Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
11.930 views

Bedah Buku Wawasan Kebangsaan Habib Riziq : Bung Hatta Berdusta?

JAKARTA (voa-islam.com) – Di masa Orde Lama dan Orde Baru, umat Islam selalu distigmakan sebagai musuh Pancasila, anti NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Padahal, peran umat Islam dalam memperjuangkan dan mempertahakan kemerdekaan begitu besar.

“Ingat, Pangeran Diponogoro, Teuku Umar, Imam Bonjol, adalah pejuang Islam yang bertempur melawan penjajah Belanda. Bahkan Pattimura adalah  seorang muslim yang juga berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya, perlu klarifikasi sejarah. Sehingga stigma umat Islam anti NKRI adalah sebuah persepsi yang salah," kata Ketua DPP FPI Habib Muhsin Alatas dalam bedah buku " Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah" (karya Habib Rizieq Syihab) di Jakarta.

Menengok sejarah lahirnya Pancasila, ternyata umat Islam dihadapi oleh pengkkhinatan, termasuk pengkhinatan atas pencoretan 7 kata dari Piagam Jakarta. Sejarah mencatat, Panitia Sembilan berhasil melahirkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 yang menetapkan lima dasar negara. Diantara butir sila itu adalah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syaria Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Inilah yang disebut Pancasila Piagam Jakarta.

“Pancasila Piagam Jakarta adalah merupakan Pancasila yang paling asli, autentik dan orisinil serta konstitusional,” Habib Muhsin mengutip pernyataan Habib Rizieq dalam bukunya “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah”.

Pengkhianatan Pancasila  

Setelah proklamasi kemerdekaan, sore harinya (17 Agus tus 1945) Bung Hatta mengaku didatangi seorang Opsir Kaigun (Admiral Angkatan Laut Jepang) yang meminta agar Syariat Islam dihapuskan dari Dasar Negara Indonesia dengan alasan adanya keberatan dari tokoh Kristen Indonesia Timur.

Yang jelas, Bung Hatta tidak pernah menyebutkan identitas opsir Kaigun dan tokoh Kristen Indonesia Timur yang keberatan tersebut, serta siapa pula saksi dari peristiwa tersebut pun tidak jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan sejarah hingga kini: apakah fakta atau rekayasa?

Lalu keesokan harinya, tanggal 18 Agustus 1945 digelar siding PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk tujuan mengakomodir aspirasi tersebut.  Sidang PPKI hanya berlangsung dua jam, dan tak satupun tokoh Islam dari Panitia Sembilan yang hadir.

Dalam sidang yang singkat dan terburu-buru itu, Bung Hatta mengusulkan empat perubahan Piagam Jakarta, yaitu: Pertama, kata Muqaddimah diganti dengan kata pembukaan. Kedua, dasar negara yang termaktub dalam Muqaddimah diubah dari “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syaria Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Keempat, syarat Presiden diubah dari “orang Indonesia yang beragama Islam” menjadi “orang Indonesia asli”.  Usul itu pun diterima tanpa hambatan.

“Empat perubahan yang dilakukan Bung Hatta adalah bukti sebuah pengkhinatan. Bung Hatta telah berdusta. Kata Syariat Islam yang dihapus dengan dalih untuk meredam gejolak rakyat Indonesia bagian timur terbantahkan. Hingga kini, meski penghapusan kata syariat Islam telah dihapus, tetap saja Maluku, Papua, dan Timor-timur bergolak, dan ingin memisahkan diri,” kata habib Muhsin.

Mengenai Pancasila, Habib menegaskan, Pancasila bukanlah barang yang sakral dan sakti.  Namun demikian, tidak benar jika umat Islam Indonesia menolak Pancasila. Umat Islam hanya menolak Pancasila untuk dimitoskan dan disakralkan, seperti di zaman Soeharto. “Pancasila Asli dalam Piagam Jakarta, yang berdasarkan syariat Islam bagi pemeluknya, harus direbut kembali.”

Soal NKRI, kata Habib Muhsin, umat Islam Indonesia mengakui bhineka tunggal ika (pluralitas). Tapi, umat Islam menolak pluralism agama. Jadi harus dibedakan, mana keterbelakangan yang mengatasnamakan bhineka tunggal ika. Jika suatu budaya itu melestarikan keterbelakangan, maka  harus ditolak.

Sebagai contoh, orang Papua yang masih menggunakan koteka tidak bisa dikatakan sebagai upaya melestarikan budaya atas nama bhineka tunggal ika.  Orang Papua harus pake baju. Dengan demikian, bhineka tungga ika yang benar adalah yang mengedepankan peradaban manusia. [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Ahad, 29 May 2016 20:58

Islam yang Dirindukan

Islam yang Dirindukan

Ahad, 29 May 2016 20:50

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Ahad, 29 May 2016 20:38

Kita Harus Fanatik

Kita Harus Fanatik

Ahad, 29 May 2016 18:34

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Ahad, 29 May 2016 18:00

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Ahad, 29 May 2016 16:33

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Ahad, 29 May 2016 16:30

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Ahad, 29 May 2016 11:46

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Ahad, 29 May 2016 10:01

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Ahad, 29 May 2016 08:43

 Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Ahad, 29 May 2016 07:20

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Ahad, 29 May 2016 06:10

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Ahad, 29 May 2016 05:17

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Sabtu, 28 May 2016 20:45

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Sabtu, 28 May 2016 15:48

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Sabtu, 28 May 2016 15:37

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Sabtu, 28 May 2016 15:30

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Sabtu, 28 May 2016 13:37

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Sabtu, 28 May 2016 13:14

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Sabtu, 28 May 2016 13:00


Must Read!
X