Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.809 views

Dikala Wanita Berusaha Menjadi Tulang Punggung

Oleh: Mirnawati ( Mahasiswi dan anggota LDK)

Agama Islam tidak membebani kaum wanita untuk memikul tanggung jawab menafkahi diri sendiri. Tetapi tanggung jawab itu dibebankan kepada bapak, suami atau seorang kerabatnya. Oleh karena itu, wanita muslimah yang paham tidak akan mencari pekerjaan diluar rumah kecuali jika hal itu benar-benar menuntutnya.

Misalnya karena tidak ada sama sekali orang yang menanggung kehidupannya dalam hal nafkah atau karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan dirinya untuk melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan fitrah kewanitaannya. Berkenaan dengan hal seperti ini, Islam membolehkan wanita bekerja, dengan syarat tetap menjaga kehormatan, memelihara agama dan akhlaknya.

Yang demikian itu karena Islam sengaja membebankan kepada para suami untuk menafkahi keluarga dan tanggung jawab menanggung hidup mereka sehingga istri dapat fokus mengerjakan tugasnya, yaitu mengurus rumah tangga dan menjadi seorang ibu yang baik. Dengan demikian, istri dapat menjadi penyejuk rumah tangga dan penghibur bagi suami dan putra-putrinya.

Dr. Mustafa As-Siba’I dalam bukunya, Al-Mar’atu Bainal Fiqhi Wal Qanun, mengungkapkan beberapa pemikiran orang Barat mengenai masalah ini. Berikut adalah ungkapannya yang mencerminkan kondisi wanita. Seorang filosof dan ekonom Perancis, Joul Simon, berkata “Wanita Barat telah berubah menjadi tuntunan dan barang cetakan. Pemerintah telah memanfaatkan mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan. Dengan demikian mereka telah mendapatkan uang berdolar-dolar, tetapi di sisi lain mereka telah merobohkan tiang-tiang penyangga rumah tangga.

Memang benar laki-laki disana telah memanfaatkan jerih payah wanita, padahal dengan begitu pendapatan laki-laki menjadi berkurang karena keterlibatan wanita dalam pekerjaan laki-laki” selanjutnya dia bertutur, wanita seharusnya mempertahankan kodratnya sebagai wanita karena dia akan mendapatkan kebahagiaan dan dapat berbagi kebahagiaan itu dengan orang lain” (Dr. Muhammad Ali Al Hasyimi, Syakhshiyah  Al Mar’ah Al Muslimah, 1996: 402-404)

Di zaman sekarang banyak kita temukan fenomena bahwa telah banyak wanita bekerja diluar rumah entah memang untuk mengais rezeki karena terdesak, bekerja untuk melanjutkan karir atau bahkan memang karena hobi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pekerja perempuan meningkat sebesar 2,33%,  menjadi 55,04% dari sebelumnya yaitu 52,71% pada Februari 2016.

Bahkan, menurut riset dari Grant Thornton tahun 2017, Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai peningkatan terbaik dalam hal jumlah perempuan yang menduduki posisi senior diperusahaan dengan peningkatan dari 24% di tahun 2016 menjadi 28% ditahun 2017. (JawaPos.com)

Meskipun jumlah tenaga kerja wanita belum mendominasi tenaga kerja pria namun hal demikian menunjukan semakin banyak wanita yang tergiur untuk bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Apalagi dizaman yang serba mahal ini, semua harga kebutuhan semakin meningkat belum lagi biaya kebutuhan lain seperti biaya pendidikan, wanita semakin terdorong untuk bekerja.

Tak heran jika disekitar kita banyak ditemui wanita yang sedang bekerja dengan berbagai profesi. Ketika dijalan banyak ditemui wanita yang menunggu bus jemputan karyawan PT, ketika ke supermarket ditemui lagi wanita sebagai SPG, ketika ke mall banyak juga wanita yang bekerja sebagai sales, pelayan ataupun kasir, di kantor ada, disekolah ada, dipemerintahan pun ada. Begitu banyaknya wanita yang bekerja diberbagai bidang dan profesi. Sampai ada pula yang rela menjual harga diri dan kehormatan demi memenuhi kebutuhan ataupun memenuhi gaya hidup yang hedonis, naudzubillah.

Sungguh dizaman sekarang banyak wanita yang menjadi pekerja, hal itu memang bukanlah suatu keharaman. Namun melihat fakta bahwa tak sedikit wanita bekerja tidak berdasarkan pada kebutuhan yang mendesak ataupun himpitan ekonomi melainkan hanya sekedar ingin mempunyai penghasilan sendiri, meneruskan karir, dsb, banyak pula wanita yang melupakan kodratnya.

Mereka lupa bahwa mereka adalah wanita, sekuat apapun dan sepandai apapun mereka memperoleh penghasilan mereka tetaplah tulang rusuk dan tidak akan menjadi tulang punggung. Akibatnya banyak masalah yang timbul, peran wanita yang seharusnya mengurus rumah dan merawat anak-anaknya, malah tertukar dengan suami. Suamilah yang melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anak. Sinetron Dunia Terbalik merupakan contoh potret dari tertukarnya peran suami dan istri.

Sama halnya dengan wanita yang baru lulus sekolah menengah ataupun lulus kuliah, rasanya tidak afdhol jika tidak melanjutkan untuk bekerja. Seolah-olah menganggur bagi wanita itu suatu aib yang besar, atau wanita yang berpendidikan tinggi lalu akhirnya memilih untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang salah.

Padahal, wanita memanglah harus berpendidikan tinggi dan mempunyai ilmu yang luas karena wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tak sedikit pula orang tua ketika anak perempuannya lulus sekolah ingin agar anaknya bekerja, hal ini memang bukanlah suatu kesalahan. Namun seolah-olah tujuan akhir dari sebuah pendidikan adalah bekerja, jika demikian yang terjadi pada laki-laki memanglah sangat wajar bahkan menjadi tanggung jawab laki-laki untuk bekerja dan mencari nafkah.

Lain halnya dengan wanita, jika bekerja adalah suatu hal yang diharuskan maka tidak lama lagi jumlah pekerja wanita akan mendominasi pekerja laki-laki karena jumlah wanita memang sangatlah banyak. Dengan demikian, bagaimana nasib bangsa ini jika semua wanita yang bekerja sedangkan anak dan rumah tangga diurus oleh orang lain?

Bagaimana bisa mencetak generasi yang baik jika wanitanya saja sibuk bekerja dan tidak bertindak sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya? Pantas saja banyak anak yang frustasi dan lari ke hal yang negatif dikarenakan korban Broken Home. Kurangnya kasih sayang dan didikan dari orangtua mengakibatkan anak hilang kendali dan menggeluti pergaulan bebas.

Begitulah yang terjadi saat ini ditengah-tengah kita, seolah sistem yang mengharuskan wanita bekerja apalagi dengan berbagai iming-iming kesetaraan gender dan besarnya gaji yang dapat diperoleh terlebih lagi banyak lowongan pekerjaan untuk wanita maka wanita akan semakin tergiur untuk bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Bukannya menuduh wanita yang bekerja adalah salah namun jangan sampai karena keasyikan bekerja kita lupa akan kodrat kita sebagai wanita, sebagai tonggak peradaban dunia. 

Boleh-boleh saja mempunyai cita-cita apapun, itu hal yang bagus. Namun tambahkan pula cita-cita bahwa kelak engkau akan menjadi ibu terbaik yang akan melahirkan generasi terbaik, generasi pejuang Islam, generasi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan, generasi yang cerdas dan berakhlak baik. Tak lupa tambahkan pula cita-cita bahwa engkau akan menjadi istri shalihah yang menghiasi dunia dengan keshalihahmu yang tercermin lewat perkataan, perbuatan dan tingkah lakumu.

Seperti judul buku ustadz Felix Y. Siauw “Wanita Berkarir Surga” bahwa karir terbaik bagi wanita adalah menjadi anak, istri, dan ibu yang shalihah yang dirindukan surga. Abdullah bin Amr Radiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.“ (HR. Muslim no. 1467).

Kemudian dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.“ (HR. Ahmad 1/191). Maa Syaa Allah, masih banyak lagi hadits yang menceritakan keistimewaan wanita shalihah.

Maka dari itu, jadikan kodrat kita bukan sebagai kelemahan yang mendorong kita bersaing dengan kaum laki-laki, namun jadikan kodrat kita sebagai acuan bertingkah laku sesuai koridor kita sebagai seorang wanita. Menjadi wanita karir memanglah keren, namun menjadi wanita yang mampu memperoleh gelar “wanita shalihah” sangatlah luar biasa. Wallahu‘alam bishshawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Jum'at, 19 Jul 2019 09:34

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Jum'at, 19 Jul 2019 08:17

Bisnis yang Membunuh

Bisnis yang Membunuh

Jum'at, 19 Jul 2019 07:32

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Jum'at, 19 Jul 2019 07:20

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jum'at, 19 Jul 2019 06:40

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Jum'at, 19 Jul 2019 05:45

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Jum'at, 19 Jul 2019 04:46

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Jum'at, 19 Jul 2019 03:49

Sepele Makanan

Sepele Makanan

Jum'at, 19 Jul 2019 02:37

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kamis, 18 Jul 2019 20:26

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Kamis, 18 Jul 2019 20:17

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Kamis, 18 Jul 2019 20:15

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Kamis, 18 Jul 2019 19:53

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Kamis, 18 Jul 2019 19:15

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Kamis, 18 Jul 2019 18:15

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Kamis, 18 Jul 2019 17:15

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Gerakan Bersenjata di Sudan: Deklarasi Politik Tidak Akan Mencapai Perdamaian

Kamis, 18 Jul 2019 16:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X