Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.471 views

Dikala Wanita Berusaha Menjadi Tulang Punggung

Oleh: Mirnawati ( Mahasiswi dan anggota LDK)

Agama Islam tidak membebani kaum wanita untuk memikul tanggung jawab menafkahi diri sendiri. Tetapi tanggung jawab itu dibebankan kepada bapak, suami atau seorang kerabatnya. Oleh karena itu, wanita muslimah yang paham tidak akan mencari pekerjaan diluar rumah kecuali jika hal itu benar-benar menuntutnya.

Misalnya karena tidak ada sama sekali orang yang menanggung kehidupannya dalam hal nafkah atau karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan dirinya untuk melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan fitrah kewanitaannya. Berkenaan dengan hal seperti ini, Islam membolehkan wanita bekerja, dengan syarat tetap menjaga kehormatan, memelihara agama dan akhlaknya.

Yang demikian itu karena Islam sengaja membebankan kepada para suami untuk menafkahi keluarga dan tanggung jawab menanggung hidup mereka sehingga istri dapat fokus mengerjakan tugasnya, yaitu mengurus rumah tangga dan menjadi seorang ibu yang baik. Dengan demikian, istri dapat menjadi penyejuk rumah tangga dan penghibur bagi suami dan putra-putrinya.

Dr. Mustafa As-Siba’I dalam bukunya, Al-Mar’atu Bainal Fiqhi Wal Qanun, mengungkapkan beberapa pemikiran orang Barat mengenai masalah ini. Berikut adalah ungkapannya yang mencerminkan kondisi wanita. Seorang filosof dan ekonom Perancis, Joul Simon, berkata “Wanita Barat telah berubah menjadi tuntunan dan barang cetakan. Pemerintah telah memanfaatkan mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan. Dengan demikian mereka telah mendapatkan uang berdolar-dolar, tetapi di sisi lain mereka telah merobohkan tiang-tiang penyangga rumah tangga.

Memang benar laki-laki disana telah memanfaatkan jerih payah wanita, padahal dengan begitu pendapatan laki-laki menjadi berkurang karena keterlibatan wanita dalam pekerjaan laki-laki” selanjutnya dia bertutur, wanita seharusnya mempertahankan kodratnya sebagai wanita karena dia akan mendapatkan kebahagiaan dan dapat berbagi kebahagiaan itu dengan orang lain” (Dr. Muhammad Ali Al Hasyimi, Syakhshiyah  Al Mar’ah Al Muslimah, 1996: 402-404)

Di zaman sekarang banyak kita temukan fenomena bahwa telah banyak wanita bekerja diluar rumah entah memang untuk mengais rezeki karena terdesak, bekerja untuk melanjutkan karir atau bahkan memang karena hobi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pekerja perempuan meningkat sebesar 2,33%,  menjadi 55,04% dari sebelumnya yaitu 52,71% pada Februari 2016.

Bahkan, menurut riset dari Grant Thornton tahun 2017, Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai peningkatan terbaik dalam hal jumlah perempuan yang menduduki posisi senior diperusahaan dengan peningkatan dari 24% di tahun 2016 menjadi 28% ditahun 2017. (JawaPos.com)

Meskipun jumlah tenaga kerja wanita belum mendominasi tenaga kerja pria namun hal demikian menunjukan semakin banyak wanita yang tergiur untuk bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Apalagi dizaman yang serba mahal ini, semua harga kebutuhan semakin meningkat belum lagi biaya kebutuhan lain seperti biaya pendidikan, wanita semakin terdorong untuk bekerja.

Tak heran jika disekitar kita banyak ditemui wanita yang sedang bekerja dengan berbagai profesi. Ketika dijalan banyak ditemui wanita yang menunggu bus jemputan karyawan PT, ketika ke supermarket ditemui lagi wanita sebagai SPG, ketika ke mall banyak juga wanita yang bekerja sebagai sales, pelayan ataupun kasir, di kantor ada, disekolah ada, dipemerintahan pun ada. Begitu banyaknya wanita yang bekerja diberbagai bidang dan profesi. Sampai ada pula yang rela menjual harga diri dan kehormatan demi memenuhi kebutuhan ataupun memenuhi gaya hidup yang hedonis, naudzubillah.

Sungguh dizaman sekarang banyak wanita yang menjadi pekerja, hal itu memang bukanlah suatu keharaman. Namun melihat fakta bahwa tak sedikit wanita bekerja tidak berdasarkan pada kebutuhan yang mendesak ataupun himpitan ekonomi melainkan hanya sekedar ingin mempunyai penghasilan sendiri, meneruskan karir, dsb, banyak pula wanita yang melupakan kodratnya.

Mereka lupa bahwa mereka adalah wanita, sekuat apapun dan sepandai apapun mereka memperoleh penghasilan mereka tetaplah tulang rusuk dan tidak akan menjadi tulang punggung. Akibatnya banyak masalah yang timbul, peran wanita yang seharusnya mengurus rumah dan merawat anak-anaknya, malah tertukar dengan suami. Suamilah yang melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anak. Sinetron Dunia Terbalik merupakan contoh potret dari tertukarnya peran suami dan istri.

Sama halnya dengan wanita yang baru lulus sekolah menengah ataupun lulus kuliah, rasanya tidak afdhol jika tidak melanjutkan untuk bekerja. Seolah-olah menganggur bagi wanita itu suatu aib yang besar, atau wanita yang berpendidikan tinggi lalu akhirnya memilih untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang salah.

Padahal, wanita memanglah harus berpendidikan tinggi dan mempunyai ilmu yang luas karena wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tak sedikit pula orang tua ketika anak perempuannya lulus sekolah ingin agar anaknya bekerja, hal ini memang bukanlah suatu kesalahan. Namun seolah-olah tujuan akhir dari sebuah pendidikan adalah bekerja, jika demikian yang terjadi pada laki-laki memanglah sangat wajar bahkan menjadi tanggung jawab laki-laki untuk bekerja dan mencari nafkah.

Lain halnya dengan wanita, jika bekerja adalah suatu hal yang diharuskan maka tidak lama lagi jumlah pekerja wanita akan mendominasi pekerja laki-laki karena jumlah wanita memang sangatlah banyak. Dengan demikian, bagaimana nasib bangsa ini jika semua wanita yang bekerja sedangkan anak dan rumah tangga diurus oleh orang lain?

Bagaimana bisa mencetak generasi yang baik jika wanitanya saja sibuk bekerja dan tidak bertindak sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya? Pantas saja banyak anak yang frustasi dan lari ke hal yang negatif dikarenakan korban Broken Home. Kurangnya kasih sayang dan didikan dari orangtua mengakibatkan anak hilang kendali dan menggeluti pergaulan bebas.

Begitulah yang terjadi saat ini ditengah-tengah kita, seolah sistem yang mengharuskan wanita bekerja apalagi dengan berbagai iming-iming kesetaraan gender dan besarnya gaji yang dapat diperoleh terlebih lagi banyak lowongan pekerjaan untuk wanita maka wanita akan semakin tergiur untuk bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Bukannya menuduh wanita yang bekerja adalah salah namun jangan sampai karena keasyikan bekerja kita lupa akan kodrat kita sebagai wanita, sebagai tonggak peradaban dunia. 

Boleh-boleh saja mempunyai cita-cita apapun, itu hal yang bagus. Namun tambahkan pula cita-cita bahwa kelak engkau akan menjadi ibu terbaik yang akan melahirkan generasi terbaik, generasi pejuang Islam, generasi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan, generasi yang cerdas dan berakhlak baik. Tak lupa tambahkan pula cita-cita bahwa engkau akan menjadi istri shalihah yang menghiasi dunia dengan keshalihahmu yang tercermin lewat perkataan, perbuatan dan tingkah lakumu.

Seperti judul buku ustadz Felix Y. Siauw “Wanita Berkarir Surga” bahwa karir terbaik bagi wanita adalah menjadi anak, istri, dan ibu yang shalihah yang dirindukan surga. Abdullah bin Amr Radiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.“ (HR. Muslim no. 1467).

Kemudian dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.“ (HR. Ahmad 1/191). Maa Syaa Allah, masih banyak lagi hadits yang menceritakan keistimewaan wanita shalihah.

Maka dari itu, jadikan kodrat kita bukan sebagai kelemahan yang mendorong kita bersaing dengan kaum laki-laki, namun jadikan kodrat kita sebagai acuan bertingkah laku sesuai koridor kita sebagai seorang wanita. Menjadi wanita karir memanglah keren, namun menjadi wanita yang mampu memperoleh gelar “wanita shalihah” sangatlah luar biasa. Wallahu‘alam bishshawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Jum'at, 26 Apr 2019 11:00

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Jum'at, 26 Apr 2019 10:45

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Jum'at, 26 Apr 2019 10:33

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 09:53

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Jum'at, 26 Apr 2019 09:14

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Jum'at, 26 Apr 2019 08:11

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Jum'at, 26 Apr 2019 07:55

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Jum'at, 26 Apr 2019 06:57

Literasi untuk Negeri

Literasi untuk Negeri

Jum'at, 26 Apr 2019 06:11

The Blueprint of “Fat Man”

The Blueprint of “Fat Man”

Jum'at, 26 Apr 2019 04:20

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Jum'at, 26 Apr 2019 02:09

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 00:42

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Jum'at, 26 Apr 2019 00:01

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 25/04/2019 01:00

Aroma Busuk Industri Game Online