Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.916 views

Prof. DR. Mohammad Baharun: Revolusi Iran Itu Bukan Revolusi Islam

JAKARTA (vOa-Islam) – Dalam sebuah taklim di Masjid Darussalam, Komplek Tugu Asri Depok, Sabtu Malam (14/1), pengamat Syiah Prof DR. H. Mohammad Baharun, SH, MA mengaku heran, jika banyak umat Islam terkagum-kagum dengan Revolusi Iran. Ia mempertanyakan, apakah benar Revolusi Iran itu Revolusi Islam? Kenyataannya, sejarah mencatat, Revolusi Iran justru memakan anak kandungnya sendiri. Revolusi tersebut mengorbankan ratusan manusia, mulai dari anak-anak, wanita, hingga orang tua.

“Di Syiah, banyak kita temukan antagonism. Politik Luar Negeri yang dipropagandakan Syiah adalah anti AS. Di awal revolusi, Iran sangat anti AS dan anti Rusia, lalu dalam perkembangannya tinggal anti AS saja, dengan Rusia, Iran bisa bersahabat. Suatu ketika, bisa saja , Iran menjadi anti Rusia, kemudian berkompromi dengan AS. Itu terbukti, ketika perang Iran-Irak I, dimana Iran membeli senjata dengan AS dan Israel. Kasus itu dikenal dengan sebutan Iran Gate.”

Lebih jauh, Baharun menjelaskan, Syiah di Indonesia tidak monopolitik seperti di Iran, berbeda. Dikatakan Baharun,  Syiah di Indonesia itu terbagi tiga, yakni:  Syiah ideologi, Syiah pemikiran, dan Syiah simpatisan. Di kampus-kampus, propaganda tentang Syiah mengalami kegagalan. Terlebih, mulai banyak kader-kader Syiah mendapatkan beasiswa untuk kemudian  yang dikirim ke Iran untuk menimba ilmu tentang ke Syiah-an secara intensif.

“Sepulang dari Iran, kader-kader itu  mengembangkan Syiah di Tanah Air. Bahkan ada diantara mereka yang masuk ke parpol-parpol (partai politik),” tukas Baharun yang juga Ketua Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat.

Dikatakan Baharun, di zaman Orde Baru, rezim yang berkuasa melakukan pendekatan keamanan untuk menjaga stabilitas. Ketika itu aliran sesat langsung dilibas. Begitu reformasi, sempalan yang tadinya tiarap, mulai unjuk gigi, seakan bangkit dari kuburnya. Bahkan, kini mereka pasang badan.

Baharun menyoalkan pernyataan seolah Syiah diterima di belahan dunia Islam. Ia mempertanyakan, dunia Islam mana yang menerima Syiah. Coba tunjukkan satu saja. Di Mesir ulama Syiah diusir, di Yordania Syiah di berangus, di Maroko dan Tunisia Syiah ditolak, di Al-Jazair Syiah juga ditolak,  di Lebanon Sunni-Syiah tidak rukun dan tegang, di Suria Sunni minoritas di libas, di Yaman pesantren Sunni dibom, di Pakistan dan Irak perang terus-menerus, di Malaysia yayasan-yayasan Syiah ditolak, di Brunei Syiah sejak awal dilarang.

“Jadi sudahlah, kita jujur dan tidak usah berdusta. Syiah bukan hanya berbeda, tapi juga menyimpang. Tak mungkin menyatukan Sunni-Syiah, pasti akan terjadi perpecahan,” ungkap Baharun yang juga Ketua Pengurus Besar (PB) Lembaga Dakwah Tarbiyah Islamiyah & Penasihat Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas).

Prof Baharun yang pakar Syiah ini menegaskan, ada hal krusial ketika kaum Syiah bicara soal Imamah . Ia mempertanyakan, apa benar Muhammad  al-Asykari punya anak Imam Mahdi, apa buktinya? Tidak ada dalam sejarah. Tahu-tahu  muncul Imam Mahdi untuk menggenapkan Imam ke-12. Jika begitu, tidak menutup kemungkinan akan muncul Imam ke-13. “Kalau Imam Mahdi punya anak, lalu kemana anak Imam Mahdi itu?” tanya Baharun.

Ada asumsi, Syiah punya al-Qur’an sendiri. Jika  itu diperkarakan, sudah pasti kaum Syiah akan membantahnya. Mereka menggunakan mushab Al Qur’an seperti kita. Itu berarti mereka menerima mushab Utsman bin Affan, sementara Utsmannya malah dilaknat. Aneh.

Khawarij & Syiah Sama-sama Celaka

Dalam sebuah seminar di Malaysia, dimana Ustadz Baharun hadir sebagai pembanding, ada upaya untuk menapak-tilasi sejarah Aswaja. Paham Aswaja itu tidak ekstrim kanan, juga tidak ekstrim kiri. Islam yang dibawa itu langsung dari tabi’it-tabi’in sampai ke Rasulullah. Dalam seminar itu direkomendasikan, paham Aswaja adalah paham yang tawasud alias jalan tengah.

Dimasa kekhalifahan Ali ra, Ali ingin melakukan tahkim kepada Muawiyah, tapi ditolak oleh sekelompok yang berada di dalam kepemimpinan Ali. Ketika itu kebijakan Khalifah Ali ditolak, Muawiyah didesak untuk dilibas. Meski Ali tetap dengan kebijakannya, namun tetap saja tahkim itu gagal. Kelompok Ali akhirnya  keluar dari barisan, hingga dikenal dengan sebutan kelompok Khawarij. Padahal khawarij itu terdiri dari orang yang taat ibadah,bahkan hafal (hafizh) Al-Qur’an.

Ketika Syiah (pengikut Ali) secara berlebihan menyanjung Ali, begitu juga dengan kelompok yang membenci Ali, maka respon Ali melihat kubu yang terpecah itu mengatakan: Celaka kedua kelompok itu, yakni: kelompok yang membenci aku secara berlebihan (khawrij) dan yang menicntai aku secara berlebihan (Syiah).

Setelah wafatnya Ali, kelompok Khawarj sesungguhnya tidak mati. Kebencian terhada p Ali terus berlangsung, untuk membendung anak dan keturunannya menjalankan kekuasaan. Kebencian itu disebar melaui mimbar-mimbar.  Yang jelas, sisa-sisa Khawarij itu masih ada untuk membunuh karakter Ali ra.

Lebih lanjut, Ustadz Baharun menjelaskan, urusan Ali dengan Muawiyah, sesungguhnya bukan  urusan akidah dan syariah, melainkan poiltik. Surat Ali kepada Muawiyah adalah yang berkaitan dengan politik. “Sama halnya, jika di dalam keluarga kita, ada yang berada di Partai PPP, Golkar, dan partai lainnya/ Lalu apakah kita berani mengatakan orang yang berbeda secara politik itu bukan Muslim alias kafir.”

“Kata Baharun, suka nggak suka Muawiyah adalah  ipar Rasulullah Saw, karena adik Muawiyah (Habibah) adalah isteri Rasulullah Saw. Suka tidak suka, Muawiyah adalah sekretarisnya Rasulullah Saw,” ujarnya.  Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Sabtu, 28 Nov 2020 13:13

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sabtu, 28 Nov 2020 13:10

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Sabtu, 28 Nov 2020 12:05

Bulu Kucing Najis?

Bulu Kucing Najis?

Sabtu, 28 Nov 2020 11:15

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 28 Nov 2020 09:27

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Sabtu, 28 Nov 2020 08:59

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

Sabtu, 28 Nov 2020 07:53

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 28/11/2020 12:05

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur