Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.146 views

Biadab! Ketua BNPT: Melanggar HAM Itu Sah-sah Saja, Karena Ada UU-nya

MAKASSAR (voa-islam.com) – "Meskipun ada anggapan pekerjaan polisi 100 persen melanggar HAM saat menangkap dan memburu teroris, tetapi itu sah-sah saja menurut UU yang berlaku. Sebab kita ini berhadapan dengan teroris." Demikian dikatakan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Pusat Ansyad Mbai. Dengan bangga Ansyad menyatakan, dalam penanganan teroris, Indonesia mendapat pujian dari berbagai negara karena mampu menangkap teroris.

Berdasarkan data dari 2002 jumlah kasus terorisme mencapai 840 kasus. Indonesia pun menjadi model penanganan teroris di dunia."Indonesia menjadi model di dunia dalam penangaan teroris. Indonesia konsisten dalam supermasihukum, tidak perlu pakai rudal seperti dilakukan di negara lainnya menangkap teroris," katanya saat diskusi BNPT bersama Jurnalis di Makassar, Rabu (6/3).

Sesumbar, Ansyad Mbai mengatakan, Indonesia dinilai berhasil dalam penanganan teroris tanpa melibatkan sejumlah pasukan besar seperti di negara-negara lainnya. Dalam hal penanganan teroris di Indonesia, “Densus 88 Anti teror mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.  

Belum puas melakukan pelanggaran HAM berat, Ketua BNPT itu menilai bahwa UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih lemah dan belum mengikat sepenuhnya."Ini adalah salah satu kelemahan. Terus terang sampai hari ini, saya tidak mengatakan UU Terorisme kita itu paling `lembek`," kata Ketua BNPT Pusat Ansyad Mbai.

Menurut pria kelahiran Buton ini, kini Indonesia masuk dalam kelompok 20 masih diakui dunia internasional dalam hal ekonomi dan meskipun ada teror.. Tapi, yang pasti, beberapa NGO, seperti Komnas HAM, Kontras, Indonesia Policy Watch, dan sejumlah ormas Islam, telah membenarkan adanya pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 terkait beredarnya video kekerasan yang terjadi di Poso. MUI, Muhammadiyah dan beberapa ormas islam lainnya mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Papua Merdeka Motif Ekonomi

Usai diskusi bersama Jurnalis Ansyad Mbai mengatakan, mengapa selalu ada gerakan teroris dan sepertinya sistematis, padahal sudah beberapa pelaku yang ditangkap dan dihukum mati, itu karena produk hukumnya. "Kenapa teroris itu selalu terus-terus melakukannya, padahal sudah ditangkap tapi masih melakukan lagi. Karena apa, kegiatan-kegiatan awal yang mengarah kepada terorisme belum terjangkau oleh hukum kita," ungkapnya.

Ansyad menuduh Ustadz Abubakar Ba`syir lari dari Malaysia karena takut ditangkap dengan melihat produk hukumnya, makanya di daerah ini dia bebas."Kalau di sulsel ada teroris dan jelas masih kita harus waspadai, masih ada sisa-sisa gerakan itu," ketusnya.

Semua kelompok teroris, sebut Ansyad, diduga masih punya kaitan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Bisa jadi NII itu induk dari gerakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama ini," sebutnya.

Saat ditanyai mengenai kasus teror di Papua, kata dia, di Papua itu bermacam macam karena luas geografis tidak bisa disamakan dan berbeda. Ada model separatis, ada yang motif ekonomi seperti di Timika."Banyak motif salah satunya ekomomi dan dibeberapa tempat ada motif politik," ucapnya

Lanjutnya, "Sebetulnya itu sudah di kategorikan teroris, sampai saat ini pemerintah masih belum memberlakukan UU terorisme untuk kasus itu. Tapi kalau kita lihat di dunia internasional, Uni Eropa itu sudah masuk kategori teroris," sebutnya.

Terkait belum diberlakukan UU Teroris di papua, pria kelahiran Buton ini menjelaskan, ini konsekwensi, daripada prinsip demokrasi yang harus di jalankan sebegaimana mestinya.

"Pemerintah tidak bisa secara otoriter langsung memperlakukan hal itu karena agenda utama kita sebetulnya bukan soal teroris, tapi bagaimana mempertahankan proses demokrasi di negeri ini," tandasnya. Hal itu kata Ansyad, tergantung situasi yang berkembang di Papua apakah akan diberlakukan di Papua yang bisa saja mengarah kepada aksi terorisme. [Desastian/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Sejak usia 8 tahun sudah menjadi yatim. Saat tumbuh menjadi remaja muslimah berprestasi dan rajin beribadah, ia diuji dengan musibah tumor ganas di lututnya. ...

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Latest News
Paksa Muslim Makan Daging Babi Busuk, Polisi Jerman Diberhentikan dari Tugas

Paksa Muslim Makan Daging Babi Busuk, Polisi Jerman Diberhentikan dari Tugas

Rabu, 27 May 2015 16:27

Turki Akan Bantu Oposisi Moderat Suriah dengan Serangan Udara untuk Perangi Daulah Islam

Turki Akan Bantu Oposisi Moderat Suriah dengan Serangan Udara untuk Perangi Daulah Islam

Rabu, 27 May 2015 15:09

Pemerintah Syi'ah Irak Paksa Pengungsi Sunni Ramadi Kembali Ke Zona Perang

Pemerintah Syi'ah Irak Paksa Pengungsi Sunni Ramadi Kembali Ke Zona Perang

Rabu, 27 May 2015 14:05

AS Kembali Salahkan Pasukan Syi'ah Irak atas Jatuhnya Kota Ramadi ke Tangan Daulah Islam

AS Kembali Salahkan Pasukan Syi'ah Irak atas Jatuhnya Kota Ramadi ke Tangan Daulah Islam

Rabu, 27 May 2015 13:45

Surat Ancaman Teror 2 Masjid di Arizona Amerika Serikat

Surat Ancaman Teror 2 Masjid di Arizona Amerika Serikat

Rabu, 27 May 2015 13:30

Zionis Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara di Jalur Gaza

Zionis Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara di Jalur Gaza

Rabu, 27 May 2015 13:15

Universitas Indonesia Gelar Bakti Sosial Pengobatan Massal Gratis bagi 800 orang di Jalur Gaza

Universitas Indonesia Gelar Bakti Sosial Pengobatan Massal Gratis bagi 800 orang di Jalur Gaza

Rabu, 27 May 2015 12:59

Tabligh Akbar JAS: Syiah Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Tabligh Akbar JAS: Syiah Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Rabu, 27 May 2015 12:24

5 Seruan Forum Umat Islam 'SELAMATKAN MUSLIM ROHINGYA'

5 Seruan Forum Umat Islam 'SELAMATKAN MUSLIM ROHINGYA'

Rabu, 27 May 2015 12:12

Hafal Al Quran, 2 Santri Aceh Diundang Jadi Imam Tarawih di Malaysia

Hafal Al Quran, 2 Santri Aceh Diundang Jadi Imam Tarawih di Malaysia

Rabu, 27 May 2015 12:09

Bersikap Adil terhadap Daulah Islam

Bersikap Adil terhadap Daulah Islam

Rabu, 27 May 2015 12:02

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Rabu, 27 May 2015 11:19

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Selasa, 26 May 2015 22:37

Mesir Buka Perbatasan Rafah Selama 2 Hari untuk Pulangkan Warga Palestina yang Terdampar

Mesir Buka Perbatasan Rafah Selama 2 Hari untuk Pulangkan Warga Palestina yang Terdampar

Selasa, 26 May 2015 21:40

Pasukan Pro Hadi Rebut Kota Daleh dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pasukan Pro Hadi Rebut Kota Daleh dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Selasa, 26 May 2015 21:30

Para Pejuang ISIS Semakin Mendekati Damaskus

Para Pejuang ISIS Semakin Mendekati Damaskus

Selasa, 26 May 2015 21:22

Koalisi Nasional Suriah: Hizbullat Akan Mati di Qolamun

Koalisi Nasional Suriah: Hizbullat Akan Mati di Qolamun

Selasa, 26 May 2015 21:10

4 Tentara India Tewas dalam Kontak Senjata dengan Mujahidin di Kashmir

4 Tentara India Tewas dalam Kontak Senjata dengan Mujahidin di Kashmir

Selasa, 26 May 2015 21:00

Sergapan Al-Shabaab di Garissa Tewaskan 20 Polisi Kenya

Sergapan Al-Shabaab di Garissa Tewaskan 20 Polisi Kenya

Selasa, 26 May 2015 20:50

Turki dan AS Sepakat Beri Dukungan Udara pejuang Sekuler Saat Lawan Jabhat Al-Nusrah dan IS

Turki dan AS Sepakat Beri Dukungan Udara pejuang Sekuler Saat Lawan Jabhat Al-Nusrah dan IS

Selasa, 26 May 2015 20:20



Must Read!
X