Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
18.981 views

Amin Rais:Jokowi-Ahok Akan Menggilas Ekonomi Rakyat Kecil

Jakarta, (voa-islam.com) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Partai Amanah Nasional (PAN), tak begitu antusias dengan kemenangan Jokowi-Ahok. Amin merasa skeptis, sekalipun Jokowi-Ahok, dielu-elukan oleh media-media sekuler dan kristen, setinggi langit.

Bahkan, Harian Kompas di dalam berbagai tulisannya, di halaman depan, sesudah kemenangan Jokowi-Ahok, mengagungkan Jokowi-Ahok, yang diprediksikan akan membawa perubahan besar dalam kepemimpinan nasional. Sungguh sangat luar biasa, menempatkan posisi Walikota Solo itu, seakan manusia yang membawa berkah bagi masa depan Indonesia.

Menghadapi puja-puji media massa nasional itu, politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais secara tegas mengatakan terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apapun.
 
Malah sebaliknya, menurut Amin Rais, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil (rakyat jelata) di Jakarta pasti akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok. Ahok bukan sendirian, pasti banyak kepentingan pembisnis yang dibelakangnya.
 
“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat," tegas Amien kepada para wartawan di sela Rakerda DPD PAN,di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012) malam.
 
Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol. “Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” paparnya.
 
Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya,tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik, yang  efek dari perkawinan tersebut. “Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” ujarnya lagi.
 
Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa mengendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa. “Faktanya hampir 85 persen media massa berpihak kepada Jokowi. Foke tidak bisa merebut media massa, karena Foke tidak memiliki dana cukup untuk mengendalikan media massa," paparnya. 

Sudah dapat diprediksi para rakyat jelata yang menggantungkan nasibnya kepada Jokowi-Ahok, pasti akan "mlongo". Mereka hanya terperangah, melihat kenyataan yang mereka hadapi nantinya. Tidak mungkin sehebat apapun, pejabat semacam Ahok, memihak kepentingan rakyat jelata.

Kekuatan besar dibelakang Ahok, terutama kelompok bisnis dari kalangan pengusaha cina, pasti akan membangun dan menguasai seluruh sektor bisnis di Jakarta, yang menjadi pusat ekonomi nasional.

Jakarta yang menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, serta berbagai kepentingan, bertumpuk di Jakarta. Termasuk 85 persen perputaran uang Indonesia berpusat di Jakarta. Dengan menguasai Jakarta, maka sejatinya menguasai Indonesia.

Ini berarti jaringan ekonomi kelompok cina semakin dalam menguasai asset ekonomi nasional Indonesia. Mereka dengan dukungan kapital, dan kekuatan modal, para pengusaha cina perantauan (chinese oversease), maka kaum pribumi hanya akan menjadi kuli dan babu di daerah pecinan, seperti di Glodok, Pasar baru, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk.

Pengusaha cina bangkit di zaman Soeharto dengan diberi berbagai lisensi (izin), modal (kapital) dari bank-bank pemerintah, dan proteksi, kemudian menguasai mayoritas asset negeri ini. Pengusaha cina menjadi kaya-raya, umumnya mereka mendapatkan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Di mana mereka dapat menggunduli hutan, dan hanya mengganti dengan dana reboisasi, yang tak seberapa itu, dan sebagian dana reboisasi itu dikorup para pejabat.

Seperti Bob Hasan yang disebut sebagai "Raja Hutan", dan begitu dekat dengan Soeharto, dan bahkan pernah diangkat menjadi menteri di era akhir kekuasaan Soeharto. Termasuk Liem Sieo Liong, yang di beri izin mengimport terigu, dan kemudian dibuat produk turunannya, seperti mie instan, yang akhirnya menjadi industri kartel, yang menguasai jaringan dari hulu sampai ke hilir.

Di zaman Soeharto, ada sekitara 200 orang konglomerat, mengelilingi Soeharto dan menjadi orang kepercayaan. Mereka sering dibawa oleh Soeharto ke peternakannya di Tapos, dan sambil ngerumpi bisnis. Soeharto tak begitu suka dengan pengusaha Muslim dan pribumi, dan lebih memilih pengusaha cina yang menjadi pilar kekuasaannya.

Mereka mendirikan bank-bank, dan menjamur, saat Menteri Keuangannya JB. Sumarlin (Katolik), serta memberikan kemudahan izin pendirian bank-bank. Menjelang akhir kekuasaan rezim Soeharto, bank-bank itu dihantam krisis, dan mereka menikmati berkah dari BLBI, yang jumlahnya 650 triliun.

Soeharto jatuh, mereka lari ke Singapura dengan membawa asset kekayaannya, dan ketika rezim berganti, mereka kembali ke Indonesia. Dengan membeli kembali asset, yang dulu dimiliki pemerintah, melalui dana BLBI yang dikucurkan oleh pemerintah.

Sungguh negeri ini, tak memberi berkah kepada kaum pribumi, sejak zaman Belanda sampa Reformasi. Justru para kaki tangan penjajah yang sekarang menikmati negeri ini. Sudah seharusnya orang-orang pribumi melakukan introspeksi diri terhadap keadaan yang ada di sekeliling mereka.Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X