Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
11.862 views

Rhoma Irama Temui Habib Rizieq, Tabayun Kasus Palangkaraya-Kalteng

JAKARTA (VoA-Islam) - Kemarin, Rabu (22/2) sore, sekitar pukul 16.30, Raja Dangdut Haji Rhoma Irama yang mengatasnamakan Fahmi Tamami (Forum  Silaturahmi Ta`mir Masjid dan Mushola Indonesia) menyambangi markaz Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) di Jl.Petamburan III, Jakarta-Pusat, untuk mengkonfirmasi peristiwa penyerbuan masyarakat Dayak terhadap empat pimpinan FPI Pusat di Bandara Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ba’da Asyar, Rhoma diterima langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab.

Dalam kunjungannya itu, Rhoma selaku  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Fahmi Tamami didampingi oleh Sekjennya, Lutfi. Sementara itu, dari pihak FPI hadir beberapa petinggi FPI, diantaranya: Habib Muhsin Al Attas, Habib Salim alias Habib Selon, KH. Misbahul Anam, Ustadz Maman Suryadi, dan sebagainya.

Maksud kedatangan Raja Dangdut yang juga pendakwah ke markaz FPI, seperti dikatakan Rhoma adalah untuk meminta penjelasan secara akurat terkait insiden yang terjadi di Bandara Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Rencananya, penjelasan Habib Rizieq kepada Fahmi Tamami yang dipimpin oleh H. Rhoma,  akan disampaikan dalam pertemuan Forum Ulama dan Habib Betawi di Jakarta, Ahad (26/2) besok, ba’da Dzuhur di kediaman mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi,untuk dicarikan solusi dan penyelesaiannya.

"Fahmi Tamami bersama Forum Ulama dan Habib Betawi concern terhadap kasus FPI. Adapun agenda dalam pertemuan nanti, akan dibahas kronologis evaluasi,  solusi bersama dan sekaligus mempertahankan eksistensi FPI. Mengingat banyak tangan-tangan dari luar untuk ikut campur dengan memanfaatkan situasi, lalu mendesak agar FPI dibubarkan. Kita berkomitmen untuk mencari solusi yang terbaik," kata Rhoma yang sore itu mengenakan pakaian hitam-hitam.

Teras Narang Gerah

Dalam kesempatan itu Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab kembali menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi di Palangka Raya. Menurut Habib, ada tiga faktor penyebab kenapa terjadi gerakan penolakan FPI di Palangka Raya.

Pertama, dalam dua tahun terakhir ini, dakwah FPI di Kalteng semakin intensif, dimana dakwah FPI masuk ke kantong-kantong muslim, khususnya di Kota Sampit. Dakwah tersebut membuahkan hasil, dimana rekan-rekan FPI telah  menyatukan berbagai ragam suku di Sampit dan berbegai daerah, sehingga mereka tidak bertikai, khususnya antara Dayak Muslim, Madura, Bugis, dan Makasar, yang populasinya cukup banyak. Tak dipungkiri, hubungan antara etnis Madura dan Dayak sangat tidak harmonis. Justru kehadiran FPI disana,  mencoba untuk merajut kedua etnis itu, dan Alhamdulillah berhasil.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menjelaskan, saat pilkada lalu, FPI menggerakan dan mengusung satu calon muslim untuk bertarung melawan Teras Narang, Cagub Kalteng yang kini terpilih sebagai Gubernur Kalteng. Ketika itu upaya sudah maksimal, berhasil menyatukan berbagai kompenen, termasuk bersatunya partai Islam.

Satu minggu sebelum pendaftaran calon kepala daearah ditutup, terjadi pengkhinatan yang dilakukan oleh oknum partai Golkar disana, dalam hal ini wakil ketuanya. Padahal yang akan didukung partai Islam di sana adalah Ketua Golkar. Namun, karena wakil ketua Golkar diiming-imingi oleh Partai Demokrat untuk memilih Cagub diluar partainya.

Dengan demikian, Cagub dari Muslim ada dua calon. Sehingga saat pilkada, suara umat Islam terpecah, kemudian kalah. Padahal selisih kekalahan itu hanya tiga persen saja.  “Kalau suara itu tidak dipecah kita sudah menanag pilkada, dan Teras Narang sudah tidak berkuasa lagi,” kata Habib.

Ada rentetan peristiwa, sebelum penyerbuan gerombolan preman yang mengatasnamakan masyarakat Dayak terjadi. Kenapa Teras Narang begitu benci dengan kehadiran FPI di Kalteng.

Menurut Habib,  FPI melakukan gerakan dakwah di berbagai daerah di Kalteng untuk tujuan dakwah, ekonomi dan politik. Walaupun FPI sebenarya bukan partai politik, tapi apa yang dilakukan ditujukan untuk kepentingan umat Islam. Hal itu membuat Teras Narang sangat gerah dengan langkah-langkah FPI. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Hingga akhir hayatnya, ustadz Sanjaya Abdullah mengabdikan diri di jalan dakwah. Kini masa depan yatim Syifani dan Syafina yang masih SD, menjadi tanggungjawab kita hingga baligh...

Latest News
Komandan Lapangan Hizbullat LibanonTewas dalam Pertempuran di Desa Syi'ah Suriah

Komandan Lapangan Hizbullat LibanonTewas dalam Pertempuran di Desa Syi'ah Suriah

Ahad, 07 Feb 2016 09:45

Sosok Ibu Dimasa Kini; Oh Ibu...

Sosok Ibu Dimasa Kini; Oh Ibu...

Ahad, 07 Feb 2016 08:04

Melaksanakan Aqiqah di Hari ke 14 & 21, Bolehkah?

Melaksanakan Aqiqah di Hari ke 14 & 21, Bolehkah?

Sabtu, 06 Feb 2016 23:41

Disebut BNPT Pendukung Terorisme, Pesantren Darusy Syahadah: Menurut Kemenag Kami Tidak Ada Masalah

Disebut BNPT Pendukung Terorisme, Pesantren Darusy Syahadah: Menurut Kemenag Kami Tidak Ada Masalah

Sabtu, 06 Feb 2016 22:30

Jika Head to Head dengan Ahok, Yusril Bersedia Maju Cagub

Jika Head to Head dengan Ahok, Yusril Bersedia Maju Cagub

Sabtu, 06 Feb 2016 21:48

Fenomena Kriminalisasi terhadap Aktivis, Pemerintah Diminta Kooperatif

Fenomena Kriminalisasi terhadap Aktivis, Pemerintah Diminta Kooperatif

Sabtu, 06 Feb 2016 21:29

PAN Siap Dukung Yusril sebagai Cagub DKI Jakarta

PAN Siap Dukung Yusril sebagai Cagub DKI Jakarta

Sabtu, 06 Feb 2016 20:46

Dalam 2 Hari 24 Tentara Syi'ah Iran Tewas dalam Pertempuran Melawan Mujahidin di Aleppo

Dalam 2 Hari 24 Tentara Syi'ah Iran Tewas dalam Pertempuran Melawan Mujahidin di Aleppo

Sabtu, 06 Feb 2016 20:45

Tiga Peneliti Jepang Datang ke Aceh Utara Meneliti Pengungsi Rohingya

Tiga Peneliti Jepang Datang ke Aceh Utara Meneliti Pengungsi Rohingya

Sabtu, 06 Feb 2016 20:20

Palestina Buka Kedutaan Besar di Brazil

Palestina Buka Kedutaan Besar di Brazil

Sabtu, 06 Feb 2016 20:05

Rezim Jokowi-JK, Rezim Kriminalisasi?

Rezim Jokowi-JK, Rezim Kriminalisasi?

Sabtu, 06 Feb 2016 19:29

KPAI Sebut Tayangan Sinetron Banyak Ajarkan Kekerasan pada Anak

KPAI Sebut Tayangan Sinetron Banyak Ajarkan Kekerasan pada Anak

Sabtu, 06 Feb 2016 18:59

Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Sabtu, 06 Feb 2016 17:51

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

Sabtu, 06 Feb 2016 17:48

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

Sabtu, 06 Feb 2016 17:29

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Sabtu, 06 Feb 2016 16:35

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Sabtu, 06 Feb 2016 14:59

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Sabtu, 06 Feb 2016 14:29

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Sabtu, 06 Feb 2016 13:29

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Sabtu, 06 Feb 2016 13:08



Must Read!
X