Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.971 views

Apakah Umat Islam Harus Menyerah kepada Komisi HAM PBB?

Indonesia di tuduh melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), saat berlangsung  sidang  Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Jenewa, Swiss. Indonesia dievaluasi 74 negara di dunia, melalui mekanisme Universal Periodic Review, Dewan HAM PBB, di sessi ke – 13 di Jenewa.

Dari 180 rekomendasi, pemerintah mengadopsi 144 rekomendasi dan 36 sisanya akan dibawa ke Indonesia untuk dipertimbangkan dan diputuskan pada September 2012, pada sesi 21 Dewan HAM PBB.

Nampaknya, pemerintah Indonesia  mengadopsi mayoritas rekomendasi resolusi Dewan HAM PBB itu. Diantara yang menjadi  sorotan Dewan HAM PBB itu :

“Harmonisasi sejumlah peraturan daerah (perda) diskriminatif dengan standar HAM dan menghapus perda yang memicu diskriminasi berbasis agama, selain itu juga membatalkan undang-undang maupun kebijakan yang membatasi hak atas kebebasan berpikir dan berekspresi”.

Tentang menyangkut sejumlah peraturan daerah (perda)  yang diangap diskiriminatif, sebagai akibat sejumlah daerah di Indonesia, yang menetapkan sejumlah  perda, yang melarang berbagai bentuk penyakit sosial seperti,  “Molimo” (madon-berzina, mendem-mabok, madat-narkoba, main-judi, dan mateni-membunuh”.

Apakah itu sebuah pelanggaran HAM? Jika pemerintah daerah, menetapkan peraturan daerah, yang melarang pelacuran, berzina, minum, narkoba, judi, dan membunuh? Tentu setiap pemerintah daerah, di era otonomi berhak membuat perutaran, yang dapat menjamin ketertiban, keamanan, kehidupan moralitas masyarakat luas. Dengan menghapus berbagai penyakit sosial.

Pemerintah pusat seharusnya menghormati, sejumlah pemerintah daerah, yang didukung DPRD, berinisiatif membuat peraturan dalam rangka menjamin kondisi daerahnya, menjadi lebih normal, termasuk melarang dan membatasi segala aktifitas yang dapat membahayakan kehidupan warganya.

Apakah dengan dalih kebebasan dan hak asasi manusia, segala  penyimpangan, kemudian dibiarkan dan tidak diatur. Jika sebuah penyimpangan itu tidak diatur, dan dibiarkan, maka akan terjadi malapetaka dalam kehidupan.

Rakyat dibiarkan berzina secara bebas, dan membiarkan para pelacur melakukan praktek di mana-mana, orang minum minuman keras dibiarkan, orang menggunakan narkoba tidak ditindak, orang judi bisa  bebas, dan setiap orang dibiarkan membunuh terhadap orang lain?

Memang, belum lama ini, Mendagri Gumawan Fauzi, sudah menegaskan hendaknya, seluruh pemerintahan daerah mencabut peraturan daerah (perda), yang dinilai bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi (UUD’45) dan Pancasila.

Tetapi, bagaimana pemerintah pusat mengebiri pemerintah daerah, yang  membuat berbagai peraturan, yang tujuannya ingin melindungi dan menjaga rakyatnya? Apakah, perda itu sebagai sebuah pelanggaran, dan harus dibatalkan, dan sama sekali tidak diakomodasi? Hanya karena perda itu dituduh sebagai perda : “Syariah”?

Sejatinya, adanya perda-perda yang dibuat oleh pemerintah daerah itu, tujuannya melindungi masyarakat dari berbagai penyakit sosial, dan menjamin agar rakyat tidak hancur. Semua bentuk kejahatan yang ada dalam bentuk “molimo”  yang sudah menjadi penyakit sosial, di mana sekarang sudah sangat akut, maka  pada akhirnya menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonsia.

Tetapi, bagaimana masalah internal pemerintahan di Indonesia harus sampai masuk dalam agenda sidang Komisi HAM PBB? Betapa LSM-LSM dan fihak Gereja begitu paranoid terhadap umat Islam, dan pemerintah daerah yang mangadopsi aspirasi rakyat melalui DPRD melarang berbagai penyimpangan yang ada, kemudian dituduh melanggar HAM?

Di bagian lain yang disoroti Komisi HAM PBB terkait dengan pelangaran HAM di Indonesia :

“Terkait isu kebebasan beragama: mel akukan tinjau ulang dan mencabut kebijakan yang membatasi kebebasan beragama, memastikan semua produk hukum yang mengatur kehidupan beragama sesuai dengan standar HAM internasional, pelatihan bagi aparat untuk penegakan hukum dan perlindungan atas kebebasan beragama, membangun upaya intensif dan langkah kongkret stop kekerasan berbasis agama, investigasi dan hukum pelaku kekerasan terhadap minoritas agama, dan menghentikan syiar kebencian”.

Komisi HAM PBB sangat serius menanggapi tentang adanya pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia. Tentu,  hal ini terkait dengan isu masalah Ahmadiyah, dan larangan pendirian Gereja Yasmin di Bogor,yang dilaporkan oleh LSM-LSM, dan Dewan Gereja Indonesia kepada Komisi HAM PBB, di Jenewa.

Masalah Ahmadiyah, tentu Komisi HAM PBB, tidak dapat hanya melihat itu, sebagai pelangaran HAM. Karena, hal itu menyangkut masalah yang pokok (asas). Di mana dikalangan para  pemimpin Islam di Indonesia, sudah menyampaikan kepada pemerintah, solusi yang diinginkan dalam rangka menyelesaikan masalah Ahmadiyah.

Ahmadiyah adalah masalah internal umat Islam. Usaha dialog dengan fihak Ahmadiyah dan pemerintah sudah berulang kali diselenggarakan, tetapi pemerintah tidak mengambil langkah tegas. Terhadap Ahmadiyah. Inilah yang kemudian menimbulkan konflik di tingkat bawah.

Kalangan umat Islam menilai Ahmadiyah sebagai kelompok yang menyimpang dari mainstream (arus utama) umat Islam, yang samasekali tidak dapat ditoleransi. Ahmadiyah mengaku memiliki nabi sendiri, dan memiliki kitab sendiri, dan itu semua bertentangan dengan keyakinan mayorita umat Islam.

Apakah  dengah dalih kebebasan beragama umat Islam harus membiarkan Ahmadiyah melakukan aktifitas, dan melakukan gerakan, yang mengajak umat Islam  masuk ke dalam Ahmadiyah, yang sudah terang-terangan menyimpang dari pokok ajaran Islam?

Tentang Gereja Yasmin.

Gereja Yasmin merupakan salah satu dari gereja  yang banyak di Indonesia. Di mana prosedur pendirian sangat manipulatif. Dengan cara melanggar kesepakatan yang sudah tertuang dalam SKB Tiga Menteri, tentang tata cara pendirian rumah ibadah. Diantaranya, setiap gereja yang hendak didirikan, harus mendapatkan persetujuan tanda tangan 90 warga di sekitar lokasi.

Sering terjadi fihak gereja melakukan manipulasi tanda tangan penduduk setempat. Di mana dengan  tanda tangan yang  dimanipulasi itu, kemudian gereja  mendapat  izin pendirian gereja. Bayangkan, di Indonesia pertumbuhan gereja, lebih 200 persen, dibandingkan dengan umat Islam, yang mayoritas di Idnonesia, yang tidak sampai 100 persen pertumbuhan setiap tahun. Ini berdasarkan hasil penelitian Departemen Agama 2009.

Masihkah fihak gereja merasa dibatasi hak-hak dasar mereka? Sehingga, kasus Gereja Yasmin, harus dilaporkan kepada Komisi HAM PBB, sebagai pelanggaran  HAM di Indonesia.

Orang Islam setiap hari dibunuhi di mana saja tidak ada yang mengangkat ini ke Komisi HAM PBB. Di Barat, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat, dapatkah umat Islam menjalankan hak-hak dasarnya, seperti keyakinan agama mereka secara bebas.

Di sejumlah negara Eropa, pemerintahannya melarang wanita menggunakan kerudung dan cadar. Akitivitas keagamaan mereka batasi. Sejumlah hak-hak dasar mereka ikut juga dibatasi, seperti dalam pendidikan, dibidang ekonomi, sosial, dan budaya. Sekarang di seluruh negara-negara Barat, terjadi mengalami diskriminasi yang begitu hebat terhadap umat Islam. Tetapi, adakah yang berbicara hak asasi umat Islam?

Masjid-masjid dilarang mengumandangkan adzan dengan menggunakan pengeras suara. Semua aktivitas umat Islam direduksi dengan sangat keras. Umat Islam kemana saja diawasi. Umat Islam sudah dengan steriotipe yang negatif sebagai militan, fundamentalis, dan ektrimis, serta teroris.

Berbeda setiap pemerintah Barat, khususnya Amerika dengan sangat enaknya membunuhi umat Islam dan tokoh-tokohnya hanya dengan modal stempel “teroris”, merekasudah dapat bertindak apa saja, termasuk membunuh Muslim.

Di Indonesia sudah berapa banyak umat Islam, yang belum dibuktikan kesalahannya, langsung ditembak di jalan-jalan dan di rumah-rumah mereka, hanya karena mereka dituduh sebagai “teroris”. Kejahatan atau kesalahannya  tidak pernah dibuktikan didepan pengadilan.

Mereka disiksa di penjara-penjara. Adakah yang memperhatikan nasib mereka. Seperti halnya mereka  yang sampai sekarang masih disimpan di penjara Guantanmo, di Teluk Kuba,hanya karena mereka ingin menegakkan aturan dan hukum Allah.

Sementara hanya gara-gara masalah Ahmadiyah dan Gereja Yasmin di Bogor, Indonesia sudah diadukan kepada Komisi HAM di Jenewa oleh LSM-LSM dan Dewan Gereja.

Sepanjang pemerintah Soeharto berapa banyak umat Islam di bantai oleh rezim biadab Soeharto, di Aceh, Lampung, dan Tanjung Priok, dan di sejumlah penjara? Tidak ada yang melaporkan Soeharto kepada Komisi HAM PBB.

Jadi kalau umat Islam mati dibunuh, di kristenkan, di murtadkan, dan benamkan  ke dalam penjara-penjara serta disiksa itu sifatnya “given” belaka? Lembaga-lembaga internasional dan  multilarel  (global), datang ke negara-negara Afrika, Asia, Timur Tengah, dan memurtadkan mereka, mendirikan gereja, padahal yang beragama Kristen bisa dihitung dengan jari di tengah-tengah Muslim, lalu kalangan Muslim harus menerima begitu saja?

Jadi kalau Ahmadiyah terus menyebarkan faham yang melawan “mainstream” mayoritas Muslim dan Gereja memurtadkan Muslim harus dibiarkan saja? Begitu? Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Selasa, 28 Mar 2017 11:00

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

Selasa, 28 Mar 2017 09:35

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Selasa, 28 Mar 2017 08:01

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Selasa, 28 Mar 2017 06:39

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

Senin, 27 Mar 2017 22:31

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Senin, 27 Mar 2017 20:07

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Senin, 27 Mar 2017 18:30

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Senin, 27 Mar 2017 18:18

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

Senin, 27 Mar 2017 17:30

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Senin, 27 Mar 2017 17:27

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Senin, 27 Mar 2017 17:07

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Senin, 27 Mar 2017 14:07

Negeri Luth Gaya Baru

Negeri Luth Gaya Baru

Senin, 27 Mar 2017 12:45

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Senin, 27 Mar 2017 12:41

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Senin, 27 Mar 2017 12:13

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Senin, 27 Mar 2017 11:02

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Senin, 27 Mar 2017 10:43

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Senin, 27 Mar 2017 10:35

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Senin, 27 Mar 2017 10:30

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Senin, 27 Mar 2017 10:23


Must Read!
X