Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
11.005 views

Dusta Syi'ah: Mengaku Pecinta Ahlul Bait, Padahal Menghina Rasulullah & Ahlul Bait

Syi’ah secara dusta mengaku sebagai pecinta ahlul bait. Ucapan dan perbuatan mereka bertolak belakang dengan klaim mereka. Hal seperti ini tidaklah aneh atau asing pada diri anak cucu Majusi. Mereka telah berani menginjak-injak rumah tangga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka telah menghina Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam –semoga Allah melaknat mereka- mereka telah menghina istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjadi ibu-ibu bagi kaum mukminin.

Mereka juga telah berani menginjak-injak imam pertama mereka yang diyakini ma’shum. Sifat mereka ini menjadi sempurna dengan menghinakan al-Hasan, al-Husain, Ali ibn al-Hasan dan para imam lainnya. Sebagaimana pula mereka telah menghina putri-putri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan yang utama adalah Fathimah az-Zahra’ Radhiyallahu ‘Anha. Ini belum lagi dengan penghinaan mereka terhadap semua Nabi dan Rasul.

Ash-Shadug di dalam kitab “al-Amal” meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Ali Radhiallahu ‘Anhu: “Seandainya aku tidak menyampaikan apa yang aku diperintah dengannya dari perkara wilayahmu (kepemimpinanmu) maka leburlah seluruh amalku.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalain, jilid I, hal 654).

Sepertinya Allah yang Maha Suci tidak mengutus Rasul-Nya yang mulia melainkan hanya untuk menyampaikan wilayah Ali. Orang-orang yang tidak tahu diri itu telah mengecilkan kedudukan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam demi mewujudkan kepentingan dan tujuan mereka yang kotor. Ini semua mereka lakukan karena mustahil bagi mereka untuk mendatangkan bukti dan dalil tentang wilayah Ali Radhiyallahu ‘Anhu.

Al-Bahrani menukil dari as-Syyid ar-Ridah dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia berkata: “Saya keluar menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya dapati beliau sedang ruku’ dan sujud, beliau berdo’a, “… Ya Allah dengan (demi) kehormatan hamba-Mu Ali ampunilah orang-orang yang bermaksiat dari umatku.” (Al-Burhan fi Tafsir Al-Qur’an, jilid IV, hal 226).

Coba perhatikanlah kenistaan ini, yang dengannya mereka ingin menunjukkan keutamaan Ali Radhiyallahu ‘Anhu di atas Rasul yang diutus sebagai rahmat untuk alam semesta dan yang menjadi sayyid bagi manusia dari awal hingga akhir, Sayyid kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

An-Nu’mani secara dusta meriwayatkan dari imam Muhammad al-Baqir ‘Alaihi Sallam, ia berkata: “Ketika imam Mahdi muncul ia didukung oleh para malaikat dan orang pertama yang membai’atnya adalah Muhammad ‘Alaihi Sallam kemudian Ali ‘Alaihi Sallam.” Syaikh ath-Thusi meriwayatkan dari imam ar-Ridha ‘Alaihi Sallam bahwa di antar tanda-tanda munculnya al-Mahdi adalah dia akan muncul dalam keadaan telanjang di depan bulatan matahari.” (Al-Kafi fil-Ushaul, jilid I, hal 504),

Perhatikan baik-baik pengakuan mereka tentang pembai’atan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian Ali Radhiyallahu ‘Anhu kepada al-Mahdi yang diduga. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah makhluk Allah yang terbaik, apakah beliau akan berbaiat kepada orang yang di bawahnya? Berbaiat kepada orang yang telanjang bulat tanpa sehelai benang pun? Kerendahan macam apa yang dialamatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini?

Perhatikan orang-orang Syi’ah yang “dungu” itu. Mereka menetapkan telanjangnya keturunan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dia akan muncul di hadapan umat dalam keadaan telanjang! Apakah ini yang disebut sebagai penghormatan kepada ahlul bait? Ataukah ini justru menjadi penghinaan yang terang-terangan?!

Al-Qummi menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ada di Makkah tidak ada orang yang berani mengganggu beliau karena kedudukan Abu Thalib. Mereka memprovokasi anak-anak kecil untuk mengganggu beliau.

Jika beliau keluar anak-anak kecil itu melemparinya dengan batu dan kerikil (dan debu). Maka beliau mengadukan hal itu kepada Ali Radhiyallahu ‘Anhu.” (Tafsir Al-Burhan, jilid II, hal 404).

Mereka meriwayatkan, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mi’raj ke langit beliau melihat Ali Radhiyallahu ‘Anhu dan anak-anaknya yang telah sampai di sana sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi mengucap salam kepada mereka. Padahal beliau telah berpisah dengan mereka di bumi. (Tafsir Al-Burhan, jilid II, hal 404).

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: “Dengan bahasa apakah Rabb anda berbicara dengan anda pada waktu mi’raj?” Beliau menjawab: “Dia berbicara kepadaku dengan bahasa Ali bin Abi Thalib, hingga saya berkata “Engkaukah yang sedang berbicara kepadaku ataukah Ali?!” (Kasyf Al-Ghummah, jilid I, hal 106).

Aku memohon ampun kepada-Mu ya Ilahi…….!!! Kita biarkan kebebasan para pembaca yang mulia untuk menginterpretasikan apa yang dimaksud dengan riwayat yang keji ini!!

Mereka begitu rajin mengikuti langkah-langkah penghinaan, dengan berbagai rupa bentuk dan ukuran, sampai mereka meragukan kenabian Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena tiga putrinya; Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqayyah. Hal ini terjadi ketika mereka menafikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bapak mereka. Mereka –semoga dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia semuanya-mengatakan bahwa “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melahirkan mereka, tetapi mereka adalah anak-anak tirinya.”

Muhsin al-Amin menambahkan: “Para sejarawan menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya memiliki empat putri, dan setelah meneliti teks-teks sejarah ternyata kita tidak mendapatkan bukti yang menetapkan adanya putri Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selain Fathimah az-Zahra’.” (Dairah al-Ma’arif al-Islamiyah asy-Syi’iyyah, jilid I, hal 27, Dar al-Ma’arif, Beirut; Kasyf al-Ghitha’, Ja’far An-Najefi, hal 5).

Apakah semisal mereka bisa disebut sebagai “pecinta ahlul bait”?!

Jika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak selamat dari kejahatan mereka, maka istri-istri beliau pun lebih tidak selamat. Bahkan telah keluar fatwa “kafir” bagi ibu-ibu kaum mukminin terutama Aisyah dan Hafshah Radhiyallahu ‘Anha. (Bihar Al-Anwar, jilid XXII, hal 227-247).

Cukuplah mengisyaratkan kepada apa yang beredar di kalangan Syi’ah bahwa firman Allah  “Dan Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat” (at-Tahrim: 10). Al-Qummi pembesar Syi’ah dalam bidang tafsir (dusta) itu menyatakan: ”Demi Allah yang dimaksud dengan pengkhianatan itu adalah zina. Artinya hendaklah menegakkan hukuman zina terhadap Fulanah yang telah melakukan zina dalam perjalanan ke Bashrah. Ada seorang laki-laki mencintainya, maka tatkala dia (Aisyah) hendak menuju Bashrah Fulan tadi berkata kepadanya: Kamu tidak halal pergi tanpa mahram. Maka dia mengawinkan dirinya dengan Fulan tersebut. (Bihar Al-Anwar, jilid XXII, hal 240-245; Tafsir al-Qummi, jilid II, hal 344).

Dan yang dimaksud dengan Fulan adalah Thalhah.

Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘Anha adalah ibu bagi kaum mukminin semata.

Sebagaimana mereka menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, putri-putrinya dan istri-istrinya, mereka juga telah menghina imam mereka yang pertama Ali Radhiyallahu ‘Anhu. (Menurut mereka), ketika mereka melukiskannya sebagai pengemis –wa al-‘iyadzu billah-. Telah disebutkan oleh Salim ibn Qais penulis buku Syi’ah pertama kali bahwa Ali telah menaikkan Fathimah di atas himar, dan ia menuntun al-Hasan dan al-Husain. Disebutkan bahwa Ali tidak meninggalkan satu shahabat pun melainkan ia telah mendatanginya di rumahnya untuk meminta haknya atas nama Allah. (Kitab Salim ibn Qais, hal 82-83).

Lihatlah penghinaan yang luar biasa ini, penghinaan terhadap Ali yang menuntun kedua putranya dan putrinya yang menaiki himar. Mereka berjalan berkeliling mendatangi rumah-rumah sahabat untuk meminta belas kasih mereka!!

Apakah sifat seperti ini layak bagi kedudukan ahlul bait dan bagi seorang pemimpin dari pemimpin-pemimpin kaum muslimin? Cerita, hikayat dan dongeng!

Sebagaimana al-Kulaini meriwayatkan di dalam al-Kafi bahwa Fathimah tidak suka diperistri oleh Ali. Riwayat itu sebagai berikut: “Tatkala Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahkan Ali dengan Fathimah ‘Alaihi Sallam. Ali masuk menemui Fathimah yang ketika itu ia menangis. Maka Ali menanyakan: “Apa yang membuatmu menangis?! Demi Allah seandainya dalam keluargaku ada yang lebih baik dengannya, aku tidak akan menikahkan engkau dengannya, dan aku tidak akan menikahkannya akan tetapi Allah yang telah menikahkannya”. (Al-Furu’ min al-Kafi).

Hingga imam mereka yang pertama dihina dan diturunkan derajatnya seperti ini?!

Di mana “cinta” yang selama ini diumbar? Di mana ia bersembunyi?

Disebutkan oleh al-Ashfahani dari Ibn Abu Ishaq bahwa ia berkata: “Aku dimasukkan oleh ayahku ke dalam masjid pada hari Jum’at. Ia mengangkatku maka aku melihat Ali berkhutbah di atas mimbar, dia adalah orang tua yang botak, menonjol dahinya, bidang dadanya (lebar jarak antara dua pundaknya), jenggotnya memenuhi dadanya dan lemah matanya.”(Maqatil ath-Thalibin, hal 27-48).

Sebagaimana mereka meyakini bahwa Ali adalah hewan bumi. Ja’far berkata “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi amirul mukminin ketika ia tidur di masjid dan berbantal tumpukan kerikil yang ia kumpulkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerak-gerakkannya (menggugahnya) dengan kakinya kemudian mengatakan: “Bangunlah wahai “hewan Allah”. Maka seorang sahabatnya bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah sebagian kita boleh menyebut sebagian yang lain dengan nama ini?” beliau bersabda: “Tidak. Demi Allah. Nama tadi khusus untuknya.” (Bihar al-Anwar, jilid XIII, hal 213).

Inilah imam pertama mereka yang mereka katakan bahwa ia akan menjadi “Dabbah” (hewan melata)!

Betapa khawatirnya kita jika yang dimaksud adalah Ali Radhiyallahu ‘Anhu akan menjadi hewan tunggangan bagi al-Mahdi ciptaan Syi’ah. hasbunallah!!

Mereka pun telah menghina paman Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abbas dan putranya Abdullah dan juga ‘Aqil ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu. Diriwayatkan oleh al-Kulaini bahwa Sudair bertanya kepada imam Muhammad al-Baqir: “Di manakah kecemburuan (ghirah) Bani Hasyim, kekuatan (syaukah) dan bilangan mereka yang banyak itu setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika dikalahkan oleh Abu Bakar, Umar dan orang-orang munafik lainnya?” Imam Muhammad al-Baqir berkata: “Siapa yang masih tersisa dari Bani Hasyim? Ja’far dan Hamzah yang menjadi bagian “as-Sabiqun al-Awwalun” dan “al-Mukminun al-Kamilun” telah meninggal dunia. Sementara dua orang yang lemah keyakinannya, yang hina jiwanya dan yang baru kenal Islam itulah yang tersisa, Abbas dan ‘Aqil.” (Hayat al-Qulub, jilid II, hal 846; Furu’ al-Kafi, jilid III, kitab ar-Rawdhah).

Sebagaimana Syi’ah telah menuduh Ibn ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu mencuri dari baitul mal di Bashrah sewaktu pemerintahan Ali Radhiyallahu ‘Anhu. Mereka mengklaim bahwa Ali naik mimbar dan berkhutbah ketika mendengar kabar, dia menangis dan berkata: “Ini adalah putra paman Rasulullah, dia dalam ilmu dan kedudukannya melakukan hal seperti ini…. Bagaimana bisa dipercaya orang-orang yang berada di bawah tingkatannya…. Ya Allah aku telah bosan dengan mereka, tenangkan aku dari mereka… dan cabutlah aku kepada-Mu bukan sebagai orang yang lemah.” (Rijal al-Kasysyi, hal 57).

Al-Majlisi telah menyebutkan dalam bahasa Persia yang artinya: “Muhammad al-Baqir meriwayatkan dari imam Zainal Abidin ‘Alaihi Sallam dengan sanad yang dapat diandalkan bahwa ayat ini “Barang siapa di dunia ini buta maka di akhirat dia (juga) buta dan lebih sesat jalannya (Qs Al-Isra’: 72) turun pada diri Abdullah ibn Abbas dan bapaknya.”

Inilah penghinaan Syi’ah terhadap paman Nabi, Abbas dan ‘Aqil dengan kelemahan, kehinaan dan pengecut serta tidak sempurna imannya. Begitu pula penghinaan terhadap Abbas dan putranya Habr al-Ummah Abdullah ibn Abbas Radhiallahu ‘Anhu. Adapun ayat tadi telah diturunkan tentang perihal orang-orang kafir……..Akan tetapi masalahnya bukan untuk orang yang melihat melainkan untuk orang yang memiliki!

Mereka juga telah menghina al-Hasan dengan ucapan yang sangat menyakitkan. Mereka berkata tentangnya: “Wahai orang yang menghinakan kaum mukminin.” (Rijal al-Kasysyi, hal 111).

Begitu juga mereka telah menghina Ali Zainal Abidin imam keempat yang ma’shum bagi mereka, mereka menuduhnya sebagai ornag yang pengecut dan budak. Telah disebutkan dalam al-Kafi bahwa putra Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir berkata: “Sesungguhnya Yazid ibn Muawiyah memasuki Madinah ingin menunaikan haji. Dia mengutus kepada seorang Quraisy. Setelah ia datang dia menanyainya, “Apakah engkau mengakui bahwa engkau adalah budakku, jika aku mau aku menjualmu dan jika aku mau aku menjadikan kamu budak?” Orang itu menjawab: “Demi Allah! Wahai Yazid hasabmu (kebaikanmu dan keluargamu) tidak lebih mulia dariku di kalangan Quraisy, ayahmu juga tidak lebih utama dari ayahku, waktu jahiliyah ataupun waktu Islam dan engkau juga tidak lebih mulia dan tidak lebih baik dariku dalam agama ini. Bagaimana aku mengakui permintaanmu?” Maka Yazid berkata: “Jika kamu tidak menyukainya, Demi Allah aku pasti membunuhmu.” Orang tadi menjawab: “Pembunuhan terhadapku olehmu tidak seagung pembunuhanmu terhadap al-Husain ibn Ali ‘Alaihi Sallam, putra Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Maka dia memerintahkan untuk membunuhnya. Dan terbunuhlah dia.

Kemudian dia mengutus kepada Ali ibn al-Husain ‘Alaihi Sallam, kemudian ia mengatakan kepadanya apa yang telah dikatakan kepada seorang Quraisy di atas. Maka Ali ibn al-Husain bertanya: “Bagaimana seandainya aku tidak mau mengakui apakah engkau akan membunuhku sebagaimana engkau membunuh orang yang kemarin?” Yazid berkata: “Allah melaknatinya, ya.” Maka Ali ibn al-Husain (Ali Zainal Abidin) ‘Alaihi Sallam berkata: “Aku mengakui apa yang engkau minta. Aku adalah hamba yang dipaksa, jika kamu mau pertahankanlah aku dan jika kamu mau juallah aku.” (Ar-Rawdhah min al-Kafi, jilid VIII, hal 234-235).

Mereka menjadikan imam mereka yang tidak lain adalah cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mau mengakui dirinya sebagai budak yang diperjualbelikan!

Kami tidak habis pikir, bukankah orang-orang Majusi saja telah memiliki prinsip “Hidup mulia atau mati mulia”.

Kalian benar-benar telah menghina ahlul bait secara habis-habisan hingga merampas harga diri dan kemuliaan!

Adapun Muhammad al-Baqir imam kelima yang ma’shum bagi mereka, juga telah merasakan sengatan orang-orang Syi’ah. Zurarah ibn A’yun menjulukinya sebagai: “Orang tua yang tidak mengerti ilmu permusuhan”. (Al-Kafi fi al-Ushul)

Dia juga berkata: “Allah merahmati Abu Ja’afar, sesungguhnya di dalam hatiku ada unsur berpaling dari padanya.” (Rijal al-Kasysyi, hal 152, Biografi Abu Bashir).

Dia juga berkata: “Sahabat kamu juga tidak memiliki pengetahuan tentang ucapan para tokoh (orang-orang besar).” (Rijal al-Kasysyi, hal 133).

Mereka juga menjuluki Ja’far, imam yang keenam sebagai “bermuka ganda”. Pernah ia memuji Abu Hanifah di hadapan Muhammad ibn Muslim, setelah ia keluar Ja’far mencelanya. Hal ini diriwaytkan oleh al-Kulaini dalam kisah yang panjang.

Mereka menasabkannya kepada Ja’far bahwa ia berkata: “Sesungguhnya aku berbicara di atas 70 wajah, di dalam semuanya ada jalan keluar bagiku.” (Bashair ad-Darajat, jilid III).

Ahli hadits mereka, Muhammad al-Baqir al-Majlisi dalam kitan Jala’ al-‘Uyun menyebutkan: “Dari kakekku dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Jika dilahirkan Ja’far ibn Muhammad ibn Ali ibn al-Husian maka julukilah “shadiq”, karena jika lahir anak kelima dari anak-anaknya (ash-Shadiq) yang bernama Ja’far dan mengaku sebagai imam secara dusta dan membuat kebohongan atas nama Allah, dia di sisi Allah adalah Ja’far al-kadz-dzab.” (Jala’ al-‘Uyun, Al-Majlisi, hal 348).

Yang mereka maksud dengan Ja’far al-kadz-dzab adalah putra imam yang suci salah satu imam ma’shum bagi Syi’ah. Ja’far al-kadz-dzab berdasarkan klaim mereka adalah saudara kandung imam ghaib, Muhammad al-Hasan al-‘Ashari (al-Mahdi, imam kedua belas).

Sebagaimana mereka berkata tentangnya: “Dia pelaku maksiat secara terang-terangan, fasik, rusak, pemabuk berat, tokoh paling rendah yang pernah aku lihat dan yang paling menghina diri sendiri, tak bernilai dan tak berharga!” (Jala’ al-‘Uyun, Al-Majlisi, hal 348).

Setelah ini semua apakah Syi’ah pecinta ahlul bait?! Sesungguhnya ahlul bait lebih mulia dan lebih suci dari pada bangkai-bangkai seperti mereka itu! Yang anjing pun tidak akan sudi mengendusnya!! [Syiahindonesia.com].

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Ahad, 29 May 2016 20:58

Islam yang Dirindukan

Islam yang Dirindukan

Ahad, 29 May 2016 20:50

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Ahad, 29 May 2016 20:38

Kita Harus Fanatik

Kita Harus Fanatik

Ahad, 29 May 2016 18:34

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Ahad, 29 May 2016 18:00

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Ahad, 29 May 2016 16:33

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Ahad, 29 May 2016 16:30

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Ahad, 29 May 2016 11:46

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Ahad, 29 May 2016 10:01

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Ahad, 29 May 2016 08:43

 Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Ahad, 29 May 2016 07:20

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Ahad, 29 May 2016 06:10

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Ahad, 29 May 2016 05:17

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Sabtu, 28 May 2016 20:45

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Sabtu, 28 May 2016 15:48

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Sabtu, 28 May 2016 15:37

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Sabtu, 28 May 2016 15:30

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Sabtu, 28 May 2016 13:37

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Sabtu, 28 May 2016 13:14

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Sabtu, 28 May 2016 13:00


Must Read!
X