Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.037 views

COVER STORY Juli: Inilah Beda Pelaku Islamofobia Era Kolonial dengan Pasca Kemerdekaan

JAKARTA (voa-islam.com)--Film "Kau Adalah Aku yang Lain" yang baru-baru ini dirilis Polri memicu kritik keras dari banyak pihak, karena dinilai memuat sikap islamofobia.

Persoalan Islamofobia memang bukan barang baru di Indonesia, setidaknya begitulah penjelasan pemerhati sejarah, Beggy Rizkyansyah saat di wawancarai Voa Islam.

Islamofobia sudah berjalan sejak masa kolonialisme Belanda di Nusantara.

"Sebetulnya politik kolonial itu sendiri politik islamophobia. Ketakutan terhadap berbau Islam terutama politik Islam," kata Beggy

Misalnya, lanjut Beggy, kaum kolonial khawatir terhadap gerakan pan-islamisme dan ajaran jihad fi sabilillah yang jelas-jelas anti kolonialislme. Nativisasi juga bisa menggambarkan kekhawatiran kolonialisme terhadap Islam dalam bidang budaya.

"Kalau pemerintah mengajarkan Islam yang aspek ibadah semata dan memisahkan dari politik, itu bagian dari politik kolonial yang islamophobia," jelas Beggy.

Selain pemerintah kolonial, tidak sedikit aktor non-state terlibat dalam aktivitas islamofobia. Sebut saja orientalis tersohor Snouck Hurgronje. Snouck memiliki ketakutan terhadap politik Islam, akan tetapi, mendukung penuh pemerintah kolonial memberi kebebasan soal ibadah ritual.

Ada juga, penasehat kolonial seperti Karel Holle dalam melakukan nativisasi budaya (mengembalikan supremasi budaya lokal,red) di Priangan, Pasundan.

"Mereka memberi nasihat untuk membatasi ruang gerak Islam bahkan dalam soal budaya seperti yang dilakukan Holle," ujar Beggy.

Para orientalis itu membuat karya-karya tulis. Bahkan, Holle tidak hanya membuat karya tulis seperti yang dilakukan oleh Snouck. Akan tetapi, Holle mengupayakan bentuk konkret seperti mencetak kader sastrawan yang terlepas dari pengaruh Arab, menulis buku transliterasi bahasa Sunda dan lainnya.

Menurut Beggy, kerja-kerja budaya yang dilakukan Holle terbilang halus. Ia menerbitkan 'kamus' transliterasi bahasa Sunda ke aksara Latin, dengan begitu Holle telah menjembatani peralihan bahasa Sunda yang sebelumnya beraksara Arab ke aksara Latin. 

"Karena dia berusaha menghapus pengaruh Islam dengan aksara Arab-nya," ungkap pengelola situs jejakislam.net itu.

Di era kolonial, Beggy berpendapat, bentuk islamofobia bukan ketakutan terhadap Islam secara gamblang. Tapi, penghinaan terhadap Rasulullah SAW dan sebagainya. Kemudian, ujung-ujungnya menggambarkan sikap phobia terhadap Islam. Hal itu nampak dalam produk tulisan seperti kitab Darmogandul.

Beggy melihat ada perbedaan islamopobhia di era kolonial dan pasca-kolonial di Indonesia, terutama dilihat dari sisi siapa yang berkuasa pada saat itu. Pelaku islamophobia dari masa kolonial bukanlah orang Islam.

"Ada banyak prasangka dan ketidaktahuan tentang Islam. Aktornya, pemerintah dan orientalis," ucapnya.

Sementara, di masa pasca kolonial sikap islamophobia dilakukan oleh orang lokal atau pribumi. Motifnya lebih utama untuk menekan politik Islam dan membiarkan soal lain seperti budaya. Adapun pasca kemerdekaan, sikap-sikap islamofobia biasanya ditunjukkan terhadap politik islam, seperti ketakutan terhadap perjuangan Islam lewat parlemen.

Pada sidang konstituante tahun 1957, ada suara-suara ketakutan dan prasangka akan terjadinya pengekangan terhadap kebebasan beragama dan ancaman Kesatuan bila Islam dijadikan sebagai dasar negara.

Pasca kolonial, aktor pelaku Islamophobia juga bisa negara atau non-negara. Terkadang, negara memakai masyarakat sipil sebagai tameng untuk diadu dlm bingkai perasaan islamophobia.

"Pada dasarnya pasca kolonialisme, sikap ketakutan terhadap Islam muncul terutama dalam bentuk ketakutan terhadap politik Islam," tegas Beggy.

Sedangkan di masa rezim Orde Baru, kebijakan islomophobia dilakukan pemerintah dengan mencoba membungkam dan menggembosi politik Islam melalui isu-isu seperti komando jihad, DI/TII dan ekstrim Kanan. 

"Ujung-ujungnya ada fusi partai-partai Islam menjadi satu partai dan pemaksaan azas tunggal," katanya. 



Perlawanan terhadap Islamophobia

Tindakan islamofobia di masa kolonial tidak serta merta dibiarkan begitu saja. Sejumlah tokoh Islam nasional melakukan perlawanan dengan sejumlah kritik.

"Kalau di masa kolonial, sikap pelecehan terhadap Rasulullah yang didasari prasangka. Misal, pernah di kritik para tokoh Islam lewat media massa," ujarnya.

Islamofobia pada pasca-Kemerdekaan juga mendapat perlawanan dari  para tokoh Islam, melalui kritikan.

"Ada tulisan missionaris yang menghina Nabi Muhammad SAW, M. Natsir salah satu yang mengkritik tulisan tersebut," kata Beggy.

Tidak jauh berbeda dengan era sebelumnya, di masa Orde Baru perlawanan dilakukan tokoh-tokoh Islam juga melalui kritik lewat sejumlah tulisan karena rezimnya otoriter.

"Salah satu media yang kritis dari media dakwahnya pak Natsir," pungkas Beggy* [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Selasa, 16 Jul 2019 22:43

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 16 Jul 2019 22:20

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Selasa, 16 Jul 2019 22:15

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Selasa, 16 Jul 2019 22:03

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Selasa, 16 Jul 2019 21:45

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Selasa, 16 Jul 2019 21:43

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Selasa, 16 Jul 2019 21:16

Presiden 8 Tahun?

Presiden 8 Tahun?

Selasa, 16 Jul 2019 20:50

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Selasa, 16 Jul 2019 20:45

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Selasa, 16 Jul 2019 20:28

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

Selasa, 16 Jul 2019 20:19

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Selasa, 16 Jul 2019 19:40

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Selasa, 16 Jul 2019 19:08

Rayahan Kursi

Rayahan Kursi

Selasa, 16 Jul 2019 18:30

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Selasa, 16 Jul 2019 17:20

(Politik) Dagang Sapi

(Politik) Dagang Sapi

Selasa, 16 Jul 2019 16:10


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X