Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.802 views

Presiden SBY Akan Mengeluarkan Inpres Penegakkan Keamanan

Jakarta (voa-islam.com) Di tengah-tengah keresahan yang luas, dikalangan umat Islam, akibat tindakan Densus 88, yang melakukan tindakan repressif terhadap para terduga teroris, dan telah banyak aktivis Islam, tewas akibat ditembak Densus 88, justeru sekarang Presiden SBY akan mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden0, yang akan dikeluarkan di akhir Januari nanti.

Desakan dari kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan opini media massa, terutama media  kristen dan sekuler, yang terus menerus mendesak pemerintah, agar bertindak tegas terhadap para perusuh, terutama terhadap aksi-aksi yang diberi lebel melakukan kekerasan, diantara terhadap kelompok Ahmadiyah,  dan lainnya. Sampai masalah ini masuk ke HAM PBB, dan Indonesia dianggap tidak mampu melindungi kelompok minoritas.

Tak kurang Dewan Gereja Indonesia (DGI) dan MAWI (Majelis Wali Gereja Indonesia), yang menjadi representasi dari kelompok kristen/katolik ini, melaporkan distuasi di Indonesia ke pusat. Karena itu, kemudian keluar berbagai resolusi, bahkan sampai kepada HAM PBB, yang menuduh Indonesia tidak dapat melindungi kelompok minoritas.

Menanggapi desakan dari kalangan LSM, DGI, dan MAWI itu, kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta aparat keamanan agar tidak ragu-ragu dalam menegakkan dan memelihara keamanan sampai pada tingkat yang paling depan, dengan segala resiko untuk rakyat banyak.

“Kepolisian, Komando Teritorial, Inteljen di daerah ditugaskan untuk itu dengan segala resikonya. Pastikan di seluruh Indonesia menjalankan apa yang kita harapkan ini,” tegas Presiden SBY saat memimpin sidang kabinet terbatas bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), di ruang Garuda, Istana Bogor, Jabar, Senin (7/1) pagi.

Presiden yang didampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengemukakan, pada tahun 2012 lalu, masyarakat luas  merasa tidak puas dengan penanganan masalah hukum dan keamanan.

Ia menegaskan, kalau penegakan hukum itu tidak sepenuhnya  di tangan pemerintah, pemberantasan korupsi misalnya ada wilayah lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  ataupun pengadilan, meskipun Kepolisian dan Kejaksaan ikut berperan untuk melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Namun kalau masalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau lebih luas lagi pemeliharaan keamanan dalam negeri (internal security), tegas Presiden, Pemerintah  memiliki peran yang sangat sentral melalui Kepolisian, TNI, utamanya komando teritorial TNI, Intelijen, dam jajaran pemerintah daerah.  “Pendek kata, ini berkaitan dengan peran, fungsi, tugas pokok kita,” sebut SBY.

Diakui Kepala Negara, sebagaimana evaluasi di jajaran Polhukam, memang benar di banyak daerah ada eskalasi dari gangguan keamanan, apakah aksi kekerasan, konflik komunal dan juga benturan horizontal. Namun Kepala Negara menyesalkan, masih adanya kesan masyarakat bahwa negara termasuk jajaran keamanan melakukan pembiaran.

“Apa yang berkali-kali saya sampaikan, masih ada kesan dari masyarakat bahwa negara melakukan pembiaran. Masih ada penilaian dari masyarakat luas, ada keterlambatan dan ketidaktuntasan dalam menyelesaikan gangguan keamanan termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Kepala Negara.

Selanjutnya, Presiden meminta agar pada tahun 2013 ini lembaga-lembaga terkait, utamanya jajaran pemerintah harus melaksanakan upaya yang jauh lebih efektif, upaya yang sungguh-sungguh agar keadaan dalam negeri kita, utamanya dari sisi keamanan menjadi lebh baik.

Menurut Presiden SBY, pada 28 Januari ini, ia akan mengeluarkan instruksi berkaitan dengan apa yang dibahas dalam sidang kabinet terbatas bidang Polhukam itu. “Ini menjadi Instruksi Presiden, dan saya inginkan itu dijalankan sepanjang tahun 2013 ini di seluruh wilayah Indonesia,” ucap SBY.

Dalam Inpres tersebut akan ditetapkan sasaran, ukuran keberhasilan, dan juga siapa bertanggung jawab tentang apa dan siapa bertugas tentang apa. Dengan demikian tanggung jawab menjadi jelas. “Mari kita persiapkan dengan baik, dan melaksanakan dengan baik pula Inpres tersebut,” ajak Kepala Negara.

“Sudah saatnya kita berlakukan reward dan punishment. Bagi yang berprestasi baik kita berikan poenghargaan, bagi yg lalai dan tidak berkinerja baik saudara jangan segan-segan memberikan sanksi,” pinta Presiden SBY sembari menyebutkan, hanya dengan itu sesuatu yang sangat diinginkan masyarakat, rasa aman, rasa tentram dan kehidupan yang tertib dapat terpenuhi.

Hadir dalam Sidang Kabinet Terbatas bidang Polhukam itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menkumham Amir Syamsuddin, Memkominfo Tifatul Sembiring, Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Rencananya, pada akhir Januari 2013 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) yang berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dalam negeri.  Menurutnya, inpres ini penting terlebih lagi sektor keamanan dan keadaan sosial pada 2012 dinilainya kurang menggembirakan.

“Pada 28 Januari ini saya akan mengeluarkan instruksi berkaitan dengan apa yang kita bahas ini (bidang politik, hukum, dan keamanan) menjadi Inpres dan saya ingin untuk dijalankan sepanjang 2013 di seluruh wilayah Indonesia. Kita persiapkan dengan baik dan kita laksanakan dengan baik pula,” katanya di Istana Bogor, Senin (7/1).

Presiden SBY mengatakan untuk Inpres tersebut akan ditetapkan sasaran dan ukuran keberhasilannya. Termasuk pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan. “Dengan demikian, tanggung jawab menjadi jelas.”

Menurutnya, selama 2012, keamanan dan ketertiban masih menjadi sorotan publik. Ia menilai masih banyak eskalasi dari gangguan keamanan, aksi kekerasan, konflik komunal, hingga benturan horizontal.

Masyarakat juga sering beranggapan negara melakukan pembiaran, keterlambatan penanganan, dan ketidaktuntasan dalam menyelesaikan gangguan keamanan.  “Saya sungguh ingin jajaran pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab mengelola keadaan sosial hukum dan keamanan menjalankan tugasnya dengan benar, efektif dan berhasil,” kata Presiden.

Sangat dikawatirkan dengan adanya Inpres (Instruksi Presiden) negara akan terseret ke dalam tindakan yang eksessif (berlebihan) terutama dalam penanganan masalah keamanan, yang akan berdampak terhadap pelanggaran HAM, seperti sekarang yang sudah dijalankan oleh Densus 88. Di mana nyawa orang dengan sangat mudah dihilangkan, hanya karena terduga teroris. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Sabtu, 18 Nov 2017 16:39

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Sabtu, 18 Nov 2017 16:28

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Sabtu, 18 Nov 2017 16:25

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

Sabtu, 18 Nov 2017 16:12

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:42

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Sabtu, 18 Nov 2017 10:41

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:11

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Sabtu, 18 Nov 2017 09:33

Keadilan yang Hilang

Keadilan yang Hilang

Sabtu, 18 Nov 2017 08:14

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Sabtu, 18 Nov 2017 08:11

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Jum'at, 17 Nov 2017 21:00

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Jum'at, 17 Nov 2017 20:30

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Jum'at, 17 Nov 2017 20:17

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Jum'at, 17 Nov 2017 20:13

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

Jum'at, 17 Nov 2017 19:24

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Jum'at, 17 Nov 2017 18:54

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Jum'at, 17 Nov 2017 18:13

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Jum'at, 17 Nov 2017 16:13

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Jum'at, 17 Nov 2017 15:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X