Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.143 views

Arab Saudi Bekerjasama Dengan Israel Menyerang Nuklir Iran???

Riyad (voa-islam.com) Intelijen Israel Mossad Israel, bekerjasama dengan para pejabat Saudi akan melakukan langkah darurat melakukan serangan terhadap Iran,  jika program nuklirnya tetap berjalan, dan perundingan di  Jenewa minggu ini  mencapai kesepakatan yang menguntungkan Iran, ujar  sebuah laporan di Saudi, ungkap Sunday Time, Sabtu, 16/11/2013.

Arab Saudi dan Zionis Israel takut perjanjian Jenewa yang berkaitan dengan pembatasan program nuklir Iran tidak akan cukup memadai. Menurut surat kabar The Sunday Time, Saudi Arabia setuju memberikan fasilitas udaranya digunakan oleh  Israel menyerang Iran.

Tujuannya  membantu serangan Israel dengan bekerja sama dengan menggunakan drone (pesawat tanpa awak), helikopter penyelamat, dan pesawat pengisi bahan bakar.

"Setelah perjanjian Jenewa ditandatangani , opsi militer akan menjadi pilihan bagi Arab Saudi. Saudi yang marah dan bersedia memberikan Israel semua bantuan yang dibutuhkan", sebuah sumber diplomatik yang tak disebutkan namanya kepada koran itu .

Laporan itu muncul setelah  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan lobi menggagalkan kesepakatan di Jenewa, dan menentang aliansi internasional yang akan menghasilkan  perjanjian yang memungkinkan Iran  terus memperkaya uranium .

Pada hari Minggu , Israel akan menyambut Presiden Perancis Francois Hollande , yang pekan sebelumnya menggagalkan kunjungannya ke Israel, dan Israel berusaha menghentikan  kesepakatan antara enam negara (Amerika, Rusia, Cina, Perancis, Inggris, dan Jerman),  dan Iran terus  berusaha  meringankan sanksi . Netanyahu pada hari Jumat mendesak Prancis  tetap teguh dalam tekanan terhadap Iran menjelang akhir  perundingan .

Setelah bertemu Hollande , Netanyahu akan pergi ke Moskow pada Rabu bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan melakukan  lobi terhadap kesepakatan itu . Jumat depan US Sekretaris Negara Kerry mengunjungi Israel untuk berbicara tentang nuklir  Iran  dengan Netanyahu .

Iran yang ingin membnagun kekuatan nuklir ," mengancam langsung masa depan negara Yahudi , " kata Netanyahu CNN baru-baru ini. Kepada CNN Netanyahu juga mengatakan dalam wawancara bahwa ia akan melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk melindungi Israel.

Aneh, Arab Saudi melakukan kerjasama dengan Israel? Arab Saudi selalu berstandar ganda negara kaya minyak ini, terus-menerus menjadi  anjing “herder”  bagi kepentingan Amerika dan Zionis-Israel di Timur Tengah.

Arab Saudi bersekutu dengan Zionis-Israel. Padahal Zionis-Israel  sama-sama ingin menghancurkan  Islam dan Umat Islam, termasuk menghancurkan Masjidil Aqsha.

Tetapi, Arab Saudi merasa takut dengan Syiah dengan membantu Israel. Tidak ada untungnya apapun bagi Arab Saudi membantu Zionis –Israel. Seperti yang sudah pernah terjadi terhadap rakyat Palestina dan Arab, di mana sekarang Israel menghancurkan rakyat Palestina Gaza.

Sekarang Raja Abdullah menghadapi "two devils" (dua iblis), yaitu Syiah dan Zionis-Israel. Abdullah bersekutu dengan iblis Zionis-Israel untuk menghadapi iblis Syiah. Raja Abdullah juga bisa  bersekutu dengan Israel untuk membasmi Ikhwan di Mesir.

Arab Saudi dan Zionis Israel sangat kecewa dengan Amerika, karena tidak segera melakukan tindakan militer terhadap nuklir Iran. Keduanya mempunyai kepentingan yang sama. Sejatinya siapa  yang menjadi iblis?

Arab Saudi Membantah

Menteri Penerangan Arab Saudi Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja. Ia prihatin atas pemberitaan media massa asing bahwa Arab Saudi dan Israel bersekongkol serang menyerang fasilitas nuklir Iran.

"Itu berita sampah," kata Menteri Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja kepada Antara usai pembukaan Kongres Kantor Berita se-Dunia (News Agencies World Congress/NAWC) ke-4 di Riyadh, Senin malam.

Dia dimintai penegasan sikap pemerintah negara kaya minyak itu atas pemberitaan surat kabar Inggris, Sunday Times, yang dikutip luas berbagai media massa asing termasuk koran berpengaruh Israel, Haarezt.

"Jelas, berita itu tidak berdasar, dan tidak mungkin Arab Saudi bersekongkol dengan Israel untuk menyerang Iran. Lagi pula, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya pada acara pembukaan NAWC ke-4, Menteri Kebudayaan dan Penerangan Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja mengingatkan kepada semua kantor berita dan media massa lainnya untuk tetap mematuhi kaedah jurnalistik dan berhati-hati dalam menyiarkan berita.

Awal Munculnya Berita 'Sampah'

Di bawah berita utama koran Inggris "Sunday Times" berjudul, "Dua musuh lama bersatu melawan Teheran", menyatakan Israel dan Arab Saudi bekerja sama pada rencana darurat untuk kemungkinan serangan terhadap Iran jika kegiatan nuklirnya tidak diatasi secara berarti.

"Sebagai bagian dari pertumbuhan kerja sama itu, Riyadh dipahami sudah memberi lampu hijau untuk pesawat Israel menggunakan wilayah udaranya dalam hal terjadi serangan terhadap Iran," kata dia.

Juru bicara Saudi itu menyatakan laporan itu "sama sekali tidak berdasar".

Saudi, yang berpenduduk sebagian besar Sunni, terkunci dalam berdasawarsa persaingan dengan Iran, yang berpenduduk sebagian besar Syiah, sementara Israel mencurigai Teheran diam-diam membuat senjata nuklir dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan tentara.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.

Pada 2002, kerajaan itu mengajukan prakarsa perdamaian, yang menawarkan Israel pengakuan diplomatik penuh dari semua negara Arab dalam pertukaran untuk pengembalian tanah Arab, yang didudukinya.

Menteri Penerangan Arab Saudi Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja. Ia prihatin atas pemberitaan media massa asing bahwa Arab Saudi dan Israel bersekongkol serang menyerang fasilitas nuklir Iran.

"Itu berita sampah," kata Menteri Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja kepada Antara usai pembukaan Kongres Kantor Berita se-Dunia (News Agencies World Congress/NAWC) ke-4 di Riyadh, Senin malam.

Dia dimintai penegasan sikap pemerintah negara kaya minyak itu atas pemberitaan surat kabar Inggris, Sunday Times, yang dikutip luas berbagai media massa asing termasuk koran berpengaruh Israel, Haarezt.

"Jelas, berita itu tidak berdasar, dan tidak mungkin Arab Saudi bersekongkol dengan Israel untuk menyerang Iran. Lagi pula, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya pada acara pembukaan NAWC ke-4, Menteri Kebudayaan dan Penerangan Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja mengingatkan kepada semua kantor berita dan media massa lainnya untuk tetap mematuhi kaedah jurnalistik dan berhati-hati dalam menyiarkan berita.

Awal Munculnya Berita 'Sampah'

Di bawah berita utama koran Inggris "Sunday Times" berjudul, "Dua musuh lama bersatu melawan Teheran", menyatakan Israel dan Arab Saudi bekerja sama pada rencana darurat untuk kemungkinan serangan terhadap Iran jika kegiatan nuklirnya tidak diatasi secara berarti.

"Sebagai bagian dari pertumbuhan kerja sama itu, Riyadh dipahami sudah memberi lampu hijau untuk pesawat Israel menggunakan wilayah udaranya dalam hal terjadi serangan terhadap Iran," kata dia.

Juru bicara Saudi itu menyatakan laporan itu "sama sekali tidak berdasar".

Saudi, yang berpenduduk sebagian besar Sunni, terkunci dalam berdasawarsa persaingan dengan Iran, yang berpenduduk sebagian besar Syiah, sementara Israel mencurigai Teheran diam-diam membuat senjata nuklir dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan tentara.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.

Pada 2002, kerajaan itu mengajukan prakarsa perdamaian, yang menawarkan Israel pengakuan diplomatik penuh dari semua negara Arab dalam pertukaran untuk pengembalian tanah Arab, yang didudukinya.

Menteri Penerangan Arab Saudi Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja. Ia prihatin atas pemberitaan media massa asing bahwa Arab Saudi dan Israel bersekongkol serang menyerang fasilitas nuklir Iran.

"Itu berita sampah," kata Menteri Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja kepada Antara usai pembukaan Kongres Kantor Berita se-Dunia (News Agencies World Congress/NAWC) ke-4 di Riyadh, Senin malam.

Dia dimintai penegasan sikap pemerintah negara kaya minyak itu atas pemberitaan surat kabar Inggris, Sunday Times, yang dikutip luas berbagai media massa asing termasuk koran berpengaruh Israel, Haarezt.

"Jelas, berita itu tidak berdasar, dan tidak mungkin Arab Saudi bersekongkol dengan Israel untuk menyerang Iran. Lagi pula, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya pada acara pembukaan NAWC ke-4, Menteri Kebudayaan dan Penerangan Abdulaziz bin Mohiuddin Khoja mengingatkan kepada semua kantor berita dan media massa lainnya untuk tetap mematuhi kaedah jurnalistik dan berhati-hati dalam menyiarkan berita.

Awal Munculnya Berita 'Sampah'

Di bawah berita utama koran Inggris "Sunday Times" berjudul, "Dua musuh lama bersatu melawan Teheran", menyatakan Israel dan Arab Saudi bekerja sama pada rencana darurat untuk kemungkinan serangan terhadap Iran jika kegiatan nuklirnya tidak diatasi secara berarti.

"Sebagai bagian dari pertumbuhan kerja sama itu, Riyadh dipahami sudah memberi lampu hijau untuk pesawat Israel menggunakan wilayah udaranya dalam hal terjadi serangan terhadap Iran," kata dia.

Juru bicara Saudi itu menyatakan laporan itu "sama sekali tidak berdasar".

Saudi, yang berpenduduk sebagian besar Sunni, terkunci dalam berdasawarsa persaingan dengan Iran, yang berpenduduk sebagian besar Syiah, sementara Israel mencurigai Teheran diam-diam membuat senjata nuklir dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan tentara.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.

Pada 2002, kerajaan itu mengajukan prakarsa perdamaian, yang menawarkan Israel pengakuan diplomatik penuh dari semua negara Arab dalam pertukaran untuk pengembalian tanah Arab, yang didudukinya. (rak/af/hh/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09

Proyek Gagal Film “My Flag”

Proyek Gagal Film “My Flag”

Senin, 26 Oct 2020 16:38

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Senin, 26 Oct 2020 12:14

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Senin, 26 Oct 2020 09:38

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Senin, 26 Oct 2020 08:25

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Ahad, 25 Oct 2020 17:15

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Ahad, 25 Oct 2020 15:45

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Ahad, 25 Oct 2020 15:25

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Ahad, 25 Oct 2020 12:50

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Ahad, 25 Oct 2020 12:04


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X