Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.019 views

Anut Paradigma HAM Barat, SBY Dianugerahi Gelar Ksatria Salib Agung

JAKARTA (voa-islam.com) - Sikap Presiden SBY yang hingga kini melindungi aliran sesat Ahmadiyah merupakan bukti nyata bahwa SBY menganut paradigm HAM barat hingga akhirnya ia dianugerahi gelar Knight Grand Cross atau Ksatria Salib Agung.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab saat memberikan sambutan dalam deklarasi Pusat HAM Islam Indonesia (PusHAMI) di Masjid Al-Ishlah, Petamburan III, Jakarta Pusat.

Habib Riziq Shihab mengingatkan bahwa lembaga HAM Islam memiliki tugas berat, sebab pemerintah Indonesia meski sudah memiliki Undang-undang HAM dan lembaga KomnasHAM namun masih menggunakan paradigm HAM barat.

“Kepada teman-teman di Pusat Hak Asasi Manusia Islam Indonesia, tantangan ke depan berat. Musuh sudah siap untuk menghadang jalan kita semua, kenapa? Sebab pemerintah Republik Indonesia, Walaupun sudah membuat pasal-pasal Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945, walaupun  sudah membuat undang-undang HAM, walaupun sudah membentuk KomnasHAM, tapi paradigmanya masih menggunakan paradigma HAM barat,” ungkapnya di hadapan ribuan hadirin, Rabu (14/11/2012).

Bukti nyata bahwa pemerintah masih menggunakan paradigma HAM barat menurut Habib Rizieq adalah sikap SBY yang masih melindungi aliran sesat Ahmadiyah.

“Ahmadiyah kita izinkan hidup, Ahmadiyah kita berikan perlindungan kerena itu merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Jadi artinya, menurut bapak Presiden, Ahmadiyah itu Hak Asasi Manusia. Saya mau tanya; Ahmadiyah itu sesat tidak? Menodai Islam tidak? Apakah kesesatan itu merupakan HAM? Dengan demikian jelas bahwa HAM dalam benak bapak Presiden kita adalah HAM barat, bukan HAM Islam,” paparnya.

Pola pikir dan sikap demikianlah yang ternyata membuat SBY mendapat penghargaan Knight Grand Cross atau Ksatria Salib Agung dari ratu Elizabeth II.

“Dengan pola pikir Presiden semacam itu, dengan paradigma Presiden semacam itu, Presiden kita mendapatkan penghargaan dari Ratu Elizabeth, penghargaan Knight Grand Cross (Ksatria Salib Agung),” jelasnya.

Lebih lanjut kata Habib Rizieq, SBY harusnya tahu diri bahwa dirinya pemimpin negara berpenduduk Muslim terbesar dunia.

“Presiden mesti tahu diri, dia beragama Islam, dia pimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar sedunia, mestinya dia tidak gegabah, mestinya dia tidak ceroboh menerima penghargaan sebagai Ksatria Salib,” ucapnya.

Habib Rizieq juga memperingatkan bahwa keputusan Presiden tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. “Jadi kalau Presiden tidak menyadari, hati-hati! Nanti di hari kiamat dikumpulkan di padang mahsyar yang Presiden cari adalah bendera salib,” tegasnya. [Ahmed Widad]         

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X