Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
24.262 views

Inilah Ucapan Kaum Fasik Liberal: "Islam dan Tuhan Tak Perlu Dibela"

JAKARTA (VoA-Islam) – Kaum fasik liberal belakangan ini kembali mengusung kembali pernyataan mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang ditulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan Majalah Tempo (bisa dibaca di wahidinstitute.org), 28 Juni 1982. Artikel itu berjudul “Tuhan Tidak Perlu Dibela”.

Di majalah tersebut, (alm) Gusdur menulis uraiannya tentang ketidakperluan kita membela Tuhan. Dengan gamblang ia menulis: “Allah itu Maha Besar. Ia tidak perlu memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada. Apa yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya.”

Lebih lanjut, Gus Dur menulis: “…Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya. Yang ditakuti berubah adalah persepsi manusia atas hakikat Allah, dengan kemungkinan kesulitan yang diakibatkannya.” Dalam hal ini Gus Dur mengutip Al-Hujwiri, seorang sufi dari Persia.

Lalu Gus Dur menyimpulkan bahwa, “Benar Islam perlu dikembangkan, tapi tidak untuk dihadapkan kepada serangan orang. Kebenaran Allah tidak akan berkurang sedikit pun dengan adanya keraguan orang. Maka ia pun tenteram. Tidak lagi merasa bersalah berdiam diri. Tuhan tidak perlu dibela, walaupun juga tidak menolak  dibela. Berarti atau tidaknya pembelaan, akan kita lihat dalam perkembangan di masa depan.

Ungkapan Gus Dur tersebut pun dijadikan pembenaran, bukan hanya oleh kaum liberal, tapi juga sejumlah tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam. Bukan sesekali, beberapa diskusi publik dan dialog pun digelar dengan tagline “Allah dan Islam Tak Perlu Dibela”. Sejumlah tokoh lintas agama dan budayawan pun diundang sebagai narasumber untu menyampaikan pandangannya.

Inspirasi Kaum Fasik

Voa-Islam juga mencatat pernyataan budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun yang nampaknya terinspirasi dari statemen Gus Dur. Islam sesungguhnya hadir justru untuk melindungi Islam, bukan sebaliknya. “Islam itu baik sekali, sangat besar, dan sangat indah. Kenapa dibela? Islam hadir membela manusia, bukan sebaliknya. Saya ini bau, hatinya kotor apa pantas bela Islam?” ungkapnya.

Cak Nun berpendapat bahwa orang-orang yang mengatasnamakan diri untuk membela Islam justru terkesan merasa lebih hebat, bahkan lebih mulia daripada Islam. “Islam itu sangat mulia. Kalau kita bela, kesannya kita itu lebih hebat, lebih mulia daripada Islam,” ujar budayawan asal Jombang ini.

Tokoh liberal yang berpandangan sama dengan Gus Dur adalah Saidiman Ahmad (Tokoh JIL). Ia mengatakan dalam sebuah artikelnya, Umat Islam tak perlu dibela. Yang mesti diperjuangkan adalah tegaknya nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebebasan. “Ketika sejumlah tokoh Muslim melakukan pembelaan terhadap jemaat HKBP atau Ahmadiyah yang didiskriminasi, tantangan pertama yang mereka terima adalah dituding tidak pro terhadap Islam.”

Di sebuah situs Kompasiana, seseorang menulis:"...Maka sayapun tertunduk malu, menyesal, dan mohon ampunan-Nya karena saya begitu lancang mengatakan, “Sayalah pembela Allah! Sayalah pembela Islam!”.Bukan! Sayalah yang selama ini justru begitu manja menikmati pembelaan Allah.”

Ia juga menulis, ketika kita berbicara tentang Tuhan yang tidak perlu dibela, maka kita yakin betul bahwa Allah adalah mahabesar, mahakuat, mahaperkasa. Dengan kemahaan-Nya, maka Dia tak butuh apapun. Dengan kemungkaran seluruh manusia di muka bumi, tak akan sedikit pun mengurangi kemuliaan-Nya.

Diam dalam Kemungkaran

Menyimak apa yang dinyatakan oleh lisan maupun tulisan kaum liberal tersebut, mengisyaratkan, bahwa ketika kemungkaran, kemaksiatan, kezaliman, kesewenang-wenangan, dan kebobrokan ada di depan mata, umat ini diminta untuk bersikap manis, diam terpaku, tanpa ada reaksi sedikitpun.

Sebagai contoh, ketika ada yang melecehkan Allah dengan ucapan “anjinghu akbar” dalam sebuah forum di Bandung, kaum liberal meminta umat Islam untuk terdiam. Tatkala ada yang menghina nabi Muhammad Saw, cukup tenang-tenang saja. Atau bila ada yang bilang, ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, cukup dihormati saja pendapat itu karena hanya beda tafsir dalam memandang suatu dalil.

Lebih dari itu, jika ada mushaf Al Qur’an yang dibakar, umat ini juga diminta untuk tidak bereaksi. Atau disaat kaum muslimin dibelahan dunia dizalimi, dibunuh, dibantai dengan keji, kita dituntut cukup berpangku tangan saja, sekalipun kaum liberal kerap berteriak soal Hak Asasi Manusia (HAM) dan perdamaian. Bahkan, disaat generasi muda terlibat pergaulan seks bebas, menenggak miras, hingga dipengaruhi narkoba, lagi-lagi kita diminta untuk terdiam. Naudzubillah!

Setelah Islam, Allah dan Rasul-Nya dilecehkan, kaum muslimin dibantai, pemikiran batil dilontarkan, kaum liberal mendesak umat ini agar tidak memberikan stigma sesat. Jika tidak berubah, biarkan Allah saja yang memberikan hidayah. Kaum liberal itu berdalih dengan menggunakan dalil QS. Al-Maidah ayat 105.

Dengan ayat itu, maka kalau ada aliran-aliran yang dianggap sesat oleh umat Islam, ya biarkan saja, cukup didakwahi, karena Allah sudah menjamin, bahwa orang yang beriman itu tidak akan pernah terjerumus dalam kesesatan karena dijaga Allah. Ini menjadi dalil implisit bahwa Allah tidak perlu dijaga, karena Allah lah yang menjaga manusia dari setiap kesesatan.

Begitulah kebusukan pemikiran kaum fasik liberal yang begitu bodoh memahami ayat yang sebetulnya begitu jelas dan gamblang untuk dipahami. “Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta. (QS.Al Baqarah: 9-10).

Allah berfirman: ”Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (QS. Al-Baqarah: 12).

Mereka menyembunyikan hadits Nabi Muhammad Saw yang menyatakan: “Perumpamaan mukmin dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh, apabila satu organya merasa sakit, seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Juga ingatlah dengan sabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Allah. Dan tidak ada seorang pun yang mendapat teror seperti itu. Aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Allah. Dan tidak ada seorang yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan yang layak dimakan, kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.” (HR. Turmudzi dan Ahmad)

Patut digarisbawahi kalimat membela agama Allah dan menegakkan agama Allah. Jika Rasulullah melakukan hal itu dengan segala pengorbanannya, maka begitu naïfnya ketika kaum fasik liberal dengan bangganya melontarkan ungkapan batilnya, bahwa “agama Allah tak perlu dibela”, “Tuhan tak perlu dibela”, dan seterusnya. Ucapan seperti itu menunjukkan, mereka adalah kaum yang bodoh dan tak berakal. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Ahad, 29 May 2016 10:01

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Ahad, 29 May 2016 08:43

 Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Ahad, 29 May 2016 07:20

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Ahad, 29 May 2016 06:10

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Ahad, 29 May 2016 05:17

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Ahad, 29 May 2016 00:06

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Sabtu, 28 May 2016 20:45

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Sabtu, 28 May 2016 15:48

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Sabtu, 28 May 2016 15:37

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Sabtu, 28 May 2016 15:30

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Sabtu, 28 May 2016 13:37

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Sabtu, 28 May 2016 13:14

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Sabtu, 28 May 2016 13:00

Jendral Ini Siap Pimpin Revolusi Tumpas PKI di Indonesia?

Jendral Ini Siap Pimpin Revolusi Tumpas PKI di Indonesia?

Sabtu, 28 May 2016 11:37

Terkait Pembunuhan Siyono, LUIS: Mana Pancasilamu Wahai Densus 88?

Terkait Pembunuhan Siyono, LUIS: Mana Pancasilamu Wahai Densus 88?

Sabtu, 28 May 2016 10:20

Tokoh Cina Ini Mensinyalir Ahok Memiliki Kepribadian PKI?

Tokoh Cina Ini Mensinyalir Ahok Memiliki Kepribadian PKI?

Sabtu, 28 May 2016 09:37

Tahanan Suriah Kembali Kuasai Penjara Hama Setelah Rezim Pendusta Assad Langgar Perjanjian

Tahanan Suriah Kembali Kuasai Penjara Hama Setelah Rezim Pendusta Assad Langgar Perjanjian

Sabtu, 28 May 2016 09:00

Pesan Peggy Melati Sukma kepada Ibu-ibu: Perkuat Tauhid dan Syariah

Pesan Peggy Melati Sukma kepada Ibu-ibu: Perkuat Tauhid dan Syariah

Sabtu, 28 May 2016 08:30

Badan Otorita Toba, Setelah Penantian 40 Tahun Itu...

Badan Otorita Toba, Setelah Penantian 40 Tahun Itu...

Sabtu, 28 May 2016 08:20

Kerjasama Kemitraan Inggris & Indonesia, Siapa Meraup Untung?

Kerjasama Kemitraan Inggris & Indonesia, Siapa Meraup Untung?

Sabtu, 28 May 2016 08:05


Must Read!
X