Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.290 views

Undang-Undang Terorisme Melanggar HAM dan Menjadi Terorisme Baru

JAKARTA (voa-islam.com) - Komisioner Komnas HAM, Dr. Saharuddin Daming, SH, MH mengatakan sejumlah laporan korban kekerasan Densus 88 yang pernah disampaikan FUI ke Komnas HAM 2 tahun lalu, sudah dinyatakan terindikasi pelanggaran HAM berat dan harus ditingkatkan menjadi penyelidikan pro justisia oleh Komnas HAM.     

“Kasus itu sudah kami lakukan investigasi dan sudah selesai hasilnya kita sudah bahas di paripurna bahwa ada indikasi pelanggaran HAM berat. Sesuai dengan kewenangan Undang-Undang No. 26 tahun 2000 yang menjadi landasan hukum Komnas HAM, maka itu harus ditingkatkan lagi menjadi penyelidikan pro justisia,” ujarnya kepada voa-islam.com, Ahad (16/9/2012).

Namun, habisnya masa jabatan sempat menghambat penyelidikan pro justisia, untuk ia berharap pada komisioner mendatang bisa melanjutkan proses tersebut.

“Nah, sayang sekali pada saat kami mau mengangkat itu untuk penyelidikan pro justisia sesuai UU no. 26 tahun 2000 masa jabatan kami sudah habis masa berlakunya, sehingga apa boleh buat itu menjadi tugas bagi komisioner berikutnya. Makanya kita dorong nanti komisioner berikutnya agar mengkuti jejak kami berani untuk melakukan pengusutan atas korban Densus 88,” kata pria tuna netra pertama yang meraih gelar doktor di bidang hukum dari UNHAS, Makasar ini.

...Jadi kalau sudah seperti itu maka saya anggap undang-undang ini melebihi terorisme baru, jangan-jangan Densus ini merupakan teroris baru karena dia leluasa untuk menafsirkan sendiri apa yang menjadi kewenangannya

Selain itu, Saharuddin Daming juga menyoroti Pasal 28 UU no. 15 tahun 2003 yang berbunyi; penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga keras melakukan tindak pidana terorisme berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) untuk paling lama 7x24 (tujuh kali dua puluh empat) jam.

Menurutnya undang-undang tersebut harus direvisi karena bertentangan dengan prinsip-prinsip umum. “Itu harus direvisi karena dia bertentangan dengan prinsip-prinsip umum suatu kaidah hukum, sebuah kaidah hukum itu harus ada perimbangan, harus ada pengawasan. Persoalannya, kewenangan Densus 88 itu siapa yang mengimbangi? Siapa yang mengawasi? Tidak ada,” tutur pria yang pernah menjadi advokat ini.

Pasal 28 dalam Undang-Undang terorisme tersebut telah memberi keleluasaan Densus 88 untuk melakukan penyiksaan terhadap tersangka terorisme.  Oleh sebab itu Saharuddin Daming justru menganggap Undang-Undang itu melebihi terorisme baru dan zalim.

“Jadi kalau sudah seperti itu maka saya anggap undang-undang ini melebihi terorisme baru, jangan-jangan Densus ini merupakan teroris baru karena dia leluasa untuk menafsirkan sendiri apa yang menjadi kewenangannya. Karena itu menurut saya, undang-undang ini merupakan undang-undang zalim. Dari perspektif hukum dia cacat hukum, dia tidak memiliki dasar hukum sebenarnya,” ungkapnya.

...Yang lebih gila itu pasal 13 nanti katanya seseorang yang bertamu ke rumah kita yang belakangan itu diburu oleh Densus, penerima tamu sendiri bisa juga kena (dijerat)

Lebih parah lagi menurut Daming, adalah pasal 13 dalam  Undang-Undang terorisme yang bisa menjerat seseorang yang menerima tamu jika belakangan si tamu tersebut adalah DPO, meski penerima tamu tak tahu apa-apa.

“Yang lebih gila itu pasal 13 nanti katanya seseorang yang bertamu ke rumah kita yang belakangan itu diburu oleh Densus, penerima tamu sendiri bisa juga kena (dijerat). Menurut saya itu jauh lebih zalim, itu sebuah substansi hukum yang bertentangan dengan kaidah-kaidah umum. Sebab kaidah hukum itu harus; tertib hukum, merupakan bagian dari sistem hukum dan tidak melanggar HAM. Jadi kalau dia melanggar HAM menurut saya peraturan itu harus digugurkan,” imbuhnya.

Untuk diketahui di antara Pasal 13 disisipkan 5 (lima) pasal baru yakni Pasal 13A, Pasal 13B, Pasal 13C, Pasal 13D, dan Pasal 13E yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 13A
(1)    Setiap orang yang mengetahui akan terjadinya tindak pidana terorisme tidak melaporkannya kepada pejabat yang berwenang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun.
(2)    Dalam hal tindak pidana terorisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1) benar-benar terjadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13B
Setiap orang yang dengan sengaja meminta atau meminjam uang dan/atau barang dari organisasi atau kelompok yang diketahui atau patut diduga bertujuan melakukan tindak pidana terorisme, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13C
Setiap orang yang dengan sengaja menjadi pimpinan dan/atau anggota organisasi atau kelompok yang secara nyata bertujuan melakukan tindak pidana terorisme, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun.

Pasal 13D
Setiap orang yang secara melawan hukum menyelenggarakan dan/atau mengikuti pelatihan paramiliter, merekrut, menampung, atau mengirim seseorang untuk mengikuti pelatihan paramiliter baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang bertujuan melakukan tindak pidana terorisme dipidana dengan pidana penjara paling singkat 7 (tujuh) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

Pasal 13E

Setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan kebencian atau permusuhan yang menyebabkan terjadinya terorisme dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun. [Ahmed Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC salurkan bantuan Rp 3.500.000 untuk biaya persalinan bayi Mujahid Asir (terpenjara). Mari bantu pendidikan, kesejahteraan dan kebutuhan darurat keluarga mujahidin....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Latest News
CIIA: Jika Komunis Berkuasa di Indonesia, Kaum Beragama akan Menjadi Target Marginalisasi

CIIA: Jika Komunis Berkuasa di Indonesia, Kaum Beragama akan Menjadi Target Marginalisasi

Selasa, 24 May 2016 16:05

KPK Diminta Tersangkakan Ahok Sebelum jadi Calon Pilkada agar Tidak Disebut Politisasi

KPK Diminta Tersangkakan Ahok Sebelum jadi Calon Pilkada agar Tidak Disebut Politisasi

Selasa, 24 May 2016 15:21

Al-Qaidah Dirikan Kembali Markas di Afghanistan Selatan untuk Rencanakan Serangan Besar pada Barat

Al-Qaidah Dirikan Kembali Markas di Afghanistan Selatan untuk Rencanakan Serangan Besar pada Barat

Selasa, 24 May 2016 14:31

 Pengamat: Tersangkakan Ahok, Kewajiban yang Tidak Bisa Ditawar

Pengamat: Tersangkakan Ahok, Kewajiban yang Tidak Bisa Ditawar

Selasa, 24 May 2016 13:21

AS: Mullah Akhtar Mansour Rencanakan Serang Baru Terhadap Sasaran-sasaran Amerika

AS: Mullah Akhtar Mansour Rencanakan Serang Baru Terhadap Sasaran-sasaran Amerika

Selasa, 24 May 2016 13:00

Ini Dia Aplikasi Smartphone untuk Menghafal Al-Quran

Ini Dia Aplikasi Smartphone untuk Menghafal Al-Quran

Selasa, 24 May 2016 11:42

Yang Sebut Ahok Berprestasi, Bisa Tengok Penilaian dari Dua Lembaga Negara Ini

Yang Sebut Ahok Berprestasi, Bisa Tengok Penilaian dari Dua Lembaga Negara Ini

Selasa, 24 May 2016 11:21

Peserta dari Berbagai Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali

Peserta dari Berbagai Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali

Selasa, 24 May 2016 10:13

Bunda, Aku Tak Mau Sekolah...

Bunda, Aku Tak Mau Sekolah...

Selasa, 24 May 2016 09:43

Ahok Tidak Berprestasi, Banyak Langgar Aturan dan Gagal Menjadi Pemimpin

Ahok Tidak Berprestasi, Banyak Langgar Aturan dan Gagal Menjadi Pemimpin

Selasa, 24 May 2016 09:21

Penganut Sunda Wiwitan Disebut yang Kosongkan Kolom Agama KTP di Bekasi

Penganut Sunda Wiwitan Disebut yang Kosongkan Kolom Agama KTP di Bekasi

Selasa, 24 May 2016 09:14

Seorang Tahanan Politik Mesir Meninggal Akibat Disiksa Petugas Penjara dan Intelijen

Seorang Tahanan Politik Mesir Meninggal Akibat Disiksa Petugas Penjara dan Intelijen

Selasa, 24 May 2016 08:15

Mendedah Apologik Rasional Ala HTI

Mendedah Apologik Rasional Ala HTI

Senin, 23 May 2016 19:39

Pesan Pejuang Oposisi kepada Rezim Assad: Hentikan Serangan atau Gencatan Senjata Berakhir!

Pesan Pejuang Oposisi kepada Rezim Assad: Hentikan Serangan atau Gencatan Senjata Berakhir!

Senin, 23 May 2016 19:15

Doa Lintas Agama: Produk Pluralisme Barat

Doa Lintas Agama: Produk Pluralisme Barat

Senin, 23 May 2016 19:10

Anggota DPR RI: Warga yang Kosongkan Kolom Agama di KTP Sama Saja dengan Komunis

Anggota DPR RI: Warga yang Kosongkan Kolom Agama di KTP Sama Saja dengan Komunis

Senin, 23 May 2016 18:30

Kenya Ancam Tarik Pasukannya dari Somalia Setelah Dana Operasi Melawan Al-Shabaab Dihentikan

Kenya Ancam Tarik Pasukannya dari Somalia Setelah Dana Operasi Melawan Al-Shabaab Dihentikan

Senin, 23 May 2016 18:15

4 Cara Menyadarkan Tetangga yang Jahat

4 Cara Menyadarkan Tetangga yang Jahat

Senin, 23 May 2016 17:32

Pimpinan Wahdah Islamiyah Bertemu Ban Ki-moon di Forum Doha

Pimpinan Wahdah Islamiyah Bertemu Ban Ki-moon di Forum Doha

Senin, 23 May 2016 17:16

101 Orang Tewas dalam Serangkaian Pemboman di 2 Kota Benteng Rezim Assad

101 Orang Tewas dalam Serangkaian Pemboman di 2 Kota Benteng Rezim Assad

Senin, 23 May 2016 17:15


Must Read!
X