Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
11.804 views

Konflik Sabah Diciptakan Kolonial Inggris: Adu Domba Sesama Muslim

SABAH (voa-islam.com) – Kesultanan Sulu di Sabah secara territorial adalah bagian dari negara Malaysia. Dan Distrik Sabah adalah wilayah Pemerintahan Kuala Lumpur. Sebelum Imperialis Inggris menguasai negeri itu pada 1880-an, Sabah adalah wilayah Kesultanan Suluh.

Kesultanan menyewakan tanah 75 kilometer persegi itu ke British North Borneo Co milik Kerajaan Inggris. Hengkangnya Inggris pada 1963 membuat perjanjian tersebut beralih. Pemerintah Malaysia melanjutkan kontrak sewa menyewa hingga sekarang. 

Belakangan, ahli waris Kesultanan Sulu, Sultan Jamalul Kiram III menghendaki penghentian kontrak dan meminta wilayah tersebut kembali. Pemerintah Malaysia menolak permintaan tersebut. Penolakan itu membuat Sultan Kiram marah. 

Sultan Kiram mengirimkan tentara bersenjatanya untuk mengembalikan tanah kesultanan. Pekan lalu, 27 orang tewas dalam aksi saling serang antara Malaysia dan pendukung kesultanan.

Senin (4/3) kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, Sabah merupakan wilayah utuh dari negaranya. Negosiasi antara Kuala Lumpur dan Manila sepakat mengakhiri konflik dengan dialog. 

Kedua pemerintah juga setuju meredam konflik militer. Pemerintah Malaysia pun mencap pendukung Kesultanan Sulu adalah penyusup. ''Pemerintah akan mengambil tindakan yang tepat untuk melestarikan kebanggaan dan keutuhan negara,'' ujar dia.

Front Pembebasan Nasional Moro Bantu Kesultanan Sulu

Nur Misuari, yang mendirikan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) pada akhir 1960-an, mengonfirmasi 'pejuang pembebasan' dari kelompoknya adalah bagian dari milisi yang dikirim oleh Sultan Sulu untuk mengklaim negara bagian Sabah, Malaysia.

"Saya tidak bisa menyangkal bahwa sebagian dari mereka adalah anggota pejuang pembebasan MNLF," ujar Misuari dalam jumpa pers di Manila seperti dilaporkan oleh AFP, Selasa. Hanya saja, ia berkeras tidak terlibat secara personal dalam konflik terebut.

"Mereka pergi ke sana tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak memerintahkan siapa pun untuk bergabung ke sana sehingga sangat tidak bertanggung jawab bila ada tuduhan yang menyalahkan kami," ujar Misuari menegaskan.

Pernyataan itu disampaikan saat mengunjungi Jamalul Kiram III, tokoh yang memproklamirkan diri sendiri sebagai Sultan Sulu, sosok yang mengirimkan 100 hingga 300 orang dari Filipina selatan ke Sabah pada 12 Februari untuk menekankan klaim kepemilikannya.

Pejuang pembebasan MNLF terlibat dalam pertempuran bersenjata selama berdekade melawan pemerintahan Filipina, hingga menimbulkan korban puluhan ribu nyawa. MNLF menuntut negara merdeka di wilayah selatan Filipina sekaligus mengklaim negara bagian Sabah sebagai bagian kampung halaman leluhur mereka.

Grup tersebut akhirnya meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina pada 1996. Berdasar kesepakatan damai, MNLF mendapat hak otonom di wilayah selatan dan melepaskan Sabah dari tuntutan.

Perjanjian damai MNLF menimbulkan ketidakpuasan dari anggota yang beraliran keras sehingga munculan sempalan yang menamakan diri Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang meneruskan perjuangan untuk menuntut kemerdekaan penuh, bukan wilayah otonom.

MILF kini juga hampir mencapai kesepakatan dengan pemerintah dan mengabaikan klaim atas Sabah sepenuhnya. Situasi itu dinilai berpotensi membuat MNLF kehilangan pengaruh politik di selatan Filipina.

Pengamat berspekulasi anggota MNLF diduga ikut meluncurkan serangan ke Malaysia karena mereka takut kehilangan kekuasaan. Spekulasi itu dibantah oleh Misuari yang menegaskan MNLF tidak pernah terlibat secara langsung secara keorganisasian dalam serangan di Sabah. Malah, ia menawarkan pergi ke Kuala Lumpur untuk memediasi solusi damai. [Desastian/RoL/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X