Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
24.485 views

KH. Abdullah Mukmin; Dikubur 26 Tahun Jasad Masih Utuh

Jakarta (voa-islam) - Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah mushala yang diberi nama An-Najat. Di mushala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.

Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih.

Jasad KH. Abdullah sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh dan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih.

Sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah, sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kediamannya.

Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Mekkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar selama kurang lebih 7 tahun.

Kiai Abdullah akhirnya pulang ke tanah air setelah gurunya, Syekh Yasin, asal Padang, Sumatera Barat, memintanya pulang ke Indonesia, untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang.

"Ayah saya diperintahkan pulang untuk mengajar oleh Syekh Yasin, saat perang dunia ke II (1939-1945)," jelas Achmad Fathi saat ditemui detikcom.

Sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah kemudian mulai memberikan pengajian di sekitar rumahnya. Sistem pengajaran yang dilakukan Kiai Abdullah bukan model pesantren melainkan berbentuk majelis.

Lokasi pengajian dilakukan di Musala An-Najat sejak beduk Magrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian, biasanya murid-murid  bermalam di musala dan pulang selepas salat Subuh berjamaah.

Materi pengajian yang diajarkan Kiai Abdullah berupa ilmu Fiqih (hukum) maupun tafsir Al Quran. Adapun kitab-kitab yang diajarjakan, antara lain, Jurmiyah, Nahwu, Shorof, Fathul Qorib, Fathul Muin, maupun tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaludin As-Suyiti.

Saat mengajar, sang kiai dikenal sangat tegas. Namun meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu Ceper dan wilayah Tanggerang.

Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara bercocok tanam. Saat siang hari biasanya murid-muridnya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik Abdullah. "Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan kebun milik keluarga kami," jelas Achmad Fathi.

Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.

Namun sekalipun telah bekerja di pemerintahan, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri Kiai Abdullah. Setiap bekerja ia hanya menggunakan sepeda ontel. Jarak antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10 kilometer.

"Kata bapak hidup sederhana dan apa adanya merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu selama hidup bapak tidak mau hidup secara berlebih-lebihan," jelas Abdul Zibaki, anak Kiai Abdullah Lainnya.

Selama hidup Kiai Abdullah memiliki tiga orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. Ia pertama menikah dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH Mursan, sekitar tahun 1945. Dari pernikahannya dengan Rohani, dikarunia dua orang anak. Namun tidak lama setelah melahirkan anak kedua, Rohani meninggal dunia.

Selang dua tahun kemudian Kiai Abdullah menikah lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Dan lagi-lagi istri keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya. Maswani wafat tahun 1980.

Setelah kematian istri keduanya Kiai Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun karena desakan anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa Juru Mudi. "Kami merasa kasian sama bapak karena tidak ada yang mengurusinya. Makanya kami mendesaknya untuk menikah lagi," tutur Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah.

Namun dari pernikahannya dengan Romlah, Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober 1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Sebelum meninggal ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kiai Abdullah dimakamkan di belakang musala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.

Mushala tempatnya pertama kali mengajar seakan menjadi kenangan sendiri bagi Abdullah. Meskipun ia sebenarnya juga telah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persis berada di depan rumah Kiai Abdullah.

Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah.

"Utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun sebagai karunia Allah. Jenazah itu dilindungi oleh Allah." Ungkap salah seorang ketua MUI, Said Budairy.

"Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. "Dan kalau seperti yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu, itu sudah tidak salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,"imbuhnya.

Sementara Agus Hendratno, anggota Ikatan Ahli Geologi Yogyakarta mengatakan, dari teori geologi, memang bisa saja jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh.
Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.

Menurut Agus, dalam peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah mungkin saja bisa disebabkan di liang lahat tidak terdapat hewan organik.

"Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi
kalau mau dikait-kaitkan ke dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak
terdapat hewan organik," urainya.

Agus Hendratno, anggota Ikatan Ahli Geologi, berpendapat, peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat unik dan di luar kebiasaan.

Tapi, kata Agus, bila lokasi tanah yang berair dan lembab seperti di wilayah Batu Ceper, yang dikenal dahulunya merupakan daerah rawa-rawa, teori itu terbantahkan. Dengan kata lain Agus berpendapat jika peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat unik dan di luar kebiasaan. (PurWD/Dtk)

Foto : Detik.com, KH.Abdullah (paling kiri) saat menuntut ilmu di Mekkah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Solidaritas Peduli Muslim Rohingya: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Solidaritas Peduli Muslim Rohingya: Derita Mereka adalah Derita Kita Juga, Ayo Bantu!!

Ribuan Muslim Rohingya mengungsi ke Aceh untuk menyelamatkan akidah dan nyawa dari intimidasi rezim dan militer Myanmar yang didukung oleh para teroris biksu radikal Budha....

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Sejak usia 8 tahun sudah menjadi yatim. Saat tumbuh menjadi remaja muslimah berprestasi dan rajin beribadah, ia diuji dengan musibah tumor ganas di lututnya. ...

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Latest News
110 Warga Prancis Gugur di Irak dan Suriah Saat Berjuang Bersama Daulah Islam (IS)

110 Warga Prancis Gugur di Irak dan Suriah Saat Berjuang Bersama Daulah Islam (IS)

Rabu, 03 Jun 2015 18:15

Menghindari Kezaliman Rezim Cina, Kakek Berusia 80 Tahun Lebih Hijrah ke Daulah Islam (IS)

Menghindari Kezaliman Rezim Cina, Kakek Berusia 80 Tahun Lebih Hijrah ke Daulah Islam (IS)

Rabu, 03 Jun 2015 17:16

Penulis Sekuler Bangladesh Kabur ke AS Setelah Ancaman Pembunuhan dari Kelompok Islamis

Penulis Sekuler Bangladesh Kabur ke AS Setelah Ancaman Pembunuhan dari Kelompok Islamis

Rabu, 03 Jun 2015 17:05

AS Klaim 10.000 Anggota Daulah Islam (IS) Gugur dalam 9 Bulan Pemboman Koalisi

AS Klaim 10.000 Anggota Daulah Islam (IS) Gugur dalam 9 Bulan Pemboman Koalisi

Rabu, 03 Jun 2015 16:45

Video: Menteri Agama Minta Maaf Terkait Qira'ah Al-Qur'an dengan Langgam Jawa

Video: Menteri Agama Minta Maaf Terkait Qira'ah Al-Qur'an dengan Langgam Jawa

Rabu, 03 Jun 2015 16:23

Peneliti Pertanyakan Rekomendasi Migas, untuk Rakyat atau Asing?

Peneliti Pertanyakan Rekomendasi Migas, untuk Rakyat atau Asing?

Rabu, 03 Jun 2015 15:40

Pengadilan Pidana Mesir Jatuhkan Vonis 5 Tahun Penjara atas Anak SMP yang menentang Rezim Militer

Pengadilan Pidana Mesir Jatuhkan Vonis 5 Tahun Penjara atas Anak SMP yang menentang Rezim Militer

Rabu, 03 Jun 2015 15:37

Mengejutkan, Fakta Pembantaian Rohingya Dianggap Bohong

Mengejutkan, Fakta Pembantaian Rohingya Dianggap Bohong

Rabu, 03 Jun 2015 14:19

Koalisi Internasional Adakan Pertemuan Bahas Langkah-langkah Hadapi Islamic State (ISIS)

Koalisi Internasional Adakan Pertemuan Bahas Langkah-langkah Hadapi Islamic State (ISIS)

Rabu, 03 Jun 2015 14:11

Karena Jujur, Sopir Taksi Safdirzon Berangkat Umroh Gratis

Karena Jujur, Sopir Taksi Safdirzon Berangkat Umroh Gratis

Rabu, 03 Jun 2015 14:04

Hartono Ahmad Jaiz: Takmir Masjid Perlu Hati-hati dan Waspada

Hartono Ahmad Jaiz: Takmir Masjid Perlu Hati-hati dan Waspada

Rabu, 03 Jun 2015 13:38

3 Tahun Tragedi Arakan: Adili Dalang Pembantai Etnis Rohingya

3 Tahun Tragedi Arakan: Adili Dalang Pembantai Etnis Rohingya

Rabu, 03 Jun 2015 13:17

Ketua MUI Din Syamsuddin Minta ASEAN Tekan Myanmar Soal Rohingya

Ketua MUI Din Syamsuddin Minta ASEAN Tekan Myanmar Soal Rohingya

Rabu, 03 Jun 2015 13:10

Rumah Kos di Sampang Sediakan Penghulu untuk Aktivitas Pelacuran

Rumah Kos di Sampang Sediakan Penghulu untuk Aktivitas Pelacuran

Rabu, 03 Jun 2015 13:01

Presiden Jokowi: Revolusi Mental Tanggung Jawab Masing-Masing

Presiden Jokowi: Revolusi Mental Tanggung Jawab Masing-Masing

Rabu, 03 Jun 2015 12:51

Kenaikan Tarif Listrik PLN Bulan Ini, Hadiah Ramadhan dari Jokowi

Kenaikan Tarif Listrik PLN Bulan Ini, Hadiah Ramadhan dari Jokowi

Rabu, 03 Jun 2015 12:46

Progres 98: Jokowi Itu Mengabdi Kepada Aseng, Bukan Rakyat Indonesia

Progres 98: Jokowi Itu Mengabdi Kepada Aseng, Bukan Rakyat Indonesia

Rabu, 03 Jun 2015 12:40

(Beralasan) Tidak Tahu Ada yang Mengharamkan Qiraat Langgam Jawa, Itu Basi!

(Beralasan) Tidak Tahu Ada yang Mengharamkan Qiraat Langgam Jawa, Itu Basi!

Rabu, 03 Jun 2015 10:51

Jelang Ramadhan Baitul Mal Kota Kumpulkan Keuchik se-Banda Aceh

Jelang Ramadhan Baitul Mal Kota Kumpulkan Keuchik se-Banda Aceh

Rabu, 03 Jun 2015 10:34

Menlu Rusia Lavrov: Menjelang Ajal Rezim Bashar al-Asad

Menlu Rusia Lavrov: Menjelang Ajal Rezim Bashar al-Asad

Rabu, 03 Jun 2015 10:00



Must Read!
X