Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.966 views

Perempuan, Sinetron, dan Peradaban

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S (Penulis dan Pemerhati Generasi)

Sebuah survei yang dilakukan oleh Nielsen, diketahui bahwa perempuan merupakan pengonsumsi televisi terbanyak dibandingkan dengan kaum laki-laki.  Sementara dari sisi konten dalam menonton televisi, kebanyakan perempuan masih memilih serial drama (sinetron).

Dalam survei yang sama juga diketahui bahwa perempuan menonton televisi rata-rata 3 jam per hari. Sementara setengah dari populasi perempuan menghabiskan waktu untuk menonton televisi rata-rata 3-6 jam per hari pada hari kerja, dan hampir 30 persennya menonton televisi lebih dari 6 jam per hari pada hari minggu. (sumber: Nielsen newsletter edisi 15/15-01-2011)

Dari survei tersebut tergambar bahwa hampir sebagian besar perempuan di Indonesia akrab dengan tayangan televisi, terutama sinetron. Tak heran jika tayangan sinetron terus tumbuh subur di jagad pertelevisian. Hal tersebut sejalan dengan prinsip ala kapitalisme: dimana ada peminat, disitulah ada komoditas bisnis. Dan hal itu pulalah yang berlalu sekarang ini.

Para pengusaha dunia pertelevisian tentu tidak mau melewatkan kesempatan emas mengejar  keuntungan besar dengan berusaha memanfaatkan selera pasar. Mereka menjadikan perempuan sebagai bidikan utamanya, khususnya sebagai pasar mayoritas bagi tayangan sinetron. Terbukti, sinetron kini seolah mampu menjadi magnet bagi kaum perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu rumah tangga.

Namun sayang, tontonan yang seharusnya menjadi tuntunan kenyataannya seringkali diabaikan oleh para pembuatnya. Kebanyakan sinetron Indonesia mengabaikan nilai-nilai edukatif, khususnya bagi kaum perempuan sebagai penikmat mayoritas. Sebaliknya justru sinetron-sinetron yang ada pada saat ini lebih banyak digunakan sebagai alat untuk mengkampanyekan nilai-nilai liberal nan hedonis.

Sebagaimana tersaji dalam sinetron saat ini, yakni adanya gambaran kehidupan modern yang lekat dengan gaya hidup hedonis dan permisif. Dalam sinetron, ukuran kaya diidentikkan dengan banyaknya harta dan tingginya kedudukan. Dan hal tersebut disampaikan secara massif tanpa kita sadari melalui tayangan sinetron. Tak heran jika kemudian banyak perempuan dalam dunia nyata yang larut dalam aktivitas mengejar kekayaan materi dan mengabaikan kekayaan hati. Banyak perempuan yang berlomba-lomba mengejar karier di luar rumah, hingga tak jarang yang mengabaikan tugas utamanya sebagai istri dan pengatur rumah tangga.

Tak sedikit juga kita temui dalam sinetron, adanya tokoh perempuan yang terlibat cinta membabi buta kepada seorang laki-laki, hingga seolah-olah hidup hanyalah tentang mengejar cinta lawan jenis. Wajar pula ketika akhirnya gambaran tersebut muncul sebagai sebuah realitas kehidupan. Para perempuan banyak dibuai oleh angan-angan tentang cinta meski harus mengorbankan harta, waktu, pikiran, hingga kehormatan. Bahkan mirisnya, banyak kasus bunuh diri terjadi akibat putus cinta. Sungguh ironis, betapa dangkalnya hidup jika hanya dimaknai sebagai upaya mengejar cinta, terlebih cinta pada manusia.

Bagaimana dengan sinteron religi? Nyatanya sama saja, sinetron religipun tak murni mencerminkan ajaran Islam yang sebenarnya.  Miris ketika ukuran sebuah tayangan adalah religi atau tidak hanya dari penggunaan hijab dan peci para pemerannya, sementara dari aspek konten sangat jauh dari ajaran Islam.

Misalnya, masih ada adegan seorang perempuan berhijab  yang berdua-duaan dengan lawan jenis, berpegangan tangan, berkata kasar, bersikap licik, dan lain sebagainya. Seolah-oleh Islam pun melegalkan yang demikian, padahal hakikatnya Islam melarangnya. Wajar jika para perempuan berhijab saat ini pun akrab dengan aktivitas pacaran, dengan dalih ‘pacaran Islami’, termasuk aktivitas-aktivitas lainnya yang jauh dari Islam.

Oleh karena itu, tayangan-tayangan tersebut jelas-jelas mampu menciptakan sebuah paradigma di dalam benak kaum perempuan, yakni tentang gaya hidup hedonis, pergaulan liberal, dan pemikiran sekuler. Dan paradigma itulah yang pada akhirnya menjadi pemicu lahirnya sebuah perilaku.

Memang benar, bahwa tak selamanya tayangan televisi mampu memberikan pengaruh kongkret terhadap perilaku seseorang. Namun hal tersebut hanya berlaku apabila seseorang itu memiliki sebuah filter di dalam dirinya berupa pemahaman akan nilai-nilai yang sahih tentang bagaimana seharusnya menjalankan kehidupan. Adapun tata nilai yang paling sahih tentunya berasal dari ajaran agama. Itulah yang sesungguhnya mampu menjadi benteng utama dalam menangkal setiap pengaruh apapun dari luar, termasuk dari tayangan sinetron.

Namun sayangnya, kebanyakan perempuan masa kini justru tidak cukup mampu membentengi dirinya dengan ajaran agama. Disamping karena faktor minimnya pemahaman agama akibat lemahnya keinginan mendalami agama, juga karena keringnya masyarakat dari upaya menghidupkan budaya amar ma’ruf nahyi mungkar. Akibatnya antar individu merasa tak mau tahu urusan orang lain, lebih-lebih menasehati sebuah kekeliruan. Akhirnya sebuah kekeliruan menjadi serba boleh atas dasar hak asasi manusia.

Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tayangan sinetron Indonesia saat ini, sedikit banyak menjadi penyumbang bagi rusaknya pola perilaku kaum perempuan pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Dengan demikian, dapat tergambar pula wajah sebuah peradaban, yakni peradaban yang sosok-sosok hidup di dalamnya sibuk mengejar dunia, mengabaikan akhirat, dan menabrak nilai-nilai agama sebagai implikasi bahwa standar kebahagiaan  mereka adalah materi.

Itulah peradaban kapitalisme-liberal sebagaimana kita saksikan saat ini. Demikianlah, terdapat mata rantai yang sangat erat antara perempun, sintertron, dan peradaban. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 08:43

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Senin, 24 Sep 2018 08:25

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 08:04

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 07:43

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Senin, 24 Sep 2018 07:23

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Senin, 24 Sep 2018 06:43

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Senin, 24 Sep 2018 06:25

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Senin, 24 Sep 2018 06:24

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Senin, 24 Sep 2018 05:43

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ahad, 23 Sep 2018 23:53

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Ahad, 23 Sep 2018 23:23

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Ahad, 23 Sep 2018 22:23

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Ahad, 23 Sep 2018 21:23

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Ahad, 23 Sep 2018 20:23

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Ahad, 23 Sep 2018 20:05

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Ahad, 23 Sep 2018 19:45

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Ahad, 23 Sep 2018 19:23

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Ahad, 23 Sep 2018 19:16

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Ahad, 23 Sep 2018 18:23

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Ahad, 23 Sep 2018 15:19


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X