Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
8.038 views

KH. Cholil Ridwan: Liberalisme, Musuh Bersama Umat Islam

JAKARTA (VoA-Islam) - Nongkrong di komunitas liberal ibarat duduk di atas bara. Setiap kali menyimak obrolan anak-anak muda di komunitas itu, bisa membuat gendang telinga ini mendidih.

Pembicaraan mereka adalah seputar penolakan terhadap syari’at, menggunjing gerakan Islam anti-liberal, hingga meledek penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Hanya tawa dan olok-olok yang terdengar. Pernah terlihat, seorang lelaki memakai kaos oblong bertuliskan Jakar (Jaringan Kafir Liberal) di bagian depan. Seperti itulah suasana di beberapa komunitas liberal.

Banyak agenda yang mereka gelar dalam setiap event. Seolah-olah tak ada ruang kosong dan waktu yang luang untuk tidak mengasongkan dagangan mereka: sekularisme, pluralisme, liberalisme, relativisme, multikulturalisme dan sebagainya. Berbagai kegiatan diskusi, seminar, bedah buku, pemutaran film, hingga pergelaran seni-budaya menjadi bagian dari aktivitas mereka.

Yang membuat anak-anak muda betah dengan komunitasnya adalah suasana tempat yang nyaman untuk nongkorong. Jika sebelumnya, mereka bergabung di Komunitas Utan Kayu (berada di Jl. Utan Kayu, Jakarta Timur), kini kaum muda berpaham liberal itu mulai bergeser ke bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka menyebutnya  Komunitas Salihara (berada di Jl. Salihara).

Gedung itu dirancang dengan konstruksi bangunan yang unik, asri dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toko buku, perpustakaan, cafe, ruang theater, ruang diskusi hingga hotspot. Sambil ngopi atau ngeteh, anak-anak muda itu merasa at home, seperti di rumah sendiri. Mereka bisa mengisi waktunya dengan membaca, on line, atau sekadar ngobrol dengan teman-teman se-visi. Mereka seperti menemukan keluarga baru.

Bandingkan dengan markas ormas Islam yang tidak memiliki sarana itu. Masjid bukanlah satu-satunya sarana orang muda berkumpul. Pada umumnya, orang muda lebih suka mencari tempat alternatif, setidaknya sarana yang memiliki unsur seni-budayanya. Maka, kenapa tidak, jika dimunculkan gagasan untuk membuat sarana yang nyaman dan tetap bernuasakan religius. Keberadaan Islamic Center atau masjid-masjid besar, belum sepenuhnya menarik minat orang muda untuk dijadikan tempat nongkrong. Suasana yang menyenangkan, tak kalah penting ketimbang sekadar menjejali dengan doktrin-doktrin keagamaan.

Entah disadari atau tidak, ada beberapa kiai ”lugu” dari ormas Islam tertentu, yang rela diundang komunitas liberal untuk menyampaikan pandangannya. Kehadiran kiai itu bukan sebagai penyeimbang atau penyanggah, tapi digiring, seolah-olah mendukung paham sepilis dengan berkedok tasamuh. Begitulah akibat kiai tidak  punya pengetahuan tentang liberalisme.

Kategori Liberal

Menurut Peneliti INSIST Adian Husaini, kalangan liberal terbagi dalam empat kategori, yaitu: Liberal Profesional, Liberal Amatir, Liberal Freelance, dan Liberal Volunteer. Yang termasuk liberal profesional adalah mereka yang hidup-matinya diperuntukkan bagi si penyandang dana. Makhluk jenis ini selalu menyebarkan paham liberal dalam tulisan-tulisan dan ceramahnya, berusaha meliberalkan orang lain, merasa paling benar dengan keliberalannya, dan menganggap orang yang tidak liberal itu salah. Mereka tak sungkan-sungkan menyerang siapapun yang mengganjal liberalisme.

Sedangkan liberal amatir adalah mereka yang ilmu keliberalannya masih dangkal. Sikap dan pemikiran liberalnya cuma membebek alias ikut-ikutan saja. Meski tidak mampu menuangkan gagasan liberal lewat tulisan, tapi berani tampil sebagai pembela liberalisme. Makhluk inilah yang menjadi penggembira, saat diadakan diskusi atau seminar, sekalipun dengan riuh tepukan tangan dan tertawa ledekan (olok-olok) sebagai support. 

Adapun liberal freelance adalah orang yang mendapat imbalan ”honorer” dari gagasan dan wacana sepilis yang ia tulis di media massa. Lalu Liberal volunteer adalah orang yang sudah mapan secara materi dan status sosialnya. Ia menjadi liberal karena basic pendidikan dan pergaulannya. Tanpa harus dipengaruhi, orang ini sudah liberal dengan sendirinya. 

Yang menarik, Litbang Depag pernah melaporkan hasil penelitiannya tentang paham liberal keagamaan di lingkungan UIN Jakarta. Salah satu organisasi mahasiswa UIN yang diteliti adalah Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat) yang berpaham liberal. Forum mahasiswa inilah yang menolak kewajiban jilbab di lingkungan UIN, mendukung sekularisasi, menolak penerapan syariat Islam di berbagai daerah. Dengan berpegang pada paham kebebasan berpikir dan atas nama HAM, anggota Formaci sering menjadi saksi pernikahan beda agama.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Amin Djamaluddin pernah mengatakan, ada kekuatan terselubung untuk menggarap sejumlah kelompok muda Islam. Tujuannya adalah mencabut pemahaman generasi muda Islam dari akarnya, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sasaran utama ‘proyek’ ini adalah anak-anak muda NU dan Muhammadiyah. “Mereka bangga karena telah berhasil menggarap kalangan muda NU dan Muhammadiyah. Bukan tidak mungkin, mereka berupaya menggarap kalangan muda Persatuan Islam (Persis),” ujarnya.

Agar virus liberalisme tak semakin mengganas di tubuh ormas Islam, langkah paling efektif adalah mencegah. Kalau pun sudah terjangkit, harus mendapat vaksin untuk mensterilkan sekaligus merontokkan virus yang bersarang. Untuk membendung liberalisme, ormas Islam seharusnya jangan pasif. Ormas Islam harus menyiapkan kader terbaiknya untuk mengikis paham sesat menyesatkan.

Jika kaum liberal giat mengusung liberalisme lewat media massa yang mendukungnya, sebut saja Koran dan Majalah Tempo, sedangkan tokoh Islam malas menulis, dan tidak menjadikan media Islam yang ada sebagai alat perjuangan untuk mengcounter propaganda mereka. Ingat, umat Islam punya musuh bersama (common enemy) yang harus dibendung secara bersama pula.

Ketua MUI KH Kholil Ridwan mengimbau, ”Para aktivis yang ada di ormas Islam hendaknya waspada dan kompak, bertekad bulat untuk membendung liberalisme. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Ust. Aris Munandar: Syiah - Komunis adalah Ancaman Tertinggi Negri Ini Bukan ISIS atau Islam Radikal

Ust. Aris Munandar: Syiah - Komunis adalah Ancaman Tertinggi Negri Ini Bukan ISIS atau Islam Radikal

Sabtu, 25 Apr 2015 16:00

Laporan: Syi'ah Hizbullat Bangun Landasan Pacu untuk Operasikan Drone Lawan Mujahidin Suriah

Laporan: Syi'ah Hizbullat Bangun Landasan Pacu untuk Operasikan Drone Lawan Mujahidin Suriah

Sabtu, 25 Apr 2015 15:15

Boko Haram Serang dan Rebut Kembali Kota Marte, Paksa Tentara Nigeria Melarikan Diri

Boko Haram Serang dan Rebut Kembali Kota Marte, Paksa Tentara Nigeria Melarikan Diri

Sabtu, 25 Apr 2015 14:30

Mustofa B. Nahrawardaya: Pemberantasan Terorisme Hanya Omong Kosong

Mustofa B. Nahrawardaya: Pemberantasan Terorisme Hanya Omong Kosong

Sabtu, 25 Apr 2015 12:50

Akhirnya, Camat Grogol Menolak Karaoke yang Meresahkan Warga Madegondo Solobaru

Akhirnya, Camat Grogol Menolak Karaoke yang Meresahkan Warga Madegondo Solobaru

Sabtu, 25 Apr 2015 11:01

ISIS Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur Rezim Assad Dekat Bandara Khalkhalak di Provinsi As-Suwayda

ISIS Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur Rezim Assad Dekat Bandara Khalkhalak di Provinsi As-Suwayda

Sabtu, 25 Apr 2015 09:00

Sheik Qardhawi : Ikhwan Mempersembahkan Nyawa Bagi Rakyat Mesir

Sheik Qardhawi : Ikhwan Mempersembahkan Nyawa Bagi Rakyat Mesir

Sabtu, 25 Apr 2015 07:34

Jenderal Iran Tewas di Daraa - Suriah Oleh Mujahidin

Jenderal Iran Tewas di Daraa - Suriah Oleh Mujahidin

Sabtu, 25 Apr 2015 07:27

Propaganda Syiah Iran Menjelang Perang Akhir Zaman

Propaganda Syiah Iran Menjelang Perang Akhir Zaman

Jum'at, 24 Apr 2015 23:02

Jokowi 'Si Petugas Partai' Diprediksi Tak Akan Lama Jadi Presiden

Jokowi 'Si Petugas Partai' Diprediksi Tak Akan Lama Jadi Presiden

Jum'at, 24 Apr 2015 23:00

Pidato Jokowi Tidak Akan Memiliki Pengaruh  Apa-Apa Terhadap PBB

Pidato Jokowi Tidak Akan Memiliki Pengaruh Apa-Apa Terhadap PBB

Jum'at, 24 Apr 2015 21:51

Voa-Islamic Parenting (42): 4 Langkah Istri Membantu Suami Dalam Urusan Akhirat

Voa-Islamic Parenting (42): 4 Langkah Istri Membantu Suami Dalam Urusan Akhirat

Jum'at, 24 Apr 2015 21:10

Taliban Mulai Ofensif Musim Semi Dengan Serangan Roket ke Pangkalan Udara AS di Kabul

Taliban Mulai Ofensif Musim Semi Dengan Serangan Roket ke Pangkalan Udara AS di Kabul

Jum'at, 24 Apr 2015 20:45

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Rebut 4 Pos Militer Suriah di Sekitar Kota Jisr Al-Shoghur

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Rebut 4 Pos Militer Suriah di Sekitar Kota Jisr Al-Shoghur

Jum'at, 24 Apr 2015 20:25

Takwa Night: Membentuk Muslim Penginspirasi

Takwa Night: Membentuk Muslim Penginspirasi

Jum'at, 24 Apr 2015 17:00

Mudir Pondok Tahfizhul Qur-an Ar Ridla Makassar Ditangkap Ditengah Jalan oleh Densus 88

Mudir Pondok Tahfizhul Qur-an Ar Ridla Makassar Ditangkap Ditengah Jalan oleh Densus 88

Jum'at, 24 Apr 2015 16:41

BG Wakapolri, Masyarakat Hujat Polri, Mantan Penasihat KPK: Wibawa Polisi Turun

BG Wakapolri, Masyarakat Hujat Polri, Mantan Penasihat KPK: Wibawa Polisi Turun

Jum'at, 24 Apr 2015 16:20

Ideologi Komunis Melenggang Bebas di Area Book Fair Pekalongan

Ideologi Komunis Melenggang Bebas di Area Book Fair Pekalongan

Jum'at, 24 Apr 2015 16:00

Ibu! Jaga Anak Kita dari Penyakit Gay, Homo, dan Banci

Ibu! Jaga Anak Kita dari Penyakit Gay, Homo, dan Banci

Jum'at, 24 Apr 2015 15:04

Aher Dorong Pemimpin-pemimpin KAA Untuk Kemerdekaan Palestina

Aher Dorong Pemimpin-pemimpin KAA Untuk Kemerdekaan Palestina

Jum'at, 24 Apr 2015 15:00



Must Read!
X