Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
5.092 views

Fadli Zon Tuding Wiranto Bertanggungjawab dalam Politik Huru Hara 1998

JAKARTA (voa-islam.com) – Meskipun sudah 15 tahun berlalu, masih banyak pihak, khususnya generasi muda, yang belum mengetahui secara jelas peristiwa Hutu-Hara Mei 1998. Dengan diluncurkannya kembali buku “Politik Huru-Hara Mei 1998” yang ditulis oleh politisi muda Fadli Zon, diharapkan dapat mengetahui akar masalah, dan siapa sebenarnya yang harus bertanggungjawab, tak terkecuali siapa yang menjadi korban dan siapa kambing hitamnya.

Fadli Zon, orang kepercayaan Prabowo itu, Selasa (22/5) siang meluncurkan dua buah berjudul “Politik Huru-Hara Mei 1998” dan “The Politics of The May 1998 Riots” di Perpustakaan Nasional, Salemba, Jakarta Pusat. Hadir sebagai pembedah buku politik tersebut, yakni: Jimly As-Shidiqi (Mantan Ketua MK) dan pengamat politik dan militer Prof. Dr. Salim Said.

Seperti diakui penulisnya, buku ini merupakan hasil kombinasi pengalaman dan kesaksian pribadi, ditambah riset dan wawancara kesaksian para pelaku sejarah yang tahu betul peristiwa Mei 1998.

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2004, buku “The Politics of The May 1998 Riots” dan “Politik Hura Hara Mei 1998” dikatakan Fadli, telah mendapat tanggapan yang sangat luas. Atas permintaan public, tokoh Partai Gerindra ini mencetak kembali buku ini. Kini buku “The Politics of The May 1998 Riots” sudah memasuki cetakan II, dan “Politik Hura Hara Mei 1998” memasuki cetakan XI.

Dikatakan Fadli Zon, diskursus huru-hara Mei 1998 seringkali muncul jelang pemilu. Peristiwa ini kadang menjadi komoditas politik, bahkan fakta-fakta yang berkembang tak selalu didasarkan kejadian sesungguhnya. “Banyak rumor dan penyimpangan informasi untuk tujuan berbeda-beda. Bahkan ada upaya menjadikan huru-hara Mei 1998 sebagai kerusuhan rasial. Ini tentu sudah membelokkan sejarah,” kata Fadli Zon.

Fadli yang mengklaim dirinya sebagai salah satu saksi mata Peristiwa Mei 1998, tak ingin peristiwa bersejarah itu dijadikan propaganda yang keliru. Ia tak ingin anak cucu dan generasi penerus bangsa membaca sejarah yang salah, sejarah yang dibuat oleh jenderal yang menang.

Dalam buku tersebut, Fadli kembali mengulas mundurnya Presiden Soeharto. Peristiwa Mei 1998, katanya, tak dapat dipisahkan dari rangkaian krisis menoter yang telah berlangsung sejak Juli 1997 dimulai di Thailand dan menyebar ke beberapa negara lain di Asia, termasuk Indonesia.

“Atas bantuan IMF (International Monetary Fund), krisis moneter Indonesia berkembang menjadi krisis ekonomi dan akhirnya melahirkan krisis politik. Dalam konteks ini, kerusuhan menjadi keniscayaan,” tulis Fadli.

Peristiwa ini merupakan titik tolak perubahan Indonesia memasuki era baru: reformasi. Jenderal Wiranto dinilai Fadli Zon sebagai pihak yang semestinya turut bertanggungjawab dalam peristiwa Mei 1998. Ketika itu terjadi semacam rivalitas dua jenderal: Wiranto dan Prabowo Subianto. [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X