Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.473 views

Ancaman Corona di Momen Pilkada

 

Oleh: Intan H.A

Bersamaan dengan wabah covid-19 yang semakin tak terkendali, kontestasi pemilihan kepala daerah turut serta mewarnai.  Tepat pada tahun ini,  pilkada serentak tahun 2020 akan segera digelar di beberapa daerah. Komisi II DPR bersama menteri dalam negeri (Mendagri), hingga komisi Pemilihan Umum (KPU)  menyepakati tanggal pelaksanaan pilkada serentak 2020. Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Banyak kalangan menyayangkan keputusan ini. Namun tidak sedikit juga yang menganggap bahwa pilkada harus tetap berjalan meski pandemi masih menghantui negeri. Penolakan pun datang dari Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (perludem) Titi Anggraini bahwa  keputusan untuk segera melanjutkan tahapan pilkada 2020 ditengah pandemi covid-19 mengancam keselamatan jiwa penyelenggara dan pemilih.

"Melanjutkan tahapan pilkada di tengah pandemi covid-19 dengan masa persiapan yang sangat sempit adalah keputusan yang mengancam keselamatan jiwa pemilih dan penyelenggara pemilu, " ujar Titi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, kamis (28/5/2020). (kompas.com,  28/5/2020)

Penolakan dari berbagai pihak bermunculan sebagai sikap kekhawatiran akan semakin banyaknya korban yang berjatuhan akibat wabah ini.  Per tanggal 21 September 2020, kasus terkonfirmasi positif corona di Indonesia bertambah sebanyak 4.176 kasus.  Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang kini secara keseluruhan mencapai 248.852 kasus.  Grafik terjangkitnya virus corona sampai saat ini belum nampak melandai.  Sehingga, kekhawatiran akan semakin bermunculannya kluster baru akibat diselenggarakannya pilkada adalah hal yang wajar. 

Seperti yang diketahui,  pesta Demokrasi selalu diiringi dengan kampanye dari masing-masing paslon yang diusung.  Proses kampanye yang berlangsung akan melibatkan sejumlah pihak.  Alhasil,  bisa dipastikan akan terjadi kerumunan masa mengiringi jalannya proses kampanye berlangsung.  Hal inilah yang dijadikan pertimbangan oleh beberapa pihak. Dengan adanya kerumunan massa yang tak terkendali,  akan memudahkan virus covid-19 mencari mangsa baru. 

Disamping itu,  proses kampanye pun tidaklah murah.  Biaya yang digelontorkan saat mempromosikan paslon dari parpolnya masing-masing, bisa mencapai hitungan milyaran bahkan triliunan.  Di saat pandemi seperti saat ini,  banyak faktor yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan oleh rezim. Andaikan biaya tersebut diperuntukan guna membiayai keperluan dalam menangani wabah covid-19, maka tidak lagi terdengar keluhan para dokter akan kekurangan APD, beban yang dipikul rakyat pun tidak semakin berat. 

Abainya sang Penguasa

Sistem Demokrasi sejatinya menghadirkan kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.  Nampak dari sikap tergesa-gesa yang ditunjukkan oleh para rezim, untuk tetap menyelenggarakan pilkada ditengah pandemi yang masih melanda.  Ini merupakan sebuah sikap abai terhadap fakta yang ada.  Di mana seharusnya para penguasa memperhatikan keselamatan rakyatnya. Namun sebaliknya,  keputusan untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah tidak bisa ditunda.

Meski anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan selama masa kampanye berlangsung terus digaungkan oleh berbagai pihak.  Tapi, tidak sedikit paslon yang mengabaikan hal tersebut.  Akhirnya kerumunan pun tidak bisa dihindarkan.  Dengan demikian,  pilkada di masa pandemi dinilai  oleh beberapa pihak, akan lebih banyak mudharatnya.

Islam Menawarkan Solusi

Dinasti kekuasaan begitu kental menghiasi kontestasi pilkada tahun ini. Kurang lebih ada 10 keluarga pejabat dan elit politik yang akan berlaga dalam pilkada tahun 2020. Mulai dari anak presiden,  keluarga menteri hingga bupati, turut serta mewarnai pentas pilkada tahun ini.  Padahal, sebagian besar dari mereka tidak memiliki rekam jejak di panggung politik.  Akhirnya keraguan akan kapabilitas mereka dalam mengemban amanah rakyat pun dipertanyakan. 

Seorang pemimpin dalam sistem Demokrasi lahir dari proses pemilihan umum. Pemilu merupakan jalan yang harus ditempuh bagi para paslon untuk menduduki tampuk kekuasaan. Di mana hal ini melibatkan rakyat sebagai pihak yang menentukan siapa yang hendak memimpin mereka.  Meski begitu,  pilihan publik tersebut tidaklah bisa dilepaskan dari pilihan partai politik.

Padahal Islam sebagai agama dan ideologi, memberikan konsep yang lebih praktis dalam memilih pemimpin.  Cara-cara yang ditawarkan oleh Islam dalam mengangkat seorang pemimpin tidaklah serumit di dalam sistem Demokrasi.  Sebab,  kepala daerah dipilih langsung oleh seorang Khalifah yang sebelumnya dipilih melalui proses bai'at.  Sehingga,  tidak membutuhkan dana yang sangat besar dalam pengangkatannya.  Disamping itu,  tatkala wabah tengah melanda seperti saat ini, hal tersebut dapat menghindarkan kerumunan masa yang hanya akan mengundang korban baru semakin berjatuhan. 

Islam memandang politik sebagai aktivitas yang mengatur urusan rakyat.  Bukan sebagaimana perpolitikan yang didefinisikan dalam Demokrasi, yang hanya diperuntukkan guna melanggengkan kekuasaan.

Oleh sebab itu,  penguasa yang dipilih untuk mengemban amanah rakyat adalah ia yang memiliki keimanan pada rabb-Nya.  Dengan demikian,  ia akan menjalankan amanah yang diembankan dipundaknya dengan penuh tanggung jawab.

Seorang penguasa yang menyadari bahwa setiap kebijakan yang diberlakukannya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak, ia akan takut untuk mengabaikan urusan rakyatnya.  Sehingga,  rakyat yang berada di bawah kepemimpinannya pun akan hidup sejahtera, dan segala kebutuhannya pun tercukupi. Hal ini tidak akan terwujud, manakala kita masih bercokol pada sistem buatan manusia.  Hanya dengan menerapkan sistem Islam yang aturannya berasal dari sang pencipta,  maka kehidupan yang didambakan akan terlaksana. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16


MUI

Must Read!
X