Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
19.755 views

Inilah Ucapan Kaum Fasik Liberal: "Islam dan Tuhan Tak Perlu Dibela"

JAKARTA (VoA-Islam) – Kaum fasik liberal belakangan ini kembali mengusung kembali pernyataan mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang ditulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan Majalah Tempo (bisa dibaca di wahidinstitute.org), 28 Juni 1982. Artikel itu berjudul “Tuhan Tidak Perlu Dibela”.

Di majalah tersebut, (alm) Gusdur menulis uraiannya tentang ketidakperluan kita membela Tuhan. Dengan gamblang ia menulis: “Allah itu Maha Besar. Ia tidak perlu memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada. Apa yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya.”

Lebih lanjut, Gus Dur menulis: “…Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya. Yang ditakuti berubah adalah persepsi manusia atas hakikat Allah, dengan kemungkinan kesulitan yang diakibatkannya.” Dalam hal ini Gus Dur mengutip Al-Hujwiri, seorang sufi dari Persia.

Lalu Gus Dur menyimpulkan bahwa, “Benar Islam perlu dikembangkan, tapi tidak untuk dihadapkan kepada serangan orang. Kebenaran Allah tidak akan berkurang sedikit pun dengan adanya keraguan orang. Maka ia pun tenteram. Tidak lagi merasa bersalah berdiam diri. Tuhan tidak perlu dibela, walaupun juga tidak menolak  dibela. Berarti atau tidaknya pembelaan, akan kita lihat dalam perkembangan di masa depan.

Ungkapan Gus Dur tersebut pun dijadikan pembenaran, bukan hanya oleh kaum liberal, tapi juga sejumlah tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam. Bukan sesekali, beberapa diskusi publik dan dialog pun digelar dengan tagline “Allah dan Islam Tak Perlu Dibela”. Sejumlah tokoh lintas agama dan budayawan pun diundang sebagai narasumber untu menyampaikan pandangannya.

Inspirasi Kaum Fasik

Voa-Islam juga mencatat pernyataan budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun yang nampaknya terinspirasi dari statemen Gus Dur. Islam sesungguhnya hadir justru untuk melindungi Islam, bukan sebaliknya. “Islam itu baik sekali, sangat besar, dan sangat indah. Kenapa dibela? Islam hadir membela manusia, bukan sebaliknya. Saya ini bau, hatinya kotor apa pantas bela Islam?” ungkapnya.

Cak Nun berpendapat bahwa orang-orang yang mengatasnamakan diri untuk membela Islam justru terkesan merasa lebih hebat, bahkan lebih mulia daripada Islam. “Islam itu sangat mulia. Kalau kita bela, kesannya kita itu lebih hebat, lebih mulia daripada Islam,” ujar budayawan asal Jombang ini.

Tokoh liberal yang berpandangan sama dengan Gus Dur adalah Saidiman Ahmad (Tokoh JIL). Ia mengatakan dalam sebuah artikelnya, Umat Islam tak perlu dibela. Yang mesti diperjuangkan adalah tegaknya nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebebasan. “Ketika sejumlah tokoh Muslim melakukan pembelaan terhadap jemaat HKBP atau Ahmadiyah yang didiskriminasi, tantangan pertama yang mereka terima adalah dituding tidak pro terhadap Islam.”

Di sebuah situs Kompasiana, seseorang menulis:"...Maka sayapun tertunduk malu, menyesal, dan mohon ampunan-Nya karena saya begitu lancang mengatakan, “Sayalah pembela Allah! Sayalah pembela Islam!”.Bukan! Sayalah yang selama ini justru begitu manja menikmati pembelaan Allah.”

Ia juga menulis, ketika kita berbicara tentang Tuhan yang tidak perlu dibela, maka kita yakin betul bahwa Allah adalah mahabesar, mahakuat, mahaperkasa. Dengan kemahaan-Nya, maka Dia tak butuh apapun. Dengan kemungkaran seluruh manusia di muka bumi, tak akan sedikit pun mengurangi kemuliaan-Nya.

Diam dalam Kemungkaran

Menyimak apa yang dinyatakan oleh lisan maupun tulisan kaum liberal tersebut, mengisyaratkan, bahwa ketika kemungkaran, kemaksiatan, kezaliman, kesewenang-wenangan, dan kebobrokan ada di depan mata, umat ini diminta untuk bersikap manis, diam terpaku, tanpa ada reaksi sedikitpun.

Sebagai contoh, ketika ada yang melecehkan Allah dengan ucapan “anjinghu akbar” dalam sebuah forum di Bandung, kaum liberal meminta umat Islam untuk terdiam. Tatkala ada yang menghina nabi Muhammad Saw, cukup tenang-tenang saja. Atau bila ada yang bilang, ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, cukup dihormati saja pendapat itu karena hanya beda tafsir dalam memandang suatu dalil.

Lebih dari itu, jika ada mushaf Al Qur’an yang dibakar, umat ini juga diminta untuk tidak bereaksi. Atau disaat kaum muslimin dibelahan dunia dizalimi, dibunuh, dibantai dengan keji, kita dituntut cukup berpangku tangan saja, sekalipun kaum liberal kerap berteriak soal Hak Asasi Manusia (HAM) dan perdamaian. Bahkan, disaat generasi muda terlibat pergaulan seks bebas, menenggak miras, hingga dipengaruhi narkoba, lagi-lagi kita diminta untuk terdiam. Naudzubillah!

Setelah Islam, Allah dan Rasul-Nya dilecehkan, kaum muslimin dibantai, pemikiran batil dilontarkan, kaum liberal mendesak umat ini agar tidak memberikan stigma sesat. Jika tidak berubah, biarkan Allah saja yang memberikan hidayah. Kaum liberal itu berdalih dengan menggunakan dalil QS. Al-Maidah ayat 105.

Dengan ayat itu, maka kalau ada aliran-aliran yang dianggap sesat oleh umat Islam, ya biarkan saja, cukup didakwahi, karena Allah sudah menjamin, bahwa orang yang beriman itu tidak akan pernah terjerumus dalam kesesatan karena dijaga Allah. Ini menjadi dalil implisit bahwa Allah tidak perlu dijaga, karena Allah lah yang menjaga manusia dari setiap kesesatan.

Begitulah kebusukan pemikiran kaum fasik liberal yang begitu bodoh memahami ayat yang sebetulnya begitu jelas dan gamblang untuk dipahami. “Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta. (QS.Al Baqarah: 9-10).

Allah berfirman: ”Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (QS. Al-Baqarah: 12).

Mereka menyembunyikan hadits Nabi Muhammad Saw yang menyatakan: “Perumpamaan mukmin dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh, apabila satu organya merasa sakit, seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Juga ingatlah dengan sabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Allah. Dan tidak ada seorang pun yang mendapat teror seperti itu. Aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Allah. Dan tidak ada seorang yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan yang layak dimakan, kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.” (HR. Turmudzi dan Ahmad)

Patut digarisbawahi kalimat membela agama Allah dan menegakkan agama Allah. Jika Rasulullah melakukan hal itu dengan segala pengorbanannya, maka begitu naïfnya ketika kaum fasik liberal dengan bangganya melontarkan ungkapan batilnya, bahwa “agama Allah tak perlu dibela”, “Tuhan tak perlu dibela”, dan seterusnya. Ucapan seperti itu menunjukkan, mereka adalah kaum yang bodoh dan tak berakal. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Pemerintah Lebay, Lambang Komunis Dibiarkan, Kalimat Tauhid Ditindak

Pemerintah Lebay, Lambang Komunis Dibiarkan, Kalimat Tauhid Ditindak

Sabtu, 18 Apr 2015 11:59

Al-Qaidah Yaman Rebut Tank dan Artileri dari Kamp Militer Utama di Al-Mukalla

Al-Qaidah Yaman Rebut Tank dan Artileri dari Kamp Militer Utama di Al-Mukalla

Sabtu, 18 Apr 2015 09:30

Malaysia Tidak Akan Menerima Lagi Pengungsi Rohingya & Akan Pulangkan Mereka

Malaysia Tidak Akan Menerima Lagi Pengungsi Rohingya & Akan Pulangkan Mereka

Sabtu, 18 Apr 2015 09:14

Dalam 24 Jam, Koalisi Pimpinan Saudi Luncurkan 100 Serangan Mendadak Terhadap Syi'ah Houtsi di Yaman

Dalam 24 Jam, Koalisi Pimpinan Saudi Luncurkan 100 Serangan Mendadak Terhadap Syi'ah Houtsi di Yaman

Sabtu, 18 Apr 2015 09:05

Daulah Islam (IS) Kepung Kota Ramadi di Irak Tengah dari Segala Penjuru

Daulah Islam (IS) Kepung Kota Ramadi di Irak Tengah dari Segala Penjuru

Sabtu, 18 Apr 2015 08:05

Kota Istambul Tempat Wisata Paling Terkemuka di Dunia

Kota Istambul Tempat Wisata Paling Terkemuka di Dunia

Sabtu, 18 Apr 2015 07:20

Kematian Jenderal Izzat Ibrahimi dan Masa Depan ISIS di Irak?

Kematian Jenderal Izzat Ibrahimi dan Masa Depan ISIS di Irak?

Sabtu, 18 Apr 2015 06:44

Banyak Melanggar Hukum, Pengamat Politik: Pemerintah Seharusnya Berhentikan Ahok

Banyak Melanggar Hukum, Pengamat Politik: Pemerintah Seharusnya Berhentikan Ahok

Sabtu, 18 Apr 2015 01:57

Bashar Al-Assad Tuduh Dukungan Turki Sebagai Faktor Utama Jatuhnya Idlib ke Tangan Mujahidin

Bashar Al-Assad Tuduh Dukungan Turki Sebagai Faktor Utama Jatuhnya Idlib ke Tangan Mujahidin

Jum'at, 17 Apr 2015 19:21

Aksi Islamophobia Meningkat 500% di Prancis Sejak Serangan Charlie Hebdo

Aksi Islamophobia Meningkat 500% di Prancis Sejak Serangan Charlie Hebdo

Jum'at, 17 Apr 2015 18:30

Koalisi Pimpinan Saudi Serukan Para Komandan Militer Pendukung Ali Abdullah Saleh Untuk Menyerah

Koalisi Pimpinan Saudi Serukan Para Komandan Militer Pendukung Ali Abdullah Saleh Untuk Menyerah

Jum'at, 17 Apr 2015 17:15

Yaman : Ramai-Ramai Meninggalkan Syi'ah Houthi dan Mendukung Hadi

Yaman : Ramai-Ramai Meninggalkan Syi'ah Houthi dan Mendukung Hadi

Jum'at, 17 Apr 2015 16:11

Ahok Ciderai Konstitusi, DPRD DKI: Berharap Hingga HMP

Ahok Ciderai Konstitusi, DPRD DKI: Berharap Hingga HMP

Jum'at, 17 Apr 2015 13:43

NSEAS Meminta DPRD DKI Jakarta Lanjutkan Haknya Hingga Pemakzulan Ahok

NSEAS Meminta DPRD DKI Jakarta Lanjutkan Haknya Hingga Pemakzulan Ahok

Jum'at, 17 Apr 2015 13:31

Marwan Batubara : Ada Begal di Istana Mempertahankan Kepentingan Asing

Marwan Batubara : Ada Begal di Istana Mempertahankan Kepentingan Asing

Jum'at, 17 Apr 2015 10:57

MUI :  Hanya Orang Komunis dan PKI Tidak Beragama

MUI : Hanya Orang Komunis dan PKI Tidak Beragama

Jum'at, 17 Apr 2015 10:30

Antara Petugas Partai dan Kemelaratan Rakyat Indonesia?

Antara Petugas Partai dan Kemelaratan Rakyat Indonesia?

Jum'at, 17 Apr 2015 09:55

Hamas Serukan Tangkap Warga Israel untuk Pertukaran Tawanan

Hamas Serukan Tangkap Warga Israel untuk Pertukaran Tawanan

Jum'at, 17 Apr 2015 09:18

Petisi Rakyat Tuntut DPR Membongkar Sedot Data KPU

Petisi Rakyat Tuntut DPR Membongkar Sedot Data KPU

Jum'at, 17 Apr 2015 08:09

Al-Qaidah di Semenanjung Arab Ambil Alih Bandara di Timur Yaman

Al-Qaidah di Semenanjung Arab Ambil Alih Bandara di Timur Yaman

Jum'at, 17 Apr 2015 07:22



Must Read!
X