Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.471 views

Ironis! Duet Kiai ''Remang-remang'', Mencampur Hak dan Batil Soal Gaga

JAKARTA (VoA-Islam.com) Sangat disayangkan, ketika menghadapi orang kafir dan munafik, umat Islam terbelah menjadi dua. Ada yang terang-terangan dan bersikap tegas terhadap kemungkaran, ada yang membela kefasikan dan kebobrokan dengan sepenuh jiwa, ada yang remang-remang alias tidak jelas membedakan mana yang haq dan mana batil.

Padahal, tegas di dalam Al Qur’an, Allah Swt memberi panduan kepada kaum muslimin dalam menghadapi orang-orang munafik:

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (QS. An-Nisaa: 88)

Ayat ini mengingat agar orang beriman jangan terpecah menghadapi kaum munafiqun. Lalu Allah melanjutkan lagi dalam surah yang sama (QS An-Nisa: 89): “Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan diantara mereka sebagai teman-teman (mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. ….”

Ayat ini lagi-lagi menjelaskan, sesungguhnya orang munafik itu menjadi kafir, dan mereka ingin agar kamu ikut-ikutan kafir. Tapi apa yang kita saksikan hari ini, ketika ada duet seorang kiai (maaf, belum bisa dikatakan ulama sesungguhnya) yang memecah belah barisan kaum muslimin dengan argumen yang sangat menyakitkan hati.

Dalam sebuah diskusi publik di sebuah stasiun televisi swasta, seorang Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Ali Mustafa Yakub, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj membuat pernyataan bias, dengan mengambil posisi yang tidak jelas alias remang-remang, antara hak dan batil.

Saat menyikapi Lady Gaga dan Irshad Manji, kedua kiai tersebut tak menunjukkan kemarahannya melihat kemungkaran dan kefasikan di depan mata. Rupanya kiai ini memakai Manhaj JAIM alias jaga image agar dianggap demokratis, intelektual, akademisi, toleran, sehingga mencoba bersikap netral, tidak pro maupun kontra. Parahnya, ada yang mengeluarkan statemen-statemen yang terkesan mengaburkan kemungkaran itu sendiri. Bukankah bersikap netral terhadap suatu kemungkaran sama saja berpihak pada kemungkaran itu sendiri?

Ulama Penguasa

Prihatin bila kita menyaksikan “Ulama Penguasa” dengan ulama bisikan BIN saat bicara. Setiap pernyataannya sangat tidak mengenakkan hati. Ulama Su’ itu bukannya membongkar setiap kebobrokan dan kemungkaran yang jelas-jelas nyata, tapi malah menghardikan barisan umat Islam yang hendak menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Tentu saja dengan sikap kedua kiai “remang-remang” itu dimanfaatkan musuh, dalam hal ini kelompok liberal dan media-media sekuler.

KH. Ali Mustafa Yakub pun menyodorkan Kitab Ihya Ulumudin karya Imam Ghazali, yang menjelaskan soal menegakan amar maruf nahi mungkar. Kemungkaran tidak boleh dilakukan dengan kemungkaran. Begitu kiai itu mengutip Imam Ghazali.

Ulama penguasa itu mengatakan, menegakkan nahi mungkar itu harus dirumuskan minimal oleh tiga ulama besar, yakni:  Imam Ghazali, Ibnu Taimiyyah (Kitab al hisbah fi Islam) dan Prof.  DR Abdul Karim Zaidan (Guru Besar Universitas Baghdad di Irak). Kesimpulan yang ditarik KH. Ali Mustafa Yakub adalah, menjalankan amar maruf nahi mungkar tidak boleh dengan membuat kemungkaran yang baru. Ini yang menjadi sang kiai.

Rupanya, Kiai Ali lupa, bahwa pemerintah Indonesia, bukanlah seperti yang ada di masa Imam Ghazali. Pemerintah Indonesia faktanya tidak peka untuk cepat memberantas kemungkaran.  Bagaimana mungkin, kemungkaran tidak dilawan dengan cara yang mungkar. Lha, pemerintahnya saja diam, tidak bertindak. Begitu juga dengan segelintir ulama yang remang-remang dalam menyikapi kemungkaran.

“Yang  mengajukan keberatan silahkan, tapi jangan anarkis. Yang berdosa bukan gedungnya. Dulu, ketika Islam masuk ke Syiria (Damskus) tahun 14 H, dimasa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, ada gereja Romawi Timur,  yang tidak dirusak sama sekali,” katanya.

Sultan  al Fatih ketika masuk ke Konstantinopel, lanjutnya, gereja telah diubah menjadi masjid, tidak dirusak sama sekali. Bahkan, sampai sekarang, masih ada gambar Maryam  menggdong Yesus. Gambar itu tidak dirusak. “Saya keberatan dengan istilah ormas anarkis, jangan-jangan ada provokaor yang melakukan tindakan anarkis,” kata Ali.

Dengan lisannya, KH, Ali Mustafa Yakub mengatakan, di Indonesia ada lima agama, pluralitas agama. Tapi, kenapa kita sumpek dengan perbedaan. Sesama Islam saja, atau sesama NU saja, sumpek dengan perbedaan, hanya karena beda partai. “Rasulullah punya mertua yang beragama Yahudi lho. Islam itu rahmatan lil’alamin. Kita boleh berbeda, tapi tidak boleh berkelahi,” kata sang kiai.

Berkali-kali Kiai itu tergiring dengan pertanyaan presenter TV untuk menghantam FPI. Dan berkali-kali pula Kiai ini menyebut FPI anarkis. Kiai remang-remang itu ternyata begitu keras terhadap sesama kaum muslimin, tapi lembut dan melunak terhadap kaum munafik dan kafir.  

Kiai yang menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istri itu di Masjid Istiqlal, menyatakan kelompok Islam yang memerangi pemerintah pusat harus diperangi. Ya, seperti itulah ulama penguasa yang menjilat.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dengan lisannya mengatakan, “Ada satu juta Lady Gaga atau satu juta Irshad Manji, iman warga NU tidak akan berkurang, akhlaknya tidak akan rusak. Sejak dulu setan dan iblis selalu ada, ada Musa ada Fira’un, ada Muhammad ada Abu Jahal. Warga NU jangan khawatir dengan kedatangan Lady Gaga.”

Muslimah NU, katanya,  tetap akan akan berjilbab jilbab, warga NU tetap tidak akan minum arak, tidak berzina, selalu tahajud. Ini semua, bukan doktrin, atau pun perintah, tapi kesadaran warga NU dalam beragama. Jika Indonesia NU semua, selesai masalah,” ujar Kiai NU ini takabur.

Seharusnya duet kiai “remang-remang” ini bersikap tegas untuk membongkar kebobrokan kemungkaran Lady Gaga dan Irshad Manji yang jelas-jelas mempropagandakan hubungan sejenis dan perilaku pornografi. Kedua kiai itu seharusnya menyampaikan ayat-ayat tentang ancaman dan azab Allah terhadap kaum yang ingkar. Bukan malah memojokkan sesama umat Islam sendiri. Inilah yang diinginkan kaum munafik kelompok liberal dan pendukungnya. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X