Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
17.843 views

Pergi Haji atau Bayar Hutang Dulu?

Pertanyaan:

Apakah boleh saya berhaji sebelum melunasi hutang-hutangku yang cukup banyak? Perlu diketahui bahwa pemilik hutang tidak melarangku untuk berhaji, bagaimana yang terbaik?

Jawaban:

Perlu diketahui terlebih dahulu, persoalan hutang sangat penting. Seseorang tidak boleh berhutang kecuali sangat membutuhkan. Karena terkadang hutang bisa menjadi penghalang seorang mukmin dari surga, sampaipun yang mati syahid. Hal ini disebutkan dalam hadits, ada seseorang datang kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, lalu berkata, “Bagaimana menurut Anda, jika aku terbunuh di jalan Allah dalam kondisi sabar, berharap pahala dan maju terus tidak kabur, apakah Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahanku?” Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab, “Ya.” Namun ketika orang tersebut berbalik, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam memanggilnya atau memerintahkan untuk dipanggilkan dia. Lalu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bertanya, “Apa yang kamu katakan tadi?” Lalu orang tersebut mengulangi pertanyaannya, dan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab, “Ya, kacuali hutang, begitulah yang dikatakan Jibril.” (HR. Muslim) 

Imam al-Nawawi rahimahullaah berkata, “Adapun sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, kecuali hutang, mengandung peringatan terhadap hak-hak sesama manusia. Sedangkan jihad dan kesyahidan serta yang lainnya termasuk amal-amal kebajikan yang tidak bisa menggugurkan hak-hak sesama. Dan hanya bisa menggugurkan hak-hak Allah Ta’ala. (Syarah Shahih Muslim, Imam al-Nawawi: 5/28)

Maksud dari hutang di sini, apa saja yang terkait dengan tanggungannya dari hak-hak kaum muslimin. Karena orang yang berhutang tidaklah lebih pantas mendapatkan ancaman dan tuntutan daripada perampok, pencopet, penghianat, dan pencuri.” (Tuhfah al-Ahwadzi: 5/203)

Dan disebutkan dalam hadits lain dari Muhammad bin Jahsy, dia berkata, “Kami pernah duduk di tempat jenazah bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, lalu beliau mengangkat pandangannya ke langit lalu meletakkan telapak tangannya di dahinya sambil bersabda, “Maha Suci Allah, betapa keras apa yang diturunkan Allah dalam urusan utang-piutang?” Kami diam dan meninggalkan beliau. Keesokan harinya kami bertanya, “Ya Rasulullah, perkara keras apa yang telah turun?” Beliau menjawab, “Dalam urusan utang-piutang. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya seorang laki-laki dibunuh di jalan Allah kemudian ia dihidupkan lalu dibunuh kemudian dihidupkan lalu dibunuh (lagi) sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tak akan masuk Surga sampai dibayarkan untuknya utang tersebut.”( HR. Al-Nasa’i dan al-Hakim, beliau menshahihkannya. Imam al-Dzahabi menyepakatinya. Sementara syaikh al-Albani menghassankannya dalam Ahkam al-Janaiz, hal. 107)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

Siapa yang mengambil (berhutang) harta manusia dan ingin membayarnya maka Allah akan melunaskannya. Sementara siapa yang berhutang dengan keinginan menelantarkannya (tidak membayar), maka Allah akan benar-benar membinasakannya.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

Jiwa seorang mukmin tergantung kepada hutangnya sehingga dibayarkan.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan. Syaikh al-Albani juga menghassankannya dalam Shahih Sunan Ibnu Majah 2/53)

Maka bagi orang yang berhutang hendaknya berniat membayarnya sehingga kalau tidak sampai memiliki sesuatu untuk membayarnya, dan dia mati dengan niat ini, sesungguhnya Alah akan membayarkannya sebagaimana yang disebutkan dalam haidts Maimunah radhiyallaahu 'anha, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلَّا أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِي الدُّنْيَا

Tidaklah seorang muslim berhutang dengan satu piutang yang Allah mengetahui bahwa dia ingin membayarnya kecuali Allah akan membayarkannya di dunia.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, beliau menshahihkannya. Imam Dzahabi menyepakatinya sedangkan Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam shahih Sunan Ibnu Majah: 2/51)

Dari Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak.” (HR. Thabrani dalam al-Kabir dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ahkam al-Janaiz hl. 5). Beberapa hadits tersebu mengandung ancaman keras menggampangkan urusan hutang.

Sedangkan pada dasarnya berhaji itu wajib atas orang yang mampu berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97) makna istitha’ah adalah kemampuan untuk ke sana. Maka siapa yang mendapati jalan melaksanakan haji dan tidak ada yang menghalangi –seperti karena jauhnya jarak, kondisi lemah, ancaman musuh, sediktinya air atau perbekalan di perjalanan, lemah melakukan perjalanan-, maka dia wajib melaksanakan haji.  Sedangkan siapa yang merasa tidak mampu dengan sebab-sebab di atas atau sebab lainnya seperti tidak memili nafkah yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkan atau tidak ada mahram bagi wanita, maka terkategori sebagai orang tidak mampu.

Dari ulasan di atas, pada dasarnya seorang muslim seharusnya menyelesaikan hutangnya sebelum berangkat haji.

Terdapat beberapa kriteria dampak hutang terhadap kewajibkan haji, sebagai berikut:

Pertama, hutangnya yang harus segera dibayarkan, sedangkan pada saat itu dia tidak memiliki harta yang cukup untuk membayar hutang dan berangkat haji. Maka dia harus mendahulukan hutangnya daripada haji. Karena sangkutan dengan hamba lebih dikedepankan daripada sangkutan Allah Ta’ala.

Kedua, hutang dengan cara angsuran beberapa tahun, maka tidak menghalangi pergi haji. Misalnya, orang membeli rumah secara kredit dengan jangka waktu sepuluh tahun, dia membayar setiap bulannya sekian. Maka hutang semacam ini tidak mempengaruhi kewajiban melaksanakan haji.

Ketiga, jika ada seseorang yang membiayai hajinya dan menanggung nafkah keluarganya, maka tidak mengapa melaksanakan haji walaupun punya banyak hutang.

Keempat, Jika orang yang berhutang minta izin kepada orang yang menghutanginya lalu dia mengizinkannya pergi haji, maka tidak mengapa dia melaksanakan ibadah haji. Dan makna izinnya adalah menerima permintaan penangguhan hutang walaupun tanggungan hutang masih membebaninya. Dan jika meninggal dalam kondisi ini maka dia dalam bahaya yang besar sebagaimana telah disebutkan dalam beberapa hadits di depan.

Kesimpulannya, jika hutang menuntut segera di bayarkan maka dia terkategori sebagai orang yang tidak mampu melaksanakan haji dan dia wajib segera melunasi hutangnya. Adapun jika hutangnya ditangguhkan, maka boleh baginya untuk berhaji walaupun melepaskan diri dari segala tanggungan itu jauh lebih baik dan utama. (PurWD/voa-islam/yasaloonak.net)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Konsultasi Agama lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Gus Mus: Kita Harus Merevolusi Mental Seperti Apa?

Gus Mus: Kita Harus Merevolusi Mental Seperti Apa?

Ahad, 30 Aug 2015 23:46

1 September Puluhan Ribu Buruh Akan Turun Berdemo di Jakarta

1 September Puluhan Ribu Buruh Akan Turun Berdemo di Jakarta

Ahad, 30 Aug 2015 23:35

Ketum MUI yang Baru Diharapkan Dapat Bertindak Tegas terhadap Aliran-Aliran Sesat

Ketum MUI yang Baru Diharapkan Dapat Bertindak Tegas terhadap Aliran-Aliran Sesat

Ahad, 30 Aug 2015 23:20

Nasib Najib Razak Akan Tumbang Seperti Presiden  Soehato

Nasib Najib Razak Akan Tumbang Seperti Presiden Soehato

Ahad, 30 Aug 2015 22:56

Harapan Ketua Pemuda Persis Terhadap Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin

Harapan Ketua Pemuda Persis Terhadap Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin

Ahad, 30 Aug 2015 22:45

SBY: Rakyat Bisa Marah jika Kondisi Krisis  Berlangsung Lama

SBY: Rakyat Bisa Marah jika Kondisi Krisis Berlangsung Lama

Ahad, 30 Aug 2015 22:45

Benalu Umat: Mentalitas Penjual Bangsa (bagian-1)

Benalu Umat: Mentalitas Penjual Bangsa (bagian-1)

Ahad, 30 Aug 2015 22:38

Fiat Money Penyebab Keterpurukan Rupiah

Fiat Money Penyebab Keterpurukan Rupiah

Ahad, 30 Aug 2015 22:01

Ekonomi Indonesia Kondisinya Sudah Sangat Kritis!

Ekonomi Indonesia Kondisinya Sudah Sangat Kritis!

Ahad, 30 Aug 2015 21:50

Ini Biografi Singkat Sosok Ketua Umum MUI yang Baru

Ini Biografi Singkat Sosok Ketua Umum MUI yang Baru

Ahad, 30 Aug 2015 21:15

Ketua HTI Jakarta Tolak Wacana Lokalisasi Tempat Demonstrasi

Ketua HTI Jakarta Tolak Wacana Lokalisasi Tempat Demonstrasi

Ahad, 30 Aug 2015 20:08

Acara ODOJ untuk Negeri Diikuti 100.000 Umat Islam

Acara ODOJ untuk Negeri Diikuti 100.000 Umat Islam

Ahad, 30 Aug 2015 17:16

Amin Rais : Amerika Ingin Menghancurkan Negara-Negara Islam dan Menjajah

Amin Rais : Amerika Ingin Menghancurkan Negara-Negara Islam dan Menjajah

Ahad, 30 Aug 2015 02:11

OSIS Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

OSIS Darul Quran Selenggarakan Wonderkind Festival 2015

Sabtu, 29 Aug 2015 23:35

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Berikut Ini Struktur dan Nama Pengurus MUI Masa Khidmat 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 23:15

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Mencari Akar Permasalahan BPJS

Sabtu, 29 Aug 2015 23:05

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Munas ke-IX Tetapkan KH. Ma'ruf Amin Sebagai Ketua Umum MUI Periode 2015-2020

Sabtu, 29 Aug 2015 22:15

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Aksi Buruh Mendatang: Hentikan PHK hingga Meminta Menaker Dicopot

Sabtu, 29 Aug 2015 16:45

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul dalam Video Trailer Islamic State

Mengundang Tanda Tanya, Pesawat Boeing 777 Malaysia Muncul dalam Video Trailer Islamic State

Sabtu, 29 Aug 2015 16:24

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Tanggapi Krisis, Elemen Buruh Akan Lakukan Aksi Besar-besaran di Istana

Sabtu, 29 Aug 2015 15:45



Must Read!
X