Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.165 views

Perempuan, Sinetron, dan Peradaban

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S (Penulis dan Pemerhati Generasi)

Sebuah survei yang dilakukan oleh Nielsen, diketahui bahwa perempuan merupakan pengonsumsi televisi terbanyak dibandingkan dengan kaum laki-laki.  Sementara dari sisi konten dalam menonton televisi, kebanyakan perempuan masih memilih serial drama (sinetron).

Dalam survei yang sama juga diketahui bahwa perempuan menonton televisi rata-rata 3 jam per hari. Sementara setengah dari populasi perempuan menghabiskan waktu untuk menonton televisi rata-rata 3-6 jam per hari pada hari kerja, dan hampir 30 persennya menonton televisi lebih dari 6 jam per hari pada hari minggu. (sumber: Nielsen newsletter edisi 15/15-01-2011)

Dari survei tersebut tergambar bahwa hampir sebagian besar perempuan di Indonesia akrab dengan tayangan televisi, terutama sinetron. Tak heran jika tayangan sinetron terus tumbuh subur di jagad pertelevisian. Hal tersebut sejalan dengan prinsip ala kapitalisme: dimana ada peminat, disitulah ada komoditas bisnis. Dan hal itu pulalah yang berlalu sekarang ini.

Para pengusaha dunia pertelevisian tentu tidak mau melewatkan kesempatan emas mengejar  keuntungan besar dengan berusaha memanfaatkan selera pasar. Mereka menjadikan perempuan sebagai bidikan utamanya, khususnya sebagai pasar mayoritas bagi tayangan sinetron. Terbukti, sinetron kini seolah mampu menjadi magnet bagi kaum perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu rumah tangga.

Namun sayang, tontonan yang seharusnya menjadi tuntunan kenyataannya seringkali diabaikan oleh para pembuatnya. Kebanyakan sinetron Indonesia mengabaikan nilai-nilai edukatif, khususnya bagi kaum perempuan sebagai penikmat mayoritas. Sebaliknya justru sinetron-sinetron yang ada pada saat ini lebih banyak digunakan sebagai alat untuk mengkampanyekan nilai-nilai liberal nan hedonis.

Sebagaimana tersaji dalam sinetron saat ini, yakni adanya gambaran kehidupan modern yang lekat dengan gaya hidup hedonis dan permisif. Dalam sinetron, ukuran kaya diidentikkan dengan banyaknya harta dan tingginya kedudukan. Dan hal tersebut disampaikan secara massif tanpa kita sadari melalui tayangan sinetron. Tak heran jika kemudian banyak perempuan dalam dunia nyata yang larut dalam aktivitas mengejar kekayaan materi dan mengabaikan kekayaan hati. Banyak perempuan yang berlomba-lomba mengejar karier di luar rumah, hingga tak jarang yang mengabaikan tugas utamanya sebagai istri dan pengatur rumah tangga.

Tak sedikit juga kita temui dalam sinetron, adanya tokoh perempuan yang terlibat cinta membabi buta kepada seorang laki-laki, hingga seolah-olah hidup hanyalah tentang mengejar cinta lawan jenis. Wajar pula ketika akhirnya gambaran tersebut muncul sebagai sebuah realitas kehidupan. Para perempuan banyak dibuai oleh angan-angan tentang cinta meski harus mengorbankan harta, waktu, pikiran, hingga kehormatan. Bahkan mirisnya, banyak kasus bunuh diri terjadi akibat putus cinta. Sungguh ironis, betapa dangkalnya hidup jika hanya dimaknai sebagai upaya mengejar cinta, terlebih cinta pada manusia.

Bagaimana dengan sinteron religi? Nyatanya sama saja, sinetron religipun tak murni mencerminkan ajaran Islam yang sebenarnya.  Miris ketika ukuran sebuah tayangan adalah religi atau tidak hanya dari penggunaan hijab dan peci para pemerannya, sementara dari aspek konten sangat jauh dari ajaran Islam.

Misalnya, masih ada adegan seorang perempuan berhijab  yang berdua-duaan dengan lawan jenis, berpegangan tangan, berkata kasar, bersikap licik, dan lain sebagainya. Seolah-oleh Islam pun melegalkan yang demikian, padahal hakikatnya Islam melarangnya. Wajar jika para perempuan berhijab saat ini pun akrab dengan aktivitas pacaran, dengan dalih ‘pacaran Islami’, termasuk aktivitas-aktivitas lainnya yang jauh dari Islam.

Oleh karena itu, tayangan-tayangan tersebut jelas-jelas mampu menciptakan sebuah paradigma di dalam benak kaum perempuan, yakni tentang gaya hidup hedonis, pergaulan liberal, dan pemikiran sekuler. Dan paradigma itulah yang pada akhirnya menjadi pemicu lahirnya sebuah perilaku.

Memang benar, bahwa tak selamanya tayangan televisi mampu memberikan pengaruh kongkret terhadap perilaku seseorang. Namun hal tersebut hanya berlaku apabila seseorang itu memiliki sebuah filter di dalam dirinya berupa pemahaman akan nilai-nilai yang sahih tentang bagaimana seharusnya menjalankan kehidupan. Adapun tata nilai yang paling sahih tentunya berasal dari ajaran agama. Itulah yang sesungguhnya mampu menjadi benteng utama dalam menangkal setiap pengaruh apapun dari luar, termasuk dari tayangan sinetron.

Namun sayangnya, kebanyakan perempuan masa kini justru tidak cukup mampu membentengi dirinya dengan ajaran agama. Disamping karena faktor minimnya pemahaman agama akibat lemahnya keinginan mendalami agama, juga karena keringnya masyarakat dari upaya menghidupkan budaya amar ma’ruf nahyi mungkar. Akibatnya antar individu merasa tak mau tahu urusan orang lain, lebih-lebih menasehati sebuah kekeliruan. Akhirnya sebuah kekeliruan menjadi serba boleh atas dasar hak asasi manusia.

Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tayangan sinetron Indonesia saat ini, sedikit banyak menjadi penyumbang bagi rusaknya pola perilaku kaum perempuan pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Dengan demikian, dapat tergambar pula wajah sebuah peradaban, yakni peradaban yang sosok-sosok hidup di dalamnya sibuk mengejar dunia, mengabaikan akhirat, dan menabrak nilai-nilai agama sebagai implikasi bahwa standar kebahagiaan  mereka adalah materi.

Itulah peradaban kapitalisme-liberal sebagaimana kita saksikan saat ini. Demikianlah, terdapat mata rantai yang sangat erat antara perempun, sintertron, dan peradaban. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Senin, 10 Dec 2018 19:06

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

Senin, 10 Dec 2018 18:45

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Senin, 10 Dec 2018 17:30

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 10 Dec 2018 15:10

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

Senin, 10 Dec 2018 14:05

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Senin, 10 Dec 2018 10:00

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X