Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
12.199 views

Bedah Buku Wawasan Kebangsaan Habib Riziq : Bung Hatta Berdusta?

JAKARTA (voa-islam.com) – Di masa Orde Lama dan Orde Baru, umat Islam selalu distigmakan sebagai musuh Pancasila, anti NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Padahal, peran umat Islam dalam memperjuangkan dan mempertahakan kemerdekaan begitu besar.

“Ingat, Pangeran Diponogoro, Teuku Umar, Imam Bonjol, adalah pejuang Islam yang bertempur melawan penjajah Belanda. Bahkan Pattimura adalah  seorang muslim yang juga berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya, perlu klarifikasi sejarah. Sehingga stigma umat Islam anti NKRI adalah sebuah persepsi yang salah," kata Ketua DPP FPI Habib Muhsin Alatas dalam bedah buku " Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah" (karya Habib Rizieq Syihab) di Jakarta.

Menengok sejarah lahirnya Pancasila, ternyata umat Islam dihadapi oleh pengkkhinatan, termasuk pengkhinatan atas pencoretan 7 kata dari Piagam Jakarta. Sejarah mencatat, Panitia Sembilan berhasil melahirkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 yang menetapkan lima dasar negara. Diantara butir sila itu adalah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syaria Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Inilah yang disebut Pancasila Piagam Jakarta.

“Pancasila Piagam Jakarta adalah merupakan Pancasila yang paling asli, autentik dan orisinil serta konstitusional,” Habib Muhsin mengutip pernyataan Habib Rizieq dalam bukunya “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah”.

Pengkhianatan Pancasila  

Setelah proklamasi kemerdekaan, sore harinya (17 Agus tus 1945) Bung Hatta mengaku didatangi seorang Opsir Kaigun (Admiral Angkatan Laut Jepang) yang meminta agar Syariat Islam dihapuskan dari Dasar Negara Indonesia dengan alasan adanya keberatan dari tokoh Kristen Indonesia Timur.

Yang jelas, Bung Hatta tidak pernah menyebutkan identitas opsir Kaigun dan tokoh Kristen Indonesia Timur yang keberatan tersebut, serta siapa pula saksi dari peristiwa tersebut pun tidak jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan sejarah hingga kini: apakah fakta atau rekayasa?

Lalu keesokan harinya, tanggal 18 Agustus 1945 digelar siding PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk tujuan mengakomodir aspirasi tersebut.  Sidang PPKI hanya berlangsung dua jam, dan tak satupun tokoh Islam dari Panitia Sembilan yang hadir.

Dalam sidang yang singkat dan terburu-buru itu, Bung Hatta mengusulkan empat perubahan Piagam Jakarta, yaitu: Pertama, kata Muqaddimah diganti dengan kata pembukaan. Kedua, dasar negara yang termaktub dalam Muqaddimah diubah dari “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syaria Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Keempat, syarat Presiden diubah dari “orang Indonesia yang beragama Islam” menjadi “orang Indonesia asli”.  Usul itu pun diterima tanpa hambatan.

“Empat perubahan yang dilakukan Bung Hatta adalah bukti sebuah pengkhinatan. Bung Hatta telah berdusta. Kata Syariat Islam yang dihapus dengan dalih untuk meredam gejolak rakyat Indonesia bagian timur terbantahkan. Hingga kini, meski penghapusan kata syariat Islam telah dihapus, tetap saja Maluku, Papua, dan Timor-timur bergolak, dan ingin memisahkan diri,” kata habib Muhsin.

Mengenai Pancasila, Habib menegaskan, Pancasila bukanlah barang yang sakral dan sakti.  Namun demikian, tidak benar jika umat Islam Indonesia menolak Pancasila. Umat Islam hanya menolak Pancasila untuk dimitoskan dan disakralkan, seperti di zaman Soeharto. “Pancasila Asli dalam Piagam Jakarta, yang berdasarkan syariat Islam bagi pemeluknya, harus direbut kembali.”

Soal NKRI, kata Habib Muhsin, umat Islam Indonesia mengakui bhineka tunggal ika (pluralitas). Tapi, umat Islam menolak pluralism agama. Jadi harus dibedakan, mana keterbelakangan yang mengatasnamakan bhineka tunggal ika. Jika suatu budaya itu melestarikan keterbelakangan, maka  harus ditolak.

Sebagai contoh, orang Papua yang masih menggunakan koteka tidak bisa dikatakan sebagai upaya melestarikan budaya atas nama bhineka tunggal ika.  Orang Papua harus pake baju. Dengan demikian, bhineka tungga ika yang benar adalah yang mengedepankan peradaban manusia. [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Latest News
Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate

Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate

Senin, 29 Aug 2016 19:30

Sikap Ahok yang Diduga Langgar UU Berpotensi Diikuti Kepala Daerah Lainnya

Sikap Ahok yang Diduga Langgar UU Berpotensi Diikuti Kepala Daerah Lainnya

Senin, 29 Aug 2016 18:59

Dibalik Gagasan Perempuan Mandiri

Dibalik Gagasan Perempuan Mandiri

Senin, 29 Aug 2016 18:50

Pasukan FSA Didukung Turki Rebut 8 Desa Lagi dari Komunis Kurdi Dekat Jarablus

Pasukan FSA Didukung Turki Rebut 8 Desa Lagi dari Komunis Kurdi Dekat Jarablus

Senin, 29 Aug 2016 17:45

Gusur Warga dengan TNI dan Polisi, Ahok Khianati Pencapaian Reformasi

Gusur Warga dengan TNI dan Polisi, Ahok Khianati Pencapaian Reformasi

Senin, 29 Aug 2016 16:59

Serangan Bom Mobil Hancurkan Gedung Institut Kriminologi Brussels Belgia

Serangan Bom Mobil Hancurkan Gedung Institut Kriminologi Brussels Belgia

Senin, 29 Aug 2016 16:15

Allepo Memanggilmu

Allepo Memanggilmu

Senin, 29 Aug 2016 16:15

Pengamat Ini Menganggap Rezim Jokowi lebih Kejam daripada Penjajah Belanda

Pengamat Ini Menganggap Rezim Jokowi lebih Kejam daripada Penjajah Belanda

Senin, 29 Aug 2016 14:59

GP Ansor  Jakarta Sebut Jika Ada Kader NU Pro Ahok, Maka Itu Bukan Warga NU

GP Ansor Jakarta Sebut Jika Ada Kader NU Pro Ahok, Maka Itu Bukan Warga NU

Senin, 29 Aug 2016 14:17

Spanduk Penolakan Beredar, Habib Rizieq Justru Disambut Antusias Puluhan Ribu Masyarakat Tasikmalaya

Spanduk Penolakan Beredar, Habib Rizieq Justru Disambut Antusias Puluhan Ribu Masyarakat Tasikmalaya

Senin, 29 Aug 2016 13:33

Pejuang Oposisi Tewaskan Komandan Akademi Artileri Ramoushe Brigjen Asif Kheirbek

Pejuang Oposisi Tewaskan Komandan Akademi Artileri Ramoushe Brigjen Asif Kheirbek

Senin, 29 Aug 2016 13:00

Ada Dugaan Skenario Identitas Dua Negara Dimainkan Pemerintah

Ada Dugaan Skenario Identitas Dua Negara Dimainkan Pemerintah

Senin, 29 Aug 2016 12:59

Teror di Gereja Medan, MUI: Ada Upaya Merusak Citra Islam

Teror di Gereja Medan, MUI: Ada Upaya Merusak Citra Islam

Senin, 29 Aug 2016 11:58

Inilah Prestasi Kelas Dunia Ahok Menurut Habib Rizieq

Inilah Prestasi Kelas Dunia Ahok Menurut Habib Rizieq

Senin, 29 Aug 2016 11:35

Islamic State Serang Markas Militer Rezim Suriah di Palmyra, Tewaskan 7 Tentara

Islamic State Serang Markas Militer Rezim Suriah di Palmyra, Tewaskan 7 Tentara

Senin, 29 Aug 2016 11:30

Kekayaan dan Kedaulatan Indonesia Dijadikan Rebutan Cina dan AS

Kekayaan dan Kedaulatan Indonesia Dijadikan Rebutan Cina dan AS

Senin, 29 Aug 2016 10:59

Bubarkan Pengajian, Warga Ternate Kesal Pengikut Syiah Jafariah Tidak Taati Fatwa MUI

Bubarkan Pengajian, Warga Ternate Kesal Pengikut Syiah Jafariah Tidak Taati Fatwa MUI

Senin, 29 Aug 2016 10:34

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Senin, 29 Aug 2016 10:14

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Senin, 29 Aug 2016 09:33

Dwikewarganegaraan, sebuah Konsep Khianat terhadap Nasionalisme dan Sejarah Indonesia

Dwikewarganegaraan, sebuah Konsep Khianat terhadap Nasionalisme dan Sejarah Indonesia

Senin, 29 Aug 2016 06:09


Must Read!
X

Senin, 29/08/2016 16:15

Allepo Memanggilmu