Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
10.352 views

Inilah Klarifikasi RSUD Dr Moewardi Terkait Larangan Jilbab di Solo

SOLO (voa-islam.com) – Ditemui voa-islam secara terpisah, Drg. Rachmat Basoeki Soetardjo MMR selaku Direktur RSUD Dr. Moewardi menegaskan, surat Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 79 tahun 2010 tentang “Pengaturan Pemakaian Jilbab”, bukan surat pelarangan untuk memakai jilbab sebagaimana yang diberitakan oleh media massa.

“Pelarangan itu gak ada pak, yang ada itu pengaturan. Dan hal itu sesuai dengan Pergub 79 tahun 2010. Jadi tidak ada pelarangan, yang ada itu pengaturan. Semua pakaian sampai topi dan  sepatu aja diatur,” ucapnya belum lama ini, (30/3).

Beliau membenarkan adanya surat pengaturan tersebut, namun jika ada karyawan atau karyawati yang merasa tidak nyaman dengan adanya surat tersebut, ia menyarankan agar  bertemu langsung dengan dirinya atau kepada dr. Nana Umar Dewi, wakil direktur RSUD Dr. Moewardi ,  sekaligus bagian penegakan disiplin di RSUD, bukannya malah datang ke MUI Solo atau wartawan.

“Surat peraturan Gubernur itu sejak tahun 2010, dan hampir setiap tahun diperbaiki. Peraturan Gubernur itu memang yang terakhir muncul. Saya ingin tahu, siapa pegawai itu dan bagaimana identitasnya itu. Temukan aja sama saya,” paparnya.

Basoeki mengaku senang jika dirinya ditanya langsung terkait isu larangan jilbab. Alasannya,  jika permasalahan disampaikan kepada orang lain yang tidak mengetahui akar masalahnya  justru akan memperbesar dan memperluas masalah. “Jadi terima kasih kepada voa-islam.com yang mau untuk langsung konfirmasi ke saya. Kalau ada berita seperti itu lagi lebih baik dilakukan komunikasi dua arah.”

Saat ditanya apakah surat pengaturan tersebut tidak menabrak atau melanggar keyakinan agama seseorang? Sebab masalah pemakaian jilbab itu juga ada aturannya dalam agama islam. MUI Solo bersama elemen umat Islam di Solo Raya terpanggil untuk ikut membantu persoalan para karyawati tersebut.

“Saya nggak berhak komen kalau itu pak. Sebaiknya kalau masalah keyakinan itu tanya ke ahli agama. Atau jika peraturan itu tidak sesuai, tanyakan aja kepada Gubernur. Yang jeals, surat itu tidak hanya ditujukan kepada rumah sakit Moewardi, tapi semua satuan kerja perangkat daerah dibawah pemerintah provinsi Jawa Tengah,” kilahnya.

Terakhir dia menegaskan, bahwa hanya orang yang bekerja dibawah instansi pemerintahan, semaksimal mungkin menjalankan apa yang menjadi kebijakan atasannya atau pemerintah. Dan jika ada kebijakan yang dianggap mencederai kebebasan beragama, beliau mempersilahkan untuk melakukan tuntutan kepada pihak yang membuat kebijakan.[Bekti]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X