Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
43.390 views

Film Religi "Cinta Suci Zahrana", Film Khusus Buat Para Jomblo

JAKARTA (VoA-Islam)Apa gunanya gelar sarjana dan karir setinggi langit, jika belum menikah. Untuk apa menikah, jika mendapat pasangan yang tidak seiman, yang tidak sayang pada keluarga, yang tidak bisa menjadi imam di dalam keluarga. Begitulah pesan dalam novel “Cinta Suci Zahrana” karya Habiburrhman El-Shirazi yang dingkat ke layar lebar, dan kini tengah diputar di bioskop-bioskop di Jakarta dan sekitarnya.

Adalah Zahrana, seorang gadis berprestasi dihadapkan pada pilihan mengejar cita-cita, karir atau berumah tangga. Setinggi apapun prestasi yang diraih, rasanya belum afdol bila belum mendapat jodoh.

Kang Abik menampilkan tokoh Siti Zahrana sebagai sosok gadis ambisius dan memiliki talenta luar biasa dalam bidang akademik. Ia terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, ayahnya seorang PNS golongan rendah di kelurahan. Sedangkan Zahrana berhasil menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik UGM Jogjakarta dan S2 di ITB.

Nama Zahrana mendunia karena karya tulisnya dimuat di jurnal ilmiah RMIT Melbourne. Dari karya tulis itu, Zahrana meraih penghargaan dari Thinghua University, sebuah universitas ternama di China. Ia pun terbang ke negeri Tirai Bambu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Di hadapan puluhan profesor arsitek kelas dunia, ia memaparkan arsitektur bertema budaya. Yang ia tawarkan arsitektur model kerajaan Jawa-Islam dahulu kala. Dari Thinghua University, Zahrana mendapat tawaran beasiswa untuk studi S3 di samping mendapat tawaran pengerjaan sebuah proyek besar.

Tapi Zahrana menolak tawaran menjadi dosesn di UGM dan beasiswa S3 di negeri China, dikarenakan tidak ingin jauh dari orang tuanya yang sudah renta. Zahranapun memilih mengajar di sebuah universitas di Semarang. Di tengah kesuksesan prestasi akademiknya, ia malah menjadi bahan kecemasan kedua orang tuanya. Kecemasan itu lantaran Zahrana belum juga menikah di usianya yang memasuki kepala tiga. Kedua orang tua Zahrana yang renta berharap anak satu-satunya itu segera menikah dan memiliki keturunan.

Ayah-ibunya khawatir jika semasa hidupnya tidak sempat menyaksikan Zahrana bersuami dan menimang cucu. Apalagi bila melihat anak-anak tetangga seusia Zahrana, mereka sudah memiliki anak dua bahkan tiga.

Sudah banyak laki-laki yang meminangnya, namun Zahrana menolaknya dengan halus. Prinsip Zahrana dalam memilih pasangan, bukan diukur dari kedudukan, harta dan jabatannya, tapi karena akidah yang sama, karena keshalihannya, dan mampu menjadi imam bagi dirinya. Sampai-sampai Zahrana sempat dilamar oleh seorang satpam dan tukang bengkel yang berpendidikan rendah.

Bahkan Zahrana pernah dilamar oleh seorang duda yang ternyata  atasannya sendiri. Ia dilamar dekannya, begitu kembali dari Thinghua University sehabis menerima penghargaan. Dengan tegas, Zahrana tidak menerima lamaran atasannya itu meski orang tuanya kecewa. Alasan Zahrana semata-mata persoalan moral atasannya yang suka meminta setoran kepada mahasiswa bila ingin nilai bagus bahkan suka bermain cinta dengan mahasiswanya sendiri. Di samping alasan moral, Zahrana tak mungkin menerima lamaran atasannya yang berusia kepala lima.

Akibat menolak lamaran itu, Zahrana akan dipecat secara tidak hormat. Tetapi Zahrana mendahuli mengajukan pengunduran diri. Ia benar-benar hengkang dari kampus itu dan memilih mengajar di sebuah sekolah kejuruan teknik.

Suatu ketika Zahrana pun minta saran kepada pimpinan pondok pesantren yang masih saudara jauh teman akrabnya. Oleh pimpinan pondok pesantren Zahrana dipertemukan seorang pemuda yang dari sisi pekerjaan kurang sepadan. Pemuda itu pedagang kerupuk keliling, tapi Zahrana merasa cocok. Ia bertekad mengabdikan hidupnya kepada Allah melalui ibadah dalam rumah tangga.

Takdir Berkehendak Lain

Dikala hati Zahrana berbunga-bunga, disaat ia menyiapkan gaun pengantin dan pesta pernikahan sederhana, tiba-tiba petugas kepolisian memberi kabar, bahwa Rahmat, calon suaminya itu tewas tertabrak kereta api saat mengantarkan kerupuk dengan sepedanya.  

Mendengar kabar itu, langit seakan runtuh, betapa shocknya Zahrana. Bayangan indah itu kini pupus sudah.  Zahrana pingsan beberap kali hingga dilarikan ke rumah sakit. Beruntung Zahrana masih kuat melanjutkan hidup. Bersamaan itu, ayahnya juga dilarikan ke rumah sakit, karena penyakit jantungnya yang lama diderita. Sang ayah pun meninggal dunia. Terlalu berat, ujian dan cobaan hidup itu bagi Zahrana, karena ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.

Dibalik musibah, rupanya Allah punya scenario lain. Salah seorang ibu yang datang menjenguk, yang berprofesi sebagai dokter psikologi sempat memulihkan mental dan kejiwaan Zahrana di rumah sakit. Perempuan itu ternyata ibu dari mahasiswa bernama Hasan yang sekripsinya sempat dia bimbing. Siapa nyana, ibu dokter ini mengabararkan, anaknya, Hasan, berniat menikahinya.

Betapa kaget dan bahagianya Zahrana. Seolah tak peracaya dengan nasibnya yang begitu bergelombang. Meski ragu menerima lamaran itu, Zahrana menyampaikan satu syarat. Bila anak ibu dokter benar meminangnya, ia minta agar pernikahannya nanti malam setelah shalat tarawih. Ia trauma dengan tragedi yang menimpa satu malam menjelang pernikahannya dulu. Tepat jam tujuh malam, mereka melangsungkan pernikahan suci di masjid yang disaksikan para jamaah shalat tarawih. Malam pertama bulan Ramadhan yang indah menandakan berakhirnya penderitaan Zahrana.

Film religi ini memberi pesan penting buat para jomblo, bahwa pasangan yang seakidah harus menjadi syarat utama dalam memilih pasangan. Tidak cukup akidah yang sama, tapi juga keshalihan itu harus menjadi ukuran, bukan harta dan kedudukan semata.

Pesan lainnya adalah bahwa manusia boleh berencana, namun Allah juga yang menakdirkan maut dan jodoh seseorang. Berbakti pada ayah-bunda harus menjadi hal yang utama, dan yang tak kalah penting adalah dibalik musibah, Allah akan memberi kesudahan yang baik tanpa kita duga sebelumnya. Tentu jika kita melalui ujian can cobaan hidup itu dengan sikap sabar dan bertawakal pada-Nya.

Menonton Film Cinta Suci Zahrana yang disutradarai oleh Chairul Umam tersebut dijamin membuat penonton tampak haru dan mengambil banyak pelajaran, khususnya buat para jomblo. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Selasa, 26 Sep 2017 21:45

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Selasa, 26 Sep 2017 21:05

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Selasa, 26 Sep 2017 20:36

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Selasa, 26 Sep 2017 20:29

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Selasa, 26 Sep 2017 19:05

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Selasa, 26 Sep 2017 18:05

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Selasa, 26 Sep 2017 17:00

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Selasa, 26 Sep 2017 16:05

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

Selasa, 26 Sep 2017 15:28

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Selasa, 26 Sep 2017 14:52

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Selasa, 26 Sep 2017 14:05

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Selasa, 26 Sep 2017 12:05

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 11:52

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Selasa, 26 Sep 2017 10:20

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Selasa, 26 Sep 2017 10:05

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Selasa, 26 Sep 2017 09:07

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 08:14

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Selasa, 26 Sep 2017 07:23

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Selasa, 26 Sep 2017 06:29

Negara; Antara Ada dan Tiada

Negara; Antara Ada dan Tiada

Selasa, 26 Sep 2017 06:17


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 26/09/2017 06:17

Negara; Antara Ada dan Tiada