Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.048 views

Seratus Hari Pemerintahan Jokowi Harapan Rakyat Pupus

Jakarta (voa-islam.com) Rakyat yang memilih Jokowi hidungnya sudah mekar, kembang-kempis. Optimis. Menjadi lebih baik hidup mereka.

Rakyat yang terlunta-lunta di kolong-kolong jembatan, pinggiran rel kereta,  dibantaran kali, emper-emper toko, penghuni  gubuk-gubuk reot, kuli, pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan para pengangguran, semua sudah berharap berubah nasibnya bersama dengan  Jokowi.

Para pengusaha keturunan Cina yang sudah mengangkangi kota Jakarta, dan mereka sudah bersuka cita atas kemenangan Ahok. Para pengusaha dan taipan keturunan Cina itu, sudah merasa membantu Ahok. Saatnya akan menikmati buahnya. Bersama dengan Ahok. Terbayang sudah hari-hari mendatang akan lebih menikmati kemujuran bisnis. Kemujuran dan kemakmuran bersama dengan Ahok. Kekayaan mereka akan bertambah bertumpuk-tumpuk. Terbayang dimata mereka.

Dua pendatang baru di ibu kota Jakarta ini, Jokowi dan Ahok, yang hanya bermodalkan berita dan  opini media massa dari  kalangan kristen dan sekuler, keduanya berubah menjadi tokoh yang sangat "ajaib", seakan turun dari langit, yang memang membawa misi mengubah Jakarta.

Jokowi dan Ahok, seakan oleh media kristen dan sekuler itu, keduanya akan membawa kemuliaan hidup, membawa keberkahan  hidup, membawa kesejahteraan hidup, membawa kebahagiaan hidup, dan segalanya ditumpahkan harapan mereka kepada Jokowi dan Ahok.

Media massa menyihir rakyat dari berbagai lapisan, dan mereka menjadi sangat terpesona, kagum, dan tak habis-habisnya mensyukuri datangnya Jokowi dan Ahok. Mereka yang  hidupnya sudah sumpek, seperti mendapatkan jendela lebar, dan derasnya angin perubahan yang bakal merubah seluruh  nasib dan kehidupan mereka.

Rakyat benar-benar terhipnotis oleh media massa kristen dan sekuler yang mempunyai "hiden" (agenda tersembunyi), dan membuat tokoh jadian-jadian itu, Jokowi dan Ahok, langsung sontak seperti meteor di malam hari. Rakyat yang berbondong-bondong ke kotak suara menjatuhkan pilihannya kepada pendatang baru itu, Jokowi dan Ahok.

Kemudian, Jokowi dan Ahok, yang tak pernah dikenal oleh masyarakat Jakarta, mendapatkan suara 56 persen suara. 

Sejatinya, yang memilih Jokowi dan Ahok itu, tidak banyak-banyak amat, karena suara Golput di DKI, 40 persen, dan Foke masih mendapatkan suara 47 persen.

Jadi yang memilih Jokowi dan Ahok, itu hanyalah mereka  yang menjadi korban opini dan pemberitaan media kristen dan sekuler, dan memang media itu ingin menjadikan kota Jakarta ini sebagai kota antah-berantah. Kehidupan sekuler, tanpa agama, dan menjauhkan rakyat dari Islam.

Bagaimana rakyat di Jakarta menjadi kumpulan manusia "la diniyah" (tanpa agama), yang bisa melampiaskan segala hawa nafsunya. Seperti binatang. Pergi pagi pulang malam. Sekadar mengejar uang yang tidak seberapa.

Hidup dengan segala konsekwensinya, yang penuh dengan kemaksiatan dan penyimpangan yang tanpa batas. Laki perempuan di kantor di DKI ini, tanpa ada batas, dan bahkan banyak terjadi permesuman diantara mereka.

Inilah  hakekatnya tujuannya media kristen dan sekuler yang sangat antusias ingin menjadikan Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur DKI. Sesudah itu rakyat yang lemah itu, akhirnya diperbudak oleh para "bos" yang memiliki kuasa dan menguasai uang di Jakarta.

Tenaga mereka diperas habis dari pagi sampai larut malam, saban  hari, tanpa ada jeda. Tak ada waktu mereka memikirkan agama. Pokoknya, ritme hidup di Jakarta yang ada hanyalah : uang-uang dan uang. Mengejar uang recehan. Sementara itu, para "bos" yang terus menumpuk keuntungan dan kemakmuran, serta hidup dengan uang dan harta berlimpah.

Tetapi, siapakah Jokowi dan Ahok, dan apakah memang manusia yang sangat super, dan memiliki kehebatan yang luar biasa? Sekarang 100 hari pemerintahan yang media kristen dan sekuler, dan sudah berancang-ancang akan membuat surprise bagi rakyat Jakarta, tentang kisah "sucsess story" (kisah sukses) Jokowi dan Ahok.

Media kristen dan sekuler sengaja menggelembungkan Jokowi dan Ahok mulai dari perayaan tahun baru 2013 masehi, perayaan yang begitu  yang sangat dahsyat. Di mana dipusatkan di Bunderan HI (Hotel Indonesia), Jalan Thamrin, Sudirman, Monas, dan Ancol. Ratusan ribu rakyat Jakarta yang sudah kesengsem dengan Jokowi dan Ahok hiruk pikuk semalam suntuk.

Jokowi dan Ahok akan menjadi pahlawan baru di DKI. 100 hari Jokowi dan Ahok, selanjutnya akan menjadi hari bersejarah, dan membawa perubahan, perbaikan dan masa depan yang sangat membahagiakan rakyat.

Kenyataanya,  Allah Rabbul Alamin Maha Berkehendak, membuat rencana lain, sejak hari Selasa 15  Januari sampai Kamis 17 Januari, hujan berturut-turut, mengguyur di Jakarta. Tanpa  henti. Awan menggumpal tebal di atas langit Jakarta. Padahal, di Jawa Timur, Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, tak seberapa huja jatuh.

Jakarta yang sudah larut dalam gegap-gempita pesta tahun baru, yang penuh dengan hingar bingar, dan akan menjadi "starting point" (titik tolak) Jokowi dan Ahok, tenggelam bersama dengan banjir di seluruh kawasan Jakarta. Seperti cerita film : Bernafas Dalam Lumpur. Sedih. Semuanya luluh lantak. Memperbaikinya kembali tidak cukup dengan satu dekade.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi menegaskan, banjir yang terjadi selama sepekan di Ibu Kota telah menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 triliun. Apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, kerugian yang dialami kota ini akan semakin besar.

Perdagangan Harco Glodok, Lindeteves, Pasar Pagi, Pancoran, Perniagaan, hingga sentra garmen Tambora di Jakarta Barat, yang selama ini dikenal sebagai mesin uang Jakarta, hancur. Total omzet bisnis di kawasan ini bisa mencapai triliunan rupiah, semuanya hancur akibat banjir.

"Di Harco Glodok saja ada sekitar 100 pedagang dengan perputaran uang setiap hari rata-rata mencapai Rp 400 juta per orang. Jadi, bisa dihitung berapa kehilangan omzet para pedagang di sini," kata pedagang grosir besar, Afand, Selasa (22/1/2013).

Sementara itu, pengusaha garmen berbahan kaus di Tambora, Yupiter, mengatakan, selama empat hari, usahanya rugi Rp 50 juta. "Di Tambora ada sekitar 300 usaha garmen yang skalanya sama dengan skala usaha saya. Jadi selama empat hari, total kerugian ke-300 pengusaha itu selama empat hari tidak beroperasi, mencapai Rp 15 miliar," tutur Yupiter. 

Tutum Rahanta, Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan, tutupnya kawasan grosir di Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya memang menyebabkan mandeknya aktivitas ekonomi di kawasan itu.

Tutum tak menutup kemungkinan ada sebagian masyarakat yang sehari-harinya menggantungkan hidupnya di kawasan itu dan langsung merasakan negatif dampak banjir.

"Dari keseluruhan aktivitas perekonomian di kawasan Glodok, Mangga Dua, dan sekitarnya, mungkin lebih sekitar 20 persennya yang terdampak langsung. Mereka yang terkena dampak langsung itu antara lain penjual nasi dan makanan, tukang parkir, dan kuli angkut. Mereka langsung tidak dapat penghasilan untuk kehidupan sehari-hari," katanya. Mereka ini yang sudah larut dengan Jokowi dan  Ahok.

"Ini lingkaran setan. Begitu banyak uang dipakai untuk penanganan banjir yang terus berulang, tanpa ada lompatan penyelesaian yang signifikan," katanya. 

Bencana banjir telah berdampak terhadap perekonomian warga. Itu terpantau pada transaksi gadai di kantor pegadaian yang melonjak hampir dua kali lipat. Kondisi itu diperberat lagi dengan kenaikan harga sejumlah bahan makanan yang cukup tinggi.

Pegadaian Cabang Jatinegara, contohnya, setelah banjir surut, transaksi gadai di kantor itu langsung melonjak jadi Rp 500 juta hari Senin. Padahal, selama banjir, transaksi gadai sempat anjlok menjadi Rp 50 juta per hari dari rata-rata Rp 300 juta per hari. 

Pemimpin Pegadaian Cabang Jatinegara, Henrianto, mengatakan, selama banjir mengepung sejumlah kawasan Jakarta Timur, transaksi gadai di Pegadaian Cabang Jatinegara dan 9 kantor unit yang ada di bawahnya anjlok semua. "Baru pada Senin, setelah banjir surut, transaksi gadai langsung jadi Rp 500 juta," katanya, Selasa.

Jokowi dan Ahok yang diharapkan membawa berkah dan kesejahteraan, justeru yang didapat rakyat bencana, musibah, dan azab. Tokoh "ajaib" yang merupakan jadian-jadian media kristen dan sekuler ini, betapapun hebatnya opini, akhirnya hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat.

Seperti umumnya pejabat dan pemimpin Indonesia masa kini. Hanya membawa kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Erfogan Bersumpah Turki Tidak Akan Mundur dari Operasi Afrin

Erfogan Bersumpah Turki Tidak Akan Mundur dari Operasi Afrin

Selasa, 23 Jan 2018 07:44

[VIDEO] Duta Besar Arab Saudi Blusukan ke Lokasi Pembangunan Masjid Bentuk Ka'bah di Bekasi

[VIDEO] Duta Besar Arab Saudi Blusukan ke Lokasi Pembangunan Masjid Bentuk Ka'bah di Bekasi

Selasa, 23 Jan 2018 07:10

Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Senin, 22 Jan 2018 22:41

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Senin, 22 Jan 2018 22:37

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Senin, 22 Jan 2018 22:33

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Senin, 22 Jan 2018 22:25

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Senin, 22 Jan 2018 21:44

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Senin, 22 Jan 2018 21:40

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Senin, 22 Jan 2018 21:38

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Senin, 22 Jan 2018 16:49

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Senin, 22 Jan 2018 16:45

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

Senin, 22 Jan 2018 15:25

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Senin, 22 Jan 2018 14:41

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Senin, 22 Jan 2018 14:30

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Senin, 22 Jan 2018 14:21

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Senin, 22 Jan 2018 14:01

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Senin, 22 Jan 2018 13:49

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Senin, 22 Jan 2018 13:34

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Senin, 22 Jan 2018 13:17

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Senin, 22 Jan 2018 13:16


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X