Hukum PK Ahok yang Viral

Ahad, 18 Feb 2018 11:31

Jet dan Tank Tempur Israel Serang 6 Lokasi di Jalur Gaza yang Dikuasai Hamas

Jet dan Tank Tempur Israel Serang 6 Lokasi di Jalur Gaza yang Dikuasai Hamas

Ahad, 18 Feb 2018 10:44

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Sabtu, 17 Feb 2018 21:55

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Sabtu, 17 Feb 2018 21:38

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Sabtu, 17 Feb 2018 20:25

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Sabtu, 17 Feb 2018 14:13

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Sabtu, 17 Feb 2018 13:13

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Sabtu, 17 Feb 2018 12:36

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Sabtu, 17 Feb 2018 10:35

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

Sabtu, 17 Feb 2018 09:25

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Jum'at, 16 Feb 2018 21:45

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Jum'at, 16 Feb 2018 21:30

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Jum'at, 16 Feb 2018 21:05

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

Jum'at, 16 Feb 2018 18:40

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Jum'at, 16 Feb 2018 15:45

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Jum'at, 16 Feb 2018 14:37

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Jum'at, 16 Feb 2018 11:32


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X