Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.919 views

Ketika FPI Menjadi Martir & Sasaran Kebencian Kaum Fasik Liberal

JAKARTA (VoA-Islam) – Tak bosan-bosannya kaum liberal melempar stigmatisasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Setiap kali ada aksi menghadang kemungkaran, kaum liberal langsung “menunjuk hidung”, seolah hanya FPI satu-satunya yang memerangi kemaksiatan. FPI pun dikebiiri dan didesak terus menerus untuk dibubarkan hingga akar-akarnya. 

Untuk kasus penolakan Lady Gaga misalnya, FPI bukanlah yang pertama menyerukan penolakan atas kehadirannya penyanyi asal Amerika Serikat itu untuk melakukan konser di Indonesia. Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang budaya KH. Cholil Ridwan telah menyatakan haram menonton pertunjukkan konser pemuja setan itu.

Bukan hanya FPI yang bergerak melakukan penolakan. Tapi ada sejumlah ormas dan komunitas lain yang memiliki sikap yang sama, seperti Forum Umat Islam (FUI), GUMAM, MIUMI, Indonesia Tanpa JIL# dan sebagainya. Menariknya, dalam sebuah polling yang dilakukan TV One,  tentang pertanyaan Setujukan anda polisi melarang konser Lady Gaga? Ternyata, 70,23% menyatakan setuju, 26,86% tidak setuju, 2,91% tidak tahu. Hasil survey juga menyebutkan, 75,77% tidak menonton Lady Gaga, 18,09% menonton, dan 6,14% tidak tahu.

Begitu juga saat warga Pasar Minggu memprotes kehadiran Irshad Manji, lagi-lagi kaum liberal menuding FPI satu-satunya ormas Islam yang dianggap sebagai “pengganggu”.

Masih segar dalam ingatan, ketika para pimpinan FPI melakukan kunjungan dakwah ke Kalimantan, kaum fasik liberal mengusung kampanye “Indonesia Damai Tanpa FPI” di Bunderan HI . Meski yang melakukan kekerasan itu adalah masyarakat dayak itu sendiri, yang berupaya melakukan pembunuhan.

Kaum liberal kerap mengklaim, bahwa mereka seolah mewakili masyarakat Indonesia, bahkan atas nama keberagaman. Padahal, jika melihat massa yang berkumpul hanya segelintir saja, bisa dihitung dengan jari.

Beberapa hari kemudian, FUI menggelar aksi “Indonesia Tanpa Liberal” di tempat yang sama. Tapi konyolnya, sebuah media online seperti detik.com dan tempo interaktif memberitakan, massa itu hanya berjumlah puluhan saja. Dari sisi ini, media sekuler tersebut tidak objektif, bahkan terkesan tendensius melihat fakta yang ada di lapangan.

FPI Tempat Pengaduan

Dalam catatan Voa-Islam, tak dipungkiri, Posko FPI di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap didatangi masyarakat untuk melakukan pengaduan. Mulai dari kasus Mesuji, gereja liar, kristenisasi, perjudian,  miras hingga pelarangan jilbab terhadap muslimah di Rumah Sakit di bilangan Pluit Jakarta Utara.

Ketika ditanya, kenapa harus mengadu ke FPI? Kebanyakan masyarakat beralasan, karena kemana lagi mereka harus mengadu. Ormas Besar seperti NU dan Muhammadiyah terkesan tak mau melayani, jika ada persoalan yang menyangkut SARA dan bernuasakan politik. NU lebih memilih diam, bahkan telah memposisikan dirinya sebagai ormas pluralism yang lebih nyaman membela tirani minoritas. 

Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh FPI dalam persoalan hukum, tapi setidaknya ada keseriusan untuk membela kaum yang lemah. Ketika ormas-ormas Islam besar itu memble dan tak berdaya, tampillah FPI sebagai pembela. Harus diakui, FPI kerap pasang badan ketika yang dihadapi adalah kelompok yang memiliki kekuatan modal, bahkan senjata.

Ketika polisi tak bisa mengatasi problema social di tengah masyarakat, FPI mampu mengambil alih untuk itu. Seorang Ustadz Arifin Ilham, pimpinan majelis zikir Az-Zikra sampai mengatakan dalam aku Facebooknya, "Biarlah Arifin menanam padi, dan FPI menjaga tikusnya."

Tatkala terjadi kebuntuan dalam menyelesaikan masalah, adakalanya gesekan-gesekan itu tak bisa dihindari, bahkan bisa menimbulkan benturan yang tajam diantara kedua belah pihak yang berseteru.

Pada akhirnya, FPI terkesan tampil sendiri, padahal banyak umat Islam yang menaruh simpati atas perjuangan FPI selama ini. Yang pasti FPI tidak sendiri. FPI hanyalah martir-martir yang tak peduli dengan celaan orang yang mencela. FPI tidak gusar dengan stigmatisasi yang selalu digemboskan oleh kaum fasik liberal. FPI punya prinsip sendiri dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Bagi seorang mujahid, dibunuh syahid, dipenjara uzlah, dibuang tamasya.

Semoga Allah melindungi para pejuang FPI yang tak lelah menyadarkan kaum pendosa. Semoga Allah mengistiqomahkan laskar-laskar FPI yang rela dirinya menjadi martir-martir pembela Islam. Desastian

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Refleksi 2017: Rezim Represif terhadap Gerakan dan Tokoh Kritis

Refleksi 2017: Rezim Represif terhadap Gerakan dan Tokoh Kritis

Rabu, 24 Jan 2018 14:52

[VIDEO] Ustadz Muhammad Setiawan: LGBT Tak Sesuai Fitrah Manusia

[VIDEO] Ustadz Muhammad Setiawan: LGBT Tak Sesuai Fitrah Manusia

Rabu, 24 Jan 2018 14:29

3 Wanita Asal Prancis yang Bergabung dengan Islamic State (IS) Terancam Hukuman Mati di Irak

3 Wanita Asal Prancis yang Bergabung dengan Islamic State (IS) Terancam Hukuman Mati di Irak

Rabu, 24 Jan 2018 13:45

PB PII Akan Gelar Rapimnas di Jakarta

PB PII Akan Gelar Rapimnas di Jakarta

Rabu, 24 Jan 2018 13:27

Panggil Saksi Persekusi UAS, Polri Diharap Percepat Pemberkasan

Panggil Saksi Persekusi UAS, Polri Diharap Percepat Pemberkasan

Rabu, 24 Jan 2018 13:19

Siapapun yang Menang dalam Pilgub Jatim, Tetap Sebagai Pengaman Pilpres 2019

Siapapun yang Menang dalam Pilgub Jatim, Tetap Sebagai Pengaman Pilpres 2019

Rabu, 24 Jan 2018 13:11

Ketua MPR Bisa jadi Sengaja Lempar Isu LGBT karena Ingin Melawan Arus

Ketua MPR Bisa jadi Sengaja Lempar Isu LGBT karena Ingin Melawan Arus

Rabu, 24 Jan 2018 12:11

Trump Berpihak ke Homo dan Lesbi, Putin Sebaliknya, Ka'ban: Bersikaplah, Jokowi

Trump Berpihak ke Homo dan Lesbi, Putin Sebaliknya, Ka'ban: Bersikaplah, Jokowi

Rabu, 24 Jan 2018 11:11

13 Juta vs 1,6 Milyar, Siapa yang Unggul?

13 Juta vs 1,6 Milyar, Siapa yang Unggul?

Rabu, 24 Jan 2018 10:10

Paska Diperiksa, Dahnil: Saya akan Lebih Keras Mengawasi Kinerja Polisi

Paska Diperiksa, Dahnil: Saya akan Lebih Keras Mengawasi Kinerja Polisi

Rabu, 24 Jan 2018 09:55

Anies Ajak Masyarakat Jakarta Lakukan Salat Gerhana Bulan Total

Anies Ajak Masyarakat Jakarta Lakukan Salat Gerhana Bulan Total

Rabu, 24 Jan 2018 08:55

Tahun Politik, Presidium Alumni 212: Setop Alergi Politik

Tahun Politik, Presidium Alumni 212: Setop Alergi Politik

Rabu, 24 Jan 2018 06:19

[VIDEO] Muhammadiyah Siap Advokasi Masyarakat Terdampak Limbah PT RUM

[VIDEO] Muhammadiyah Siap Advokasi Masyarakat Terdampak Limbah PT RUM

Rabu, 24 Jan 2018 05:52

Hijab; antara Fashion dan Panggung Politik

Hijab; antara Fashion dan Panggung Politik

Rabu, 24 Jan 2018 00:27

Jangan Ada (Cinta) Mantan di Antara Kita

Jangan Ada (Cinta) Mantan di Antara Kita

Selasa, 23 Jan 2018 23:51

Tingkatkan Semangat Belajar Islam, Puluhan Mahasiswa Ikuti Ngariung Dakwah

Tingkatkan Semangat Belajar Islam, Puluhan Mahasiswa Ikuti Ngariung Dakwah

Selasa, 23 Jan 2018 21:53

Masuk Radar Capres Demokrat: Pasangkanlah Anies dengan AHY

Masuk Radar Capres Demokrat: Pasangkanlah Anies dengan AHY

Selasa, 23 Jan 2018 21:51

Jika hanya Kaos, Sepeda, dan Sendal Jepit, Apa yang Dijanjikan Jokowi jika Ingin 2 Periode?

Jika hanya Kaos, Sepeda, dan Sendal Jepit, Apa yang Dijanjikan Jokowi jika Ingin 2 Periode?

Selasa, 23 Jan 2018 20:43

Bagi Warga yang Merasa Haknya Dirampas oleh Aturan Negara, Laporkan ke sini

Bagi Warga yang Merasa Haknya Dirampas oleh Aturan Negara, Laporkan ke sini

Selasa, 23 Jan 2018 15:57

Akan Banyak Turun ke Jalan Peringati Runtuhnya Orba, Fahri Usulkan Amandemen UUD Lagi

Akan Banyak Turun ke Jalan Peringati Runtuhnya Orba, Fahri Usulkan Amandemen UUD Lagi

Selasa, 23 Jan 2018 14:57


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X