Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.474 views

Undang-Undang Terorisme Melanggar HAM dan Menjadi Terorisme Baru

JAKARTA (voa-islam.com) - Komisioner Komnas HAM, Dr. Saharuddin Daming, SH, MH mengatakan sejumlah laporan korban kekerasan Densus 88 yang pernah disampaikan FUI ke Komnas HAM 2 tahun lalu, sudah dinyatakan terindikasi pelanggaran HAM berat dan harus ditingkatkan menjadi penyelidikan pro justisia oleh Komnas HAM.     

“Kasus itu sudah kami lakukan investigasi dan sudah selesai hasilnya kita sudah bahas di paripurna bahwa ada indikasi pelanggaran HAM berat. Sesuai dengan kewenangan Undang-Undang No. 26 tahun 2000 yang menjadi landasan hukum Komnas HAM, maka itu harus ditingkatkan lagi menjadi penyelidikan pro justisia,” ujarnya kepada voa-islam.com, Ahad (16/9/2012).

Namun, habisnya masa jabatan sempat menghambat penyelidikan pro justisia, untuk ia berharap pada komisioner mendatang bisa melanjutkan proses tersebut.

“Nah, sayang sekali pada saat kami mau mengangkat itu untuk penyelidikan pro justisia sesuai UU no. 26 tahun 2000 masa jabatan kami sudah habis masa berlakunya, sehingga apa boleh buat itu menjadi tugas bagi komisioner berikutnya. Makanya kita dorong nanti komisioner berikutnya agar mengkuti jejak kami berani untuk melakukan pengusutan atas korban Densus 88,” kata pria tuna netra pertama yang meraih gelar doktor di bidang hukum dari UNHAS, Makasar ini.

...Jadi kalau sudah seperti itu maka saya anggap undang-undang ini melebihi terorisme baru, jangan-jangan Densus ini merupakan teroris baru karena dia leluasa untuk menafsirkan sendiri apa yang menjadi kewenangannya

Selain itu, Saharuddin Daming juga menyoroti Pasal 28 UU no. 15 tahun 2003 yang berbunyi; penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga keras melakukan tindak pidana terorisme berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) untuk paling lama 7x24 (tujuh kali dua puluh empat) jam.

Menurutnya undang-undang tersebut harus direvisi karena bertentangan dengan prinsip-prinsip umum. “Itu harus direvisi karena dia bertentangan dengan prinsip-prinsip umum suatu kaidah hukum, sebuah kaidah hukum itu harus ada perimbangan, harus ada pengawasan. Persoalannya, kewenangan Densus 88 itu siapa yang mengimbangi? Siapa yang mengawasi? Tidak ada,” tutur pria yang pernah menjadi advokat ini.

Pasal 28 dalam Undang-Undang terorisme tersebut telah memberi keleluasaan Densus 88 untuk melakukan penyiksaan terhadap tersangka terorisme.  Oleh sebab itu Saharuddin Daming justru menganggap Undang-Undang itu melebihi terorisme baru dan zalim.

“Jadi kalau sudah seperti itu maka saya anggap undang-undang ini melebihi terorisme baru, jangan-jangan Densus ini merupakan teroris baru karena dia leluasa untuk menafsirkan sendiri apa yang menjadi kewenangannya. Karena itu menurut saya, undang-undang ini merupakan undang-undang zalim. Dari perspektif hukum dia cacat hukum, dia tidak memiliki dasar hukum sebenarnya,” ungkapnya.

...Yang lebih gila itu pasal 13 nanti katanya seseorang yang bertamu ke rumah kita yang belakangan itu diburu oleh Densus, penerima tamu sendiri bisa juga kena (dijerat)

Lebih parah lagi menurut Daming, adalah pasal 13 dalam  Undang-Undang terorisme yang bisa menjerat seseorang yang menerima tamu jika belakangan si tamu tersebut adalah DPO, meski penerima tamu tak tahu apa-apa.

“Yang lebih gila itu pasal 13 nanti katanya seseorang yang bertamu ke rumah kita yang belakangan itu diburu oleh Densus, penerima tamu sendiri bisa juga kena (dijerat). Menurut saya itu jauh lebih zalim, itu sebuah substansi hukum yang bertentangan dengan kaidah-kaidah umum. Sebab kaidah hukum itu harus; tertib hukum, merupakan bagian dari sistem hukum dan tidak melanggar HAM. Jadi kalau dia melanggar HAM menurut saya peraturan itu harus digugurkan,” imbuhnya.

Untuk diketahui di antara Pasal 13 disisipkan 5 (lima) pasal baru yakni Pasal 13A, Pasal 13B, Pasal 13C, Pasal 13D, dan Pasal 13E yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 13A
(1)    Setiap orang yang mengetahui akan terjadinya tindak pidana terorisme tidak melaporkannya kepada pejabat yang berwenang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun.
(2)    Dalam hal tindak pidana terorisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1) benar-benar terjadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13B
Setiap orang yang dengan sengaja meminta atau meminjam uang dan/atau barang dari organisasi atau kelompok yang diketahui atau patut diduga bertujuan melakukan tindak pidana terorisme, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13C
Setiap orang yang dengan sengaja menjadi pimpinan dan/atau anggota organisasi atau kelompok yang secara nyata bertujuan melakukan tindak pidana terorisme, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13D
Setiap orang yang secara melawan hukum menyelenggarakan dan/atau mengikuti pelatihan paramiliter, merekrut, menampung, atau mengirim seseorang untuk mengikuti pelatihan paramiliter baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang bertujuan melakukan tindak pidana terorisme dipidana dengan pidana penjara paling singkat 7 (tujuh) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

Pasal 13E

Setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan kebencian atau permusuhan yang menyebabkan terjadinya terorisme dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun. [Ahmed Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: menyambut hari raya Idul Fitri berupa pemberian paket hadiah Idul Fitri kepada para aktivis Islam dan peserta program Tahfizhul Al-Qur'an di berbagai penjara....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Muallaf mantan Katolik ini diterpa ujian hidup yang bertubi-tubi. Berawal dari suaminya kecelakaan dan di-phk, hutang menggunung berjuta-juta. Butuh bantuan 9,5 juta rupiah untuk hijrah dari...

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah. Ayo dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 18 juta rupiah. Ayo Bantu!!...

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
BNPT dan Polisi Tidak Bisa Diandalkan Memberantas Teroris jika Acuhkan Masyarakat Setempat

BNPT dan Polisi Tidak Bisa Diandalkan Memberantas Teroris jika Acuhkan Masyarakat Setempat

Jum'at, 29 Jul 2016 19:47

Sebab Isu Teroris Digaungkan, Muslim Indonesia Dikenal sebagai Gembong Teroris Terbesar di Dunia

Sebab Isu Teroris Digaungkan, Muslim Indonesia Dikenal sebagai Gembong Teroris Terbesar di Dunia

Jum'at, 29 Jul 2016 17:47

5 Tentara AS Terluka dalam Pertempuran Melawan Pejuang Islamic State (IS) di Nangarhar

5 Tentara AS Terluka dalam Pertempuran Melawan Pejuang Islamic State (IS) di Nangarhar

Jum'at, 29 Jul 2016 16:45

Korps Pemuda Ini Curiga Isu Teroris justru Dihembuskan oleh Oknum Tertentu

Korps Pemuda Ini Curiga Isu Teroris justru Dihembuskan oleh Oknum Tertentu

Jum'at, 29 Jul 2016 15:47

Poin Kemenangan Atas Gugatan Reklamasi Apa akan Sia-sia Paska Luhut Menjadi Menko Maritim?

Poin Kemenangan Atas Gugatan Reklamasi Apa akan Sia-sia Paska Luhut Menjadi Menko Maritim?

Jum'at, 29 Jul 2016 11:47

Pemuda Muhammadiyah: Boleh Jadi Isu Terorisme dan ISIS adalah by Desain

Pemuda Muhammadiyah: Boleh Jadi Isu Terorisme dan ISIS adalah by Desain

Jum'at, 29 Jul 2016 09:47

Kisah Mualaf Brenden Coetzee: Perjalanan dari Kristen, Pagan, Buddha dan Bermuara di Islam

Kisah Mualaf Brenden Coetzee: Perjalanan dari Kristen, Pagan, Buddha dan Bermuara di Islam

Jum'at, 29 Jul 2016 09:02

Turki Minta Jerman Ekstrasidi Para Jaksa dan Hakim Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Turki Minta Jerman Ekstrasidi Para Jaksa dan Hakim Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Jum'at, 29 Jul 2016 08:16

Dosen Pernah Bincang, Santoso hanya Melawan Oknum dan Pelanggar HAM, Kok Disebut Teroris?

Dosen Pernah Bincang, Santoso hanya Melawan Oknum dan Pelanggar HAM, Kok Disebut Teroris?

Jum'at, 29 Jul 2016 07:47

Putuskan Hubungan dengan Al-Qaidah, JN Bubar dan Berganti Jadi Jabhat Fatah Al-Sham

Putuskan Hubungan dengan Al-Qaidah, JN Bubar dan Berganti Jadi Jabhat Fatah Al-Sham

Jum'at, 29 Jul 2016 05:57

Rekomendasi Penindakan Teroris oleh Polri Dipertanyakan Muhammadiyah

Rekomendasi Penindakan Teroris oleh Polri Dipertanyakan Muhammadiyah

Jum'at, 29 Jul 2016 05:47

Anak SMP Dicurigai Teroris, Pemuda Muhammadiyah Sebut Polri Ingkari Teori Perkembangan Manusia

Anak SMP Dicurigai Teroris, Pemuda Muhammadiyah Sebut Polri Ingkari Teori Perkembangan Manusia

Kamis, 28 Jul 2016 23:47

Soal Santoso, Humas Polri: Silahkan Saja Dianggap Pahlawan

Soal Santoso, Humas Polri: Silahkan Saja Dianggap Pahlawan

Kamis, 28 Jul 2016 21:47

Polri Sebut Tujuan Islam Kaffah sebagai Indikasi Tindakan Terorisme?

Polri Sebut Tujuan Islam Kaffah sebagai Indikasi Tindakan Terorisme?

Kamis, 28 Jul 2016 19:47

95 Persen Warga Turki Percaya Fetulleh Gulen Dibalik Upaya Kudeta Gagal 15 Juli

95 Persen Warga Turki Percaya Fetulleh Gulen Dibalik Upaya Kudeta Gagal 15 Juli

Kamis, 28 Jul 2016 18:00

Kata Polri, Terorisme Terbentuk Pula dari Pesantren di Timur Tengah

Kata Polri, Terorisme Terbentuk Pula dari Pesantren di Timur Tengah

Kamis, 28 Jul 2016 17:47

Ahok Bagai Menjilat Ludah Sendiri, #BalikinKTPGue Jadi Trending Topic

Ahok Bagai Menjilat Ludah Sendiri, #BalikinKTPGue Jadi Trending Topic

Kamis, 28 Jul 2016 16:54

Kurdi Tuduh Rezim Suriah Fasilitasi Serangan Bom Islamic State (IS) di Qamishli

Kurdi Tuduh Rezim Suriah Fasilitasi Serangan Bom Islamic State (IS) di Qamishli

Kamis, 28 Jul 2016 16:00

Benarkah Polri Sebut Kegiatan Terorisme Tidak Berkaitan dengan Agama Tertentu?

Benarkah Polri Sebut Kegiatan Terorisme Tidak Berkaitan dengan Agama Tertentu?

Kamis, 28 Jul 2016 15:47

Hukum Orang Junub Membaca Al-Qur'an dari Hafalan

Hukum Orang Junub Membaca Al-Qur'an dari Hafalan

Kamis, 28 Jul 2016 15:24


Must Read!
X