Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
19.987 views

Amin Rais:Jokowi-Ahok Akan Menggilas Ekonomi Rakyat Kecil

Jakarta, (voa-islam.com) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Partai Amanah Nasional (PAN), tak begitu antusias dengan kemenangan Jokowi-Ahok. Amin merasa skeptis, sekalipun Jokowi-Ahok, dielu-elukan oleh media-media sekuler dan kristen, setinggi langit.

Bahkan, Harian Kompas di dalam berbagai tulisannya, di halaman depan, sesudah kemenangan Jokowi-Ahok, mengagungkan Jokowi-Ahok, yang diprediksikan akan membawa perubahan besar dalam kepemimpinan nasional. Sungguh sangat luar biasa, menempatkan posisi Walikota Solo itu, seakan manusia yang membawa berkah bagi masa depan Indonesia.

Menghadapi puja-puji media massa nasional itu, politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais secara tegas mengatakan terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apapun.
 
Malah sebaliknya, menurut Amin Rais, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil (rakyat jelata) di Jakarta pasti akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok. Ahok bukan sendirian, pasti banyak kepentingan pembisnis yang dibelakangnya.
 
“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat," tegas Amien kepada para wartawan di sela Rakerda DPD PAN,di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012) malam.
 
Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol. “Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” paparnya.
 
Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya,tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik, yang  efek dari perkawinan tersebut. “Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” ujarnya lagi.
 
Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa mengendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa. “Faktanya hampir 85 persen media massa berpihak kepada Jokowi. Foke tidak bisa merebut media massa, karena Foke tidak memiliki dana cukup untuk mengendalikan media massa," paparnya. 

Sudah dapat diprediksi para rakyat jelata yang menggantungkan nasibnya kepada Jokowi-Ahok, pasti akan "mlongo". Mereka hanya terperangah, melihat kenyataan yang mereka hadapi nantinya. Tidak mungkin sehebat apapun, pejabat semacam Ahok, memihak kepentingan rakyat jelata.

Kekuatan besar dibelakang Ahok, terutama kelompok bisnis dari kalangan pengusaha cina, pasti akan membangun dan menguasai seluruh sektor bisnis di Jakarta, yang menjadi pusat ekonomi nasional.

Jakarta yang menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, serta berbagai kepentingan, bertumpuk di Jakarta. Termasuk 85 persen perputaran uang Indonesia berpusat di Jakarta. Dengan menguasai Jakarta, maka sejatinya menguasai Indonesia.

Ini berarti jaringan ekonomi kelompok cina semakin dalam menguasai asset ekonomi nasional Indonesia. Mereka dengan dukungan kapital, dan kekuatan modal, para pengusaha cina perantauan (chinese oversease), maka kaum pribumi hanya akan menjadi kuli dan babu di daerah pecinan, seperti di Glodok, Pasar baru, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk.

Pengusaha cina bangkit di zaman Soeharto dengan diberi berbagai lisensi (izin), modal (kapital) dari bank-bank pemerintah, dan proteksi, kemudian menguasai mayoritas asset negeri ini. Pengusaha cina menjadi kaya-raya, umumnya mereka mendapatkan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Di mana mereka dapat menggunduli hutan, dan hanya mengganti dengan dana reboisasi, yang tak seberapa itu, dan sebagian dana reboisasi itu dikorup para pejabat.

Seperti Bob Hasan yang disebut sebagai "Raja Hutan", dan begitu dekat dengan Soeharto, dan bahkan pernah diangkat menjadi menteri di era akhir kekuasaan Soeharto. Termasuk Liem Sieo Liong, yang di beri izin mengimport terigu, dan kemudian dibuat produk turunannya, seperti mie instan, yang akhirnya menjadi industri kartel, yang menguasai jaringan dari hulu sampai ke hilir.

Di zaman Soeharto, ada sekitara 200 orang konglomerat, mengelilingi Soeharto dan menjadi orang kepercayaan. Mereka sering dibawa oleh Soeharto ke peternakannya di Tapos, dan sambil ngerumpi bisnis. Soeharto tak begitu suka dengan pengusaha Muslim dan pribumi, dan lebih memilih pengusaha cina yang menjadi pilar kekuasaannya.

Mereka mendirikan bank-bank, dan menjamur, saat Menteri Keuangannya JB. Sumarlin (Katolik), serta memberikan kemudahan izin pendirian bank-bank. Menjelang akhir kekuasaan rezim Soeharto, bank-bank itu dihantam krisis, dan mereka menikmati berkah dari BLBI, yang jumlahnya 650 triliun.

Soeharto jatuh, mereka lari ke Singapura dengan membawa asset kekayaannya, dan ketika rezim berganti, mereka kembali ke Indonesia. Dengan membeli kembali asset, yang dulu dimiliki pemerintah, melalui dana BLBI yang dikucurkan oleh pemerintah.

Sungguh negeri ini, tak memberi berkah kepada kaum pribumi, sejak zaman Belanda sampa Reformasi. Justru para kaki tangan penjajah yang sekarang menikmati negeri ini. Sudah seharusnya orang-orang pribumi melakukan introspeksi diri terhadap keadaan yang ada di sekeliling mereka.Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, keluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Latest News
DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

Rabu, 02 Sep 2015 23:55

Contoh Cina dan AS, Azyumardi Azra Usulkan Pemerintah Blokir Situs Radikal

Contoh Cina dan AS, Azyumardi Azra Usulkan Pemerintah Blokir Situs Radikal

Rabu, 02 Sep 2015 23:35

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Rabu, 02 Sep 2015 22:37

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

Rabu, 02 Sep 2015 22:35

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Rabu, 02 Sep 2015 22:21

Indonesia Hadapi Krisis Ekonomi, DPR RI Tegaskan Tidak Butuh IMF

Indonesia Hadapi Krisis Ekonomi, DPR RI Tegaskan Tidak Butuh IMF

Rabu, 02 Sep 2015 21:35

AS Lancarkan Kampanye Drone Rahasia di Suriah

AS Lancarkan Kampanye Drone Rahasia di Suriah

Rabu, 02 Sep 2015 20:35

Pejabat Militer Barat: 50 Tentara Uni Afrika Tewas, 50 Hilang dalam Serangan Al-Shabaab di Janale

Pejabat Militer Barat: 50 Tentara Uni Afrika Tewas, 50 Hilang dalam Serangan Al-Shabaab di Janale

Rabu, 02 Sep 2015 20:00

Militer Nigeria Klaim Rebut Kembali Kota Kunci di Borno dari Boko Haram

Militer Nigeria Klaim Rebut Kembali Kota Kunci di Borno dari Boko Haram

Rabu, 02 Sep 2015 19:45

Mengapa PAN Masuk ke Kapal Oleng Nyaris Tenggelam?

Mengapa PAN Masuk ke Kapal Oleng Nyaris Tenggelam?

Rabu, 02 Sep 2015 17:50

Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso Dicopot Jokowi

Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso Dicopot Jokowi

Rabu, 02 Sep 2015 17:33

Mantan Kepala CIA David Petraeus : Al-Qaedah Bisa Digunakan Menghadapi ISIS?

Mantan Kepala CIA David Petraeus : Al-Qaedah Bisa Digunakan Menghadapi ISIS?

Rabu, 02 Sep 2015 16:28

Buruh Siap Mogok Nasional jika Pemerintah Tidak Berani Komitmen

Buruh Siap Mogok Nasional jika Pemerintah Tidak Berani Komitmen

Rabu, 02 Sep 2015 15:31

Bersedekahlah Sebelum Mati, Mayit Ingin Bersedekah Jika Bisa Hidup Kembali

Bersedekahlah Sebelum Mati, Mayit Ingin Bersedekah Jika Bisa Hidup Kembali

Rabu, 02 Sep 2015 15:00

Tak Ingin Dibodohi Pemerintah, Buruh Akan Siapkan Massa Lebih Besar

Tak Ingin Dibodohi Pemerintah, Buruh Akan Siapkan Massa Lebih Besar

Rabu, 02 Sep 2015 14:31

Indonesia di Bawah Jokowi Semakin Terpuruk; Revolusi Mental atau Resesi Total?

Indonesia di Bawah Jokowi Semakin Terpuruk; Revolusi Mental atau Resesi Total?

Rabu, 02 Sep 2015 13:00

Resensi The Lost of Java: Ketika Pulau Jawa Terancam Punah

Resensi The Lost of Java: Ketika Pulau Jawa Terancam Punah

Rabu, 02 Sep 2015 11:06

Aktivis Sosdem  Teten Masduki Menggantikan Luhut Binsar Panjaitan

Aktivis Sosdem Teten Masduki Menggantikan Luhut Binsar Panjaitan

Rabu, 02 Sep 2015 09:52

Rupiah Hancur Rp 14.141/IUSD, Janji Jokowi  Berkuasa Satu Dolar/Rp 10.000 Palsu

Rupiah Hancur Rp 14.141/IUSD, Janji Jokowi Berkuasa Satu Dolar/Rp 10.000 Palsu

Rabu, 02 Sep 2015 09:32

Astaghfirullah! Aparat Thailand Jual Muslimin Rohingya dengan Harga Per Orang 1000 - 4000 Dollar

Astaghfirullah! Aparat Thailand Jual Muslimin Rohingya dengan Harga Per Orang 1000 - 4000 Dollar

Rabu, 02 Sep 2015 07:18



Must Read!
X