Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.342 views

COVER STORY Juli: Inilah Beda Pelaku Islamofobia Era Kolonial dengan Pasca Kemerdekaan

JAKARTA (voa-islam.com)--Film "Kau Adalah Aku yang Lain" yang baru-baru ini dirilis Polri memicu kritik keras dari banyak pihak, karena dinilai memuat sikap islamofobia.

Persoalan Islamofobia memang bukan barang baru di Indonesia, setidaknya begitulah penjelasan pemerhati sejarah, Beggy Rizkyansyah saat di wawancarai Voa Islam.

Islamofobia sudah berjalan sejak masa kolonialisme Belanda di Nusantara.

"Sebetulnya politik kolonial itu sendiri politik islamophobia. Ketakutan terhadap berbau Islam terutama politik Islam," kata Beggy

Misalnya, lanjut Beggy, kaum kolonial khawatir terhadap gerakan pan-islamisme dan ajaran jihad fi sabilillah yang jelas-jelas anti kolonialislme. Nativisasi juga bisa menggambarkan kekhawatiran kolonialisme terhadap Islam dalam bidang budaya.

"Kalau pemerintah mengajarkan Islam yang aspek ibadah semata dan memisahkan dari politik, itu bagian dari politik kolonial yang islamophobia," jelas Beggy.

Selain pemerintah kolonial, tidak sedikit aktor non-state terlibat dalam aktivitas islamofobia. Sebut saja orientalis tersohor Snouck Hurgronje. Snouck memiliki ketakutan terhadap politik Islam, akan tetapi, mendukung penuh pemerintah kolonial memberi kebebasan soal ibadah ritual.

Ada juga, penasehat kolonial seperti Karel Holle dalam melakukan nativisasi budaya (mengembalikan supremasi budaya lokal,red) di Priangan, Pasundan.

"Mereka memberi nasihat untuk membatasi ruang gerak Islam bahkan dalam soal budaya seperti yang dilakukan Holle," ujar Beggy.

Para orientalis itu membuat karya-karya tulis. Bahkan, Holle tidak hanya membuat karya tulis seperti yang dilakukan oleh Snouck. Akan tetapi, Holle mengupayakan bentuk konkret seperti mencetak kader sastrawan yang terlepas dari pengaruh Arab, menulis buku transliterasi bahasa Sunda dan lainnya.

Menurut Beggy, kerja-kerja budaya yang dilakukan Holle terbilang halus. Ia menerbitkan 'kamus' transliterasi bahasa Sunda ke aksara Latin, dengan begitu Holle telah menjembatani peralihan bahasa Sunda yang sebelumnya beraksara Arab ke aksara Latin. 

"Karena dia berusaha menghapus pengaruh Islam dengan aksara Arab-nya," ungkap pengelola situs jejakislam.net itu.

Di era kolonial, Beggy berpendapat, bentuk islamofobia bukan ketakutan terhadap Islam secara gamblang. Tapi, penghinaan terhadap Rasulullah SAW dan sebagainya. Kemudian, ujung-ujungnya menggambarkan sikap phobia terhadap Islam. Hal itu nampak dalam produk tulisan seperti kitab Darmogandul.

Beggy melihat ada perbedaan islamopobhia di era kolonial dan pasca-kolonial di Indonesia, terutama dilihat dari sisi siapa yang berkuasa pada saat itu. Pelaku islamophobia dari masa kolonial bukanlah orang Islam.

"Ada banyak prasangka dan ketidaktahuan tentang Islam. Aktornya, pemerintah dan orientalis," ucapnya.

Sementara, di masa pasca kolonial sikap islamophobia dilakukan oleh orang lokal atau pribumi. Motifnya lebih utama untuk menekan politik Islam dan membiarkan soal lain seperti budaya. Adapun pasca kemerdekaan, sikap-sikap islamofobia biasanya ditunjukkan terhadap politik islam, seperti ketakutan terhadap perjuangan Islam lewat parlemen.

Pada sidang konstituante tahun 1957, ada suara-suara ketakutan dan prasangka akan terjadinya pengekangan terhadap kebebasan beragama dan ancaman Kesatuan bila Islam dijadikan sebagai dasar negara.

Pasca kolonial, aktor pelaku Islamophobia juga bisa negara atau non-negara. Terkadang, negara memakai masyarakat sipil sebagai tameng untuk diadu dlm bingkai perasaan islamophobia.

"Pada dasarnya pasca kolonialisme, sikap ketakutan terhadap Islam muncul terutama dalam bentuk ketakutan terhadap politik Islam," tegas Beggy.

Sedangkan di masa rezim Orde Baru, kebijakan islomophobia dilakukan pemerintah dengan mencoba membungkam dan menggembosi politik Islam melalui isu-isu seperti komando jihad, DI/TII dan ekstrim Kanan. 

"Ujung-ujungnya ada fusi partai-partai Islam menjadi satu partai dan pemaksaan azas tunggal," katanya. 



Perlawanan terhadap Islamophobia

Tindakan islamofobia di masa kolonial tidak serta merta dibiarkan begitu saja. Sejumlah tokoh Islam nasional melakukan perlawanan dengan sejumlah kritik.

"Kalau di masa kolonial, sikap pelecehan terhadap Rasulullah yang didasari prasangka. Misal, pernah di kritik para tokoh Islam lewat media massa," ujarnya.

Islamofobia pada pasca-Kemerdekaan juga mendapat perlawanan dari  para tokoh Islam, melalui kritikan.

"Ada tulisan missionaris yang menghina Nabi Muhammad SAW, M. Natsir salah satu yang mengkritik tulisan tersebut," kata Beggy.

Tidak jauh berbeda dengan era sebelumnya, di masa Orde Baru perlawanan dilakukan tokoh-tokoh Islam juga melalui kritik lewat sejumlah tulisan karena rezimnya otoriter.

"Salah satu media yang kritis dari media dakwahnya pak Natsir," pungkas Beggy* [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Ahad, 23 Sep 2018 19:45

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Ahad, 23 Sep 2018 19:23

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Ahad, 23 Sep 2018 19:16

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Ahad, 23 Sep 2018 18:23

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Ahad, 23 Sep 2018 15:19

Ada Politik Dibalik Ulama

Ada Politik Dibalik Ulama

Ahad, 23 Sep 2018 15:07

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Ahad, 23 Sep 2018 08:22

Mushola Pertama untuk Lombok

Mushola Pertama untuk Lombok

Ahad, 23 Sep 2018 08:20

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia  Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Ahad, 23 Sep 2018 06:28

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 23:35

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Sabtu, 22 Sep 2018 23:00

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 22:39

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sabtu, 22 Sep 2018 20:19

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Sabtu, 22 Sep 2018 20:16

Islam Nusantara: Haruskah?

Islam Nusantara: Haruskah?

Sabtu, 22 Sep 2018 10:08

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Sabtu, 22 Sep 2018 07:38

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Sabtu, 22 Sep 2018 07:16

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Sabtu, 22 Sep 2018 07:12

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Sabtu, 22 Sep 2018 00:22

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X