Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.983 views

Presiden SBY Akan Mengeluarkan Inpres Penegakkan Keamanan

Jakarta (voa-islam.com) Di tengah-tengah keresahan yang luas, dikalangan umat Islam, akibat tindakan Densus 88, yang melakukan tindakan repressif terhadap para terduga teroris, dan telah banyak aktivis Islam, tewas akibat ditembak Densus 88, justeru sekarang Presiden SBY akan mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden0, yang akan dikeluarkan di akhir Januari nanti.

Desakan dari kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan opini media massa, terutama media  kristen dan sekuler, yang terus menerus mendesak pemerintah, agar bertindak tegas terhadap para perusuh, terutama terhadap aksi-aksi yang diberi lebel melakukan kekerasan, diantara terhadap kelompok Ahmadiyah,  dan lainnya. Sampai masalah ini masuk ke HAM PBB, dan Indonesia dianggap tidak mampu melindungi kelompok minoritas.

Tak kurang Dewan Gereja Indonesia (DGI) dan MAWI (Majelis Wali Gereja Indonesia), yang menjadi representasi dari kelompok kristen/katolik ini, melaporkan distuasi di Indonesia ke pusat. Karena itu, kemudian keluar berbagai resolusi, bahkan sampai kepada HAM PBB, yang menuduh Indonesia tidak dapat melindungi kelompok minoritas.

Menanggapi desakan dari kalangan LSM, DGI, dan MAWI itu, kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta aparat keamanan agar tidak ragu-ragu dalam menegakkan dan memelihara keamanan sampai pada tingkat yang paling depan, dengan segala resiko untuk rakyat banyak.

“Kepolisian, Komando Teritorial, Inteljen di daerah ditugaskan untuk itu dengan segala resikonya. Pastikan di seluruh Indonesia menjalankan apa yang kita harapkan ini,” tegas Presiden SBY saat memimpin sidang kabinet terbatas bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), di ruang Garuda, Istana Bogor, Jabar, Senin (7/1) pagi.

Presiden yang didampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengemukakan, pada tahun 2012 lalu, masyarakat luas  merasa tidak puas dengan penanganan masalah hukum dan keamanan.

Ia menegaskan, kalau penegakan hukum itu tidak sepenuhnya  di tangan pemerintah, pemberantasan korupsi misalnya ada wilayah lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  ataupun pengadilan, meskipun Kepolisian dan Kejaksaan ikut berperan untuk melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Namun kalau masalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau lebih luas lagi pemeliharaan keamanan dalam negeri (internal security), tegas Presiden, Pemerintah  memiliki peran yang sangat sentral melalui Kepolisian, TNI, utamanya komando teritorial TNI, Intelijen, dam jajaran pemerintah daerah.  “Pendek kata, ini berkaitan dengan peran, fungsi, tugas pokok kita,” sebut SBY.

Diakui Kepala Negara, sebagaimana evaluasi di jajaran Polhukam, memang benar di banyak daerah ada eskalasi dari gangguan keamanan, apakah aksi kekerasan, konflik komunal dan juga benturan horizontal. Namun Kepala Negara menyesalkan, masih adanya kesan masyarakat bahwa negara termasuk jajaran keamanan melakukan pembiaran.

“Apa yang berkali-kali saya sampaikan, masih ada kesan dari masyarakat bahwa negara melakukan pembiaran. Masih ada penilaian dari masyarakat luas, ada keterlambatan dan ketidaktuntasan dalam menyelesaikan gangguan keamanan termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Kepala Negara.

Selanjutnya, Presiden meminta agar pada tahun 2013 ini lembaga-lembaga terkait, utamanya jajaran pemerintah harus melaksanakan upaya yang jauh lebih efektif, upaya yang sungguh-sungguh agar keadaan dalam negeri kita, utamanya dari sisi keamanan menjadi lebh baik.

Menurut Presiden SBY, pada 28 Januari ini, ia akan mengeluarkan instruksi berkaitan dengan apa yang dibahas dalam sidang kabinet terbatas bidang Polhukam itu. “Ini menjadi Instruksi Presiden, dan saya inginkan itu dijalankan sepanjang tahun 2013 ini di seluruh wilayah Indonesia,” ucap SBY.

Dalam Inpres tersebut akan ditetapkan sasaran, ukuran keberhasilan, dan juga siapa bertanggung jawab tentang apa dan siapa bertugas tentang apa. Dengan demikian tanggung jawab menjadi jelas. “Mari kita persiapkan dengan baik, dan melaksanakan dengan baik pula Inpres tersebut,” ajak Kepala Negara.

“Sudah saatnya kita berlakukan reward dan punishment. Bagi yang berprestasi baik kita berikan poenghargaan, bagi yg lalai dan tidak berkinerja baik saudara jangan segan-segan memberikan sanksi,” pinta Presiden SBY sembari menyebutkan, hanya dengan itu sesuatu yang sangat diinginkan masyarakat, rasa aman, rasa tentram dan kehidupan yang tertib dapat terpenuhi.

Hadir dalam Sidang Kabinet Terbatas bidang Polhukam itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menkumham Amir Syamsuddin, Memkominfo Tifatul Sembiring, Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Rencananya, pada akhir Januari 2013 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) yang berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dalam negeri.  Menurutnya, inpres ini penting terlebih lagi sektor keamanan dan keadaan sosial pada 2012 dinilainya kurang menggembirakan.

“Pada 28 Januari ini saya akan mengeluarkan instruksi berkaitan dengan apa yang kita bahas ini (bidang politik, hukum, dan keamanan) menjadi Inpres dan saya ingin untuk dijalankan sepanjang 2013 di seluruh wilayah Indonesia. Kita persiapkan dengan baik dan kita laksanakan dengan baik pula,” katanya di Istana Bogor, Senin (7/1).

Presiden SBY mengatakan untuk Inpres tersebut akan ditetapkan sasaran dan ukuran keberhasilannya. Termasuk pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan. “Dengan demikian, tanggung jawab menjadi jelas.”

Menurutnya, selama 2012, keamanan dan ketertiban masih menjadi sorotan publik. Ia menilai masih banyak eskalasi dari gangguan keamanan, aksi kekerasan, konflik komunal, hingga benturan horizontal.

Masyarakat juga sering beranggapan negara melakukan pembiaran, keterlambatan penanganan, dan ketidaktuntasan dalam menyelesaikan gangguan keamanan.  “Saya sungguh ingin jajaran pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab mengelola keadaan sosial hukum dan keamanan menjalankan tugasnya dengan benar, efektif dan berhasil,” kata Presiden.

Sangat dikawatirkan dengan adanya Inpres (Instruksi Presiden) negara akan terseret ke dalam tindakan yang eksessif (berlebihan) terutama dalam penanganan masalah keamanan, yang akan berdampak terhadap pelanggaran HAM, seperti sekarang yang sudah dijalankan oleh Densus 88. Di mana nyawa orang dengan sangat mudah dihilangkan, hanya karena terduga teroris. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Ironi dan Menyedihkan Generasi Muda

Ironi dan Menyedihkan Generasi Muda

Ahad, 21 Jan 2018 23:27

[VIDEO] Limbah PT RUM Berbahaya, Ribuan Warga Sukoharjo Protes ke DPRD

[VIDEO] Limbah PT RUM Berbahaya, Ribuan Warga Sukoharjo Protes ke DPRD

Ahad, 21 Jan 2018 22:47

Terkait Ketum PP Muhammadiyah, Fahri Hamzah Harap Polri Tidak seperti KPK

Terkait Ketum PP Muhammadiyah, Fahri Hamzah Harap Polri Tidak seperti KPK

Ahad, 21 Jan 2018 22:37

Berbagai Upaya Barat dalam Membendung Kebangkitan Islam

Berbagai Upaya Barat dalam Membendung Kebangkitan Islam

Ahad, 21 Jan 2018 22:35

Umat Muslim yang Tengah Berumroh Doakan Kesuksesan Turki Bebaskan Afrin dari Komunis Kurdi

Umat Muslim yang Tengah Berumroh Doakan Kesuksesan Turki Bebaskan Afrin dari Komunis Kurdi

Ahad, 21 Jan 2018 22:23

[VIDEO] Bangun Masjid Pakai Uang Hasil Korupsi

[VIDEO] Bangun Masjid Pakai Uang Hasil Korupsi

Ahad, 21 Jan 2018 22:18

Dewan Dakwah Serukan Perang Lawan Buta Qur'an

Dewan Dakwah Serukan Perang Lawan Buta Qur'an

Ahad, 21 Jan 2018 22:02

Libur dan Bancakan Anggaran Akhir Tahun Pejabat

Libur dan Bancakan Anggaran Akhir Tahun Pejabat

Ahad, 21 Jan 2018 21:42

Fahri Hamzah Pertanyakan Motif Pemanggilan Ketum PP Muhammadiyah oleh Polri

Fahri Hamzah Pertanyakan Motif Pemanggilan Ketum PP Muhammadiyah oleh Polri

Ahad, 21 Jan 2018 21:37

Sibuk Dalam Ketaatan, Meraih Kemenangan

Sibuk Dalam Ketaatan, Meraih Kemenangan

Ahad, 21 Jan 2018 19:39

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Ahad, 21 Jan 2018 18:26

Tunisia Klaim Bunuh Pembantu Utama Pemimpin Al-Qaidah di Maghreb Islam

Tunisia Klaim Bunuh Pembantu Utama Pemimpin Al-Qaidah di Maghreb Islam

Ahad, 21 Jan 2018 17:35

Mewaspadai Kebangkitan Kaum Sodom

Mewaspadai Kebangkitan Kaum Sodom

Ahad, 21 Jan 2018 17:30

Tingkatkan Kapasitas Kemampuan Pemuda, KAMMI Al-Fattih Gelar Dauroh Bahasa Arab

Tingkatkan Kapasitas Kemampuan Pemuda, KAMMI Al-Fattih Gelar Dauroh Bahasa Arab

Ahad, 21 Jan 2018 17:22

LGBT Bukan Fitrah, Tapi Penyimpangan Perilaku

LGBT Bukan Fitrah, Tapi Penyimpangan Perilaku

Ahad, 21 Jan 2018 16:08

HTS Bantah Pangkalan Udara Abu Duhur Jatuh ke Tangan Rezim Assad

HTS Bantah Pangkalan Udara Abu Duhur Jatuh ke Tangan Rezim Assad

Ahad, 21 Jan 2018 14:45

Puluhan Ponpes Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Puluhan Ponpes Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Ahad, 21 Jan 2018 10:57

Dewan Dakwah Perkuat Program Dakwah Hadapi Tahun Politik

Dewan Dakwah Perkuat Program Dakwah Hadapi Tahun Politik

Ahad, 21 Jan 2018 09:11

(Video) Ustadz Zulkifli: Intel yang Ikuti Saya Mudah-mudahan Dapat Hidayah

(Video) Ustadz Zulkifli: Intel yang Ikuti Saya Mudah-mudahan Dapat Hidayah

Ahad, 21 Jan 2018 08:20

Horor Mengintai Buah Hati dan Generasi

Horor Mengintai Buah Hati dan Generasi

Sabtu, 20 Jan 2018 23:08


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X