Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
24.448 views

Dari Dinasti Soekarno, Soeharto,Gus Dur, Sampai Chasan Sochib

Jakarta (voa-islam.com) Memang Indonesia sudah merdeka, dan berbentuk Republik, bukan Kerajaan. Namun, gejala yang ada menunjukkan di Indonesia kehidupan politik, mirip kerajaan. Kekuasaan jatuh turun-temurun. Bukan berdasarkan kriteria modern yang menngandalkan sistem meritrokrasi.

Coba. Dari Soekarno, pemimpin yang dikenal flamboyan, karismatis, dan memiliki kemampuan retorika, melahirkan generasi Megawati. Megawati yang selalu dielu-elukan sebagai "trah" Soekarno itu, terus dielu-elukan, ketika itu, sampai ada yang memiliki sikap berlebihan, mengatakan, bahwa Mega itu, "Ratu Adil".


Rakyat dibikin terikat secara emosional dengan Mega yang menjadi "trah" keturunan Soekarno itu. Sekalipun, sering terjadi Mega itu anak "ideologis" atau anak "biologis". Maksudnya, kalau Mega itu anak "ideologis" Soekarno, pasti akan mewarisi sikap "Bapaknya" Soekarno, yang menganut garis polsitik yang sangat anti Nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialisme). 

Tetapi, apakah Mega selama berkuasa dan menjadi presiden menunjukkan Mega itu anak "ideologis" Soekarno, dan bersikap tegas terhadap Nekolim? Ini menjadi pertanyaan secara elementer  bagi rakyat Indonesia yang selama ini dicekoki tentang demagogi, bahwa Mega itu "Ratu Adil", yang akan mengangkat rakyat yang sudah dikuyo-kuyo Soeharto. Atau Mega itu sejatinya hanya menjadi "pak turut" dari kekuatan Nekolim?

Mega yang menjadi dinasti Soekarno ini masih dalam posisi Capres (calon presiden) dari PDIP di tahun 2014. Jika Mega maju dan menjadi presiden, maka ini merupakan prestasi yang bersejararh dalam dinasti Soekarno.

Mega yang sudah mulai sepuh itu, dan nampak letih sejak meninggalnya Taufik Kemas, sekarang mulai berpikir ulang tentang masa depan dirinya. Apakah Mega masih akan terus lanjut maju sebagai Capres di 2014? Mengingat Mega yang sudah semakin "sepuh", atau mungkin Mega akan menyerahkan kepada "trah" Soekarno berikutnya, yaitu Puan Maharani. Puan Maharani adalah anak Mega dari hasil perkawinannya dengan Taufik, dan sekarang sudah menjadi salah satu Ketua PDIP.

Sesudah Soekarno dilengserkan oleh Soeharto, dan di dahului dengan "goro-goro" peristiwa G.30.S PKI, maka Soeharto yang waktu menjadi Panglima Kostrad, naik menjadi  presiden. Soeharto memutar jarum, di bawah Soekarno, Indonesia berkiblat ke Moskow dan Peking, kemudian saat Soeharto berkuasas, kiblat Indonesia ke Washington.

Soeharto juga menciptakan dinasti baru, anak-anaknya, seperti Sigit, Tutut, Bambang, Tomi dan Mamik, semuanya menikmati berkah dari kekuasaan Soeharto.

Mereka mendapatkan rente dari kekuasaan Soeharto, dan mendadak menjadi pengusaha kaya-raya bersama 200 konglomerat Cina yang sering di bawa Soeharto ke peternakan sapi di Tapos, Bogor. Dan, perputaran ekonomi Indonesia hanya berputar diantara keluarga Cendana dan 200 konglomerat Cina.

Tetapi, dari dinasti Soeharto itu, hanya Tutut sangat menonjol, dan ikutan dalam politik. Tutut pernah diangkat menjadi menteri menjelang keruntuhan Soeharto, dan mendirikan partai politik, bersama dengan Jenderal Hartono. Tetapi, partai yang didirikan oleh Tutut dan Hartono, tak laku, dan akhirnya tak pernah  ada lagi.

Betapa Soeharto ingin membangun dinasti, sampai tujuh turunan, dan ingin mewariskan kekuasaan kepada anak-keturunannya, tetapi  begitu Soeharto runtuh, semua bangunan dinasti yang dibangunnya itu ikut runtuh, seperti tumpukkan pasir.

Soeharto runtuh, karena sudah terlalu lama berkuasa, dan sudah tidak lagi memiliki kepekaan terhadap nasib rakyat. Di era Soeharto itu, istilah atau konotasi yang paling terkenal, yaitu KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), dan diabadikan KKN itu dalam Tap MPR. 

Soeharto lengser lahir tokoh baru, yaitu Abdurrahman Wahid. Tokoh NU ini membuat negara menjadi "acak adul", mengatur negara, mirip mengatur sebuah warung makan di Jombang. Menteri gonta-ganti. Membuat pernyataan penuh dengna konntroversi. Berpikir sangat "kiri" dan "humanis". Fakta itu terefleksi dengan orang-orang pilihan Gus Dur yang duduk di kabinet.

Gus Dur anti militer atau tentara, dan banyak jenderal yang sakit hati dengan Gus Dur. Karena itu, ketika Gus membuat dekrit ingin membubarkan partai-partai politik,  dan DPR, termasuk Golkar, justeru tentara tidak mendukung. Akhirnya Gus Dur tepelanting dari kekuasaannya.

Dari "trah" Gus Dur itu, ada yang memiliki perhatian dibidang politik, yaitu Yeny Wahid. Sekarang memimpin Wahid Institute. Yeni gemar mengumbar isu-isu kontroverssi bagi umat Islam persis seperti bapaknya. Namun, Yeny dijungkirkan oleh saudaranya sendiri, yaitu Muhaimin Iskandar, saat memperebutkan PKB. Sehingga, Yeny kehilangan pengaruh politik, dan tidak lagi dapat mengandalkan dukungan NU, meskipun banyak kalangan ulama yang cinta terhadap Gus Dur.

Tentu yang paling menari dinasti Chasan Shohib yang terekanal sebagai "jawara" Banten. Bagaimana Chasan Shohib ini bisa membangun dinasti di Banten dengan sangat efektif. Karena, memang Chasan Shohib yang didukung Golkar itu, sangat disegani rakyat Banten, karena jawaranya itu.

Anak keturunan Chasan Shohib, sekarang menguasai Banten, mulai dari anaknya Ratu Atut yang menjadi Banten dua periode, dan belum lagi isteri-isterinya yang menjadi pejabat. Anaknya, cucunya, semuanya menikmati berkah dari kekuasaan. Chasan Shohib tergolong berhasil membangun dinasti kerajaan di Banten.

Di balik semua itu, ada yang paling mencenganghkan, yaitu anak Chasan Shohib, yaitu Tubagus Chaery Wardana, yang menjadi adik Atut, dan suami Airin, Bupati Tangerang Selatan ini, memiliki kekayaan Rp 103 miliar, dan Wawan memiliki mobil lamborghini, harganya Rp 9 miliar. Dinasti Chasan Shohib ini memang berkuas adi Banten.

Tetapi, semua dinasti Chasan Shohib akan berakhir bersamaan dengan tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang menerima sogokan dari Wawan terkait dengan pilkada bupati Lebak.

Wawan yang menjadi suami Airin, sekarang meringkuk di bui, dan mungkin akan menyusul Atut? Dinasti-dinasti itu semua tamat, karena mereka terlalu tamak terhadap harta, dan dengan jalan yang tidak halal. mi/hh

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X