Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.093 views

Pidato Jokowi Soal Ini untuk Kepentingan Pilpres

JAKARTA (voa-islam.com)- Pada 16 Agustus 2018 lalu, pada acara menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 73, di depan Sidang Tahunan MPR (DPR-DPD), Presiden Jokowi  menyampaikan Pidato Kenegaraan. Jokowi  menyampaikan  pencapaian Pemerintah dan  kinerja lembaga tinggi negara lain. 

Untuk pencapaian Pemerintah, Jokowi mengajukan 2 (dua) butir yakni (1) Fokus kepada UMKM dan 40 persen lapisan masyarakat terbawah; (2) Rasio Gini yang membaik.

Terkait pencapaian UMKM dan 40 persen masyarakat bawah, Jokowi mengklaim, Pemerintah  tidak hanya memperhatikan usaha besar-besar saja, tapi juga fokus pada UMKM dan 40 persen lapisan masyarakat terbawah. Untuk menyasar 40 persen lapisan masyarakat terbawah, Pemerintah tengah menjalankan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, serta peningkatan akses permodalan bagi usaha  ultra mikro, usaha mikro, dan usaha kecil. 

Selanjutnya, Jokowi juga mengklaim, untuk mendorong perkembangan usaha UMKM, Pemerintah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.

Pidato Kenegaraan Jokowi ini sungguh mengundang tanda tanya. Pertama, mengapa setelah 4 tahun berkuasa baru kali ini mempromosikan Pemerintah urus bidang UMKM? Padahal selama ini sibuk mempromosikan pembangunan infrastruktur.

Bisa jadi, diangkatnya bidang UMKM ini sekarang untuk mencari dukungan suara dari segmen pemilih berkerja untuk UMKM. Tahun ke lima Jokowi berkuasa dijadikan tahun mencari dukungan suara pemilih. Kedua, apakah betul selama ini Pemerintah Jokowi telah memperhatian bidang UMKM? Jawabannya: TIDAK!  Selama 4 (Empat) Tahun ini Jokowi gagal urus UMKM.

Salah satu urusan pemerintahan harus diselenggarakan Presiden RI Jokowi yakni bidang Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Jokowi harus bertanggungjawab bidang Koperasi dan UMKM. 

Untuk menilai kinerja dan keberhasilan Jokowi urus Koperasi dan UMKM dapat digunakan Standar  kriteria:

1. Janji lisan kampanye Jokowi saat Pilpres 2014 terkait bidang Koperasi dan UKM.

2. Janji tertulis kampanye Jokowi saat Pilpres 2014 tertuang  di dlm dokumen NAWACITA.

3. RPJMN 2015-2019 diterbitkan Presiden Jokowi.

4. Renstra Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2015-2019.

Saat kampanye lisan Pilpres 2014, Jokowi berjanji akan memberi bantuan dana Rp10 juta per tahun untuk UMKM/Koperasi. Janji ini sama sekali tidak dipenuhi Jokowi. Ia ingkar janji.

Selanjutnya, di dalam 9 (sembilan) agenda prioritas NAWACITA, tidak terdapat rencana bidang Koperasi  dan UMKM. Relatif detail terdapat di dalam RPJMN 2015-2019, antara lain:

1. Pertumbuhan kontribusi Koperadi dan UMKM thdp pembentukan PDB rata2 6,5-7,5 persen per tahun.

2. Pertumbuhan jumlah tenaga kerja UMKM rata2  4,0-5,5 persen per tahun.

3. Pertumbuhan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam ekspor non migas rata2 5,0-7,0 persen per tahun. 

4. Pertumbuhan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam investasi rata2 8,5-10,5 persen per tahun. 

5. Pertumbuhan produktivitas UMKM rata2  5,0-7,0 % per tahun. 

6. Proporsi UMKM mengakses pembiayaan formal target 2019 sebesar 25,0 persen. 

7. Pertambahan jumlah wirausaha baru melalui program pusat dan daerah, selama 5 tahun lahir 1 juta unit.

Tidak jauh berbeda RPJMN 2015-2019, di dalam RENSTRA Kemenkop dan  UKM  tertuang adalah: 

1. Pertumbuhan kontribusi Koperadi dan UMKM terhadap PDB rata2 6,5-7,5 persen per tahun.

2. Pertumbuhan jumlah tenaga kerja UMKM rata2  4,0-5,5 persen per tahun.

3. Pertumbuhan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam ekspor non migas rata2  5,0-7,0 persen per tahun.

4. Pertumbuhan kontribusi UMKM dan Koperasi dlm investasi   rata2  8,5-10,5 persen per tahun.

5. Pertumbuhan produktivitas UMKM rata2 5,0-7,0 persen per tahun.

6. Proporsi UMKM mengakses pembiayaan formal target 25,0 persen pada tahun 2019.

Apakah Pemerintah Jokowi berhasil mencapai target di atas? Kemenkop dan UKM AA Gede acapkali mengingatkan kondisi kontribusi Koperasi terhadap PDB sudah meningkat dan "pecah telur".  Menurutnya, pada 2014 (era SBY)  kontribusi hanya 1,71 persen. 

Lalu, Menteri ini  memperkirakan pada Triwulan III/2017 mencapai 4,48 persen. Data Kemenkop dan UKM mencatat, jika mengacu pada data BPS tentang total PDB Nasional Triwulan III/2017 atau hingga September 2017, sebesar Rp10.096 triliun maka kontribusi Koperasi sebagai lembaga sekitar Rp451 triliun. 

Perkembangan kontribusi ini sebagai berikut: 2014 tercatat 1,71 persen, 2015 naik 4,41 persen, 2016 turun menjadi 3,99 persen, 2017 kemudian diperkirakan naik 4,48 persen. Rata-rata kontribusi era Jokowi yakni sekitar 4,3 persen. 

Meski demikian, capaian era Jokowi ini masih jauh di bawah target capaian pertahun (6,5-7,5 persen). Kondisi Kinerja Jokowi buruk dan gagal urus Koperasi dan UMKM.

Dari sisi pertumbuhan jumlah tenaga kerja UMKM, Jokowi menargetkan rata-rata 4,0-5,5 persen per tahun. Kondisi  koperasi 4 (empat) tahun Jokowi jadi Presiden,  tidak ada perubahan jumlah berarti baik aktif maupun tidak aktif. 

Pada 2015 total Koperasi sebanyak 205.781 unit, aktif 148.589 unit, tidak aktif 57.192 unit. 

Pada 2016 total Koperasi 208.165 unit, aktif 150.789 unit, tidak aktif 75.376 unit. Pada per 20 Maret 2017 total 208.373 unit, aktif 151.456 unit, dan tidak aktif 56.917 unit (Sumber Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, 23 Maret 2017).

Salah satu masalah Koperasi yakni masih banyak koperasi tidak aktif. Bahkan LAKIP Menkop dan UKM 2015 mengakui, masih banyak Koperasi yang belum menerapkan nilai dan prinsip koperasi secara benar. Di lain pihak, diakui juga  masalah UMKM antara lain: kualitas SDM rendah, peran sistem pendukung kurang optimal, dan  kebijakan dan peraturan kurang efektif.

Data BPS menunjukkan, jumlah tenaga kerja UMKM pada 2014 sebanyak  8.362.746; pada 2015 menaik sedikit yakni 8.735.781. 

Selanjutnya target capaian pertumbuhan kontribusi UMKM dan Koperasi dlm ekspor non migas rata2  5,0-7,0 persen per tahun. Berhasilkah Jokowi mencapai target? Tidak juga!

Dari sisi pertumbuhan kontribusi UMKM dan Koperasi dlm investasi, target capaian   rata2  8,5-10,5 persen per tahun. Berhasilkah? Tidak juga!

Selanjutnya target capaian pertumbuhan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam ekspor non migas rata2  5,0-7,0 persen per tahun. Berhasilkah? Tidak juga! 

Dari sisi pertumbuhan kontribusi Koperasi dan UMKM dalam investasi,  target capaian rata-rara 8,5-10,5 persen pertahun. Berhasilkah? Belum terbukti!

Selanjutnya, target  pertumbuhan produktivitas UMKM rata2 5,0-7,0 persen per tahun. Menurut BPS, pertumbuhan produksi UMKM rata2 tahunan 5,71 persen pada 2015. Angka ini menaik dibandingkan pd 2014 hanya 1,35 persen. Tetapi, untuk tahun 2016, 2017 dan 2018: belum terbukti!

Terakhir, target proporsi UMKM mengakses pembiayaan formal target  25,0 persen pada 2019. BPS menyajikan data posisi kredit UMKM pada Bank Umum untuk modal kerja Rp537.186 miliar pada 2015, lebih banyak ketimbang 2014, yakni 490.262 miliar rupiah. Penggunaan untuk investasi pd 2015 mencapai Rp202.615 miliar, melebihi tahun 2014 hanya Rp181.459 milyar. 

Bagaimana tahun 2016, 2017 dan 2018?  Belum terbukti mencapai target!

Sebagai pembanding, hasil kebijakan Bank Indonesia (BI) membantu pemberian kredit kepeda UMKM. Pada awal 2013, BI menerbitkan  Peraturan Bank Indonesia  Nomor 14/22/PBI/2012 dan revisinya  Nomor 1 7/12/PBI/2015). BI mewajibkan Bank Umum memberi kredit kepada UMKM minimal 20 persen dari total portofolio kredit pada 2018. Peraturan ini berlaku untuk semua Bank Umum.

Disebut  Bank Umum bank komersial, bank syariah dan bank campuran.

Antara tahun 2013 dan 2014, Bank diperbolehkan  menyalurkan kredit kepada UMKM sebanyak mereka mampu. Rasio kredit baru diberlakukan mulai 2015 ke atas. Pada 2015, rasio kredit UMKM tehadap total kredit minimal 5 persen.

Pada 2016  minimal 10 persen, 2017  minimal 15 persen, 2018 minimal 20 persen. 

Target BI l ini ternyata cukup sulit dipenuhi bagi beberapa Bank. Pada  Maret 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, sekitar seperlima Bank Umum tidak dapat memenuhi target rasio kredit UMKM sebesar 10 persen diberlakukan BI untuk 2016: Maknanya, Pemerintah gagal bantu penyaluran kredit UMKM.

Kini melalui Pidato Kenegaraan Jokowi mengangkat issu pencapaian UMKM. Padahal, “selama  empat  tahun  ini kondisi kinerja Jokowi buruk dan gagal di bidang UMKM”.

Selanjtnya, Jokowi juga mengangkat issu pencapaian 40 persen lapisan masyarakat terbawah. Jokowi mengklaim, Pemerintah  juga fokus 40 persen lapisan masyarakat terbawah. Untuk menyasar 40 persen lapisan masyarakat terbawah, Pemerintah tengah menjalankan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

Perhutanan social adalah program nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan usaha dan sumber daya manusia. 

Perhutanan social adalah program legal membuat masyarakat bisa turut mengelola hutan dan mendapatkan manfaat ekonomi.

Semula Pemerintah menetapkan hutan negara seluas 12,7 juta Ha disediakan untuk program perhutanan social ini.  Tetapi, kemudian dikurangi hanya 4,3 juta Ha.  Program ini relatif berhasil memenuhi target 4,3 Juta Ha.  Hingga kini (Agustus 2018)  terlah tercapai target 1,7 juta Ha. Masih harus dipenuhi  2,6 juta Ha. Menurut Menteri LHK,  target capaian per bulan dipercepat dari 120 ribu Ha selama ini menjadi 170 ribu Ha per bulan. 

Jika berhasil, maka target 4,3 juta Ha 2019 akan tercapai. Kita tunggu saja akhir 2019, tercapaikah target 4,3 juta Ha?

Memang, untuk cari suara pemilih di strata sosial bawah, program ini sangat efektif dan efisien. Efektif karena langsung rakyat dapat memanfaatkan tanah hutan negara tanpa batar, bahkan dapat bantuan pembibaan. Efisien karena bisa dapat suara pemilih tanpa biaya kampanye Pasangan Jokowi-Ma'ruf. Atas nama program pemerintah, bisa gunakan dana negara. Legal!

*Peneliti NSEAS, Muchtar Effendi Harahap

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

Sabtu, 08 Dec 2018 13:58

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Sabtu, 08 Dec 2018 13:53

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Sabtu, 08 Dec 2018 12:53

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 08 Dec 2018 12:00

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Sabtu, 08 Dec 2018 11:53

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Sabtu, 08 Dec 2018 10:53

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Sabtu, 08 Dec 2018 09:53

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Sabtu, 08 Dec 2018 08:53

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Sabtu, 08 Dec 2018 07:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X