Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.683 views

Ketika FPI Menjadi Martir & Sasaran Kebencian Kaum Fasik Liberal

JAKARTA (VoA-Islam) – Tak bosan-bosannya kaum liberal melempar stigmatisasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Setiap kali ada aksi menghadang kemungkaran, kaum liberal langsung “menunjuk hidung”, seolah hanya FPI satu-satunya yang memerangi kemaksiatan. FPI pun dikebiiri dan didesak terus menerus untuk dibubarkan hingga akar-akarnya. 

Untuk kasus penolakan Lady Gaga misalnya, FPI bukanlah yang pertama menyerukan penolakan atas kehadirannya penyanyi asal Amerika Serikat itu untuk melakukan konser di Indonesia. Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang budaya KH. Cholil Ridwan telah menyatakan haram menonton pertunjukkan konser pemuja setan itu.

Bukan hanya FPI yang bergerak melakukan penolakan. Tapi ada sejumlah ormas dan komunitas lain yang memiliki sikap yang sama, seperti Forum Umat Islam (FUI), GUMAM, MIUMI, Indonesia Tanpa JIL# dan sebagainya. Menariknya, dalam sebuah polling yang dilakukan TV One,  tentang pertanyaan Setujukan anda polisi melarang konser Lady Gaga? Ternyata, 70,23% menyatakan setuju, 26,86% tidak setuju, 2,91% tidak tahu. Hasil survey juga menyebutkan, 75,77% tidak menonton Lady Gaga, 18,09% menonton, dan 6,14% tidak tahu.

Begitu juga saat warga Pasar Minggu memprotes kehadiran Irshad Manji, lagi-lagi kaum liberal menuding FPI satu-satunya ormas Islam yang dianggap sebagai “pengganggu”.

Masih segar dalam ingatan, ketika para pimpinan FPI melakukan kunjungan dakwah ke Kalimantan, kaum fasik liberal mengusung kampanye “Indonesia Damai Tanpa FPI” di Bunderan HI . Meski yang melakukan kekerasan itu adalah masyarakat dayak itu sendiri, yang berupaya melakukan pembunuhan.

Kaum liberal kerap mengklaim, bahwa mereka seolah mewakili masyarakat Indonesia, bahkan atas nama keberagaman. Padahal, jika melihat massa yang berkumpul hanya segelintir saja, bisa dihitung dengan jari.

Beberapa hari kemudian, FUI menggelar aksi “Indonesia Tanpa Liberal” di tempat yang sama. Tapi konyolnya, sebuah media online seperti detik.com dan tempo interaktif memberitakan, massa itu hanya berjumlah puluhan saja. Dari sisi ini, media sekuler tersebut tidak objektif, bahkan terkesan tendensius melihat fakta yang ada di lapangan.

FPI Tempat Pengaduan

Dalam catatan Voa-Islam, tak dipungkiri, Posko FPI di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap didatangi masyarakat untuk melakukan pengaduan. Mulai dari kasus Mesuji, gereja liar, kristenisasi, perjudian,  miras hingga pelarangan jilbab terhadap muslimah di Rumah Sakit di bilangan Pluit Jakarta Utara.

Ketika ditanya, kenapa harus mengadu ke FPI? Kebanyakan masyarakat beralasan, karena kemana lagi mereka harus mengadu. Ormas Besar seperti NU dan Muhammadiyah terkesan tak mau melayani, jika ada persoalan yang menyangkut SARA dan bernuasakan politik. NU lebih memilih diam, bahkan telah memposisikan dirinya sebagai ormas pluralism yang lebih nyaman membela tirani minoritas. 

Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh FPI dalam persoalan hukum, tapi setidaknya ada keseriusan untuk membela kaum yang lemah. Ketika ormas-ormas Islam besar itu memble dan tak berdaya, tampillah FPI sebagai pembela. Harus diakui, FPI kerap pasang badan ketika yang dihadapi adalah kelompok yang memiliki kekuatan modal, bahkan senjata.

Ketika polisi tak bisa mengatasi problema social di tengah masyarakat, FPI mampu mengambil alih untuk itu. Seorang Ustadz Arifin Ilham, pimpinan majelis zikir Az-Zikra sampai mengatakan dalam aku Facebooknya, "Biarlah Arifin menanam padi, dan FPI menjaga tikusnya."

Tatkala terjadi kebuntuan dalam menyelesaikan masalah, adakalanya gesekan-gesekan itu tak bisa dihindari, bahkan bisa menimbulkan benturan yang tajam diantara kedua belah pihak yang berseteru.

Pada akhirnya, FPI terkesan tampil sendiri, padahal banyak umat Islam yang menaruh simpati atas perjuangan FPI selama ini. Yang pasti FPI tidak sendiri. FPI hanyalah martir-martir yang tak peduli dengan celaan orang yang mencela. FPI tidak gusar dengan stigmatisasi yang selalu digemboskan oleh kaum fasik liberal. FPI punya prinsip sendiri dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Bagi seorang mujahid, dibunuh syahid, dipenjara uzlah, dibuang tamasya.

Semoga Allah melindungi para pejuang FPI yang tak lelah menyadarkan kaum pendosa. Semoga Allah mengistiqomahkan laskar-laskar FPI yang rela dirinya menjadi martir-martir pembela Islam. Desastian

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Kekhawatiran Ini Bisa Terjadi jika Bubarkan Kodim & Korem Terjadi

Kekhawatiran Ini Bisa Terjadi jika Bubarkan Kodim & Korem Terjadi

Selasa, 19 Sep 2017 22:03

Peran Kodim dan Korem masih Efektif di Daerah, Jangan Dibubarkan

Peran Kodim dan Korem masih Efektif di Daerah, Jangan Dibubarkan

Selasa, 19 Sep 2017 21:03

Wacana Pembubaran Kodim dan Korem, Fadli: Wacana Tidak Produktif

Wacana Pembubaran Kodim dan Korem, Fadli: Wacana Tidak Produktif

Selasa, 19 Sep 2017 20:03

Adhy Firdaus Gelar Sarasehan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Islam

Adhy Firdaus Gelar Sarasehan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Islam

Selasa, 19 Sep 2017 19:46

HTS Eksekusi Mati 3 Pembunuh 7 Relawan Sipil White Helmet di Idlib Suriah

HTS Eksekusi Mati 3 Pembunuh 7 Relawan Sipil White Helmet di Idlib Suriah

Selasa, 19 Sep 2017 17:15

3000 Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Ibrahim di Kota Hebron Tepi Barat

3000 Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Ibrahim di Kota Hebron Tepi Barat

Selasa, 19 Sep 2017 16:15

Soal Film PKI, Tjahjo: Kemendagri Tidak dalam Posisi Berikan Izin/Tidak

Soal Film PKI, Tjahjo: Kemendagri Tidak dalam Posisi Berikan Izin/Tidak

Selasa, 19 Sep 2017 16:01

DPR, Partai, dan Panglima Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

DPR, Partai, dan Panglima Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

Selasa, 19 Sep 2017 15:01

Kelompok Kemanusiaan: Muslim Rohingya Dihapus dari Peta Myanmar

Kelompok Kemanusiaan: Muslim Rohingya Dihapus dari Peta Myanmar

Selasa, 19 Sep 2017 15:00

Pentagon Benarkan AS Kirim 3000 Lebih Tentara Tambahan ke Afghanistan

Pentagon Benarkan AS Kirim 3000 Lebih Tentara Tambahan ke Afghanistan

Selasa, 19 Sep 2017 09:35

(Video) Inilah Pesan Tokoh Buddha Indonesia untuk Rezim dan Biksu di Myanmar

(Video) Inilah Pesan Tokoh Buddha Indonesia untuk Rezim dan Biksu di Myanmar

Selasa, 19 Sep 2017 08:57

Keutamaan Hilangkan Penderitaan dan Kesusahan Seorang Muslim

Keutamaan Hilangkan Penderitaan dan Kesusahan Seorang Muslim

Selasa, 19 Sep 2017 06:17

Antara Pajak dan Tere Lye

Antara Pajak dan Tere Lye

Selasa, 19 Sep 2017 06:10

Jilbabku, Identitas Kemuslimahanku

Jilbabku, Identitas Kemuslimahanku

Senin, 18 Sep 2017 23:40

Rohingya, Aceh, dan Sekat Semu Bernama Nasionalisme

Rohingya, Aceh, dan Sekat Semu Bernama Nasionalisme

Senin, 18 Sep 2017 23:02

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Senin, 18 Sep 2017 22:38

Protes Atas Penahanannya, Ulama Saudi Syaikh Salman Al-Awdah Lakukan Mogok Makan Terbuka

Protes Atas Penahanannya, Ulama Saudi Syaikh Salman Al-Awdah Lakukan Mogok Makan Terbuka

Senin, 18 Sep 2017 21:15

Kritik Fahri Hamzah Soal OTT KPK: Bapak Presiden, Maling Itu di bawah Kursimu

Kritik Fahri Hamzah Soal OTT KPK: Bapak Presiden, Maling Itu di bawah Kursimu

Senin, 18 Sep 2017 21:05

CIIA: Sikap Pemerintah Soal Isu PKI Kontraproduktif

CIIA: Sikap Pemerintah Soal Isu PKI Kontraproduktif

Senin, 18 Sep 2017 20:33

FUI: Aparat Harusnya Gebuk PKI bukan Massa Anti-PKI

FUI: Aparat Harusnya Gebuk PKI bukan Massa Anti-PKI

Senin, 18 Sep 2017 20:28


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X