Jum'at, 23 Zulhijjah 1447 H / 23 Desember 2011 06:15 wib
4.024 views
69 Orang tewas Dalam Rangkaian Serangan di Irak
BAGHDAD, IRAK (voa-islam.com) - Dua serangan di Baghdad dan penembakan terhadap sebuah pos pemeriksaan militer di kota utama Mosul, Irak utara, meningkatkan jumlah kematian dalam kekerasan di Irak pada Kamis (22/12/2011) menjadi 69, kata sejumlah pejabat kesehatan dan keamanan.
Sebanyak 69 orang tewas dan 183 cedera dalam lebih dari selusin serangan di Baghdad, ibu kota Irak, kata juru bicara kementerian kesehatan Ziad Tariq, lapor AFP.
Di kota Baquba, Irak tengah, satu keluarga yang terdiri dari lima orang dibunuh, sementara dua prajurit ditembak mati di Mosul, kata polisi dan pejabat rumah sakit.
Menurut Tariq, sebagian besar serangan di Baghdad dilakukan pada jam sibuk pagi hari, namun tiga orang tewas dalam pemboman terpisah pada malam hari di sebuah kafe dan pasar di kota tersebut.
Kekerasan itu berlangsung ketika para politikus Irak berselisih mengenai surat perintah penangkapan yang dikeluarkan bagi Wakil Presiden Tariq al-Hasimi.
Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mendesak pihak berwenang di Kurdi menyerahkan Hashimi, yang diburu atas tuduhan memiliki pasukan pembunuh dan bersembunyi di wilayah otonomi mereka.
"Kami mendesak pemerintah wilayah Kurdi melaksanakan tanggung jawabnya dan menyerahkan Hashimi ke sistem peradilan," kata Maliki pada jumpa pers di Baghdad, Rabu. "Kami tidak menerima campur tangan dalam pengadilan Irak."
Maliki juga menolak seruan Hashimi agar perwakilan Liga Arab mengamati penyelidikan dan interogasi. "Ini adalah sebuah kasus kriminal, dan tidak perlu Liga Arab dan dunia berperan dalam hal ini," katanya kepada wartawan.
Pernyataannya itu disampaikan ketika pemerintah Irak memperingati tahun pertama pergolakan. Hashimi menolak tuduhan bahwa ia memiliki pasukan pembunuh, mengatakan tuduhan-tuduhan tersebut palsu dan pekerjaan dari Maliki.
..Sebanyak 69 orang tewas dan 183 cedera dalam lebih dari selusin serangan di Baghdad, ibu kota Irak, kata juru bicara kementerian kesehatan Ziad Tariq..
"Semua orang sekarang merasa mereka akan ditargetkan cepat atau lambat," kata Hashimi.
Hashimi mengatakan telah ada hukuman terburu-buru atas dirinya.
"Bagaimana mungkin penyelidikan kejahatan yang rumit dan lama akan selesai dalam waktu 48 jam?" Tanyanya. "Tuduhan itu siap bahkan sebelum penangkapan dari beberapa penjaga saya."
Para pejabat Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tariq al-Hashimi pada Senin (19/12) setelah mereka memperoleh pengakuan yang mengaitkannya dengan kegiatan teroris.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jendral Adel Daham mengatakan pada jumpa pers, pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal Hashimi mengaitkan wakil presiden tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan dan serangan.
Surat perintah penangkapan itu ditandatangani oleh lima hakim, kata Daham.
Seorang pejabat pengadilan yang tidak bersedia disebutkan namanya mengkonfirmasi penerbitan surat perintah penangkapan itu. Komite lima hakim sebelumnya melarang Hashemi meninggalkan Irak.
Berita mengenai surat penangkapan itu tersiar ketika televisi pemerintah Al-Iraqiya menayangkan gambar yang menunjukkan pengawal-pengawal Hashimi yang mengakui merencanakan dan melancarkan serangan-serangan teror dan menerima dana dan dukungan dari wakil presiden itu.
Sedikitnya 13 pengawal Hashimi , seorang pemimpin Muslim Sunni, ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak jelas berapa orang yang kini ditahan.
Presiden wilayah otonomi Kurdi Irak Massud Barzani sebelumnya menyerukan perundingan darurat untuk mencegah runtuhnya pemerintah persatuan nasional, dengan memperingatkan bahwa "keadaan sedang mengarah ke krisis yang dalam". Sementara AS mendesak semua pihak tenang dalam perselisihan yang telah meningkatkan ketegangan sektarian itu
..Pertarungan politik antara kaum Syiah dibawah Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan Muslim Sunni saingannya di negara itu dalam kesepakatan pembagian kekuasaan yang mudah pecah telah intensif selama penarikan pasukan AS hampir sembilan tahun terakhir setelah invasi..
Kantor Hashimi mengeluhkan gangguan keamanan yang disengaja seperti blokade terhadap rumahnya selama beberapa pekan, serta kejadian-kejadian lain, dan mengatakan, hanya tiga orang yang ditangkap.
Perkembangan terakhir itu terjadi setelah blok Iraqiya kubu Hashimi dan Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak menyatakan Sabtu bahwa mereka memboikot parlemen untuk memprotes monopoli kekuasaan oleh Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang berhaluan Syiah.
Ahad, Maliki mendesak Mutlak dipecat dan anggota-anggota parlemen akan mempertimbangkan permintaannya itu pada 3 Januari, kata seorang pejabat parlemen.
Pertarungan politik antara kaum Syiah dibawah Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan Muslim Sunni saingannya di negara itu dalam kesepakatan pembagian kekuasaan yang mudah pecah telah intensif selama penarikan pasukan AS hampir sembilan tahun terakhir setelah invasi.
Saat ini banyak Muslim Sunni, yang berkuasa di era pemerintahan Saddam, merasa disisihkan oleh bangkitnya Syiah setelah invasi. Sudah beberapa daerah yang didominasi Sunni di Irak sedang mencari otonomi yang lebih dari pemerintah pusat, mengolok terhadap apa yang mereka lihat sebagai taktik semakin otoriter yang diambil oleh Nuri al-Maliki.
Penyelesaian penarikan pasukan AS pada Ahad meninggalkan banyak orang Irak takut bahwa kesepakatan damai yang goyah antara mayoritas Syiah dan minoritas Muslim Sunni bisa runtuh dan menyalakan kembali kekerasan sektarian.
Kekerasan telah surut tajam sejak puncak serangan pada 2006-07 ketika bom bunuh diri dan serangan berkelompok merenggut ribuan korban dalam pembunuhan balas dendam antara Muslim Sunni dan kaum Syiah.
Namun ketegangan sektarian dekat ke permukaan dan masih mewarnai banyak aspek kehidupan politik Irak. (by/ant,voi)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!