Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.454 views

Agar Anak Gadis Tak Gagap di Dapur

Oleh: Ragil Rahayu  

 

“Anakku itu lho. Disuruh njemur cucian saja nggak mau. Maunya baju di-laundry saja,” keluh seorang ibu. Pekerja informal, dengan upah tak seberapa. Menghabiskan pagi hingga petangnya di tempat kerja. Punya seorang anak gadis yang seharian di rumah, namun enggan mengerjakan pekerjaan rumah. Si gadis asyik mengusap smartphone dan menatap layar kaca. Jadilah sang Ibu sepulang kerja masih harus mengurusi cucian. Padahal paginya sudah berjibaku dengan masakan dan membersihkan rumah.

Di tempat lain, seorang ibu juga pusing tujuh keliling saat asisten rumah tangganya pamitan pasca lebaran. Karena anak-anaknya buta dalam urusan pekerjaan rumah. Semua terbiasa dilayani. Meski sekadar mencuci piring bekas makannya sendiri. Meski mereka sudah gadis remaja, tak lagi kanak-kanak.

Dua kisah di atas nyata adanya. Banyak terjadi di sekitar kita. Anak gadis yang sudah remaja, atau bahkan dewasa, namun tak tahu urusan sumur. Sumur disini maksudnya adalah urusan pekerjaan rumah. Zaman dulu, anak gadis banyak yang terampil urusan sumur. Bersih-bersih, memasak, mengasuh anak, merawat bayi, membuat kue, menata rumah, dan lain-lain. Meski mereka buta pengetahuan, atau bahkan buta huruf. Karena minimnya akses terhadap sekolah.

Zaman now, anak gadis tak lagi buta huruf. Kesempatan belajar pun terbuka luas. Lewat sekolah maupun jalur informal. Bahkan kursus pada Google pun bisa. Namun, anehnya para gadis kini justru buta sumur. Terbiasa menikmati kemudahan teknologi, hingga enggan menggerakkan tangan dan kaki. Lebih suka duduk selonjor menikmati gawai. Membuat para ibu keki. Mau jadi apa anak gadis ini? Padahal mereka calon ibu. Kelak merekalah pabrik generasi masa depan. Bagaimana jadinya jika ibu masa depan hanya lihai di dunia maya?

Perempuan Pembangun Peradaban

Memanfaatkan teknologi memang sah-sah saja, termasuk teknologi digital. Tapi setiap gadis muslimah hendaknya menyadari bahwa dirinya adalah calon ibu. Tak hanya ibu bagi anak sendiri, tapi ibu generasi masa depan. Maka sejak dini marilah menyiapkan diri untuk menjadi ibu dan pengatur rumah tangga. Muslimah tangguh yang tak tergantung pada kemudahan teknologi.

Karena jalan hidup tak ada seorang pun yang tahu. Kita pasti berharap mendapat kemudahan hidup, namun realitanya tak selalu begitu. Tak ada jaminan di masa depan kita pasti punya asisten rumah tangga, mesin cuci, kulkas, microwave, ricecooker, heater, dispenser, steamer, oven listrik, AC, mobil, dan lain-lain. Maka bersiaplah untuk kondisi tersulit. Agar bila saat itu tiba, kita tak gagap menghadapinya. Seperti para ibu-ibu WNI di Jepang yang kemana-mana harus ngonthel dengan balita di boncengan dan sekeranjang sayuran. Meski jarak pasar cukup jauh. Tak ada catering, tak ada penjual sayur matang yang siap disorder via What’sApp, tak ada penjual sayur keliling. Hanya ada restoran, yang pastinya mahal untuk jadi opsi makan setiap hari.

Tengoklah bangsa besar seperti Jerman. Selepas kekalahan karena perang dunia, para wanitanya memanfaatkan semua yang ada untuk bertahan hidup. Hingga helm tentara digunakan sebagai panci. Dan kayu reruntuhan dijadikan bahan bakar. Nyatanya bangsa ini mampu bangkit dengan cepat, kembali menjadi bangsa berpengaruh.

Tengoklah pula para muslimah Madinah di masa Rasulullah saw. Mereka sangat terampil. Menarik gorden mereka dan dikenakan sebagai khimar, saat syariat itu turun. Mereka juga terampil mengasuh anak. Membuatkan mainan dari benang wol. Agar anak-anak tidak bosan menunggu waktu berbuka puasa.

Simaklah juga kreatifnya Fatimah ra. Yang menumbuk rumput dan “memasaknya” menjadi kue untuk makan Sang Ayahanda saw saat diboikot Quraisy. Fatimah ra yang ketika dewasa menggiling gandum sendiri dengan tangan mulianya. Demi membuat roti untuk makan keluarga. Juga Asma binti Abu Bakar ra. Putri bangsawan yang terampil mengurusi kebun milik suaminya. Tak lupa istri Umar bin Khaththab. Muslimah yang diakui keterampilannya mengurus anak dan rumah tangga. Meski jarang mendapat bantuan dari suaminya. Sang Amirul Mukminin yang sangat sibuk mengurusi umat. Merekalah para muslimah pembangun peradaban besar. Yaitu peradaban Islam.

Menempa Diri Itu Perlu

Marilah kita berguru pada para muslimah itu. Memang zaman mereka dengan kita terbentang amat jauhnya. Namun mereka adalah sosok muslimah yang telah berhasil menghasilkan generasi Islam nan gemilang. Tentu kita ingin menirunya. Dan mendapat kemuliaan layaknya mereka. Meraih jannah karena lelahnya kita berbakti mengurusi anak dan rumah tangga. Bukan semata demi anak yang pintar lucu, bukan pula rumah yang bersih. Tapi demi meraih ridha Allah, bekal menghadap-Nya di hari akhir.

Kini saatnya menempa diri. Stop mager. Stop cuek. Mulai dari menyelesaikan urusan kita sendiri. Mencuci piring bekas makan sendiri, mencuci baju sendiri, mengepel kamar sendiri, mencuci motor sendiri, merapikan kamar sendiri, setrika baju sendiri, mengasuh adik sendiri, dan lain-lain. Meski sulit, meski berat, meski merepotkan. Itu hanya awalnya. Jika sudah terbiasa, justru terasa nikmatnya. Apalagi ada syariat Islam berupa taharah. Para muslimah yang sudah balig harus bisa mandi besar, mencuci pakaian yang terkena najis, membersihkan pembalut bekas pakai, dan lain lain. Jika sudah terampil, beranjak membantu pekerjaan rumah untuk sekeluarga.

Bagi para ibu, perlu mengamalkan “ilmu tega”. Tegalah membiasakan anak bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Memberi tugas anak gadis untuk mengepel. Meski kurang bersih. Mengajari anak gadis menanak nasi menggunakan panci, bukan rice cooker. Meski mungkin hasilnya nasi yang terlalu lembek atau terlalu keras.

Tegalah membiarkan anak gadis memotong sayur. Meski kukunya jadi agak kotor karena terkena getah kangkung. Memberi amanah si anak gadis untuk mengasuh adiknya. Dengan berbagai penjelasan keamanan tentunya. Tegalah mengajak anak gadis menyiapkan menu berbuka puasa. Bukan menunggu menu itu siap di meja makan. Tegalah. Semoga para anak gadis kita tumbuh menjadi calon ibu nan salihah dan terampil menjalankan kewajibannya. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

Latest News
Polisi Sudah Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Polisi Sudah Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Senin, 22 Oct 2018 23:54

Dibalik Investasi IMF

Dibalik Investasi IMF

Senin, 22 Oct 2018 23:50

Gadget Pemicu Belia Matang Semu

Gadget Pemicu Belia Matang Semu

Senin, 22 Oct 2018 23:35

Ommy Penuh Misteri Dengan Senjata Serbunya

Ommy Penuh Misteri Dengan Senjata Serbunya

Senin, 22 Oct 2018 23:30

Anggota DPD Sebut Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Termasuk Biadab

Anggota DPD Sebut Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Termasuk Biadab

Senin, 22 Oct 2018 23:28

Buntut Pembakar Bendera Tauhid, Tagar #BubarkanBanser Jadi Trending Topic Twitter

Buntut Pembakar Bendera Tauhid, Tagar #BubarkanBanser Jadi Trending Topic Twitter

Senin, 22 Oct 2018 22:56

Terancam Dipolisikan, Tretan Muslim dan Choky Pardede Minta Nasehat ke MUI

Terancam Dipolisikan, Tretan Muslim dan Choky Pardede Minta Nasehat ke MUI

Senin, 22 Oct 2018 22:01

Kasus Choky Pardede dan Tretan Muslim, Dahnil: Serahkan kepada Proses Hukum

Kasus Choky Pardede dan Tretan Muslim, Dahnil: Serahkan kepada Proses Hukum

Senin, 22 Oct 2018 20:41

Pengasuh Ponpes Nurul Huda Garut: Tangkap Oknum Banser Pembakar Bendera Tauhid!

Pengasuh Ponpes Nurul Huda Garut: Tangkap Oknum Banser Pembakar Bendera Tauhid!

Senin, 22 Oct 2018 20:05

Memberangus Monsterisasi dan Upaya Stigmatisasi Negatif Ajaran Islam

Memberangus Monsterisasi dan Upaya Stigmatisasi Negatif Ajaran Islam

Senin, 22 Oct 2018 19:57

Pakistan Dilaporkan Bebaskan Mantan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Baradar

Pakistan Dilaporkan Bebaskan Mantan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Baradar

Senin, 22 Oct 2018 18:30

Polisi Turki Beri Perlindungan 24 Jam Kepada Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Polisi Turki Beri Perlindungan 24 Jam Kepada Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Senin, 22 Oct 2018 17:00

Perhatian Pengamat untuk Prabowo-Sandi

Perhatian Pengamat untuk Prabowo-Sandi

Senin, 22 Oct 2018 16:09

Catat! Ini Perbedaan Bendera HTI dan Bendera Tauhid Menurut Kemendagri

Catat! Ini Perbedaan Bendera HTI dan Bendera Tauhid Menurut Kemendagri

Senin, 22 Oct 2018 15:10

Ahmad Dhani dan Orde Pembohong

Ahmad Dhani dan Orde Pembohong

Senin, 22 Oct 2018 15:09

Tangkap James Riady, Mengigau?

Tangkap James Riady, Mengigau?

Senin, 22 Oct 2018 15:00

Peringati Hari Santri, Oknum Banser Garut Bakar Bendera ''La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah''

Peringati Hari Santri, Oknum Banser Garut Bakar Bendera ''La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah''

Senin, 22 Oct 2018 14:12

Soal Meikarta, Politisi: Pak Luhut bak Bodyguard

Soal Meikarta, Politisi: Pak Luhut bak Bodyguard

Senin, 22 Oct 2018 14:09

Hanya Bicara Infrastruktur, Politisi Singgung Penjajahan

Hanya Bicara Infrastruktur, Politisi Singgung Penjajahan

Senin, 22 Oct 2018 13:09

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Senin, 22 Oct 2018 11:08


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X