Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.002 views

Usaha-Usaha Menghancurkan PKS Dengan Isu USD 25.000

JAKARTA (voa-islam.com) - Usaha-usaha menghancurkan PKS oleh fihak tertentu memang sedang digalang. Sebenarnya, target mereka pemilu 2014 ini, PKS sudah tamat, dan tidak mencapai threshold.

Persis seperti hasil survei Kompas dan CSIS, di mana partai-partai Islam tidak ada yang mencapai trheshold, kecuali PKB, dan dirilis awal Januari 2014. Ini opini yang dibuat media Kompas, menghancurkan partai-partai Islam secara sistematis.

Tapi, menghancurkan PKS melalui pemilu 2014 itu, gagal. Tidak tercapai target seperti yang mereka harapkan.

Mengapa PKS harus mereka hancurkan? Menurut sebuah 'dokumen' bulan Maret 2014,  PKS dinilai sebagai ancaman berbahaya, yang disebut sebagai ancaman 'Inside system'. Menurut fihak-fihak tertentu, PKS  lebih berbahaya dibanding dengan ancaman 'teroris.

Apalagi, di  pilpres 2014 ini, PKS dinilai sebagai tulang punggung bagi Prabowo-Hatta, sampai berani Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Karena PKS memiliki data-data hasil pilpres secara nasional. Sekarang, semua data dan laporan yang disertai fakta itu, diabaikan oleh MK. MK menyatakan semua tuntutan dan keberatan Prabowo-Hatta ditolak.

Sudah lama, PKS ingin dimusnahkan, karena menjadi ancaman terhadap sistem dan ideologi negara. Sekalipun, PKS sudah berada dalam sistem pemerintahan, dan mitra koalisi pemerintahan SBY selama 10 tahun, tapi PKS tetap dipandang sebagai ancaman laten. Mungkin PKS dikaitkan dengan Gerakan Ikhwan di Timur Tengah.

Sebuah sumber, konon sudah dibuat film terkait dengan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak dan Ahmad Fatonah, yang akan beredar di  bioskop-bioskop, dan tentu tujuannya hanya ingin menghancurkan PKS.

Dengan mengangkat kasus Luthfie dan Ahmad Fatonah itu, PKS akan terpuruk  dan hancur. Memang, segala cara akan dilakukan menghancurkan PKS. Menghadapi kondisi PKS harus mawas diri (muhasabah).

Barangkali usaha mengkaitkan Fahri  Hamzah dengan uang senilai USD 25.000, mungkin bagian penghancuran terhadap PKS. Termasuk bukan hanya Fahri Hamzah, yang akan dikaitkan dengan masalah korupsi, mungkin ada tokoh lainnya di PKS. Langkah menghancurkan PKS ini akan terus dijalankan.

Tapi, bekas Bendahara Partai Demokrat, M.Nazaruddin  menegaskan bahwa Fahri Hamzah tidak terlibat dalam kasus proyek Hambalang.

Pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan bekas Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 18 Agustus lalu. Jadi Yulianis itu mewakili kepentingan siapa? Apa tujuan pernyataan Yulianis itu?

"FAM itu adalah Fahmi," ujar Nazaruddin seusai memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2014. Nazar datang sebagai saksi tentang keterlibatannya terhadap kasus Hambalang. Nazar pula yang menjadikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai terdakwa.

Menurut Nazar, Fahmi adalah rekan bisnisnya. Nazar berkali-kali mengatakan kepada wartawan bahwa yang menerima uang US$ 25 ribu yang dimaksudkan Yulianis adalah Fahmi, bukan Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Yulianis mengaku menyiapkan dan menyerahkan uang US$ 25 ribu kepada Fahri Hamzah. Yulianis mengatakan pernah melihat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera tersebut sedang berdiskusi di salah satu ruangan di lantai tujuh gedung Tower Permai, Jakarta Selatan, bersama dengan M. Nazaruddin.

Fahri Hamzah membantah keras tudingan yang dilontarkan Yulianis itu. "Saya tidak merasa punya hubungan apa pun dengan Yulianis dan Nazaruddin, apalagi soal uang," katanya.

Nazar akan kembali bersaksi pada Senin, 25 Agustus mendatang. Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Haswandi mengimbau agar bekas politikus Partai Demokrat itu tidak mangkir dari sidang. "Kalau saya tidak ada yang jemput, kalau perlu saya naik taksi," ujar Nazar kepada Haswandi.

Memang, Fahri Hamzah, tokoh muda PKS yang vokal, dan banyak tidak disukai oleh berbagai kalangan. Fahri Hamzah 'menggunduli' bos PDIP Megawati dengan 'Tujuh Dosa Mega', dan di tengah hiruk-pikuk kampanye terakhir pilpres, mengomentari janji Jokowi akan menetapkan 1 Muharram sebagai hari 'Santri' dikatakan oleh Fahri sebagai pernyataan 'sinting'. Sekarang Jokowi menjadi presiden. Bersiaplah. ff/dbs/voa-islam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Kamis, 27 Jun 2019 15:30

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Kamis, 27 Jun 2019 15:28

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Kamis, 27 Jun 2019 14:45

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Kamis, 27 Jun 2019 14:25

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Kamis, 27 Jun 2019 14:08

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

Kamis, 27 Jun 2019 13:55

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Kamis, 27 Jun 2019 13:35

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Kamis, 27 Jun 2019 11:05

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Kamis, 27 Jun 2019 10:38

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kamis, 27 Jun 2019 10:05

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

Kamis, 27 Jun 2019 09:06

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Kamis, 27 Jun 2019 08:10

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Kamis, 27 Jun 2019 07:22

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Kamis, 27 Jun 2019 07:05

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Kamis, 27 Jun 2019 06:19

Kontroversi Sistem Zonasi, Islam sebagai Solusi

Kontroversi Sistem Zonasi, Islam sebagai Solusi

Kamis, 27 Jun 2019 05:26

Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Kamis, 27 Jun 2019 01:04

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Kamis, 27 Jun 2019 00:21

Riba Harta Haram

Riba Harta Haram

Rabu, 26 Jun 2019 23:13

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Rabu, 26 Jun 2019 22:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X