Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
3.356 views

Perdebatan Sengit Terkait Hukum Bunuh Diri Dengan Alasan Protes

KAIRO(voa-islam.com): Telah mencuat perdebatan fikih terkait banyaknya kaum muda yang nekat bunuh diri untuk memprotes kondisi buruk yang terjadi di negara mereka, seperti beberapa upaya bunuh diri dengan cara membakar diri di Mesir, Aljazair dan Mauritania seperti yang dilakukan pemuda Tunisia Mohammed Bouazizi, yang membakar diri Desember lalu sehingga memicu protes publik yang sangat besar di seluruh Tunisia menyebabkan penggulingan Presiden Zine El Abidine Ben Ali.

Para ulama Al-Azhar mengeluarkan fatwa haramnya menghilangkan nyawa, menjelaskan bahwa Islam berdasarkan kaedah syar'ie umum secara keras mengharamkan bunuh diri untuk alasan apapun, dan seseorang tidak berhak membunuh diri untuk mengungkapkan kesempitan, protes atau kemarahan.

Juru bicara resmi Al-Azhar, Mohammed Thahthawi, mengatakan bahwa "kaedah syar'ie Umum menegaskan bahwa Islam secara tegas melarang bunuh diri untuk alasan apapun tidak diperbolehkan bagi seorang menghilangkan nyawanya karena alasan kesempitan, protes atau marah".

Dia menambahkan dalam komentarnya yang dikutip oleh kantor berita Timur Tengah, mengatakan bahwa "Al-Azhar tidak dapat berkomentar mengenai kasus orang-orang yang membakar diri mereka dengan pertimbangan barangkali orang tersebut memiliki gangguan mental atau tekanan psikologis yang memaksa mereka untuk melakukannya sehingga mereka dalam keadaan tidak sempurna akal" dan melanjutkan "Kita tidak bisa menghukumi mereka dan urusan mereka dikembalikan kepada Allah dan kita berdoa untuk ampunan mereka".

Sebelumnya di Alexandria seorang pemuda meninggal Selasa, karena menderita luka bakar setelah membakar dirinya, sementara dua orang lainnya mencoba bunuh diri selama dua hari terakhir, dan polisi berhasil menggagalkan orang ketiga sebelum menyalakan api.

Di sisi lain, Sheikh Yousuf Al-Qaradawi, ketua "Persatuan Ulama Muslimin Dunia" mengatakan bahwa mencoba bunuh diri sebagaimana dalam kasus pemuda Tunisia Muhammad Bouazizi adalah akibat dari perasaan ketidakadilan, dan beliau berpendapat, karena itu, bahwa penguasa memikul tanggung jawab dosa yang mengakibatkan para pemuda tersebut untuk melakukan bunuh diri dan lari dari kehidupan mereka.

Hal ini terjadi ketika menanggapi pertanyaan salah satu pemirsa dalam program "Syariah dan Kehidupan" yang disiarkan oleh chanel "Al-Jazeera" seputar apakah kasus yang menimpa Mohamed Bouazizi yang menyebabkan revolusi di Tunisia merupakan sarana pengecualian dalam Jihad melawan ketidakadilan atau itu semacam bunuh diri.

Al-Qardhawi mengatakan bahwa "siapa saja yang melihat hal secara keseluruhan akan menemukan bahwa ada alasan bagi pemuda ini dan sejenisnya, karena penguasa yang membuat para pemuda hidup dalam krisis mental", menambahkan bahwa "tidak bebas ketika ia membuat keputusan dan ada gejolak internal bahwa ia mendapat ijazah dan tidak dapat menemukan pekerjaan dan menemukan bahwa ia memerlukan makanan dan tidak dapat menemukan makan an hari itu".

Dia mengutip contoh dengan perkataan sahabat Abu Dzar Al-Ghifari, "Aku heran pada orang-orang yang tidak menemukan makanan di rumahnya, bagaimana bisa itu tidak keluar pada orang dengan menghunus pedang", menganggap bahwa Bouazizi yang bunuh diri memicu pemberontakan rakyat di Tunisia tidak memiliki kehendaknya dan diluar kesadarannya, beliau berdoa kepada Allah supaya memaafkan dan mengampuninya.

Tetapi seorang Dai Islam Sheikh Youssef Al-Badri, anggota Dewan Tertinggi Urusan Islam di Mesir berpendapat bahwa bunuh diri tidak diperbolehkan dalam keadaan apapun, mengingatkan bahwa bunuh diri dengan alasan apapun, batil secara syar'ie.

Beliau berhujah dengan riwayat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau tidak mau menyalati orang yang bunuh diri, dan mengatakan kepada manusia shalatlah untuk teman kalian dan menolak untuk menyalatinya, menunjukkan bahwa bunuh diri adalah berarti tidak menerima keputusan Allah dan kurangnya kesabaran atas ujian Allah, maknanya su'u dzan kepada Allah.

Al-Badri-dalam komentarnya yang diterbitkan oleh surat kabar "El-Misriyyun" Rabu- barang siapa yang melakukan bunuh diri, baik di Mesir atau Tunisia bahwa mereka lemah dalam menghadapi ujian Allah bagi mereka dan telah kehilangan iman dan kesabaran mereka, menunjukkan bahwa fatwa apapun untuk membenarkan perbuatan ini adalah fatwa yang batil karena mendorong orang untuk bunuh diri.

Dia menjelaskan bahwa Allah Ta'alaa menciptakan manusia untuk mengujinya, firman Allah: "dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan", maka manusia diciptakan untuk diuji dengan kesulitan, penyakit,  kemiskinan, harta dan kesehatan, maka tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk melakukan  bunuh diri dalam kondisi apapun, dan menganggapnya sebagai kejahatan yang lebih besar daripada pelanggaran orang bersalah yang divonis mati oleh penguasa jika ia membunuh orang lain atau murtad dari agama, atau orang yang sudah menikah berzina.

Pada saat yang sama Al-Badri menyerukan kepada para elit penguasa dan pemerintah, memperingatkan bahwa apa "yang terjadi sekarang peringatan bagi kalian, jika ada orang yang nekat membakar dirinya sendiri, ini suatu peringatan, karena akan mendatangi kalian untuk membakar kalian jika tidak berbuat adil", dan
mengatakan bahwa ini berarti bahwa ada "api di bawah abu," dan bahwa ini "peringatan dari Allah untuk kalian dan jangan kalian tertipu dalam istana bahwa kalian selamat, dimana kalian akan mendapat hukuman suatu hari jika tidak di dunia maka di akhirat".

(ar/islammemo)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Tumor Mata Nuraini Makin Parah, Dokter Menyerah. IDC Upayakan Pengobatan Alternatif

Tumor Mata Nuraini Makin Parah, Dokter Menyerah. IDC Upayakan Pengobatan Alternatif

Usai kemoterapi ke-12, kondisi Nuraini makin parah. Daging tumor mata kanan tidak kempis, malah tumbuh daging tumor di mata kiri, kepala, leher dan kaki. Ayo bantu!!...

Jadi Tulang Punggung Keluarga Besar, Muallaf Siska Masyitoh Butuh Modal Usaha Rp 13 Juta. Ayo Bantu!!

Jadi Tulang Punggung Keluarga Besar, Muallaf Siska Masyitoh Butuh Modal Usaha Rp 13 Juta. Ayo Bantu!!

Paska hijrah menjadi Muslimah, ujian datang begitu berat. Sang suami terkena stroke sehingga ia harus banting tulang menafkahi suami, kelima anaknya dan sang ibunda yang kini menjadi muallaf....

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

Amanah aqiqah ananda Reza dan Zidane ditunaikan di penjara di Nusakambangan. Semoga ananda menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, shalih, qurrota a'yun, dan mujahid yang istiqamah...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Latest News


Must Read!
X

Selasa, 16/12/2014 08:20

NATAL ADALAH KELAHIRAN DEWA MATAHARI