Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.073 views

Meninggalkan Jihad: Menjerumuskan Diri dalam Kebinasaan

Bismillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada penutup para nabi dan Rasul, Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an:

وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

"Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al Hadid: 25)

Besi adalah senjata: Pistol, senapan, tank, dan pesawat tempur. Besi adalah kekuatan. Tetapi di sana ada kekuatann yang lebih dahsyat daripada besi, yaitu ilmu dan iman. Kita membutuhkan ilmu untuk mengarahkan jihad.

Sesungguhnya para mujahidin dalam segala kondisi dan keadaannya berada di atas kebaikan. Mereka bersandar kepada kalam Allah dan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kita memiliki asas yang kokoh yang tegak di atas syari'ah.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al-Hadid: 195)

Ayat ini diturunkan berkaitan dengan jihad. Namun sayang terkadang ada orang yang menjadikan ayat tersebut sebagai dalih untuk meninggalkan jihad dalam menghadapi musuh yang memiliki kekuatan besar, semacam Rusia, Amerika, dan tentara sekutu.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Dari Aslam bin Abi Imran berkata, "Ada seorang dari kaum muhajirin di Kostantinopel menyerang barisan musuh hingga mengoyak-ngoyak mereka, sedang bersama kami ada Abu Ayub al-Anshari. Lalu orang-orang berkata, "Orang itu telah mencampakkan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan?" Maka Abu Ayub berkata, "kami  lebih mengetahui tentang ayat ini. Sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan kami. Kami telah menjadi sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengalami beberapa peperangan bersama beliau dan kami membela beliau. Dan ketika Islam telah tersebar dan menang, kami kaum Anshar berkumpul untuk bersuka cita. Lalu kami berucap, 'Sesungguhnya Allah telah memuliakan kita dengan menjadi sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan membela beliau sehingga Islam tersebar luas dan pemeluknya semakin banyak. Kita telah mengutamakan beliau atas keluarga, harta, dan anak-anak. Peperangan pun kini telah usai, maka sebaiknya kita kembali kepada keluarga dan anak-anak kita, dan tinggal bersama mereka.' Karena itu, turunlah ayat:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195)

Sesungguhnya kebinasaan terletak pada tindakan kami untuk tingal bersama keluarga dan mengurusi harta serta meninggalkan jihad." (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, al-Nasai, Ibnu Humaid dalam tafsirnya, Ibnu Abiu Hatim, Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih, al Hafidz Abu Ya'la dalam Musnad-Nya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, al Hakim dalam Mustadraknya)

Abu Bakar bin Iyasy meriwayatkan dari Abu Ishaq al Suba'I, bahwa ada seorang mengatakan kepada al-Bara' bin 'Azib, "Jika aku menyerang musuh sendirian, lalu mereka membunuhku , apakah aku telah mencampakkan diriku ke dalam kebinasaan?" Al-Bara' menjawab, "tidak karena Allah Ta'ala berfirman kepada Rasul-Nya,

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا تُكَلَّفُ إِلا نَفْسَكَ

"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri." (QS. Al Nisa': 84). Sedangkan ini (QS. Al-Baqarah: 195) berkenaan dengan infaq." (HR. Ibnu Mardawaih, dan al-Hakim dalam Mustadraknya dan berkata, "Shahih sesuai syarat Syaikhain namun keduanya tidak mengeluarkannya.")

Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan, "Ayat ini mengandung perintah berinfak di jalan Allah dalam berbagai segi amal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan macam-macam ketaatan. Khususnya membelanjakan harta untuk memerangi musuh serta memperkuat kaum muslimin dalam menghadapi musuh-musuhnya. Selain itu, ayat ini juga memberitahukan bahwa meninggalkan semua itu termasuk kehanduran dan kebinasaan, jika dia biasa dan melaziminya.

Syaikh Abdul Rahman bin Nashir al Sa'di berkata, "Jihad fi sabilillah tidak akan tegak kecuali berada di atas infak. Bagi jihad, infak ibarat ruhnya. Jihad tidak mungkin ada tanpanya. Dan meninggalkan infak fi sabilillah berarti memandulkan jihad, mendukung musuh dan memperkuat perlawanan mereka."

Hal ini akan berakibat musuh bisa datang kapan saja untuk membunuh orang Islam. Dan jika kita tidak melakukan upaya apapun pasti musibah ini semakin besar. Dan tidak bangkitnya kita melawan mereka, telah menjerumuskan diri kita ke lembah kehancuran.

"Jihad fi sabilillah tidak akan tegak kecuali berada di atas infak.

Bagi jihad, infak ibarat ruhnya.

Jihad tidak mungkin ada tanpanya.

Dan meninggalkan infak fi sabilillah berarti memandulkan jihad, mendukung musuh dan memperkuat perlawanan mereka."

Imam Jalaludin al Suyuti berkata, "Sesungguhnya kebinasaan itu dengan meninggalkan jihad dan infak di jalan Allah. Karena hal itu memberikan kemenangan kepada musuh-musuh Islam dan kekuatan untuk menguasai kaum muslimin."

Tidak seorang ulama yang berkata bahwa makna ayat ini adalah kita wajib untuk tidak menempuh jihad sehingga kita tidak menyiksa diri sendiri. Tetapi mereka bersepakat bahwa menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan dalam ayat ini adalah dengan meninggalkan jihad.

Ada alasan lain yang dipaksakan, bahwa mereka meyakini berada pada fase Makkah, kesempatan untuk dakwah, tidak boleh ada jihad di sana. Adapun waktu 13 tahun yang dibutuhkan oleh para sahabat bagi kita membutuhkan waktu lebih panjang.

Syubhat mereka kita jawab, bahwa dari sifat kelompok sesat adalah mendahulukan akal pikiran daripada nash al-Qur'an dan al Sunnah. Maka kita katakan pada mereka, bunyi ayat:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu." (QS. Al Maidah: 3) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berbicara tentang fatrah yang kita diharamkan menempuh jalan jihad, tetapi beliau bersabda,

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran dengan terang-terangan hingga hari kiamat." (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ, وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِهِ, مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

"Barangsiapa meninggal dunia sementara dia belum pernah berperang atau meniatkan diri untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang dari kemunafikan." (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Abu Bakar al-Shiddiq setelah naik menjadi khalifah berkata, "Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad fi sabilillah kecuali Allah menimpakan kehinaan atas mereka."

Sepanjang sejarah, kehinaan umat Islam pada hari ini-lah yang paling besar. Hal itu tidak diakibatkan karena kuatnya tentara Rusia, Amerika, ataupun sekutu. Tetapi diakibatkan karena umat Islam meninggalkan agama mereka dan orang-orang yang mendalami dien meninggalkan jihad. Dan tak seorangpun layak dicela kecuali kita sendiri, kita telah mendapatkan apa yang harus menimpa kita.

Sepanjang sejarah, kehinaan umat Islam pada hari ini-lah yang paling besar. . . diakibatkan karena umat Islam meninggalkan agama mereka dan orang-orang yang mendalami dien meninggalkan jihad.

Sufyan Ibnu Uyainah seorang ulama besar dari kalangan tabi'in berkata kepada muridnya, Abdullah bin al Mubarak: "Apabila manusia sudah berselisih tentang apa saja, kebenaran ada pada ahli tsughur (para mujahidun), karena Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS. Al-Ankabut : 69)

Sekarang, silahkan memilih anatara kehinaan di dunia dan akhirat serta adzab yang pedih dari Allah; atau ampunan dari segala dosa semenjak tetesan darah pertama, tempat di jannah, diselamatkan dari adzab kubur dan kengerian yang maha dahsyat, mahkota dari permata, 72 bidadari bermata jeli, memberi syafaat untuk 72 anggota keluarga, kehidupan di tembolok burung surga, dan derajat tertinggi di jannah dengan kata lain mendapat syahadah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah, "Jihad menjadi fadlu ain dalam 4 kondisi:

1. Jika Imam mewajibkan orang untuk keluar berjihad.

2. Jika sudah berada di dalam barisan pasukan jihad, maka kabur pada hari peperangan termasuk dosa besar.

3. Apabila orang-orang kafir sudah mengepung dan menduduki bumi kaum muslimin.

4. Apabila seseorang menguasai teknik operasional senjata tertentu dan tak seorangpun selainnya yang mengerti cara menggunakannya. . .

Para ulama juga bersepakat bahwa kaum muslimin tidak boleh meninggalkan jihad lebih dari setahun, walaupun tidak seorangpun berani menyerang mereka.

Semoga Allah menolong kaum mujahidin, memberikan kemenangan untuk mereka, mengadzab kaum kafirin dengan kekuatan dan takdir-Nya. Amiin.

Oleh: Purnomo WD

Tulisan Terkait:

* Jihad: Kewajiban yang Hilang

* Misi Jihad fi Sabilillah

* Harus Ada Niat Untuk Berjihad

* Meraih Pertolongan Allah Untuk Kemenangan Islam

* Hadits Ghulam: Mengorbankan Diri untuk Tegaknya Tauhid

* Menjawab Syubhat Tidak Ada Jihad Tanpa Khalifah (1)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Jihad Fie Sabilillah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Latest News
Memberi Nama Anak Tidak Harus di Hari Ketujuh

Memberi Nama Anak Tidak Harus di Hari Ketujuh

Jum'at, 28 Jul 2017 16:35

Wartawan Inggris Jhon Cantlie yang Ditawan IS Dilaporkan Telah Meninggal di Mosul

Wartawan Inggris Jhon Cantlie yang Ditawan IS Dilaporkan Telah Meninggal di Mosul

Jum'at, 28 Jul 2017 16:35

Presiden Boneka Rusia Ramzan Kadyrov Sesumbar Siap Turun Jabatan untuk Lindungi Al-Aqsa

Presiden Boneka Rusia Ramzan Kadyrov Sesumbar Siap Turun Jabatan untuk Lindungi Al-Aqsa

Jum'at, 28 Jul 2017 15:05

Bangun Negara, Gerindra: Perpektif Islam Kelola SDA, Ekonomi Liberal dengan Utang

Bangun Negara, Gerindra: Perpektif Islam Kelola SDA, Ekonomi Liberal dengan Utang

Jum'at, 28 Jul 2017 11:49

Syuhada Al-Qaryatain Tinggalkan Koalisi Pimpinan AS Setelah Dilarang Perangi Rezim Assad

Syuhada Al-Qaryatain Tinggalkan Koalisi Pimpinan AS Setelah Dilarang Perangi Rezim Assad

Jum'at, 28 Jul 2017 11:30

Negara Kapitalis Sengaja Berikan Utang agar dapat Cengkram Indonesia Lebih Kuat

Negara Kapitalis Sengaja Berikan Utang agar dapat Cengkram Indonesia Lebih Kuat

Jum'at, 28 Jul 2017 10:49

[VIDEO] Syariat Islam tidak Toleran? Simak Penjelasan Gubernur Ini

[VIDEO] Syariat Islam tidak Toleran? Simak Penjelasan Gubernur Ini

Jum'at, 28 Jul 2017 09:56

Utang Jokowi Setara Lima Tahun SBY, Gerindra: Negara Darurat Utang

Utang Jokowi Setara Lima Tahun SBY, Gerindra: Negara Darurat Utang

Jum'at, 28 Jul 2017 09:49

10.000 Tentara AS Bunuh Diri Antara tahun 2004 hingga 2009

10.000 Tentara AS Bunuh Diri Antara tahun 2004 hingga 2009

Jum'at, 28 Jul 2017 09:15

Inilah Nasehat Syaikh Khalid Al Hamudi kepada Santri AFKN

Inilah Nasehat Syaikh Khalid Al Hamudi kepada Santri AFKN

Jum'at, 28 Jul 2017 09:11

Subyektivitas Negara melalui Perppu No. 2/2017 Mulai Makan

Subyektivitas Negara melalui Perppu No. 2/2017 Mulai Makan "Korban"

Jum'at, 28 Jul 2017 08:49

Menristek Dikti dan Menpora Dinilai Lakukan Persekusi terhadap Anggota HTI

Menristek Dikti dan Menpora Dinilai Lakukan Persekusi terhadap Anggota HTI

Jum'at, 28 Jul 2017 07:47

Ikut Cara Pikir Ekonomi Komprador, Rizal Ramli: RI Hancur ikut IMF

Ikut Cara Pikir Ekonomi Komprador, Rizal Ramli: RI Hancur ikut IMF

Jum'at, 28 Jul 2017 06:47

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Kamis, 27 Jul 2017 22:47

Jangan Labil, Sabar Hadapi Ujian

Jangan Labil, Sabar Hadapi Ujian

Kamis, 27 Jul 2017 22:34

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman 3 Pejuang Palestina Pembunuh 2 Polisi Israel di Al-Aqsa

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman 3 Pejuang Palestina Pembunuh 2 Polisi Israel di Al-Aqsa

Kamis, 27 Jul 2017 22:05

Perpppu Pembubaran Ormas yang  Dianggap Radikal, Mencerminkan Rezim Anti Islam?

Perpppu Pembubaran Ormas yang Dianggap Radikal, Mencerminkan Rezim Anti Islam?

Kamis, 27 Jul 2017 21:18

Substansi Pokok Cederai Hak Individu dan Hak Berserikat, HIMI Persis Tolak Perppu 2/2017

Substansi Pokok Cederai Hak Individu dan Hak Berserikat, HIMI Persis Tolak Perppu 2/2017

Kamis, 27 Jul 2017 21:10

Bullying: Efek Terkikisnya Akidah Anak Bangsa

Bullying: Efek Terkikisnya Akidah Anak Bangsa

Kamis, 27 Jul 2017 21:04

Politisi: Sehari Jokowi Utang 1,1 Trilyun, Program Bangun Utang?

Politisi: Sehari Jokowi Utang 1,1 Trilyun, Program Bangun Utang?

Kamis, 27 Jul 2017 20:59


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X