Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.865 views

Mengkhianati Rakyat

Jutaan rakyat sudah merasakan dampaknya. Mereka seakan  sekarat. Tak mampu lagi menghadapi kehidupan sehari-hari.  Beban hidup semakin berat. Menghimpit. Harga-harga kebutuhan pokok melangit. Tak terjangku lagi.Sedangkan penghasilan mereka tak  bertambah. Malah cenderung terus menurun. Digerus inflasi. Padahal harga BBM belum naik.

Ibu-ibu mengeluh. Ke pasar tak dapat lagi membeli barang-barang kebutuhan pokok mereka. Karena harga-harga sudah tidak lagi dapat terjangkau. Mereka hanya berkeliling melihat barang-barang di pasar. Sambil sekalli-kali menawar dagangan di pasar. Uang yang mereka bawa tak lagi dapat digunakan memenuhi kebutuhan mereka.

Orang-orang miskin di perkotaan dan desa semuanya menjerit. Mereka bingung menghadapi hidup mereka. Tiba-tiba berubah. Tidak pernah menyangka bakal menghadapi seperti ini. Mereka tidak dapat lagi berpikir dengan logis. Mereka diliputi perasaan takut.  Bagaimana mereka dapat bertahan hidup. Bagiamana masa depan anak-anak mereka? Penuh dengan tanda tanya.

Pedagang asongan, kuli bangunan, tukang ojek, pedagang kecil, buruh migran, buruh tani, nelayan, pegawai rendahan, dan orang-orang miskin serta jelata lainnya, selanjutnya akan menghadapi hari-hari yang penuh dengan ketakutan. Ketakutan menghadapi kehidupan mereka mendatang.

Orang-orang miskin dan jelata tak lagi yang melindungi mereka. Pemerintah yang mempunyai kewajiban melindungi dan mensejahterakan mereka, justeru membenamkan mereka kedalam  kesengsaraan. Kesengsaraan yang  amat sangat. Bukan lagi mengentaskan nasib  mereka yang sudah lama terbenam dalam kemelaratan. Tetapi justeru pemerintah membenamkan mereka ke dalam  dasar kehidupan yang lebih sengsara lagi.

Kenaikan  BBM di awal April ini pasti akan menghancurkan kehidupan rakyat miskin yang jelata. Pemerintah yang dipimpin Presiden SBY dan mendapat dukungan Partai-Partai Koalisi seperti, Demokrat, Golkar, PAN, PKB, PPP, dan  PKS, nampaknya tak akan menghalangi pemerintah menaikkan BBM. Partai-partai koalisi yang menjadi pendukung pemerintah, memberikan dasar legitimasi pemerintah menaikkan harga BBM.

Alasannya kenaikan BBM sebuah keniscayaan. Karena beban subsidi BBM sudah memberatkan anggaran APBN. Jumlahnya sudah mencapai Rp 120 triliiun. Pemerintah tidak mempunyai opsi (pilihan),  kecuali satu-satunya hanya dengan cara menghapus subsidi, yang selama ini dinilai dinikmati oleh kalangan berduit.

Pemerintahan SBY ingin mengalihkan subsidi yang selama ini dinikmati oleh orang kaya, justeru akan dialihkan peruntukannya kepada orang-orang miskin. Tetapi ini hanyalah cerita dari pemerintah.  Selama ini rakyat miskin yang jelata tidak pernah langsung menikmati pengalihan penghapusan subsidi  BBM. Sebaliknya rakyat miskin yang jelata itu, hanya menerima dampaknya yang sangat menghancurkan kehidupan mereka. Kehidupan mereka akan menjadi porak-poranda, sebagai akibat kenaikan BBM. Orang-orang kaya tidak pernah mengeluhkan kenaikanBBM. Justeru yang menjadi korban pertama kali akibat kenaikan BBM adalah orang-orang miskin di perkotaan dan di desa.

Sekarang pun harga BBM  belum naik, malah harga-harga kebutuhan pokok rakyat sudah naik. Rata-rata diatas 30 persen. Malah beberapa kebutuhan pokok  lebih 30 persen kenaikkannya. Sungguh sangat memprihatinkan nasib rakyat miskin yang jelata.

Pemerintahan SBY-Boediono yang berideologi  “neolib” dan lebih cenderung membela kepentingan orang-orang kaya dan kaum pemilik modal, dan  pro-pasar. Di bandingkan membela kepentingan rakyat jelata.  Karena itu pilihan menaikan harga BBM itu, hanyalah menunjukkan watak dasar dari pemerintahan SBY-Boediono, yang memang  tidak berpihak kepada rakyat.

Pemerintahan SBY-Boeidono yangn didukung partai-partai koalisi, tak menepati janjinya mereka, yang ingin mengubah kehidupan rakyat dan  mensejahterakan rakyat. Justru di masa pemerintahannya yang kedua, kehidupan rakyat jelata semakin susah dan memilukan. Inilah bukti pemerintahan  ini tidak pro-rakyat. Wallahu’alam.

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Lidah Fauzan sobek 2 cm karena terjatuh dari sepeda. Harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Ayahnya mujahid aktivis nahi munkar dan dakwah tauhid waljihad sedang kesulitan ekonomi....

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Bocah ini tersiram air teh mendidih hingga 50 persen tubuhnya melepuh. Selama 6 hari ia hanya dirawat di rumah hingga lukanya membusuk....

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Amanah donasi 3,5 juta rupiah sudah disalurkan untuk biaya pengobatan Sofia. Balita malang ini bisa melanjutkan pengobatan hydrocephalus, tapi masih butuh bantuan pengobatan rutin...

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan,  Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan, Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Sepekan usai operasi persalinan caesar, Ummi Keysan dan bayinya membaik dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit. Amanah bantuan dari donatur IDC telah diserahkan. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Latest News
Radikalisme Muncul karena Adanya Ketidakadilan

Radikalisme Muncul karena Adanya Ketidakadilan

Kamis, 27 Apr 2017 19:40

Forjim: Rekomendasi Rand Corporation Digunakan untuk Benturkan Sesama Ormas Islam

Forjim: Rekomendasi Rand Corporation Digunakan untuk Benturkan Sesama Ormas Islam

Kamis, 27 Apr 2017 18:01

40 Persen TPQ di Solo Tidak Aktif, Manajemen Harus Diperbaiki

40 Persen TPQ di Solo Tidak Aktif, Manajemen Harus Diperbaiki

Kamis, 27 Apr 2017 16:30

9000 Anggota Kepolisian Turki Diskors Karena Terkait Fetullah Gulen

9000 Anggota Kepolisian Turki Diskors Karena Terkait Fetullah Gulen

Kamis, 27 Apr 2017 16:00

Waktunya Bersatu (Harokah Islam)

Waktunya Bersatu (Harokah Islam)

Kamis, 27 Apr 2017 15:27

Analis: AS Bersiap untuk Berperang dengan Korea Utara

Analis: AS Bersiap untuk Berperang dengan Korea Utara

Kamis, 27 Apr 2017 14:30

Menggugat Panji Rasul

Menggugat Panji Rasul

Kamis, 27 Apr 2017 14:15

Hati-hati dengan Ikhtilat

Hati-hati dengan Ikhtilat

Kamis, 27 Apr 2017 14:04

Dugaan JPU Kasus Ahok Tidak Independen, Komjak Diminta Keluarkan Rekomendasi kepada Jokowi

Dugaan JPU Kasus Ahok Tidak Independen, Komjak Diminta Keluarkan Rekomendasi kepada Jokowi

Kamis, 27 Apr 2017 12:15

Analis tentang Referandum Turki

Analis tentang Referandum Turki

Kamis, 27 Apr 2017 11:43

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Kamis, 27 Apr 2017 09:45

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Kamis, 27 Apr 2017 09:37

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Kamis, 27 Apr 2017 09:05

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Kamis, 27 Apr 2017 08:35

Sekulerisme Bukan Solusi

Sekulerisme Bukan Solusi

Kamis, 27 Apr 2017 08:06

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

Kamis, 27 Apr 2017 06:12

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Kamis, 27 Apr 2017 06:01

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Kamis, 27 Apr 2017 05:57

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Kamis, 27 Apr 2017 05:07

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Kamis, 27 Apr 2017 04:53


Mukena bordir mewar harga murah
Must Read!
X