Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
8.052 views

Gejolak Poso tak Bisa Dipisahkan dari Pembantaian Umat Islam Masa Lalu

SOLO (voa-islam.com) - Pengurus Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar Al-Fatah, Lc. meyampaikan bahwa gejolak di Poso yang ada sekarang ini, tidak bisa dipisahkan kezaliman yang menimpa umat Islam di masa lalu.

“Kasus masa lalu, dimana kasus Poso ini, kan terjadi sebuah pembantaian terhadap kaum muslimin di masjid Walisongo, didaerah Tobelo dan lainnya, dan akibat dari pembantaian tersebut kan, puluhan bahkan ratusan kaum muslimin terbantai,” ujarnya kepada voa-islam.com, usai menjadi pemateri kajian dimasjid Fauziyah Kompleks Madrasah ‘Aliyah Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Jum’at (2/11/ 2012).

Sejumlah orang yang selamat dalam pembantaian tersebut juga pernah memberikan kesaksian ke sejumlah ormas Islam diantaranya DDII.

...kita punya kesimpulan bahwa rasa sakit yang dialami oleh kaum Muslimin akibat pembantaian tersebut itu, boleh dibilang bisa jadi belum hilang

 

Bahkan, saksi hidup pembantaian itu yaitu dr. Jose Rizal memberikan kesaksian atas mayat kaum muslimin yang dibakar di Tobelo.

“Kemudian saksi hidup yang sampai sekarang ini masih hidup, yakni dr. Joserizal Mer-C dulu juga pernah memberikan kesaksian kepada kami, bagaimana puluhan kaum muslimin yang ada didalam masjid dibakar semua tanpa memperhitungkan, mana anak kecil, wanita dan orang tua,” kata Anggota Dewan Eksekutif Syari’ah (DES) Majelis Ulama Indonesia Kota Surakarta Jawa Tengah itu.

Saat itu, mayat kaum muslimin yang dibakar dan bergelimpangan di dalam masjid itu pun dikubur menjadi satu.

“Sehingga, karena banyaknya korban yang meninggal akibat dibakar itu, dr. Jose kemudian mengeruk lubang didepan masjid yang dibakar itu dengan deco (traktor-red), kemudian menguburkan jenazah kaum muslimin dalam satu lubang,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ustadz Aris Munandar menyimpulkan jika luka kaum Muslimin di Poso masih belum hilang dan memerlukan perhatian umat Islam.

“Akhirnya, kita punya kesimpulan bahwa rasa sakit yang dialami oleh kaum Muslimin akibat pembantaian tersebut itu, boleh dibilang bisa jadi belum hilang. Bisa jadi belum hilang dan itu membutuhkan perhatian juga dari kaum muslimin lainnya,” jelasnya.  [Bekti/VOA]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X