Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
9.183 views

KH. Cholil Ridwan: Liberalisme, Musuh Bersama Umat Islam

JAKARTA (VoA-Islam) - Nongkrong di komunitas liberal ibarat duduk di atas bara. Setiap kali menyimak obrolan anak-anak muda di komunitas itu, bisa membuat gendang telinga ini mendidih.

Pembicaraan mereka adalah seputar penolakan terhadap syari’at, menggunjing gerakan Islam anti-liberal, hingga meledek penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Hanya tawa dan olok-olok yang terdengar. Pernah terlihat, seorang lelaki memakai kaos oblong bertuliskan Jakar (Jaringan Kafir Liberal) di bagian depan. Seperti itulah suasana di beberapa komunitas liberal.

Banyak agenda yang mereka gelar dalam setiap event. Seolah-olah tak ada ruang kosong dan waktu yang luang untuk tidak mengasongkan dagangan mereka: sekularisme, pluralisme, liberalisme, relativisme, multikulturalisme dan sebagainya. Berbagai kegiatan diskusi, seminar, bedah buku, pemutaran film, hingga pergelaran seni-budaya menjadi bagian dari aktivitas mereka.

Yang membuat anak-anak muda betah dengan komunitasnya adalah suasana tempat yang nyaman untuk nongkorong. Jika sebelumnya, mereka bergabung di Komunitas Utan Kayu (berada di Jl. Utan Kayu, Jakarta Timur), kini kaum muda berpaham liberal itu mulai bergeser ke bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka menyebutnya  Komunitas Salihara (berada di Jl. Salihara).

Gedung itu dirancang dengan konstruksi bangunan yang unik, asri dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toko buku, perpustakaan, cafe, ruang theater, ruang diskusi hingga hotspot. Sambil ngopi atau ngeteh, anak-anak muda itu merasa at home, seperti di rumah sendiri. Mereka bisa mengisi waktunya dengan membaca, on line, atau sekadar ngobrol dengan teman-teman se-visi. Mereka seperti menemukan keluarga baru.

Bandingkan dengan markas ormas Islam yang tidak memiliki sarana itu. Masjid bukanlah satu-satunya sarana orang muda berkumpul. Pada umumnya, orang muda lebih suka mencari tempat alternatif, setidaknya sarana yang memiliki unsur seni-budayanya. Maka, kenapa tidak, jika dimunculkan gagasan untuk membuat sarana yang nyaman dan tetap bernuasakan religius. Keberadaan Islamic Center atau masjid-masjid besar, belum sepenuhnya menarik minat orang muda untuk dijadikan tempat nongkrong. Suasana yang menyenangkan, tak kalah penting ketimbang sekadar menjejali dengan doktrin-doktrin keagamaan.

Entah disadari atau tidak, ada beberapa kiai ”lugu” dari ormas Islam tertentu, yang rela diundang komunitas liberal untuk menyampaikan pandangannya. Kehadiran kiai itu bukan sebagai penyeimbang atau penyanggah, tapi digiring, seolah-olah mendukung paham sepilis dengan berkedok tasamuh. Begitulah akibat kiai tidak  punya pengetahuan tentang liberalisme.

Kategori Liberal

Menurut Peneliti INSIST Adian Husaini, kalangan liberal terbagi dalam empat kategori, yaitu: Liberal Profesional, Liberal Amatir, Liberal Freelance, dan Liberal Volunteer. Yang termasuk liberal profesional adalah mereka yang hidup-matinya diperuntukkan bagi si penyandang dana. Makhluk jenis ini selalu menyebarkan paham liberal dalam tulisan-tulisan dan ceramahnya, berusaha meliberalkan orang lain, merasa paling benar dengan keliberalannya, dan menganggap orang yang tidak liberal itu salah. Mereka tak sungkan-sungkan menyerang siapapun yang mengganjal liberalisme.

Sedangkan liberal amatir adalah mereka yang ilmu keliberalannya masih dangkal. Sikap dan pemikiran liberalnya cuma membebek alias ikut-ikutan saja. Meski tidak mampu menuangkan gagasan liberal lewat tulisan, tapi berani tampil sebagai pembela liberalisme. Makhluk inilah yang menjadi penggembira, saat diadakan diskusi atau seminar, sekalipun dengan riuh tepukan tangan dan tertawa ledekan (olok-olok) sebagai support. 

Adapun liberal freelance adalah orang yang mendapat imbalan ”honorer” dari gagasan dan wacana sepilis yang ia tulis di media massa. Lalu Liberal volunteer adalah orang yang sudah mapan secara materi dan status sosialnya. Ia menjadi liberal karena basic pendidikan dan pergaulannya. Tanpa harus dipengaruhi, orang ini sudah liberal dengan sendirinya. 

Yang menarik, Litbang Depag pernah melaporkan hasil penelitiannya tentang paham liberal keagamaan di lingkungan UIN Jakarta. Salah satu organisasi mahasiswa UIN yang diteliti adalah Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat) yang berpaham liberal. Forum mahasiswa inilah yang menolak kewajiban jilbab di lingkungan UIN, mendukung sekularisasi, menolak penerapan syariat Islam di berbagai daerah. Dengan berpegang pada paham kebebasan berpikir dan atas nama HAM, anggota Formaci sering menjadi saksi pernikahan beda agama.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Amin Djamaluddin pernah mengatakan, ada kekuatan terselubung untuk menggarap sejumlah kelompok muda Islam. Tujuannya adalah mencabut pemahaman generasi muda Islam dari akarnya, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sasaran utama ‘proyek’ ini adalah anak-anak muda NU dan Muhammadiyah. “Mereka bangga karena telah berhasil menggarap kalangan muda NU dan Muhammadiyah. Bukan tidak mungkin, mereka berupaya menggarap kalangan muda Persatuan Islam (Persis),” ujarnya.

Agar virus liberalisme tak semakin mengganas di tubuh ormas Islam, langkah paling efektif adalah mencegah. Kalau pun sudah terjangkit, harus mendapat vaksin untuk mensterilkan sekaligus merontokkan virus yang bersarang. Untuk membendung liberalisme, ormas Islam seharusnya jangan pasif. Ormas Islam harus menyiapkan kader terbaiknya untuk mengikis paham sesat menyesatkan.

Jika kaum liberal giat mengusung liberalisme lewat media massa yang mendukungnya, sebut saja Koran dan Majalah Tempo, sedangkan tokoh Islam malas menulis, dan tidak menjadikan media Islam yang ada sebagai alat perjuangan untuk mengcounter propaganda mereka. Ingat, umat Islam punya musuh bersama (common enemy) yang harus dibendung secara bersama pula.

Ketua MUI KH Kholil Ridwan mengimbau, ”Para aktivis yang ada di ormas Islam hendaknya waspada dan kompak, bertekad bulat untuk membendung liberalisme. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

GRATISS..!! Buku Panduan Puasa Ramadhan: Agar Diterima, Sesuai Sunnah dan Tidak Keliru

GRATISS..!! Buku Panduan Puasa Ramadhan: Agar Diterima, Sesuai Sunnah dan Tidak Keliru

Program Sedekah Buku Panduan Puasa Ramadhan: agar benar, sesuai sunnah, menghindari kekeliruan, dan emoga sukses meraih gelar takwa, menggapai surga Ar-Royyan....

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Latest News
Riset Membuktikan bahwa Poligami adalah Kunci untuk Memperpanjang Usia

Riset Membuktikan bahwa Poligami adalah Kunci untuk Memperpanjang Usia

Rabu, 01 Jun 2016 06:33

Kota Islami yang Tidak Islami: Penyesatan Opini Publik dalam Survei Kota Islami

Kota Islami yang Tidak Islami: Penyesatan Opini Publik dalam Survei Kota Islami

Rabu, 01 Jun 2016 02:44

Inilah Kronologi Upaya Pemurtadan 15 Warga Muslim di Sentul Bogor

Inilah Kronologi Upaya Pemurtadan 15 Warga Muslim di Sentul Bogor

Selasa, 31 May 2016 23:33

Kekuatan Cina Antara Klaim dengan Fakta

Kekuatan Cina Antara Klaim dengan Fakta

Selasa, 31 May 2016 23:06

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Tetap Mempertahankan Panca Jiwa dan Motto

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Tetap Mempertahankan Panca Jiwa dan Motto

Selasa, 31 May 2016 22:55

Gelar Tarhib Ramadhan, JAS Jakarta Sosialisasikan Isu Keumatan

Gelar Tarhib Ramadhan, JAS Jakarta Sosialisasikan Isu Keumatan

Selasa, 31 May 2016 22:40

Dilantik Selasa Malam, Ini Pengurus Lengkap Dewan Da'wah Aceh 2016-2020

Dilantik Selasa Malam, Ini Pengurus Lengkap Dewan Da'wah Aceh 2016-2020

Selasa, 31 May 2016 22:34

Soal Revisi UU Terorisme, Fraksi PPP Tolak Masa Penahanan Selama 30 Hari

Soal Revisi UU Terorisme, Fraksi PPP Tolak Masa Penahanan Selama 30 Hari

Selasa, 31 May 2016 21:42

Ketua Umum Dewan Dakwah Safari ke Aceh

Ketua Umum Dewan Dakwah Safari ke Aceh

Selasa, 31 May 2016 21:26

BKLDK Launching Hasil Survei Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim Bandung

BKLDK Launching Hasil Survei Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim Bandung

Selasa, 31 May 2016 21:05

Pawai Anak Islam Solo Raya Sambut Ramadhan 1437 H

Pawai Anak Islam Solo Raya Sambut Ramadhan 1437 H

Selasa, 31 May 2016 20:55

Terungkap Upaya Pemurtadan di Sentul Bogor, Salah Seorang Pelaku Diduga Pendeta WN Amerika

Terungkap Upaya Pemurtadan di Sentul Bogor, Salah Seorang Pelaku Diduga Pendeta WN Amerika

Selasa, 31 May 2016 19:29

Perlawanan Balik Sengit Islamic State (IS) Hentikan Kemajuan Pasukan Syi'ah Irak di Selatan Fallujah

Perlawanan Balik Sengit Islamic State (IS) Hentikan Kemajuan Pasukan Syi'ah Irak di Selatan Fallujah

Selasa, 31 May 2016 19:15

Bukan Wacana, PKI Ancam Hancurkan Lubang Buaya

Bukan Wacana, PKI Ancam Hancurkan Lubang Buaya

Selasa, 31 May 2016 19:01

Media Online ChanelMuslim Gelar Talkshow Muslimah Enterpreneur di Ajang MUFFEST 2016

Media Online ChanelMuslim Gelar Talkshow Muslimah Enterpreneur di Ajang MUFFEST 2016

Selasa, 31 May 2016 18:56

Ini Pesan Singkat Ancaman Penganut Sunda Wiwitan kepada Koh Hanny

Ini Pesan Singkat Ancaman Penganut Sunda Wiwitan kepada Koh Hanny

Selasa, 31 May 2016 17:53

Kapitalis Komunis Beli Partai untuk Kuasai Indonesia?

Kapitalis Komunis Beli Partai untuk Kuasai Indonesia?

Selasa, 31 May 2016 17:01

Ditolak 'Warga', Ramai di Sosmed, Inilah SMPIT At-Taqwa Tahfidzul Quran Grabag Magelang

Ditolak 'Warga', Ramai di Sosmed, Inilah SMPIT At-Taqwa Tahfidzul Quran Grabag Magelang

Selasa, 31 May 2016 16:45

50 Warga Sipil, 17 Di Antaranya Anak-anak Tewas Akibat Bombardir Jet Tempur Rusia di Idlib

50 Warga Sipil, 17 Di Antaranya Anak-anak Tewas Akibat Bombardir Jet Tempur Rusia di Idlib

Selasa, 31 May 2016 16:00

Ahok Acapkali Buat Kontroversial Lewat Media untuk Tutupi Kinerjanya yang Buruk

Ahok Acapkali Buat Kontroversial Lewat Media untuk Tutupi Kinerjanya yang Buruk

Selasa, 31 May 2016 15:01


Must Read!
X