Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
24.849 views

Hukum Menyeka Anggota Tubuh Dengan Handuk Setelah Berwudhu

Assalamu 'Alaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

Bagaimana hukumnya, apabila selesai wudhu bolehkah kita mengeringkan air wudhu dengan handuk baru kita shalat?

Yathie Ati

_________________________________________________

Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuhu

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Sebagian ulama berpendapat, makruh menyeka angota tubuh dengan handuk sesudah berwudhu. Mereka mendasarkan kepada hadits Maimunah radhiyallaahu 'anha tentang mandi janabatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang Pada ujung hadits itu disebutkan,

ثُمَّ أَتَيْته بِالْمِنْدِيلِ ، فَرَدَّهُ

"Selanjutnya saya memberikan handuk kepada beliau, namun beliau menolaknya.” (HR. Muslim) dan dalam riwayat lain, “Dan beliau menyeka dengan kedua tangannya.” (HR. Al-Bukhari)

Pendapat Sahabat Dalam Masalah Ini

Para sahabat berbeda pendapat dalam menghukumi masalah ini dalam tiga kelompok: Pertama, tidak apa-apa dalam wudhu maupun mandi. Ini merupakan pendapat Anas bin Malik dan al-Tsauri.

Kedua, makruh dalam wudhu dan mandi. Ini adalah pendapat Umar dan Ibnu Abi Laila.

Ketiga, dimakruhkan dalam wudhu dan tidak dalam mandi. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. (Lihat Syarah Muslim: 2/17, no. 476)

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim mengatakan bahwa di dalamnya terdapat dalil dianjurkannya untuk tidak menyeka anggota badan. Dan ini dikuatkan oleh hadits lain dari Abu Hurairah dalam Shahih al-Bukhari, “ . . . Kemudian beliau mandi, lalu keluar (menuju shalat jama’ah) sedangkan air masih menetes dari kepalanya dan kemudian mengimami mereka.” 

Lalu Imam Nawawi menyebutkan lima pendapat dalam menyeka anggota badan sesudah mandi dan wudlu: Pertama, dianjurkan meninggalkannya (tidak mengelap/menyeka anggota badan), namun tidak dikatakan: melakukannya adalah makruh. Kedua, makruh. Ketiga, mubah, baik menyeka atau tidak. Keempat, mustahab (disunnahkan) karena untuk mencegah dari menempelnya kotoran. Kelima, dimakruhkan pada musim panas dan tidak pada musim dingin.

Imam Nawawi lebih memilih pendapat yang mubah, karena melarang dan menganjurkan itu membutuhkan dalil yang jelas. Dan ketika diteliti lebih jauh, tidak didapatkan keterangan jelas dan tegas yang melarangnya. Padahal hukum asal segala sesuatu adalah mubah.

Bolehnya menyeka ini juga berdasarkan perkataan Maimunah dalam hadits di atas: “Dan beliau menyeka dengan kedua tangannya.” Jika menyeka (menghilangkan air) dengan tangan adalah mubah, maka mengelap dengan handuk juga memiliki hukum semisalnya atau bahkan lebih karena sama-sama untuk menghilangkan air.

Abu Malik Kamal dalam Shahih Fiqih Sunnah (I/168) menyebutkan beberapa alasan untuk menyangkal hujjah yang memakruhkan menggunakan handuk sesudah berwudhu' dari hadits Maimnah di atas:

"Ini adalah kasus tertentu yang memiliki banyak kemungkinan. Boleh jadi beliau menolaknya disebabkan apa yang ada pada handuk tersebut. Seperti: handuk itu tidak bersih, atau khawatir membuatnya basah dengan air, atau yang lainnya. Lalu alasan Maimunah membawakan handuk karena itu merupakan kebiasaan beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. (Dikutip dari al-Syarh al-Mumti': I/181 dan lihat Zaad al-Ma'ad, Ibnul Qayyim: I/197).

Pembolehan ini dikuatkan lagi dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berwudhu, lalu membalikkan jubah wol beliau dan menyeka dengannya."

. . . Dan ketika diteliti lebih jauh, tidak didapatkan keterangan jelas dan tegas yang melarangnya. Padahal hukum asal segala sesuatu adalah mubah. . .

Al-Tirmidzi rahimahullah berkata, "Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan orang-orang sesudah mereka membolehkan memakai handuk sesudah wudhu. Adapun orang yang memakruhkannya, maka ia memakruhkannya karena beralasan –konon- air wudhu itu akan ditimbang."

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan handuk untuk menyeka anggota wudhu sesudah mengerjakan wudhu dan hendak akan shalat, tidak apa-apa (termasuk perkara mubah). Karena melarang dan menganjurkan itu membutuhkan dalil yang jelas. Dan ketika diteliti lebih jauh, tidak didapatkan keterangan jelas dan tegas yang melarangnya. Padahal hukum asal segala sesuatu adalah mubah. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Oleh: Ust. Badrul Tamam

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Konsultasi Agama lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Butuh Biaya Rp 15 Juta, Bayi Nabil Mujahid Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Butuh Biaya Rp 15 Juta, Bayi Nabil Mujahid Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Begitu dilahirkan ke dunia, bayi Nabil Muhammad harus divacum di ruang ICU karena pernafasan tidak normal. Ayahnya adalah aktivis Islam yang berprofesi sebagai buruh pabrik....

Anak Mujahid Komplikasi Demam Berdarah & Meningitis. Ayo Bantu!!

Anak Mujahid Komplikasi Demam Berdarah & Meningitis. Ayo Bantu!!

Mujahid cilik ini tergolek kritis di ICU karena komplikasi Demam Berdarah dan Meningitis. Sang ayah sedang menjalani ujian penjara 9 tahun akibat i'dad bersama Kafilah Mujahidin Aceh....

IDC Salurkan Zakat Fitrah Rp 32 Juta Kepada Keluarga Mujahidin 'Asiir di Berbagai Daerah

IDC Salurkan Zakat Fitrah Rp 32 Juta Kepada Keluarga Mujahidin 'Asiir di Berbagai Daerah

Amanah zakat fitrah sebesar Rp 32.216.000 telah disalurkan kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah. Distribusi dilakukan oleh Relawan dan kontributor IDC sehari sebelum shalat ied...

Donasi Rp 250 Juta Telah Diserahkan, Muslim Gaza Masih Butuh Pertolongan. Ayo Bantu!!

Donasi Rp 250 Juta Telah Diserahkan, Muslim Gaza Masih Butuh Pertolongan. Ayo Bantu!!

Infaq telah diserahkan kepada warga Gaza dalam bentuk uang tunai dan sembako. Warga Gaza masih butuhkan bahan makanan dan obat-obatan, karena kondisi Gaza begitu parah...

Solidaritas Peduli Gaza & Suriah: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Solidaritas Peduli Gaza & Suriah: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Kaum Muslimin di Gaza dan Suriah hidup dalam tekanan, penderitaan dan kesulitan dizalimi Zionis Israel dan rezim Syi?ah Nushairiyah Bashar Al-Assad. Ayo bantu!!...

Latest News


Must Read!
X

Rabu, 20/08/2014 00:17

Parodi Sengketa Pilpres 2014