Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.658 views

Ibu Tega Membunuh Anak Sendiri, Apa yang Salah?

Oleh: Rochma Ambarwati. A.Md

Di jaman yang semakin edan ini, ada banyak berita atau informasi yang sampai ke telinga kita. Sebagian berita tersebut terjadi seakan merupakan hal diluar kebiasaan masyarakat atau pun di luar akal sehat kita sebagai manusia.

Salah satu bagian yang tak pelak turut menjadi headline berita tersebut adalah sosok ibu. Dulu ibu diharapkan sebagai sosok yang sempurna. Masakannya menjadi masakan paling lezat dan dirindukan, keberadaannya menjadi sosok yang paling dinantikan, kelembutan sikap dan perangainya seakan menjadi hawa sejuk di tengah terik matahari yang menyengat. Saat ini, gambaran itu seakan hanya berada di dunia dongeng alias tak ada di kehidupan nyata. 

Banyak berita miris tentang ibu berubah menjadi sosok yang rela bahkan dengan sadar diri membuang bayi yang baru ia lahirkan ke sungai. Si bayi, ada yang terselamatkan, namun ada juga yang ditemukan sebagai mayat. Tak sedikit yang menghujat. Bagaimana mungkin ada ibu menjadi begitu kejam? Hewan saja tak akan berbuat demikian.  

Isi berita lainnya pun tak kalah miris. Kita disuguhi berita seorang ibu yang memberi racun kepada ketiga anaknya. Dia pun turut menenggak minuman pemutus kehidupan itu. Sayangnya, ketiga anak meregang nyawa namun si ibu tidak.

Jika mati dianggap sebagai akhir dari masalah, maka masalah baru pun sejatinya makin bermunculan. Si ibu tersebut dianggap sebagai pembunuh anak-anaknya sendiri justru di saat ia sendiri sudah tak kuat menahan beban beratnya dunia. Kini beban berat itu semakin bertambah, lebih-lebih, ia kini sendirian. Tak ada lagi anak-anak yang menghiburnya atau bergelayut di pundaknya.

Ya… ternyata ibu mampu menunjukkan sisi lainnya, selain dari sisi kelembutan dan kelemahan. Ternyata ibu dapat menjadi sosok yang lebih kejam dari hewan. Ibu mampu melakukan hal di luar akal sehat manusia.

Membuang bayi sendiri di sungai, memberikan minuman berisi racun kepada anak-anak tentu bukanlah pilihan mudah untuk akhirnya dijadikan sebagai jalan keluar permasalahan. Ibu tentu harus beradu argument dengan sisi baik yang ada di dalam dirinya. Sisi baik ibu tentu tak akan tinggal diam membiarkan ia melakukan hal tak manusiawi itu.

...Sosok ibu yang seharusnya lembut menjadi sosok yang kasar, bahkan kejam. Karena ia tak memiliki ilmu bagaimana menjadi seorang ibu. Ia menjadi wanita yang bodoh, tak tahu harus melakukan apa. Ia pun membuat pilihan yang keliru...

Sayangnya, sisi buruk itulah yang menang. Saat rasa malu menutupi mata hati, saat itulah nurani pun mati. Melahirkan bayi tanpa ayah, rasa malu inilah yang ia rasakan. Malu ketika harus menghadapi cercaan dunia dan orang-orang yang nyinyir akan keberadaan dirinya yang hamil tanpa suami. Lalu, bagaimana nasib dirinya dan anaknya kelak, jika si lekaki biadab itu tak mau bertanggung jawab. Akhirnya jalan pintas pun diambil, dibuangnya bayi merah yang tak berdosa itu.

Atau, ketika ibu juga dihadapkan pada perihnya tatapan tajam dan ejekan orang sekitar yang merendahkan akan kedudukan sebagai istri kedua. Diperparah kondisi yang baru melahirkan anak ketiga namun si suami tak kunjung datang untuk melihat kondisi ibu dan anak-anak. Dunia dianggapnya begitu kejam kepada dirinya dan anak-anaknya. Maka, kematian dipilih sebagai solusi.

Ya, inilah dua contoh potret ibu yang memang sudah kehilangan cara berpikir dengan benar. Kurang iman memegang peranan penting juga dalam hal ini. Terlebih pemahaman mengenai dunia dan kematian tentu tak menyeluruh. Bahwa dunia ini adalah sumber permasalahan yang memang harus dihadapi dengan kekuatan, dada yang membusung dan mengatakan kepada semua masalah, bahwa dirinya mampu untuk melewatinya.

Belum lagi masyarakat yang tak memberikan dukungan moril yang dibutuhkan. Orang sekitar malah hanya menambah garam di atas luka. Mereka hanya bisa menghakimi tanpa tahu kebenaran yang nyata. Mereka hanya bisa mengejek dan menyalahkan bahwa si wanita atau si ibulah yang menjadi kunci utama kesalahan.

Tumpuan terakhir yaitu negara malah sama sekali tak dapat dirasakan pembelaan pada rakyatnya, satu per satu. Negara terlena dengan perebutan kekuasaan serta pencarian dunia dan tahta serta bagaimana cara untuk mempertahankannya.

Akhirnya, dengan tidak adanya dukungan dari ketiga hal ini, ibu pun tumbuh menjadi menjadi sosok yang begitu lemah. Kencangnya cobaan hidup begitu mudah menghempaskan dirinya ke terbing yang begitu curam, membuatnya memilih satu pilihan yang salah, sebagai bentuk refleksi ketidakberdayaan diri.  

Kenapa sosok ibu saat ini seperti ini? Sedangkan pada zaman terdahulu, kita menemukan adanya Asma binti Abu Bakar yang masih kuat mendaki gunung untuk memberikan makan kepada ayahnya dan Rasul di saat dirinya berbadan dua. Atau ada juga sosok Ummu Khansa yang tak berlinang air mata ketika empat anak laki-laki syahid dalam perang, justru yang nampak di raut wajahnya adalah kebahagiaan dan rasa bangga karena bisa menghantarkan anaknya menjadi syuhada.

Ya, ibu zaman now sungguh jauh dari dekapan Islam. Al quran tak menghiasi dirinya, refleksi pancaran karakteristik jiwa seorang muslimah tangguh tak dapat dilihat sama sekali. Sosok ibu yang seharusnya lembut menjadi sosok yang kasar, bahkan kejam. Karena ia tak memiliki ilmu bagaimana menjadi seorang ibu. Ia menjadi wanita yang bodoh, tak tahu harus melakukan apa. Ia pun membuat pilihan yang keliru. 

Sungguh, tanpa bekal ilmu dan keimanan yang kuat kepada Tuhan Pencipta Manusia dan Alam Semesta, sosok ibu hanya menjadi wanita biasa tanpa kualitas mumpuni dalam menjalankan perannya. Sosok ibu seperti itu lupa bahwa kita hidup ini memang untuk mendapat ujian oleh Allah. Semua ujian inilah yang akan menentukan derajat kehidupan kita kelak di akhirat jika kita mampu menghadapinya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Jum'at, 22 Mar 2019 23:44

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Jum'at, 22 Mar 2019 23:40

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Jum'at, 22 Mar 2019 23:35

Jebakan Politik Kampanye

Jebakan Politik Kampanye

Jum'at, 22 Mar 2019 23:33

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Jum'at, 22 Mar 2019 21:48

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Jum'at, 22 Mar 2019 21:05

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Jum'at, 22 Mar 2019 20:51

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Jum'at, 22 Mar 2019 20:07

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Jum'at, 22 Mar 2019 19:35

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Jum'at, 22 Mar 2019 18:35

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Jum'at, 22 Mar 2019 17:35

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

Jum'at, 22 Mar 2019 16:39

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Jum'at, 22 Mar 2019 16:35

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:29

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:18

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

Jum'at, 22 Mar 2019 15:35

Said: Banyak Fakta Abuse of Power Manfaatkan BUMN sebagai Alat Politik

Said: Banyak Fakta Abuse of Power Manfaatkan BUMN sebagai Alat Politik

Jum'at, 22 Mar 2019 14:35

Tembakan Brutal Ala Teroris

Tembakan Brutal Ala Teroris

Jum'at, 22 Mar 2019 14:08

Hoax akan Dijerat UU Teroris, Fahri Hamzah: Yaa Allah, Bikin Malu

Hoax akan Dijerat UU Teroris, Fahri Hamzah: Yaa Allah, Bikin Malu

Jum'at, 22 Mar 2019 13:35

Lawan Hoax Bukan dengan Bedil

Lawan Hoax Bukan dengan Bedil

Jum'at, 22 Mar 2019 12:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X