Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
27.819 views

Hukum Membaca Al-Fatihah Hanya Dalam Hati Saat Shalat

Pertanyaan:

Dalam shalat, apa boleh kita membaca Al-Fatihah dalam hati; tanpa menggerakkan bibir?

0857884900**

Jawaban:

Oleh: Ust. Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Salah satu rukun shalat adalah membaca surat Al-Fatihah. Ia dibaca di setiap rakaat shalat, pada shalat fardlu dan shalat sunnah, shalat jahar dan shalat sirr. Kewajiban ini bagi imam, makmum, ataupun yang shalat sendirian -sebagaimana yang dicantumkan oleh Imam al Bukhari sebagai bab dalam kitab al-Shalah- berbeda dengan pendapat para fuqaha yang terdahulu maupun sekarang yang tidak mewajibkannya atas makmum. Alasan mereka, bahwa bacaan imam adalah bacaan makmum.

Dan pendapat yang paling benar –wallahu a'lam- adalah pendapatnya imam al Syafi'i, Imam al Bukhari, jama'ah ahli hadits, dan selainnya. Yaitu imam dan makmum wajib membaca surat al-Fatihah baik dalam shalat jahriyah maupun shalat sirriyah.

. . . Tidak boleh menjadikan khilaf ulama dalam masalah ini sebagai sarana untuk mengobarkan kebencian, perpecahan, dan permusuhan sesam muslim. . .

Kesimpulan di atas didasarkan pada hadits Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak sah shalat bagi yang tidak membaca al Fatihah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Juga hadits dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ ثَلَاثًا غَيْرُ تَمَامٍ فَقِيلَ لِأَبِي هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الْإِمَامِ فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِي نَفْسِكَ

Barangsipa yang mengerjakan shalat dan tidak mmbaca Ummul Qur’an (al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya terputus –beliau mengucapkannya tiga kali- dan tidak sempurna. Dikatakan kepada Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, “sesungguhnya kami shalat di belakang imam.” Maka beliau berkata, “bacalah dalam hatimu.” (Hadits shahih riwayat. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)

Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'Anhu berkata, “Kami shalat Shubuh di belakang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau membaca ayat dan kelihatannya beliau mendapat kesulitan dalam membacanya. Setelah selesai beliau bertanya, “barangkali kalian ikut membaca di belakang imam kalian?” Kami menjawab, “benar, dengan suara lirih wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:

لَا تَفْعَلُوا إِلَّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَإِنَّهُ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِهَا

Janganlah lakukan, kecuali membaca al Fatihah, karena tidak sah shalat bagi yang tidak membacanya.” (HR. Abu Dawud, hadits ini dicantumkan imam al Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim: IV/123) dan hadits-hadits lain yang semakna.

Perlu dicatat, siapa yang mengambil pendapat ini tidak boleh menyalah-nyalahkan dan mencela orang yang berbeda pendapatnya. Karena masalah ini adalah majal khilaf. Tidak boleh menjadikan khilaf ulama dalam masalah ini sebagai sarana untuk mengobarkan kebencian, perpecahan, dan permusuhan sesam muslim.

Hakikat Membaca

Tidaklah disebut membaca kecuali dengan menggerakkan lisan dan kedua bibir sehingga keluar suara walau hanya terdengar oleh orang yang membaca saja. Sedangkan orang yang membaca dalam hatinya saja, tidak lah disebut qari' (orang yang membaca). [Baca: Membaca Al-Quran Tanpa Gerakkan Lisan, Apa Ditulis Pahala Membaca?]

Jadi, haruslah ada suara yang keluar untuk disebut membaca. Dan itu tidak akan muncul kecuali dengan menggerakkan lisan dan kedua bibir. Kecuali orang bisu. Ia berudzur untuk melakukan itu.Cukup baginya beramal sesuai kemampuannya dan berusaha keras sehingga ia tahu telah sampai pada yang dimaksudnya.

. . . Yang diperintahkan dalam shalat adalah membaca. Tidaklah disebut membaca kecuali dengan melafadhkannya. Ini tidak bisa kecuali dengan menggerakkan lisan dan kedua bibir. . .

Yang diperintahkan dalam shalat adalah membaca, “Tidak sah shalat bagi yang tidak membaca al Fatihah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah). Tidaklah disebut membaca kecuali dengan melafadhkannya. Ini tidak bisa kecuali dengan menggerakkan lisan dan kedua bibir. Sehingga tidak boleh seseorang mencukupkan dengan hatinya saat membaca Al-Fatihah dalam shalatnya. Berarti ia tidak mengerjakan rukun dari rukun shalat. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Konsultasi Agama lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Sejak usia 8 tahun sudah menjadi yatim. Saat tumbuh menjadi remaja muslimah berprestasi dan rajin beribadah, ia diuji dengan musibah tumor ganas di lututnya. ...

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Latest News
Menag Bertaubat dan Minta Maaf Soal Baca Al-Qur'an Langgam Jawa

Menag Bertaubat dan Minta Maaf Soal Baca Al-Qur'an Langgam Jawa

Kamis, 28 May 2015 22:36

Neolib Mangsa Institusi Negara dengan Ciptakan Lelang Jabatan

Neolib Mangsa Institusi Negara dengan Ciptakan Lelang Jabatan

Kamis, 28 May 2015 21:45

Mujahid Harus Banyak Istighfar

Mujahid Harus Banyak Istighfar

Kamis, 28 May 2015 18:22

Situs Anti-Muslim Targetkan Aktivis Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika Serikat

Situs Anti-Muslim Targetkan Aktivis Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika Serikat

Kamis, 28 May 2015 17:45

Mantan Wagub DKI Jakarta Sebut Lelang Jabatan Hasilkan Pemimpin Buruk

Mantan Wagub DKI Jakarta Sebut Lelang Jabatan Hasilkan Pemimpin Buruk

Kamis, 28 May 2015 17:20

Lelang Jabatan, Langkah Mulus Untuk Meneoliberalkan Birokrasi Indonesia

Lelang Jabatan, Langkah Mulus Untuk Meneoliberalkan Birokrasi Indonesia

Kamis, 28 May 2015 17:00

Tembakan Rudal Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewaskan 2 Tentara Perbatasan Saudi

Tembakan Rudal Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewaskan 2 Tentara Perbatasan Saudi

Kamis, 28 May 2015 16:15

Cina Penghancur Rakyat dan Bangsa Pribumi Indonesia?

Cina Penghancur Rakyat dan Bangsa Pribumi Indonesia?

Kamis, 28 May 2015 14:51

Komisioner Aparatur Negara: Lelang Jabatan Melanggar Undang-undang

Komisioner Aparatur Negara: Lelang Jabatan Melanggar Undang-undang

Kamis, 28 May 2015 12:30

5 Cara Agar Bayi Mudah Lelap Saat Travelling

5 Cara Agar Bayi Mudah Lelap Saat Travelling

Kamis, 28 May 2015 11:27

Secara Ilmiah, Suara Terompet Sangkakala Benar Adanya

Secara Ilmiah, Suara Terompet Sangkakala Benar Adanya

Kamis, 28 May 2015 11:10

Niger Perpanjang Keadaan Darurat Selama 3 Bulan di Wilayah Diffa Menyusul Ancaman Boko Haram

Niger Perpanjang Keadaan Darurat Selama 3 Bulan di Wilayah Diffa Menyusul Ancaman Boko Haram

Kamis, 28 May 2015 09:45

Siapa Sejatinya Teroris dan Ekstrimis?  Para Menlu OKI Seperti Beo

Siapa Sejatinya Teroris dan Ekstrimis? Para Menlu OKI Seperti Beo

Kamis, 28 May 2015 06:44

Sama Rata Sama Rasa; Ide Komunis yang Sedang di Masyarakatkan

Sama Rata Sama Rasa; Ide Komunis yang Sedang di Masyarakatkan

Kamis, 28 May 2015 06:35

Pemimpin Jabhat Al-Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani: Kejatuhan Asad Tidak Akan Lama Lagi

Pemimpin Jabhat Al-Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani: Kejatuhan Asad Tidak Akan Lama Lagi

Kamis, 28 May 2015 06:30

Ciptakan Hasut & Langgar Hukum, Menhan Siap Usir Jurnalis Asing di Papua

Ciptakan Hasut & Langgar Hukum, Menhan Siap Usir Jurnalis Asing di Papua

Kamis, 28 May 2015 04:40

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Video Wawancara Ustadz Bernard Abdul Jabar 'Mantan Pendeta' Soal Kristenisasi di Indonesia

Rabu, 27 May 2015 23:55

Mantan Menpan: Birokrasi Saat Ini Berantakan dan Juga Hancur

Mantan Menpan: Birokrasi Saat Ini Berantakan dan Juga Hancur

Rabu, 27 May 2015 22:09

Berita Foto : Rekaman Aksi Ratusan Umat Islam dari MMI, FPI, FUI, Kamra di depan Kedubes Myanmar

Berita Foto : Rekaman Aksi Ratusan Umat Islam dari MMI, FPI, FUI, Kamra di depan Kedubes Myanmar

Rabu, 27 May 2015 21:35

Abu Jibril: Kejahatan Genosida Muslim Rohingya Sejak 1978, Tak Bisa Dibenarkan Aturan Negara Manapun

Abu Jibril: Kejahatan Genosida Muslim Rohingya Sejak 1978, Tak Bisa Dibenarkan Aturan Negara Manapun

Rabu, 27 May 2015 20:09



Must Read!
X