Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
20.517 views

Amin Rais:Jokowi-Ahok Akan Menggilas Ekonomi Rakyat Kecil

Jakarta, (voa-islam.com) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Partai Amanah Nasional (PAN), tak begitu antusias dengan kemenangan Jokowi-Ahok. Amin merasa skeptis, sekalipun Jokowi-Ahok, dielu-elukan oleh media-media sekuler dan kristen, setinggi langit.

Bahkan, Harian Kompas di dalam berbagai tulisannya, di halaman depan, sesudah kemenangan Jokowi-Ahok, mengagungkan Jokowi-Ahok, yang diprediksikan akan membawa perubahan besar dalam kepemimpinan nasional. Sungguh sangat luar biasa, menempatkan posisi Walikota Solo itu, seakan manusia yang membawa berkah bagi masa depan Indonesia.

Menghadapi puja-puji media massa nasional itu, politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais secara tegas mengatakan terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apapun.
 
Malah sebaliknya, menurut Amin Rais, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil (rakyat jelata) di Jakarta pasti akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok. Ahok bukan sendirian, pasti banyak kepentingan pembisnis yang dibelakangnya.
 
“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat," tegas Amien kepada para wartawan di sela Rakerda DPD PAN,di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012) malam.
 
Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol. “Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” paparnya.
 
Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya,tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik, yang  efek dari perkawinan tersebut. “Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” ujarnya lagi.
 
Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa mengendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa. “Faktanya hampir 85 persen media massa berpihak kepada Jokowi. Foke tidak bisa merebut media massa, karena Foke tidak memiliki dana cukup untuk mengendalikan media massa," paparnya. 

Sudah dapat diprediksi para rakyat jelata yang menggantungkan nasibnya kepada Jokowi-Ahok, pasti akan "mlongo". Mereka hanya terperangah, melihat kenyataan yang mereka hadapi nantinya. Tidak mungkin sehebat apapun, pejabat semacam Ahok, memihak kepentingan rakyat jelata.

Kekuatan besar dibelakang Ahok, terutama kelompok bisnis dari kalangan pengusaha cina, pasti akan membangun dan menguasai seluruh sektor bisnis di Jakarta, yang menjadi pusat ekonomi nasional.

Jakarta yang menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, serta berbagai kepentingan, bertumpuk di Jakarta. Termasuk 85 persen perputaran uang Indonesia berpusat di Jakarta. Dengan menguasai Jakarta, maka sejatinya menguasai Indonesia.

Ini berarti jaringan ekonomi kelompok cina semakin dalam menguasai asset ekonomi nasional Indonesia. Mereka dengan dukungan kapital, dan kekuatan modal, para pengusaha cina perantauan (chinese oversease), maka kaum pribumi hanya akan menjadi kuli dan babu di daerah pecinan, seperti di Glodok, Pasar baru, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk.

Pengusaha cina bangkit di zaman Soeharto dengan diberi berbagai lisensi (izin), modal (kapital) dari bank-bank pemerintah, dan proteksi, kemudian menguasai mayoritas asset negeri ini. Pengusaha cina menjadi kaya-raya, umumnya mereka mendapatkan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Di mana mereka dapat menggunduli hutan, dan hanya mengganti dengan dana reboisasi, yang tak seberapa itu, dan sebagian dana reboisasi itu dikorup para pejabat.

Seperti Bob Hasan yang disebut sebagai "Raja Hutan", dan begitu dekat dengan Soeharto, dan bahkan pernah diangkat menjadi menteri di era akhir kekuasaan Soeharto. Termasuk Liem Sieo Liong, yang di beri izin mengimport terigu, dan kemudian dibuat produk turunannya, seperti mie instan, yang akhirnya menjadi industri kartel, yang menguasai jaringan dari hulu sampai ke hilir.

Di zaman Soeharto, ada sekitara 200 orang konglomerat, mengelilingi Soeharto dan menjadi orang kepercayaan. Mereka sering dibawa oleh Soeharto ke peternakannya di Tapos, dan sambil ngerumpi bisnis. Soeharto tak begitu suka dengan pengusaha Muslim dan pribumi, dan lebih memilih pengusaha cina yang menjadi pilar kekuasaannya.

Mereka mendirikan bank-bank, dan menjamur, saat Menteri Keuangannya JB. Sumarlin (Katolik), serta memberikan kemudahan izin pendirian bank-bank. Menjelang akhir kekuasaan rezim Soeharto, bank-bank itu dihantam krisis, dan mereka menikmati berkah dari BLBI, yang jumlahnya 650 triliun.

Soeharto jatuh, mereka lari ke Singapura dengan membawa asset kekayaannya, dan ketika rezim berganti, mereka kembali ke Indonesia. Dengan membeli kembali asset, yang dulu dimiliki pemerintah, melalui dana BLBI yang dikucurkan oleh pemerintah.

Sungguh negeri ini, tak memberi berkah kepada kaum pribumi, sejak zaman Belanda sampa Reformasi. Justru para kaki tangan penjajah yang sekarang menikmati negeri ini. Sudah seharusnya orang-orang pribumi melakukan introspeksi diri terhadap keadaan yang ada di sekeliling mereka.Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Sudah dua tahun balita Irgi Perdana menderita tumor mata. Untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, ia butuh uluran tangan kaum Muslimin...

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Latest News
Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Kamis, 11 Feb 2016 13:15

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

Kamis, 11 Feb 2016 13:09

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Kamis, 11 Feb 2016 11:59

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Kamis, 11 Feb 2016 11:23

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

Kamis, 11 Feb 2016 11:09

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award  2016

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award 2016

Kamis, 11 Feb 2016 10:52

Turing dan Matematika Penciptaan

Turing dan Matematika Penciptaan

Kamis, 11 Feb 2016 10:12

MUI Tarakan Surati Sekolah dan Masjid Larang Perayaan Hari Valentine

MUI Tarakan Surati Sekolah dan Masjid Larang Perayaan Hari Valentine

Kamis, 11 Feb 2016 09:58

BNPT: Ada Mantan Teroris yang Mengabdi ke Kita dan Pemerintah

BNPT: Ada Mantan Teroris yang Mengabdi ke Kita dan Pemerintah

Kamis, 11 Feb 2016 09:09

PM Turki Ahmet Davutoglu: PBB 'Bermuka Dua'

PM Turki Ahmet Davutoglu: PBB 'Bermuka Dua'

Kamis, 11 Feb 2016 08:30

Melanggar Hukum, Ahmadiyah Tetap Diberikan Tempat di Indonesia

Melanggar Hukum, Ahmadiyah Tetap Diberikan Tempat di Indonesia

Kamis, 11 Feb 2016 07:09

Coba Tanya ke Pendukung, Apakah Anak & Keluarga Mereka Rela Mengidap LGBT?

Coba Tanya ke Pendukung, Apakah Anak & Keluarga Mereka Rela Mengidap LGBT?

Rabu, 10 Feb 2016 23:47

KPK Itu Lakukan Koordinasi dengan Polisi & Kejaksaan, Bukan justru Berkawan!

KPK Itu Lakukan Koordinasi dengan Polisi & Kejaksaan, Bukan justru Berkawan!

Rabu, 10 Feb 2016 21:47

Rakyat Buta Info Reklamasi yang Ingin Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

Rakyat Buta Info Reklamasi yang Ingin Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 10 Feb 2016 19:47

FBI 'Pusing' Masih Juga Belum Berhasil Buka Ponsel Milik Pelaku Penembakan San Benardino

FBI 'Pusing' Masih Juga Belum Berhasil Buka Ponsel Milik Pelaku Penembakan San Benardino

Rabu, 10 Feb 2016 19:15

Aqiqah Anak yang Lahir Sudah Meninggal

Aqiqah Anak yang Lahir Sudah Meninggal

Rabu, 10 Feb 2016 17:52

Pemprov DKI Jakarta Tidak Transparan dalam Reklamasi Pulau G

Pemprov DKI Jakarta Tidak Transparan dalam Reklamasi Pulau G

Rabu, 10 Feb 2016 17:47

Sri Bintang Pamungkas: Dasar Cina! Mereka Melakukan Mark Up Kereta Cepat

Sri Bintang Pamungkas: Dasar Cina! Mereka Melakukan Mark Up Kereta Cepat

Rabu, 10 Feb 2016 15:47

Belajar Kegagalan Cinta dari Sang Pejuang Sayyid Quthb

Belajar Kegagalan Cinta dari Sang Pejuang Sayyid Quthb

Rabu, 10 Feb 2016 13:56

Kasus Novel Baswedan Ada Kepentingan Penguasa?

Kasus Novel Baswedan Ada Kepentingan Penguasa?

Rabu, 10 Feb 2016 13:47



Must Read!
X