Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
18.424 views

Ironis! Duet Kiai ''Remang-remang'', Mencampur Hak dan Batil Soal Gaga

JAKARTA (VoA-Islam.com) Sangat disayangkan, ketika menghadapi orang kafir dan munafik, umat Islam terbelah menjadi dua. Ada yang terang-terangan dan bersikap tegas terhadap kemungkaran, ada yang membela kefasikan dan kebobrokan dengan sepenuh jiwa, ada yang remang-remang alias tidak jelas membedakan mana yang haq dan mana batil.

Padahal, tegas di dalam Al Qur’an, Allah Swt memberi panduan kepada kaum muslimin dalam menghadapi orang-orang munafik:

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (QS. An-Nisaa: 88)

Ayat ini mengingat agar orang beriman jangan terpecah menghadapi kaum munafiqun. Lalu Allah melanjutkan lagi dalam surah yang sama (QS An-Nisa: 89): “Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan diantara mereka sebagai teman-teman (mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. ….”

Ayat ini lagi-lagi menjelaskan, sesungguhnya orang munafik itu menjadi kafir, dan mereka ingin agar kamu ikut-ikutan kafir. Tapi apa yang kita saksikan hari ini, ketika ada duet seorang kiai (maaf, belum bisa dikatakan ulama sesungguhnya) yang memecah belah barisan kaum muslimin dengan argumen yang sangat menyakitkan hati.

Dalam sebuah diskusi publik di sebuah stasiun televisi swasta, seorang Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Ali Mustafa Yakub, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj membuat pernyataan bias, dengan mengambil posisi yang tidak jelas alias remang-remang, antara hak dan batil.

Saat menyikapi Lady Gaga dan Irshad Manji, kedua kiai tersebut tak menunjukkan kemarahannya melihat kemungkaran dan kefasikan di depan mata. Rupanya kiai ini memakai Manhaj JAIM alias jaga image agar dianggap demokratis, intelektual, akademisi, toleran, sehingga mencoba bersikap netral, tidak pro maupun kontra. Parahnya, ada yang mengeluarkan statemen-statemen yang terkesan mengaburkan kemungkaran itu sendiri. Bukankah bersikap netral terhadap suatu kemungkaran sama saja berpihak pada kemungkaran itu sendiri?

Ulama Penguasa

Prihatin bila kita menyaksikan “Ulama Penguasa” dengan ulama bisikan BIN saat bicara. Setiap pernyataannya sangat tidak mengenakkan hati. Ulama Su’ itu bukannya membongkar setiap kebobrokan dan kemungkaran yang jelas-jelas nyata, tapi malah menghardikan barisan umat Islam yang hendak menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Tentu saja dengan sikap kedua kiai “remang-remang” itu dimanfaatkan musuh, dalam hal ini kelompok liberal dan media-media sekuler.

KH. Ali Mustafa Yakub pun menyodorkan Kitab Ihya Ulumudin karya Imam Ghazali, yang menjelaskan soal menegakan amar maruf nahi mungkar. Kemungkaran tidak boleh dilakukan dengan kemungkaran. Begitu kiai itu mengutip Imam Ghazali.

Ulama penguasa itu mengatakan, menegakkan nahi mungkar itu harus dirumuskan minimal oleh tiga ulama besar, yakni:  Imam Ghazali, Ibnu Taimiyyah (Kitab al hisbah fi Islam) dan Prof.  DR Abdul Karim Zaidan (Guru Besar Universitas Baghdad di Irak). Kesimpulan yang ditarik KH. Ali Mustafa Yakub adalah, menjalankan amar maruf nahi mungkar tidak boleh dengan membuat kemungkaran yang baru. Ini yang menjadi sang kiai.

Rupanya, Kiai Ali lupa, bahwa pemerintah Indonesia, bukanlah seperti yang ada di masa Imam Ghazali. Pemerintah Indonesia faktanya tidak peka untuk cepat memberantas kemungkaran.  Bagaimana mungkin, kemungkaran tidak dilawan dengan cara yang mungkar. Lha, pemerintahnya saja diam, tidak bertindak. Begitu juga dengan segelintir ulama yang remang-remang dalam menyikapi kemungkaran.

“Yang  mengajukan keberatan silahkan, tapi jangan anarkis. Yang berdosa bukan gedungnya. Dulu, ketika Islam masuk ke Syiria (Damskus) tahun 14 H, dimasa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, ada gereja Romawi Timur,  yang tidak dirusak sama sekali,” katanya.

Sultan  al Fatih ketika masuk ke Konstantinopel, lanjutnya, gereja telah diubah menjadi masjid, tidak dirusak sama sekali. Bahkan, sampai sekarang, masih ada gambar Maryam  menggdong Yesus. Gambar itu tidak dirusak. “Saya keberatan dengan istilah ormas anarkis, jangan-jangan ada provokaor yang melakukan tindakan anarkis,” kata Ali.

Dengan lisannya, KH, Ali Mustafa Yakub mengatakan, di Indonesia ada lima agama, pluralitas agama. Tapi, kenapa kita sumpek dengan perbedaan. Sesama Islam saja, atau sesama NU saja, sumpek dengan perbedaan, hanya karena beda partai. “Rasulullah punya mertua yang beragama Yahudi lho. Islam itu rahmatan lil’alamin. Kita boleh berbeda, tapi tidak boleh berkelahi,” kata sang kiai.

Berkali-kali Kiai itu tergiring dengan pertanyaan presenter TV untuk menghantam FPI. Dan berkali-kali pula Kiai ini menyebut FPI anarkis. Kiai remang-remang itu ternyata begitu keras terhadap sesama kaum muslimin, tapi lembut dan melunak terhadap kaum munafik dan kafir.  

Kiai yang menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istri itu di Masjid Istiqlal, menyatakan kelompok Islam yang memerangi pemerintah pusat harus diperangi. Ya, seperti itulah ulama penguasa yang menjilat.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dengan lisannya mengatakan, “Ada satu juta Lady Gaga atau satu juta Irshad Manji, iman warga NU tidak akan berkurang, akhlaknya tidak akan rusak. Sejak dulu setan dan iblis selalu ada, ada Musa ada Fira’un, ada Muhammad ada Abu Jahal. Warga NU jangan khawatir dengan kedatangan Lady Gaga.”

Muslimah NU, katanya,  tetap akan akan berjilbab jilbab, warga NU tetap tidak akan minum arak, tidak berzina, selalu tahajud. Ini semua, bukan doktrin, atau pun perintah, tapi kesadaran warga NU dalam beragama. Jika Indonesia NU semua, selesai masalah,” ujar Kiai NU ini takabur.

Seharusnya duet kiai “remang-remang” ini bersikap tegas untuk membongkar kebobrokan kemungkaran Lady Gaga dan Irshad Manji yang jelas-jelas mempropagandakan hubungan sejenis dan perilaku pornografi. Kedua kiai itu seharusnya menyampaikan ayat-ayat tentang ancaman dan azab Allah terhadap kaum yang ingkar. Bukan malah memojokkan sesama umat Islam sendiri. Inilah yang diinginkan kaum munafik kelompok liberal dan pendukungnya. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Sudah dua tahun balita Irgi Perdana menderita tumor mata. Untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, ia butuh uluran tangan kaum Muslimin...

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Latest News
Kereta Cepat: Pulau Jawa Dominan Nikmati APBN daripada Daerah Lain

Kereta Cepat: Pulau Jawa Dominan Nikmati APBN daripada Daerah Lain

Kamis, 11 Feb 2016 21:09

Rumah Tahfidz Husnul Khatimah: Semangat Kaum Senja di Ujung Garut

Rumah Tahfidz Husnul Khatimah: Semangat Kaum Senja di Ujung Garut

Kamis, 11 Feb 2016 20:55

Istilah Radikal; Jebakan Barat bagi Umat Islam

Istilah Radikal; Jebakan Barat bagi Umat Islam

Kamis, 11 Feb 2016 20:55

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Kamis, 11 Feb 2016 20:40

Perempuan dalam Jerat Perbudakan Modern Imbas MEA

Perempuan dalam Jerat Perbudakan Modern Imbas MEA

Kamis, 11 Feb 2016 20:30

AS Sebar Lebih Banyak Pasukan ke Helmand untuk Cegah Jatuh ke Tangan Taliban

AS Sebar Lebih Banyak Pasukan ke Helmand untuk Cegah Jatuh ke Tangan Taliban

Kamis, 11 Feb 2016 20:15

Psikolog: Homoseks Bukan Bawaan dari Lahir dan Bisa Disembuhkan

Psikolog: Homoseks Bukan Bawaan dari Lahir dan Bisa Disembuhkan

Kamis, 11 Feb 2016 19:52

Jokowi, Lain Dulu Lain Sekarang: Inkonsisten

Jokowi, Lain Dulu Lain Sekarang: Inkonsisten

Kamis, 11 Feb 2016 19:09

Alhamdulillah! Maret 2016, Pelabuhan Halal Mulai Beroperasi di Indonesia

Alhamdulillah! Maret 2016, Pelabuhan Halal Mulai Beroperasi di Indonesia

Kamis, 11 Feb 2016 18:54

Puldapii Anjurkan BNPT Agar Bersikap Mendidik dan Membina

Puldapii Anjurkan BNPT Agar Bersikap Mendidik dan Membina

Kamis, 11 Feb 2016 18:28

Pengamat, juga Pendukung Jokowi: Utang Kereta Cepat Sepanjang Hayat!

Pengamat, juga Pendukung Jokowi: Utang Kereta Cepat Sepanjang Hayat!

Kamis, 11 Feb 2016 17:09

Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Mulai Gunakan Biogas

Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Mulai Gunakan Biogas

Kamis, 11 Feb 2016 15:39

Mengeyampingkan Rakyat, Manjakan Pengusaha, Gerindra: Jokowi Inkonsisten!

Mengeyampingkan Rakyat, Manjakan Pengusaha, Gerindra: Jokowi Inkonsisten!

Kamis, 11 Feb 2016 15:09

Para Pemimpin Tradisional Afrika Selatan 'Resah' Cucu Nelson Mandela Masuk Islam

Para Pemimpin Tradisional Afrika Selatan 'Resah' Cucu Nelson Mandela Masuk Islam

Kamis, 11 Feb 2016 14:00

Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Kamis, 11 Feb 2016 13:15

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

Kamis, 11 Feb 2016 13:09

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Kamis, 11 Feb 2016 11:59

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Kamis, 11 Feb 2016 11:23

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

Kamis, 11 Feb 2016 11:09

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award  2016

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award 2016

Kamis, 11 Feb 2016 10:52



Must Read!
X